Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERAN PERAWAT HEMO DIALISIS DALAM RANGKA MENINGKATKAN PROFESIONALISME PERAWAT MENGHADAPI M-E-A Oleh: Prof. Dr. NURSALAM, M.Nurs (Hons) KETUA DPP DIKLAT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERAN PERAWAT HEMO DIALISIS DALAM RANGKA MENINGKATKAN PROFESIONALISME PERAWAT MENGHADAPI M-E-A Oleh: Prof. Dr. NURSALAM, M.Nurs (Hons) KETUA DPP DIKLAT."— Transcript presentasi:

1 PERAN PERAWAT HEMO DIALISIS DALAM RANGKA MENINGKATKAN PROFESIONALISME PERAWAT MENGHADAPI M-E-A Oleh: Prof. Dr. NURSALAM, M.Nurs (Hons) KETUA DPP DIKLAT & KETUA DPW PROVINSI JATIM PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA (INDONESIAN NATIONAL NURSES ASSOCIATION)

2 CURRICULUM VITAE Name: Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) Address: Jl. Keputih Tegal Timur 62 Surabaya HIGHER, EDUCATION: 1. Doctor, Model of Nursing Care for HIV-AIDS, Postgraduate Programme, Airlangga University, Honours Master of Nursing,, University of Wollongong, New South Wales, Australia, Master of Nursing (Coursework), Univ. Wollongong, NSW, Australia, Med. Surgical Nursing, Lambton College, Sarnia Ontario Canada, Diploma III in Nursing, Sutoma Surabaya 1988 ORGANISATION AND WORKING EXPERIENCES : 1. Lecturer and nurse in Diploma III in Nursing, Anesthesia, Ministry of Health, RI Surabaya (1988 – 1997) 2. Lecturer in School of Nursing, Faculty of Medicine / Faculty of Nursing, Airlangga University (since 1998) 3. Vice, Head, School of Nursing, Faculty of Medicine, UA (1999– 2008) 4. Vice Head, PPNI Educatin & Training, East Java Nursing Association (2000 – 2010) 5. Dean, Faculty of Nursing Airlangga University (2008 – 2010) & (2015 – 2020) 6. Nursing Manager, Airlangga University Hospital ( ) 7. Head, AIPNI Regional JAWA TIMUR ( ) 8. Head, PPNI Jawa Timur ( ) PUBLICATION: 1. Books = Acredited journal & (national & international)= 100 nursalam-2014

3 nursalam -2006OUTLINES INTRODUCTION 1. ISSUES MEA & KEPERAWAWAN DI INDONESIA 2. ORGANISASI PPNI 3. PENGEMBANGAN KEP BERKELANJUTAN 4. BAGAIMANA STRATEGI MENGHADAPI MEA 5. KESIMPULAN

4 INTRODUCTION INTRODUCTION Future Nurses Tomorrow’s nurses must rely on a strong and diverse knowledge base. Our time has come. The opportunity is ours to reposition nursing as a powerful and essential force in this changed environment: opportunity that is unchallenged remains dormant and useless. Nursing must take its opportunity with courage and clear vision for future role and potential for making a major positive impact on the health and well-being of the nations’s people …. (Strickland & Fishman – Nursing Issues)

5 PILIHAN DI SIMPANG JALAN nursalam-2014 “Two roads diverged in wood and I took the one less travelled by and that has made all the difference”(Roberst Frost) “The more superior brain you have, the more you love God”. APA YG DISYUKURI Syukur Syukur - jadi orang beriman - jadi orang Indonesia - punya pekerjaan baik sbg perawat / nakes PNS -Keluarga & teman baik -Sedih kalau berbuat jelek (A. Sahab, 2015)

6 KURIKULUM-NERS-NURSALAM 1 ISSUE MEA 19/6/2013

7 Regional Inter-governmental Organization 10 members 4.5million sq kms 570million people (growth1.5%)

8 Kenapa Harus MEA 1. Menuju Pasar bebas, memperkuat anggota ASEAN harus menjadikan pasar yang baik. 2. Membangun industri unggulan ASEAN untuk merebut pasar dunia. 3. Membuktikan ke dunia bahwa ada kekuatan ekonomi regional baru di kawasan ASIA 4. Meregulasi pasar barang dan pasar jasa yang menguntungkan anggota ASEAN 5. Memperkuat anggota ASEAN thd serangan Regional lain 8

