Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Mikhania C.E., S.Farm, M.Si, Apt

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Mikhania C.E., S.Farm, M.Si, Apt"— Transcript presentasi:

1 Mikhania C.E., S.Farm, M.Si, Apt
SULFONAMIDA Mikhania C.E., S.Farm, M.Si, Apt

2 PENDAHULUAN Sulfonamida adalah golongan antimikroorganisme yg memiliki kemampuan bakteriostatis yg luas terhadap bakteri gram positif dan negatif Spektrum kerja sulfonamida luas tetapi kurang kuat dibanding antibiotik Daya kerja umumnya bakteriostatik, tapi pada kadar tinggi dalam urin daya kerjanya bakterisida. Ciri spesifik : gugus sulfonat yg berikatan dengan amina

3 SIFAT-SIFAT Berbagai variasi pada radikal R pada gugus amida
Kelarutan rendah dalam air Bentuk garam natriumnya lebih larut Memiliki sifat amfoter  membentuk garam dengan asam/basa Berbagai variasi pada radikal R pada gugus amida (-SO2NHR) dan pada gugus amino (NH2) menyebabkan perubahan sifat fisik, kimia, dan daya antibakteri sulfonamida.

4 SEJARAH Padatahun 1935, Domank telah menemukan bahwa suatu zat warna merah, brontosilrubrum, bersifat bakterisid in vivo tetapi inektif secara in vitro.Ternyata zat ini dalamtubuh dipecah menjadi sulfanilamide yang juga aktif in vitro. Berdasarkan penemuan ini kemudian disintesa sulfapiridin yaitu obat pertama yang digunakan secara sistemis untuk pengobatan radang paru (1937). Dalam waktu singkat obat ini diganti oleh sulfathiazole (Cobazol) yang kurang toksik (1939), disusul pulaoleh sulfaniazine , sulfmetoksazole, dan turunan-turunan lainnya yang lebih aman lagi. Setelah diintroduksi derivate-derivat yang sukar resorbsinya dari usus(sulfaguanidin dan lain-lain), akhirnya disintesa sulfa dengan efek panjang, antara lain sulfadimetoksil, sulfametoksipiridazine dan sulfalen

5 Aktifitas Antimikroba
Kuman yang sensitif terhadap sulfonamida secara invitro adalah: - Streptococcus pyogenes - Streptococcus pneumoniae - Bacillus anthracis - Corynebacterium diphteriae - Haemophyllus influenzae - Vibrio cholerae - Chlamydia trachomatis Banyak galur gonococcus, stafilococcus, meningococcus, pneumococcus, dan streptococcus yang sudah resisten.

6 KLASIFIKASI

7 IDENTIFIKASI Reaksi warna Reaksi kristal Spektrofotometri IR
Spektrofotometri UV-vis

8 REAKSI IDENTIFIKASI UMUM
Reaksi Gugus Sulfur Zat + H2O2 3% + 1 tts FeCl3 0.5N + HNO3 + BaCl2 0.5N  endapan warna putih Reaksi korek api (Rx. Luciper) Zat + HCl kemudian dicelupkan batang korek api ke dalamnya  perubahan warna batang korek api menjadi jingga atau kuning jingga Reaksi Diazo Zat + -naftol (0.1 gram dalam 2 ml NaOH) + 2 tetes HCl 2N + 1 ml aq + 2 tetes NaNO2  warna merah darah.

9 1. SULFADIAZIN Pemerian : White, yellowish-white or pinkish-white, crystalline powder or crystals Kelarutan : practically insoluble in water, slightly soluble in acetone, very slightly soluble in alcohol. It dissolves in solutions of alkali hydroxides and in dilute mineral acids. It melts at about 255 °C, with decomposition.

