Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 SISTEM MANAJEMEN OHSAS 18001:2007. 2  Menyebutkan beberapa definisi yang digunakan dalam standar OHSAS 18001:2007  Menjelaskan ruang lingkup dan persyaratan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 SISTEM MANAJEMEN OHSAS 18001:2007. 2  Menyebutkan beberapa definisi yang digunakan dalam standar OHSAS 18001:2007  Menjelaskan ruang lingkup dan persyaratan."— Transcript presentasi:

1 1 SISTEM MANAJEMEN OHSAS 18001:2007

2 2  Menyebutkan beberapa definisi yang digunakan dalam standar OHSAS 18001:2007  Menjelaskan ruang lingkup dan persyaratan standar OHSAS 18001:2007  Melakukan identifikasi pemenuhan persyaratan standar OHSAS 18001:2007  Menerapkan standar OHSAS 18001:2007 di tempat kerja SASARAN PELATIHAN

3 3 ─ OHSAS 18001:1999 diganti menjadi OHSAS 18001:2007 ─ Perubahan dari sebagai pedoman menjadi British Standard yang dipublikasikan pertama kali oleh British Standard Institute (BSI) pada April 2007 ─ Menyesuaikan dengan perubahan pada standar ISO 9001:2000 dan ISO 14001:2004 untuk mempermudah integrasi sistem manajemen PENDAHULUAN

4 4 ─ Referensi yang digunakan:  OHSAS Occupational Health and Safety Management Systems – Guidelines for The Implementation of OHSAS  ILO OSH:2001 Guidelines on Occupational Health and Safety Management Systems (OSH-MS)  ISO 9000:2005 Quality Management Systems – Fundamentals and Vocabulary  ISO 9001:2000 Quality Management Systems – Requirements  ISO 14001:2004 Environmental Management Systems – Requirements with Guidance for Use  ISO 19011:2002 Guidelines for Quality and/or Environmental Management Systems Auditing OHSAS 18001:2007

5 5 Istilah dan Definisi 3.1Acceptable Risk3.13 OH&S Management System 3.2Audit3.14 OH&S Objective 3.3 Continual Improvement 3.15OH&S Performance 3.4 Corrective Action 3.16OH&S Policy 3.5 Document 3.17Organization 3.6 Hazard 3.18Preventive Action 3.7 Hazard Identification 3.19Procedure 3.8 Ill-health 3.20Record 3.9 Incident 3.21Risk 3.10 Interested parties 3.22Risk Assessment 3.11 Non-conformity 3.23Workplace 3.12 OH&S

6 6 3.1Risiko yang Dapat Diterima Risiko yang telah diturunkan mencapai level yang dapat diterima oleh organisasi menurut persyaratan hukum dan kebijakan K3-nya (3.16) 3.2AuditProses yang sistematis, independen dan terdokumentasi untuk menemukan “bukti audit” dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauhmana “kriteria audit” telah terpenuhi 3.4Tindakan perbaikan Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidak-sesuaian (3.11) atau situasi yang tidak diinginkan 3.5DokumenInformasi dan media pendukungnya [ISO 14001:2004] 3.6Potensi BahayaSumber, situasi, atau tindakan yang berpotensi menimbulkan cedera pada manusia atau penyakit akibat kerja (PAK) (3.8) atau kombinasinya 3.8Penyakit akibat Kerja (PAK) Kondisi fisik/mental merugikan, yang dapat diidentifikasi, yang timbul dari dan/atau diperburuk oleh aktivitas kerja dan/atau situasi yang berhubungan dengan kerja Istilah dan Definisi OHSAS 18001:2007

7 7 3.9Insiden(Rangkaian) kejadian akibat kerja, yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan cedera atau PAK (tanpa memperhitungkan keparahan) atau kematian 3.10Pihak yang berkepentingan Orang atau kelompok, di dalam atau di luar tempat kerja (3.23), terlibat atau terkena akibat dari kinerja K3 (3.15) suatu organisasi (3.17) 3.11KetidaksesuaianTidak terpenuhinya suatu persyaratan [ISO 9000:2005, ISO 14001] 3.13Sistem Manajemen K3 Bagian dari sistem manajemen dalam organisasi, yang digunakan untuk membangun dan menerapkan kebijakan K3 dan mengelola risiko K3-nya 3.15Kinerja K3Hasil yang terukur dari pengelolaan risiko K3 dalam organisasi 3.16Kebijakan K3Keseluruhan maksud dan arah suatu organisasi (3.17) yang berkaitan dengan kinerja K3-nya, yang dinyatakan secara formal oleh manajemen puncak Istilah dan Definisi OHSAS 18001:2007