9 Negotiations Structure of Health Services in ASEAN CCCA (Trade in Goods) CCI (Investment) CCS (Coordinating Committee of Services) Healthcare Services Sectoral Working Group (HSSWG) Logistics and Transport Services SWG Business Services SWG AJCCM AJCCD AJCCN AJCCN = ASEAN Joint Coordinating Committee on Nursing AJCCM = ASEAN Joint Coordinating Committee on Medical Practitioner AJCCD= ASEAN Joint Coordinating Committee on Dental Practitioner 9

10 Posisi pada saat ini Goods lebih bebas/liberal daripada jasa Yang diatur hanya mode 3 dan 4 3 profesi kesehatan : perawat, dokter gigi dan dokter Sudah disepakati pendekatan melalui Capacity Building Harmonisasi dalam sistem akreditasi kompetensi masih berjalan ASEAN Healthcare Services Website Monitoring & Evaluation of MRA Implementation 10

11 OBJECTIVE OF MRA ON NURSING SERVICES 11

12 Kerangka Kerjasama Jasa Kesehatan dlm AFAS MODE AKSES PASARPERLAKUAN NASIONAL Mode 1 Tidak ada Mode 2 Tidak ada Mode 3 Di wilayah Indonesia Timur (Kecuali Makasar & Manado) usaha patungan dgn penyertaan modal asing sampai dengan 70%. Di Medan & Surabaya sampai dengan 51%. Sebagaimana disebut dalam Komitmen Horisontal dan Ketentuan Umum Profesional kesehatan wajib merupakan warga negara Indonesia Mode 4 Jasa-jasa keperawatan : a.Wajib disediakan oleh pihak-pihak dgn ijin keperawata yg dikeluarkan Kemenkes & OP. b.Harus menjadi bagian / subordinat jasa rumah sakit c.Untuk melanjutkan perawatan di rumah setelah perawatan RS d.telah menerapkan audit mutu dari Kemenkes e.Perawat harus mempunyai rekomendasi sebagai pelatih dari Kemenkes & memiliki sertifikasi dari OP & Kemenkes Profesional Perawat Asing: a.diizinkan hanya sebagai pelatih/ konsultan dan tidak dapat memberikan jasa-jasa keperawatan secara langsung kepada pasien. b.harus memilik izin keperawatan yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh Kemenkes dan OP c.diwajibkan untuk melakukan alih teknologi, ilmu keperawatan dan kemampuan profesional kepada perawat Indonesia d.wajib memiliki pendampingan sekurang-kurangnya 2 perawat WNI selama masa tugasnya. e.diizinkan hanya untuk bekerja selama 2 tahun dan dpt diperpanjang. f.lancar berbahasa Indonesia baik lisan dan tertulis dalam pekerjaannya. 12

13 5 Domains of the ASEAN Nursing Common Core Competencies 1. Ethic and Legal Practice 2. Professional Nursing Practice 3. Leadeship & Management 4. Education & Research 5. Professional, Personal and Quality Development 13

14 SOSIALISASI PERSIAPAN MEA 2015 DI INDONESIA 14

15 Yang sudah & harus dilakukan Regulasi SDM Kesehatan kuat (UU Praktik Kedokteran, UU Pendidikan Kedokteran, UU Tenaga Kesehatan, UU Keperawatan) Regulasi tentang Tenaga Kesehatan Asing yang bekerja di Indonesia (Permenkes No. 67 tahun 2015) Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia Akreditasi RS yang sudah diakui internasional Pendidikan kelas dunia 15