10 Identifikasi Reaksi Diazotasi: zat ditambah HCL 2N + 1 ml air + NaNO2 dan teteskan larutan β-naftol dalam 2 ml NaOH,  endapan jingga ke merah darah,. Jika yang ditambahkan α-naftol akan terbentuk warna merah ungu Reaksi Gugus Sulfon : zat + H2O2 3 % tambahkan 1 tetes FeCl3 0,5 N + HNO3 pekat tambahkan BaCl2 0,5 N  endapan Zat ditambah 2 ml air, panaskan hingga mendidih, tambahkan 2 tetes NaOH terbentuk endapan, netralkan kemudian tambahkan HCL 2 N + CuSO4 akan timbul warna kuning lama-lama violet Reaksi Parri : zat + alkohol + pereaksi Parri + NH4OH, akan terjadi perubahan warna hijau kotor ke ungu

11 Sulfadiazine crystals
Identifikasi (cont.) Reaksi Kristal Sampel + aseton + air Sampel + pereaksi Dragendorf Sampel + asam pikrat Sulfadiazine crystals

12 Identifikasi (cont.) Examine by infrared absorption spectrophotometry comparing with the spectrum obtained with sulfadiazine CRS . Examine the substances prepared as discs. Examine the chromatograms obtained in the test for related substances. The principal spot in the chromatogram obtained with test solution (a) corresponds in position and size to the principal spot in the chromatogram obtained with reference solution (a). Place 3 g in a dry tube. Immerse the lower part of the tube, inclined at 45°, in a silicone oil bath and heat to about 270 °C. The substance to be examined decomposes and a white or yellowish-white sublimate is formed which, after recrystallisation from toluene R and drying at 100 °C, melts at 123 °C to 127 °C. Dissolve about 5 mg in 10 ml of 1 M hydrochloric acid . Dilute 1 ml of the solution to 10 ml with water R . The solution, without further acidification, gives the reaction of primary aromatic amines .

13 2. SULFANILAMID Pemerian : A white crystalline powder. On heating the dry powder it becomes violet–blue and eventually aniline and ammonia are produced. M.p. about 165°. Kelarutan : Soluble 1 in 170 of water, 1 in 37 of ethanol and 1 in 5 of acetone; practically insoluble in chloroform and ether; soluble in hydrochloric acid and solutions of alkali hydroxides.

14 Sulfadianilamide crystals
Identifikasi Reaksi Penegasan Zat + Pereaksi Roux  warna hijau coklat hingga hijau ungu sampai hijau kotor sekali (tua) Zat + CuSO4 terbentuk warna biru Zat + KBrO3 terbentuk warna ungu sampai merah coklat setelah beberapa waktu terbentuk endapan Reaksi Kristal Zat + asam pikrat Zat + aseton + air Sulfadianilamide crystals

15 SPEKTRUM IR

16 SPEKTRUM UV

17 3. SULFAGUANIDIN Pemerian : A white or almost white, fine crystalline powder Kelarutan : very slightly soluble in water, slightly soluble in acetone, very slightly soluble in ethanol (96 per cent), practically insoluble in methylene chloride. It dissolves in dilute solutions of mineral acids.

18 Identifikasi Melting point : 189 °C to 193 °C, determined on the dried substance. Examine by infrared absorption spectrophotometry, comparing with the spectrum obtained with sulfaguanidine CRS . Examine the chromatograms obtained in the test for related substances. The principal spot in the chromatogram obtained with test solution (b) is similar in position and size to theprincipal spot in the chromatogram obtained with reference solution (a). Dissolve about 5 mg in 10 ml of 1 M hydrochloric acid . Dilute 1 ml of the solution to 10 ml with water R . The solution, without further acidification, gives the reaction of primary aromatic amines (2.3.1) . Suspend 0.1 g in 2 ml of water R , add 1 ml of a-naphthol solution R and 2 ml of a mixture of equal volumes of water R and strong sodium hypochlorite solution R. A redcolour develops.

19 4. SULFAMERAZIN Pemerian : serbuk putih kekuningan, berubah menjadi gelap jika terpapar cahaya Kelarutan : larut 1 dalam 6250 air, 1 dalam550 etanol, 1 dalam 60 aseton, sangat sukar larut dalam eter dan kloroform, larut dalam asam mineral dan larutan alkali hidroksida dan karbonat

20 Identifikasi Reaksi Penegasan
Zat + Pereaksi Roux akan terjadi perubahan warna dari violet, ungu biru, biru hijau sampai hijau bagus (15 menit) Zat + CuSO4 terjadi warna kelabu kecoklatan Reaksi Kristal Sampel + aseton + air Sampel + pereaksi Dragendorf Sampel + asam pikrat

21


Download ppt "Mikhania C.E., S.Farm, M.Si, Apt"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google