Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

JOINT VENTURE Allan M.Zaennoer.K [ ]

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "JOINT VENTURE Allan M.Zaennoer.K [ ]"— Transcript presentasi:

1 JOINT VENTURE Allan M.Zaennoer.K [111040101]
Fitri Fawzia Fajry [ ] Yenni Indriarti [ ] Desi Ayu Wulandari [ ] Aini Indriani [ ] Utami Puji Astuti [ ] Iqbal Rijalul Fikri [ ] Febri Triyanto [ ] Kelompok : 2 AKUNTANSI 3D

2 Joint Venture ? Joint Venture, adalah kerjasama diantara dua orang/badan usaha atau lebih untuk mengusahakan usaha tertentu. Jangka waktu dalam joint venture ini terbatas. Masing-masing pihak menyerahkan barang atau uang sebagai kontribusi terhadap usaha bersama ini. Keuntungan dan kerugian dibagi sama, biasanya setelah diperhitungkan dahulu bunga modal, komisi, bonus, dan lain-lain untuk pihak-pihak yang telah berjasa. Salah satu pihak yang bekerja sama itu biasanya ditunjuk sebagai pimpinan usaha kerjasama/joint venture yang disebut sebagai “Managing Partner”. Untuk Managing Partner ini biasanya diberikan balas jasa tertentu atas aktivitas dan kemampuan kerjanya. Managing Partner mempunyai kewajiban untuk menyelenggarakan pembukuan dan menyajikan laporan keuangan yang berhubungan dengan aktivitas joint venture.

3 Jenis-Jenis Joint Venture
Kontrak joint venture dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: Joint venture domestic, terjadi antara perusahaan domestic, yaitu perusahaan yang terdapat di dalam negeri Joint venture internasional, apabila salah satu dari perusahaan itu adalah perusahaan asing Meskipun ada banyak jenis joint venture, yang paling umum adalah antara dua atau lebih perusahaan yang memiliki tujuan yang berbeda, seperti memasuki pasar baru, meningkatkan modal dan ekspansi. Joint Venture Internasional semakin banyak dilakukan karena keuntungannya. Kedua perusahaan tidak hanya bisa berbagi pendapatan dan pertumbuhan, joint venture bisa mengurangi kebutuhan biaya jika pengetahuan atau paten dibiayai sebagai kontribusi usaha. Joint venture juga memberikan akses kepada pasar internasional baru yang tidak mudah dicapai.

4 Kelemahan Joint Venture Internasional
Ada beberapa kelemahan dalam joint venture internasional. Pertama, tujuan bisnis partner joint venture bisa cukup berbeda, yang bisa menyebabkan masalah mengenai arah dan perkembangan unit baru. Disamping itu, perbedaan kultural masing-masing perusahaan menimbulkan kesulitan manajerial dalam joint venture baru. Terakhir, kebijakan pemerintah kadang-kadang bisa memiliki pengaruh negative pada arah dan operasi joint venture internasional.

5 Akuntansi untuk Joint Venture
Pada Prinsipnya ada 2 metode : Buku-buku diselenggarakan terpisah dari pembukuan masing-masing anggota; Rekening-rekening untuk setiap transaksi dalam joint venture ada dan dicatat di dalam buku masing-masing anggota (tidak diselelnggarakan pembukuan secara terpisah terhadap aktivitas joint venture).

6 Akuntansi untuk Joint Venture yang diselenggarakan secara terpisah dari pembukuan masing-masing anggota Apabila terhadap aktivitas joint venture diselenggarakan pembukuan secara terpisah dari pembukuan masing-masing anggota, maka joint venture dianggap sebagai suatu unit usaha yang terpisah dari pemiliknya. Mempunyai karakteristik yang sama dengan Persekutuan, maka pembukuan yang diselenggarakan juga sama dengan pembukuan didalam persekutuan. Bila joint venture membuat catatan terpisah, maka catatan/pembukuan joint venture dicatat seperti usaha biasa sedangkan anggota joint venture hanya mencatat transaksi yang ada hubungannya dengan dirinya saja seperti: Penawaran dana ke joint venture Perolahan laba atas joint venture Penarikan kembali dana yang tertanam dalam joint venture

7 Contoh 1 Tuan A, B, dan C bersepakat mengadakan suatu kerjasama dalam suatu usaha (joint venture) penjualan buku-buku novel selama masa liburan musim panas, dengan ketentuan sebagai berikut : Investasi : Tuan A dan C menyerahkan barang dagangan sebagai penyertaan seharga Rp 3.000,00 dan Rp 4.500,00. Tuan B menyerahkan uang tunai sebesar Rp 2.500,00 Aktivitas : Tuan C ditunjuk sebagai pemimpin (Managing Partner). Ia setuju untuk menjadi pedagang keliling dan menyampaikan laporan-laporan yang berhubungan dengan transaksi-transaksi atas nama joint venture. Pembagian Laba : Tuan C diberi komisi 10% dari penjualan; Bunga modal diberikan kepada masing-masing anggota sebesar 8% dari laba usaha dan selebihnya dibagi sama. Joint Venture dimulai pada tanggal 1 oktober dan berakhir 31 desember 19A. Pembukuan untuk joint venture dapat dilihat pada Tabel 1.