16 IMPLEMENTASI ASEAN MRA on Nursing Services 16

17 IMPLEMENTASI ASEAN MRA on Nursing Services 17

18 IMPLEMENTASI ASEAN MRA on Nursing Services 18

19 IMPLEMENTASI ASEAN MRA on Nursing Services 19

20 PENGUATAN PERAN: 20

21 PERAWAT MENUJU PASAR BEBAS JASA (MEA) Mulai dari masa pendidikan sampai masa kerja 21

22 UPAYA RS/ FASYANKES 22

23 Requirement for overseas nurses CountryCategoryEducationLicensure Exam Competency assessment MalaysiaRNDip, BN, post basic no IndonesiaRNClinical Sp /advance National Exam Admin & fit to practice MyanmarRNDip, BNMNMC examSkill performance PhilippineRNBNYesNo SingaporeRNDip, BNYes6 months ThailandRNQualified Nursing school YesIn process BruneiRNDip, BNNo No data for Lao PDR, Cambodia and Vietnam yet

24 Licensing Extension and Language CountryLicense period/extensionLanguage Malaysia 1 yearEnglish Indonesia 5 year, 25 creditBahasa Myanmar TemporaryEnglish Philippine 3 yearsEnglish Singapore 1 yearEnglish Thailand 5 year, 50 creditLocal Brunei1 year, 30 credit 1Malay, English LaoLocal CambodiaLocal VietnamLocal

25 nursalam Apa Masalah Keperawatan di Indonesia?  Undang-undang praktik keperawatan BARU SAJA DIUNDANGKAN, diperlukan Juklak –Juknis (Permen -)  Badan mandiri untuk sistem regulasi belum efektif  Sistem kredensialing belum baku (kompetensi tidak disertai dengan kewenangan dan pengakuan)  Lembaga pemantau kualitas pendidikan belum efektif

26 nursalam ORGANISASI PROFESI PPNI HARIF (PPNI)

27 27 VISI PPNI sebagai organisasi profesi yang disayangi anggota, dicintai pemerintah dan diperhitungkan organisasi lainnya VISI PPNI sebagai organisasi profesi yang disayangi anggota, dicintai pemerintah dan diperhitungkan organisasi lainnya Because the PPNI is in our hands – They trust us to do the best for them I’LL DO MY BEST

28 1. Penguatan kepengurusan pada setiap level termasuk badan dan kelembagaan 2.Mengupayakan dan mengutamakan kepentingan anggota dalam pelaksanaan praktik yang umum, profesional, beretika dan bermanfaat selayaknya profesi 3.Membangun jejaring yang luas dan efektif dalam melaksanakan peran 4.Bekerjasama dan berkoordinasi dengan pemerintah dalam kebijakan perawat MISI

29 FUNGSI PPNI ….…… FUNGSI PPNI ….…… D. REGULASI KEBIJAKAN YG AMAN DAN RECOGNIZE HARIF (PPNI)

30 A. STANDAR PROFESI DALAM KERANGKA STANDAR KOMPETENSI ICN

31 Cont’...STANDAR PROFESI STANDAR PENDIDIKAN TINGGI KEPERAWATAN – BERSAMA PEMERINTAH (KEMDIKTIRISET, KEMKES, AIP) PELAKSANAAN UKOM NASIONAL – PANITIA NASIONAL – DEWAN PENDIRI LPUK (LEMBAGA PENGEMBANG UJI KOMPETENSI) AKREDITASI PROGRAM STUDI – DEWAN PENDIRI LAM PT KES (LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PT KESEHATAN)

32 B. KODE ETIK PERAWAT 32 FUNGSI Sosialisasi Membuat pedoman advokasi penerapan DALAM KERANGKA KODE ETIK PERAWAT ICN

33 nursalam AZAS / PRINSIP ETIK “J-A-B-V-C” JUSTICE (Asas Keadilan) AUTONOMY (Menghargai) BENEFICIENCY (manfaat) & NON- MALEFICIENCY VERACITY (kejujuran) CONFIDENTIALITY (kerahasiaan)

34 C. CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) DALAM KEPERAWATAN Menetapkan kebijakan CPD Mengembangkan Pedoman CPD Menetapkan Standar Pelatihan Kompetensi Memberi Pengakuan / Kredit terhadap keikut sertaan kegiatan mencapai kompetensi. Sendiri-sendiri atau bersama pihak lain yg sesuai persyaratan menyelenggarakan kegitan pencapaian Kompetensi (pelatihan, workshop dll) 34