8 8 3.18Tindakan pencegahan Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidak-sesuaian (3.11) yang potensial atau situasi potensial lainnya yang tidak diinginkan 3.19ProsedurCara yang ditentukan untuk melakukan suatu aktivitas atau proses 3.20RekamanDokumen (3.5) yang menyatakan pencapaian hasil atau bukti dari aktivitas yang dilakukan 3.21RisikoKombinasi kemungkinan terjadinya peristiwa berbahaya atau pemajanan dan tingkat keparahan cedera atau PAK (3.8) yang dapat disebabkan oleh kejadian atau pemajanan 3.22Penilaian RisikoProses evaluasi risiko (3.21) yang timbul dari adanya potensi bahaya, dengan memperhitungkan kecukupan pengendalian risiko yang sudah ada dan memutuskan apakah risiko dapat diterima 3.23Tempat KerjaLokasi fisik tempat dilakukannya aktivitas yang berhubungan dengan kerja, yang berada didalam kendali organisasi Istilah dan Definisi OHSAS 18001:2007

9 9 PERSYARATAN OHSAS 18001:2007

10 10 Model Sistem Manajemen K3 Menurut BS OHSAS 18001:2007 Kebijakan K3 Perencanaan Penerapan dan Operasi Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan Tinjauan Ulang Manajemen Peningkatan Berkelanjutan

11 11 (OHSAS 18001:2007)  Mendokumentasikan  Menerapkan  Melakukan peningkatan berkelanjutan (OHSAS 18001:1999)  Menetapkan  Memelihara Organisasi harus: Sistem Manajemen K3 Menetapkan pemenuhan terhadap persyaratan standar Organisasi harus mendefinisikan dan mendokumentasikan ruang lingkup sistem manajemen K3-nya 4.1 Persyaratan Umum.

12 12 Kebijakan yang ditetapkan oleh manajemen puncak harus :  Sesuai dengan sifat dan skala risiko K3 organisasi  Mencakup komitmen untuk mencegah cedera dan PAK serta perbaikan berkelanjutan dalam hal sistem manajemen dan kinerja K3  Mencakup komitmen untuk memenuhi persyaratan hukum K3 terkini yang dapat diterapkan dan persyaratan lain yang diikuti oleh organisasi yang berkaitan dengan risiko K3-nya  Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau ulang tujuan K3 4.2 Kebijakan K3.

13 13  Didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara  Dikomunikasikan kepada semua orang yang berada dibawah kendali organisasi dengan maksud menjadikan mereka peduli terhadap kewajiban K3nya  Tersedia bagi pihak-pihak yang berkepentingan  Ditinjau ulang secara periodik untuk memastikan relevansi dan kesesuaiannya dengan organisasi Kebijakan yang ditetapkan oleh manajemen puncak harus : 4.2 Kebijakan K3.

14 Perencanaan. Identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko dan penetapan pengendalian Persyaratan hukum dan lainnya Tujuan dan Program

15 Identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko dan penetapan pengendalian (IBPR) Prosedur IBPR meliputi: a.Kegiatan rutin dan non-rutin b.Aktivitas semua orang yang memiliki akses ke tempat kerja (termasuk sub-kontraktor dan pengunjung) c.Perilaku manusia, kemampuan dan faktor manusia lainnya d.Potensi bahaya yang teridentifikasi berasal dari luar tempat kerja yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan orang yang berada dalam kendali organisasi e.Potensi bahaya yang terbentuk di dalam tempat kerja akibat aktivitas yang berada dalam kendali organisasi Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur identifikasi bahaya, penilaian & pengendalian risiko.