8 Penjelasan Transaksi No. : 3) Bunga wesel (promes) yang ditarik dengan bunga 6% setahun, untuk jangka waktu 60hari. (Tabel 1) Transaksi No. : 9) Bunga modal untuk masing-masing anggota dihitung sebagai berikut : (Jangka waktu joint venture adalah 1 oktober sampai dengan 31 desember 19A = 3bulan. Sedangkan bunga modal 8% adalah untuk jangka waktu satu tahun).

9 Pembukuan Joint Venture Diselenggarakan Secara Terpisah
Transaksi-Transaksi Buku-Buku Joint Venture Buku-Buku Tuan A Buku-Buku Tuan B Buku-Buku Tuan C 1 Oktober 19A 1) Investasi barang-dagang oleh Tuan A & C masing-masing Rp 3.000,00 dan Rp 4.500,00 Pers. Brg. Dagangan Investasi pada J.V Investasi pada J.V Modal A Barang2 untuk J.V Barang2 untuk J.V Modal C 2) Investasi uang tunai oleh Tuan B : Rp 2.500,00 Kas Investasi pada J.V Modal B Kas 1 Oktober s/d 31 Desember 19A 3) Ditarik sebuah promes Rp 1.000,00 dengan bunga 6%, jangka waktu 60 hari Kas Biaya Bunga Wesel Bayar 4) Penjualan kredit barang dagangan Rp ,00 Piutang Dagang Penjualan 5) Penerimaan Piutang Rp ,00 Kas Piutang Dagang 6) Penghapusan Piutang Dagang Rp 100,00 Pengh. Piutang Dgng Piutang Dagang 7) Pembayaran macam-macam biaya usaha Rp 4.400,00 Macam2 Biaya Kas 8) Pembayaran/pelunasan wesel bayar Rp 1.000,00 Wesel Bayar Kas 31 Desember 19A 9) a. Penentuan laba bersih, saldo pendapatan & biaya-biaya ditutup ke rekening rugi/laba Penjualan Investasi pada J.V Investasi pada J.V Investasi pada J.V Rugi & Laba Laba J.V Laba J.V Laba J.V Rugi & Laba b. Pembagian R/L Rp 3.990,00 HPP Komisi A B C Total Macam2 Biaya Pengh. Piutang Bunga Modal Biaya Bunga Sisa dibagi Rugi & Laba sama Modal A Modal B Modal C 10) Penyelesaian oleh C : Pembelian tunai : Modal A Kas Kas Kas Kepada A : Rp ,00 Modal B Investasi pada J.V Investasi pada J.V Investasi pada J.V Kepada B : Rp ,00 Modal C Kepada C : Rp ,00 Kas Rp ,00

10 Contoh 2 Pada tanggal 1 januari 2005 Adi dan lili membuka usaha joint venture dalam menjual tanah kaplingan. Disepakati Adi menyerahkan tanah 20 kapling dengan harga Rp dan diberi harga oleh Adi untuk joint venture sebesar Rp ,-. Lili menyerahkan uang tunai sebesar Rp untuk biaya perijinan. Laba dibagi dengan komposisi 75% untuk adi dan 25% untuk Lili. Transaksi 1 januari samapai dengan Agustus 2005 yaitu periode pembentukan joint venture sebagai berikut: Dibayar biaya perijininan Rp Dibayar biaya perbaikan lingkungan Rp Dibayar biaya penjualan Rp Dibayar biaya kantor Rp Dijual 20 kapling Rp secara kredit Piutang sebesar Rp tak tertagih Pada tanggal 31 Agustus kas dikembalikan pada anggota jointventure Diminta : susunlah jurnal untuk mencatat transaksi tersebut!