35 D. ADVOKASI DAN DUKUNGAN REGULASI & KEBIJAKAN PEAKTIK PERAWAT YANG AMAN – MEMPERJUANGKAN TERBITNYA UU KEPERAWATAN TERMASUK PERCEPATAN IMPLEMENTASINYA TERMASUK KONSIL KEPERAWATAN – ADVOKASI PERATURAN PELAKSANAAN UU KEPERAWATAN – ADVOKASI PERATURAN DAN KEBIJAKAN YANG BERPIAHK PADA PRAKTIK PERAWAT YANG AMAN, BERKUALITAS – ADVOKASI TERHADAP PERLINDUNGAN DAN HAK PERAWAT DALAM PELAKSANAAN ASUHAN – SOSIALISASI REGULASI TERKAIT PRAKTIK KEPERAWATAN – MENDUKUNG PEMERINTAH UNTUK KEBIJAKAN TERKAIT LIBERALISASI DALAM KERANGKA PERLINDUNGAN PERAWAT INDONESIA DAN MASYARAKAT. MARTABAT KEPERAWATAN INDONESIA – ADVOKASI NORMA ROFESI DUNIA KERJA, MEDIA DLL – SOSIALISASI PROFESI SBG PROFESI YANG MULIA

36 3 PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

37 Standar 1. Organisasi dan Administrasi Standar 2: Sumber Daya Manusia Standar 3: Peserta pelatihan Standar 4: Rancangan Program Pendidikan Standar 5: Sumber Materi/bahan dan Fasilitas Standar 6: Catatan dan Laporan Standar 7: Evaluasi KRITERIA STANDAR AKREDITASI LEMBAGA PELATIHAN:

38 Satu Lembaga pelatihan dianggap memiliki legalitas apabila telah di akreditasi. Lembaga yang memiliki kewenangan melakukan akreditasi adalah pemerintah dalam hal ini OP PPNI BERSAMA PUSTANSERDIKNAKES LEMBAGA YANG BERWENANG MELAKUKAN AKREDITASI

39 1.Kegiatan praktik profesional : Memberikan pelayanan keperawatan, baik berupa praktek di fasilitas pelayanan kesehatan maupun praktek keperawatan mandiri, serta membimbing praktek mahasiswa di klinik maupun di masyarakat 2.Pendidikan berkelanjutan : mengikuti temu ilmiah,seminar, workshop, pelatihan. 3.Pengembangan Ilmu Pengetahuan: Meneliti, Publikasi hasil Penelitian di jurnal, Menulis artikel di jurnal, Menulis buku dipublikasikan. 4.Pengabdian masyarakat: Berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat melalui bentuk-bentuk kegiatan sosial, memberikan penyuluhan, penanggulangan bencana, terlibat aktif dalam pengembangan profesi, anggota pokja kegiatan keprofesian. BENTUK PKB PERAWAT INDONESIA

40 KREDIT (PROPORSI DITIADAKAN) No. Kegiatan Pengembangan Profesi Proporsi 1Kegiatan Praktik Profesional5 2Pendidikan Berkelanjutan10 3Pengembangan Ilmu Pengetahuan 5 4Pengabdian Masyarakat 5 Kredit prasyarat yang diperlukan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, yaitu :

41 1. Pengalaman kerja mengelola pasien secara langsung selama 1 tahun = 1 SKP 2.Pengalaman sebagai dosen pembimbing klinik : 1 tahun = 1 SKP 3.Pengalaman sebagai pengelola pelayanan keperawatan: 1 tahun = 1 SKP 4.Pengalaman sebagai praktisi mandiri keperawatan : 1 tahun = 1 SKP. 1) Kegiatan praktik profesional (5 SKP)

42 A. Seminar 2) Pendidikan Berkelanjutan (10 SKP) ItemLokalNasionalInternasion al 100% Profesi Perawat2 SKP3 SKP4 SKP 50% pembicara perawat dan 50% tenaga kesehatan lain 1 SKP2 SKP3 SKP 100% dilaksanakan profesi lain ( profesi serumpun) 1 SKP 2 SKP