16 Identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko dan penetapan pengendalian f.Infrastruktur, peralatan dan material di tempat kerja, baik yang disediakan oleh organisasi atau yang lainnya g.Perubahan atau usulan perubahan dalam organisasi, aktivitas atau materialnya h.Modifikasi terhadap sistem manajemen K3, termasuk perubahan sementara dan dampaknya terhadap operasi, proses dan aktivitas i.Kewajiban hukum yang terkait dengan penilaian risiko dan penerapan pengendaliannya j.Desain tempat kerja, proses, instalasi, mesin/peralatan, prosedur operasi dan pengaturan kerja, termasuk adaptasinya terhadap kemampuan manusia

17 Identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko dan penetapan pengendalian Metodologi IBPR organisasi harus: a.sesuai ruang lingkup, sifat dan waktu untuk memastikan metode yang proaktif daripada yang reaktif b.menyediakan identifikasi, prioritas dan dokumentasi risiko serta penerapan pengendaliannya

18 18 Proses Identifikasi Potensi Bahaya Dan Penilaian Risiko Manage Change Identifikasi Bahaya Penilaian Risiko Penetapan Pengendalian Penerapan Pengendalian Tinjauan Ulang Pengendalian Menetapkan Metodologi Source: BS OHSAS Dalam pengelolaan perubahan, organisasi harus melakukan identifikasi potensi bahaya dan risiko K3 yang berkaitan dengan perubahan dalam organisasi, SMK3 atau aktivitasnya, sebelum perubahan tersebut dilakukan

19 Identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko dan penetapan pengendalian Dalam menetapkan bentuk pengendalian atau bermaksud merubah bentuk pengendalian yang sudah ada, pengurangan risiko harus mempertimbangkan hirarki pengendalian. Organisasi harus memastikan hasil penilaian risiko tersebut dipertimbangkan saat menetapkan bentuk pengendalian

20 20 Hirarki Pengendalian Risiko K Substitusi Eliminasi Rekayasa Teknik Administratif APD

21 21 Organisasi harus mendokumentasikan & memelihara hasil identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian agar tetap terkini (up to date). Organisasi harus memastikan risiko K3 dan bentuk pengendaliannya dipertimbangkan pada saat menetapkan, menerapkan dan memelihara sistem manajemen K Identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko dan penetapan pengendalian

22 22 Organisasi harus: 1.Menetapkan, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk identifikasi dan akses persyaratan hukum dan persyaratan K3 lainnya Persyaratan hukum dan lainnya 2.Memastikan bahwa persyaratan hukum dan persyaratan lain yang diikuti organisasi dipertimbangkan pada saat menetapkan, menerapkan dan memelihara SMK3nya 3.Menjaga informasi ini tetap terkini (up to date) 4.Mengkomunikasikan informasi yang relevan tentang persyaratan hukum dan persyaratan lainnya ke orang-orang yang bekerja dibawah kendali organisasi dan pihak berkepentingan lain yang relevan.

23 23 Organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara tujuan K3 yang terdokumentasi, pada tiap fungsi dan tingkatan yang relevan dalam organisasi Tujuan dan Program Tujuan harus terukur, konsisten dengan kebijakan K3, komitmen untuk mencegah cedera dan PAK, pemenuhan persyaratan hukum dan persyaratan lain yang diikuti organisasi, dan peningkatan berkelanjutan

24 24 Program harus ditinjau ulang secara teratur dalam interval yang terencana dan disesuaikan sesuai kebutuhan untuk memastikan tercapainya tujuan K3. Organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara program untuk mencapai tujuan. Program harus mencakup, paling tidak: penunjukkan tanggung jawab dan wewenang yang ditetapkan untuk mencapai tujuan pada fungsi yang terkait dan tingkatan organisasi; dan sarana dan kerangka waktu untuk mencapai tujuan Tujuan dan Program

25 Penerapan dan Operasi Sumberdaya, peran, tanggung jawab, tanggung gugat dan kewenangan Kompetensi, pelatihan dan kesadaran Komunikasi, partisipasi dan konsultasi Dokumentasi Pengendalian Dokumen Pengendalian Operasi Persiapan dan Tanggap Darurat