11 transaksi Buku Joint Venture Buku Adi Buku Lili 1 Tanah Modal Adi Invs. Pd JV Tanah - 2 Kas Modal Lili Invs. Pd JV Kas 3 Biaya Kas 4 Piutang Penjualan 5 Kas Piutang 6 Penghapusan piutang Piutang 7 Penjualan Biaya piutang Tanah Modal adi Modal Lili Invs. Pd JV Laba JV Invs. Pd JV Laba JV 8 Modal adi Modal LILI Kas Kas Invs pd JV Kas Invs. pd JV

12 Akuntansi untuk joint venture tidak diselenggarakan secara terpisah
Dalam hal ini semua aktivitas joint venture akan diikhtisarkan dalam buku masang-masing anggota. Masing-masing anggota harus mempunyai joint venture pada buku-bukunya. Rekening joint venture didebit untuk semua biaya-biaya, dan dikredit untuk semua pendapatan-pendapatan dari joint venture. Saldo kredit atau sebaliknya di dalam rekening joint venture merupakan laba atau sebaliknya rugi joint venture tersebut. Setiap anggota juga menyelenggarakan rekening-rekening dengan setiap anggota lainnya yang menunjukkan hak penyertaannya di dalam usaha bersama melalui joint venture tersebut. Selanjutnya saldo rekening “Joint Venture” dan rekening anggota-anggota lainnya pada buku masing-masing anggota akan menunjukkan saldo yang sama selama hubungan kerjasama masih ada (belum dibubarkan). Akan tetapi, meskipun masing-masing partner mencatat transaksi-transaksi yang terjadi, pada buku-buku managing partner tetap harus dibentuk rekening-rekening aktiva dan hutang joint venture tersendiri. Seperti misalnya rekening-rekening : - Kas – joint venture - Piutang – joint venture - Dan lain-lain

13 Melalui pembukuan yang di selenggarakan itu masing-masing anggota selain managing partner. Hanya mencatat setoran modal (penyertaan) dari para anggota dan terjadinya transaksi biaya dan pendapatan-pendapatan yang mempengaruhi hak-hak penyertaan mereka. Sedang untuk transaksi-transaksi yang sifatnya hanya merupakan perubahan bentuk (konversi) dari aktiva yang satu ke aktiva lainnya atau dari hutang tertentu kepada hutang lainnya tidak dicatat di dalam rekening- rekening pembukuannya. Berbeda dengan anggota-anggota lainnya. Managing partner sebagai anggota yang bertanggung jawab terhadap semua aktivitas dengan segala akibatnya di dalam joint venture, harus mencatat semua transaksi yang terjadi secara tertib dan teratur. Dalam metode ini semua transaksi yang berhubungan dengan operasi joint venture dicatat oleh semua sekutu dengan pembukuan sebagai berikut: Keterangan Sekutu pemegang pembukuan (Managing Partner) Sekutu bukan pemegang pembukuan Aktiva, hutang Nama aktiva, hutang dengan diberi tanda joint venture Nama pemegang pembukuan Modal Nama pemegang modal Nama penanam modal Rekening Nominal joint venture Joint venture

14 Contoh 3 Apabila usaha bersama antara Tuan A, B dan C seperti contoh di muka, pembukuannya diselenggarakan dengan tidak menggunakan buku – buku joint venture secara terpisah, dan setiap anggota mencatat semua transaksi-transaksi pada bukunya masing-masing, maka pencatatanya akan Nampak sebagai berikut : (lihat halam 106)

15 Buku-buku Tuan C (Managing partner)
Transaksi-transaksi Buku-buku Tuan A Buku-buku Tuan B Buku-buku Tuan C (Managing partner) 1 oktober 19 A ) investasi barang dagangan oleh Tuan A dan C masing – masing Rp 3.000,00 dan Rp 4000,00 Joint venture Barang-barang untuk J.V Tuan C Joint venture Tuan A Tuan C Joint venture Tuan A Barang untuk J.V 2) investasi uang oleh Tuan B Rp ,00 (dikirim pada managing partner) Tuan C Tuan B Tuan C kas Kas-joint venture Tuan B 1 oktober s/d 31 Desember 19 A ) Menurut laporan Tuan C telah ditarik sebuah promes Rp 1.000,00 dengan bunga 6% jangka waktu 60 hari. joint venture Tuan C joint venture Tuan C kas-joint venture joint venture wesel bayar J.V 4) Penjualan barang-barang secara kredit sebesar Rp ,00 Tuan C Joint venture Tuan C Joint venture Piutang J.V Joint venture 5) Penerimaan pembayaran piutang dagang sebesar Rp ,00 Kas J.V Piutang J.V 6) Penghapusan piutang sebesar Rp 100,00 Joint venture Tuan C Joint venture Tuan C Joint venture Piutang J.V 7) Pembayaran macam-macam biaya usaha oleh Tuan C sebesar Rp 4.400,00 Joint venture Tuan C Joint venture Tuan C Joint venture kas J.V 8) Dibayar promes yang ditarik pada tanggal 1 oktober 19 A Rp 1.000,00 Wesel bayar joint venture Kas joint venture Pembayaran laba bersih sebesar Rp ,00 dilakukan sebagai berikut : A B C Total Komisi C Bunga modal Sisa dibagi rata Joint venture Laba Joint venture Tuan B Tuan C joint venture laba j.v Tuan A Tuan C Joint venture Laba J.V Tuan A Tuan B 10) Penyelesaian oleh Tuan C Pembayaran untuk : Tuan A Rp , Tuan B Rp , untuk C sendiri Rp ,00 Rp ,00 kas Tuan B Tuan C kas Tuan A Tuan C Kas Tuan A Tuan B Kas joint venture