43 B. Workshop, Loka karya/ Semi loka, Cont’ Pendidikan Berkelanjutan Jumlah Jam SKP Peserta Kegiatan Lokal / NasionalInternasional jam13 > jam24 > jam35 > jam46 > jam57 > jam68 > jam79 > 210 – >270 – > 330 – > 390 – >

44 C. Pelatihan. Cont’ Pendidikan Berkelanjutan Jumlah Jam SKP Peserta Kegiatan Lokal / NasionalInternasional jam13 > jam24 > jam35 > jam46 > jam57 > jam68 > jam79 > 210 – >270 – > 330 – > 390 – > ). Kegiatan Pelatihan

45 1.Penyelenggara mengajukan proposal 2.Proposal dikirim dengan melampirkan: Kurikulum pelatihan, sesuai format yang telah ditetapkan (lampiran 6) Daftar Riwayat Hidup pembicara dan atau fasilitator 3. PPNI bersama ikatan / himpunan akan mengkaji proposal dan menilai kelayakan penyelenggaraan. 4. DST (FORM LAMPIRAN 5) BAGAIMANA CARA PENILAIAN KELAYAKAN PENYELENGGARAAN DAN PERMOHONAN SKP

46 SIAPA YG KOMPETEN MENYUSUN STADAR “IKATAN / HIMPUNAN”PERAWAT

47 IPKJI (Jiwa) IPKKI (Komunitas) IPEMI (maternitas) IPANI (anak) INKAVIN (cardi vasc) InETNA (stoma & Luka) HIPGABI (gadar becana) HIPKABI (Km bedah) HIPERCCI (criticalcae) HIPMEBI (med-Bedah) HIMPONI (onkologi) HIPPII (Pgdl Infeksi) HPBI ( Bronchoscopy) HIPEGI (endo-gastro) HPMI (Manajer) HIPERUDI (udara) HPUI (urologi) IKPAMI (Mata) HIPOTI (orthopaedi) HIPENI (neurosain) NAMA Ikatan/Himpunan Perawat - PPNI

48 1). Emergency Nursing/BTCLS 2). Kamar Bedah Dasar 3). Hemodialisis 4). Kritical Care 5). Manajemen Bangsal dan Manajemen Asuhan Keperawatan Profesional 6). Perawatan Luka 7). Kardiologi Dasar 9). Orthopedi Dasar 10). Gastroscopy 11). Endoscopy 12). Lainnya menyusul PELATIHAN – SERTIFIKAT PP PPNI

49 3) Pengembangan Ilmu Pengetahuan (5 SKP) KegiatanPeranSKP a)Meneliti (case report, penelitian, evidence based, dll) (BATAS KEPATUTAN MAKS 2 PER TAHUN) 1)Peneliti utama 2)Anggota 3 SKP / penelitian 1 SKP / penelitian a)Publikasi ilmiah: - Jurnal Internasional - Jurnal Nasional Terakreditasi Jurnal Nasional tidak terakreditas - Penulis utama - Penulis anggota - Penulis utama - Penulis anggota Penilus utama Penulis anggota - 4 SKP 2 SKP 3 SKP 1 SKP 2 SKP 1 SKP a)Menulis Buku, menerjemahkan, dan menyunting Penulis, Penerjemah, dan penyuntung: a. Nasional b. Internasional 2 SKP 4 SKP a)Presentasi Oral Nasional - Internasional 2 SKP 3 SKP

50 4) Pengabdian kepada masyarakat (5 SKP) NoKegiatanKetuaAnggota/Pelaksana 1 Kegiatan Sosial Masyarakat (RT RW Lurah, Camat dll); keg kemasyarakan lainnya 21 2Penanggulangan Bencana21 3Pokja Keprofesian (AIPNI; AIPVIKI; Ikatan/himpunan) 21

51 cont... Pengabdian kepada masyarakat No Kepenguru san Jabatan Pengurus Inti Pengurus Bidang Anggota Pengurus 1DPP PPNI543 2DPW. PPNI432 3DPD PPNI322 4DPK. PPNI222 5DPL. PPNI222

52 Bagaimana Pengurusan STR

53 Peran dan Tanggung Jawab Perawat CAPD

54 Perawat CAPD  Anggota dari grup spesialis dan harus mempunyai keahlian khusus yang diperlukan pasien.  Mengikuti Perkembangan yang cepat dari ilmu dan teknologi maju dalam pengobatan medis dan keperawatan.  Keahlian harus disertai/sejalan dengan pengetahuan.