26 Sumberdaya, peran, tanggung jawab, tanggung gugat dan kewenangan Tanggung jawab tertinggi K3 pada manajemen puncak Manajemen puncak menunjukkan komitmennya melalui: Ketersediaan sumberdaya yang diperlukan Penetapan, dokumentasi dan komunikasi peran, tanggung jawab, tanggung gugat, dan wewenang untuk menjalankan sistem manajemen K3 yang efektif Seluruh jajaran manajemen harus menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kinerja K3 yang berkelanjutan

27 Sumberdaya, peran, tanggung jawab, tanggung gugat dan kewenangan Menunjuk wakil manajemen dengan tanggung jawab K3 khusus, diluar dari tanggung jawab lainnya. Wakil manajemen K3 harus diketahui oleh setiap orang yang bekerja dibawah kendali organisasi. Setiap orang di tempat kerja bertanggung jawab terhadap setiap aspek K3 yang berada dalam kendalinya, termasuk ketaatan terhadap persyaratan K3 organisasi.

28 Kompetensi, Pelatihan dan Kesadaran Organisasi memastikan setiap orang di bawah kendalinya yang melakukan pekerjaan yang dapat berpengaruh pada K3 harus kompeten berbasis pada pendidikan, pelatihan atau pengalaman yang sesuai, dan menyimpan bukti rekamannya. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang terkait dengan risiko K3 dan sistem manajemen K3. Melakukan pelatihan atau kegiatan lainnya, mengevaluasi efektivitasnya dan menyimpan bukti rekamannya.

29 29 Menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk menjamin setiap orang sadar akan:  Konsekuensi K3 dari aktivitas kerjanya, perilaku dan manfaat K3 terhadap peningkatan kinerja pribadi  Peran dan tanggung jawab dan pentingnya memenuhi kebijakan K3 dam prosedur dan persyaratan SMK3, termasuk kesiapan dan tanggap darurat (4.4.7)  Konsekuensi dari penyimpangan prosedur yang ditetapkan Prosedur pelatihan harus mempertimbangkan perbedaan tingkatan:  tanggung jawab,  kecakapan,  kemampuan bahasa dan baca tulis  risiko 4.4.2Kompetensi, Pelatihan dan Kesadaran

30 Komunikasi, Partisipasi dan Konsultasi Komunikasi  Menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur mengenai: ― Komunikasi internal antara berbagai tingkatan dan fungsi dalam organisasi ― Komunikasi dengan kontraktor dan pengunjung ― Penerimaan, dokumentasi dan tanggapan terhadap komunikasi terkait dari pihak eksternal yang terkait

31 Partisipasi dan Konsultasi  Menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur yang mencakup: a) Keterlibatan pekerja dalam: ― Identifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko ― Penyelidikan insiden ― Pengembangan dan tinjauan ulang kebijakan dan tujuan K3 ― Konsultasi tentang perubahan yang berpengaruh terhadap K3 ― Diwakili dalam masalah K3 Pekerja diinformasikan mengenai keterlibatan dan siapa wakil K3nya b) Konsultasi dengan kontraktor mengenai perubahan K3 yang berpengaruh bagi mereka  Memastikan pihak yang berkepentingan dikonsultasikan mengenai masalah K3 yang terkait

32 Dokumentasi  Dokumentasi SMK3 mencakup:  Kebijakan K3 dan tujuan K3  Ruang lingkup SMK3  Elemen SMK3, interaksinya serta referensi terhadap dokumen terkait  Dokumen, termasuk: rekaman yang menjadi persyaratan standar rekaman bukti perencanaan, operasi dan pengendalian proses yang berhubungan dengan risiko K3

33 Pengendalian dokumen  Pengesahan dokumen sebelum diterbitkan  Tinjauan ulang, updating dan pengesahan ulang  Identifikasi perubahan dokumen dan revisi terbaru  Versi yang relevan tersedia ditempatnya  Kejelasan dan kemudahan identifikasi dokumen  Dokumen eksternal untuk perencanaan dan operasi terkait SMK3 dapat diidentifikasi dan distribusinya terkendali  Pencegahan penggunaan dokumen usang yang tidak terpakai dan identifikasi dokumen usang yang disimpan untuk tujuan tertentu Dokumen yang menjadi persyaratan OHSAS harus terkendali. Pengendalian rekaman harus memenuhi persyaratan Menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur mengenai:

34 Pengendalian operasi Organisasi menetapkan jenis operasi dan aktivitas yang berhubungan dengan potensi bahaya yang telah diidentifikasi, yang tindakan pengendaliannya dilakukan untuk mengelola risiko K3 yang ada, termasuk didalamnya manajemen perubahan (4.3.1)

35 Pengendalian operasi Organisasi harus menerapkan dan memelihara: kendali operasi dan aktifitasnya; mengintegrasikannya ke dalam SMK3 secara menyeluruh; kendali terhadap pembelian barang, peralatan dan jasa kendali terhadap kontraktor dan pengunjung ke tempat kerja prosedur terdokumentasi, yang mencakup situasi bila ketiadaan prosedur ini menyebabkan penyimpangan terhadap kebijakan dan tujuan K3 kriteria operasi yang ditetapkan, dimana ketiadaan kriteria ini menyebabkan penyimpangan terhadap kebijakan dan tujuan K3

36 Kesiapan dan Tanggap Darurat Menetapkan, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk: 1.identifikasi situasi keadaan darurat yang potensial 2.Tanggap terhadap situasi darurat tersebut Organisasi harus tanggap terhadap situasi darurat yang aktual, mencegah dan mengurangi akibat yang ditimbulkan Perencanaan tanggap darurat harus mempertimbangkan kebutuhan akan pihak berkepentingan yang terkait, misalnya dinas pemadam kebakaran Organisasi harus menguji prosedur tersebut secara periodik Organisasi harus meninjau ulang prosedur tersebut secara periodik, jika diperlukan, prosedur kesiapan dan tanggap darurat direvisi, khususnya setelah uji periodik dan setelah kejadian darurat (4.5.3)

37 Pemeriksaaan. Pengukuran dan Pemantauan Kinerja Evaluasi Pemenuhan Penyelidikan insiden, tindakan perbaikan dan pencegahan (judul) Pengendalian Rekaman Audit Internal 4.5.5

38 38 Organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk memantau dan mengukur kinerja K3 secara teratur. Prosedur tersebut mencakup: Pengukuran dan Pemantauan Kinerja a.Pengukuran secara kualitatif dan kuantitatif b.Pemantauan tingkat pencapaian tujuan K3 organisasi c.Pemantauan efektivitas tindakan pengendalian d.Pengukuran kinerja yang proaktif e.Pengukuran kinerja yang reaktif f.Pencatatan data dan hasil pemantauan & pengukuran

39 39 Jika dalam pengukuran dan pemantauan lingkungan kerja digunakan peralatan, organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur kalibrasi dan pemeliharaan alat kalibrasi Pengukuran dan Pemantauan Kinerja Rekaman kalibrasi dan kegiatan pemeliharaan harus didokumentasikan.

40 Evaluasi Pemenuhan Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur evaluasi pemenuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku (4.3.2) secara teratur dan menyimpan rekaman evaluasinya Organisasi harus mengevaluasi pemenuhan terhadap persyaratan lain yang diikutinya (4.3.2) dan menyimpan rekaman evaluasinya.

41 Penyelidikan insiden, ketidaksesuaian, tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan Penyelidikan Insiden Menetapkan, menerapkan, dan memelihara prosedur mengenai pencatatan, penyelidikan dan analisa insiden. Tujuan:  Menentukan penyebab terjadinya insiden  Mengidentifikasi upaya tindakan pencegahan  Mengidentifikasi upaya tindakan perbaikan  Mengidentifikasi upaya peningkatan berkelanjutan  Mengkomunikasikan hasil penyelidikan Tindakan perbaikan atau upaya pencegahan harus ditangani sesuai dengan Hasil penyelidikan insiden didokumentasikan dan dipelihara