16 Contoh 4 Pada tanggal 1 januari 2005 Adi dan lili membuka usaha joint venture dalam menjual tanah kaplingan. Disepakati Adi menyerahkan tanah 20 kapling dengan harga Rp dan diberi harga oleh Adi untuk joint venture sebesar Rp ,-. Lili menyerahkan uang tunai sebesar Rp untuk biaya perijinan. Laba dibagi dengan komposisi 75% untuk adi dan 25% untuk Lili. Transaksi 1 januari samapai dengan Agustus 2005 yaitu periode pembentukan joint venture sebagai berikut: Dibayar biaya perijininan Rp Dibayar biaya perbaikan lingkungan Rp Dibayar biaya penjualan Rp Dibayar biaya kantor Rp Dijual 20 kapling Rp secara kredit Piutang sebesar Rp tak tertagih Pada tanggal 31 Agustus kas dikembalikan pada anggota joint venture Pemegang pembukuan (Adi) Diminta : susunlah jurnal untuk mencatat transaksi tersebut!

17 Pembukuan dijadikan satu dengan pembukuan usaha rutin salah satu sekutu (Buku Adi)
Transaksi Buku Adi Buku Lili Investasi Adi JV Tanah Laba penyerahan tnh JV Tanah Laba penyerahan tnh Investasi Lili Kas-JV Lili Adi Kas Membayar biaya-biaya JV Kas-JV JV Adi Menjual tanah Piutang-Jv JV Adi JV Penerimaan piutang tertagih Kas-JV Piutang-JV - Menghapus piutang JV Piutang-JV JV Adi Mengakui laba joint venture JV Laba JV Lili JV Adi Laba JV Pengambilan kas joint venture Kas LILI Kas JV Kas Adi

18 Kerja Sama yang belum selesai (Uncompleted Venture )
Apabila Akuntasi untuk joint venture yang diselenggarakan secara terpisah dari pembukuan masing-masing anggota. Apabila dalam hal ini sampai akhir joint Venture suatu persetujuan masih belum bisa diakhiri, untuk keperluan kebutuhan penutupan buku masing-masing partner maka perlu dihitung rugi dan labanya. Menurut ketentuannya joint venture baru bisa dihitung apabila usaha yang menjadi obyeknya sudah selesai. Tetapi apabila pembukuan dilakukan secara terpisah maka dapat dilakukan tanpa kesulitan.

19 Apabila Akuntasi untuk joint venture yang diselenggarakan tidak secara terpisah dari pembukuan masing- masing anggota. Seperti yang dijelaskan bahwa joint Venture hanya bisa dihitung laba/ruginya apabila telah berakhir usaha yang menjadi obyeknya maka dalam pembukuan ini mengalami hal hal yang perlu dilakukan karena pembukuan secara tidak terpisah sedikit berbeda dari pembukuan secara terpisah, yang membedakan adalah hak-hak para anggota di dalam joint venture dapat ditentukan pada setiap saat yang menyangkut aktivitas joint venture. Hak-hak para anggota adalah selisih antara jumlah komuatif semua rekening yang mempunyai saldo debit dengan jumlah komulatif semua rekening yang mempunyai saldo kredit dari pembukuan yang diselenggarakan oleh anggota yang bersangkutan. Rekening-rekening dengan saldo debet menunjukkan aktiva joint venture (termasuk biaya yang dibayar dimuka). Sedangkan rekening- rekening yang mempunyai saldo kredit adalah rekening yang menunjukkan kewajiban-kewajiban koint venture kepada pihka ketiga dan hak-hak anggota di dalam joint venture.


Download ppt "JOINT VENTURE Allan M.Zaennoer.K [ ]"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google