42 Ketidaksesuaian, tindakan perbaikan dan pencegahan Menetapkan, menerapkan, dan memelihara prosedur mengenai penanganan ketidaksesuaian dan upaya tindakan perbaikan dan pencegahan. Prosedur mencakup persyaratan:  Identifikasi dan perbaikan ketidaksesuaian dan tindakan untuk mengurangi konsekuensinya terhadap K3  Penyelidikan ketidaksesuaian, menentukan penyebab dan tindakan perbaikan untuk mencegah terulang kembali  Evaluasi kebutuhan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian dan menerapkan tindakan untuk menghindari terjadinya ketidaksesuaian tersebut.  Pencatatan dan komunikasi hasil upaya perbaikan dan pencegahan  Tinjauan ulang terhadap efektivitas tindakan perbaikan dan pencegahan yang dilakukan

43 Ketidaksesuaian, tindakan perbaikan dan pencegahan Apabila melalui tindakan perbaikan dan pencegahan teridentifikasi potensi bahaya yang baru/berubah atau memerlukan perubahan bentuk pengendalian maka prosedur harus mempersyaratkan pelaksanaan penilaian risiko sebelum usulan pengendalian diimplementasikan. Setiap perubahan yang terjadi akibat tindakan perbaikan dan pencegahan harus didokumentasikan.

44 Pengendalian Rekaman Menetapkan dan memelihara rekaman untuk menunjukkan pemenuhan terhadap persyaratan SMK3 dan standar OHSAS. Menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur mengenai identifikasi, penyimpanan, perlindungan, retrieval, masa berlaku, dan pembuangan rekaman. Rekaman K3 harus :  Dapat dibaca  Dapat diidentifikasi  Dapat ditelusur

45 Audit Internal Organisasi harus memastikan bahwa audit internal SMK3 dilakukan pada interval waktu tertentu. 1.Menentukan apakah SMK3:  Sesuai dengan perencanaan manajemen K3, termasuk persyaratan standar OHSAS  Telah diterapkan dan dipelihara  Efektif dalam mencapai kebijakan dan tujuan organisasi 2.Memberikan informasi mengenai hasil audit kepada manajemen Tujuan: Program audit harus direncanakan, ditetapkan, diterapkan dan dipelihara oleh organisasi. Program audit disusun berdasarkan hasil penilaian risiko dan hasil audit sebelumnya

46 Audit Internal Menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur audit yang mengatur mengenai:  Tanggung jawab  Kompetensi  Ketentuan dalam perencanaan dan pelaksanaan audit  Pelaporan hasil audit  Pemeliharaan rekaman  Penetapan kriteria audit, ruang lingkup, frekuensi dan metode Pemilihan auditor dan pelaksanaan audit harus memastikan proses audit objektif dan tidak memihak

47 47 Tinjauan manajemen harus didokumentasikan Manajemen puncak harus meninjau ulang SMK3 pada interval waktu tertentu untuk memastikan kelangsungan kesesuaian, kecukupan dan efektivitasnya. Tinjauan ulang mencakup upaya perbaikan dan kebutuhan akan perubahan terhadap SMK3, termasuk perubahan kebijakan dan tujuan K Tinjauan Manajemen.

48 Tinjauan Ulang Manajemen Masukkan bagi tinjauan ulang manajemen harus mencakup:  Hasil audit internal dan evaluasi pemenuhan terhadap regulasi dan persyaratan lain yang diikuti organisasi  Hasil kegiatan partisipasi dan konsultasi (4.4.3)  Komunikasi yang terkait dengan pihak eksternal, termasuk keluhan  Kinerja K3  Perkembangan pencapaian tujuan K3  Status penyelidikan kecelakaan, tindakan perbaikan dan pencegahan  Perkembangan tindak lanjut dari hasil tinjauan ulang sebelumnya  Perubahan keadaan, termasuk perkembangan hukum dan persyaratan lain yang terkait K3  Rekomendasi tindakan perbaikan Hasil tinjauan manajemen harus tersedia untuk komunikasi dan konsultasi (lihat 4.4.3)


Download ppt "1 SISTEM MANAJEMEN OHSAS 18001:2007. 2  Menyebutkan beberapa definisi yang digunakan dalam standar OHSAS 18001:2007  Menjelaskan ruang lingkup dan persyaratan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google