55 Perawatan Prima Perawatan Prima  Berkesinambungan.  Bisa diharapkan/diandalkan  Otonomi.  Kewenangan/hak.  Personalized patient-centered care. Diberikan dengan cara :

56 Peran Perawat CAPD  Advokasi/konsultasi pasien  Administrasi  Pendidik  Mentor untuk staf  Peneliti

57 A. Advokasi / Konsultasi Pasien  Mempunyai pengetahuan perawatan dasar.  Bertanggung jawab terhadap kesinambungan perawatan di rumah.  Pengkajian pasien Pre Dialisis.  Komunikasi/ konsultasi dengan dokter dan anggota tim kesehatan lainnya dalam masalah pasien.

58 Advokasi…., cont’d  Bekerja sama dengan perawat dimana pasien dirawat.  Bertanggung jawab terhadap kontrol infeksi.  Berkomunikasi dengan keluarga pasien dan mengkaji strategi koping.  Mengetahui dan dapat mengelola peritonitis dan komplikasi lain PD.

59 B. Peran Administrasi  Organisasi dan administrasi pelayanan perawatan.  Program dari follow up klinik.  Evaluasi dari peralatan baru  Partisipasi dalam organisasi ginjal, berbagai disiplin ilmu lain.

60 Administrasi….. cont’d  Koordinasi dari pengajaran termasuk pengamanan sumber dan pelajaran kedaruratan.  Bertanggung jawab untuk pengumpulan data dan komputerisasi data.  Melaksanakan program mutu.  Pendokumentasian tindakan keperawatan.

61 C. Peran Pendidik  Pengembangan dan melaksanakan program training pasien  Guru & pengevaluasi dari perawat yang sedang training.  Membantu dalam pendidikan pasien.

62 Peran Pendidik ……, cont’d  Mengajar staf secara keseluruhan dalam pelayanan keperawatan.  Presentasi pada lokal, regional, nasional dan pertemuan internasional.  Mengajar proses perawatan untuk meningkatkan perawatan pasien

63 D. Mentor untuk staf  Bertanggung jawab atas kebaikan dan moral staf.  Konsultator untuk staf untuk mencegah burnt out (kejenuhan).  Bertanggung jawab atas kesinambungan program pendidikan.  Mendorong dan memberi semangat kepada staf agar berpartisipasi dalam organisasi profesional.

64 E. Peran Peneliti  Partisipasi dan memberi semangat staf agar berpartisipasi dalam organisasi yang profesional  Evaluasi dari praktek perawatan  Kerja sama dengan dokter dan peneliti dalam penelitian PD  Melaksanakan program penelitian PD

65 4. KRITERIA PERAWAT CABG  Partisipasi dan memberi semangat staf agar berpartisipasi dalam organisasi yang profesional  Evaluasi dari praktek perawatan  Kerja sama dengan dokter dan peneliti dalam penelitian PD  Melaksanakan program penelitian PD

66 Kriteria Perawat CAPD / PD  Latar belakang pendidikan dan perawatan ginjal dalam dan luar negeri.  Komitmen.  Keahlian mengajar.  Konsisten (menetap).  Tidak kaku (mudah menyesuaikan).

67 Kualitas perawat CAPD / PD…., cont’d  Penilaian baik.  Bisa bekerja sendiri.  Sabar  Mempunyai rasa humor  Dapat berkomunikasi dengan baik.

68 Tanggung Jawab Perawat CAPD 1. Tanggung jawab administratif. 2. Tanggung jawab klinik.

69 Tanggung Jawab Administrasi Mencakup : 1. Implementasi dan kemajuan dari program pelatihan (training) dan program training ulang dari pasien PD. 2. Sebagai koordinator dalam pembuatan dari protokol : a) Penggantian set. b) Pergantian cairan. c) Kejadian kontaminasi. d) Perawatan exit site

70 Tanggung Jawab Adm…., cont’d e)Perawatan exit site. f)Terapi peritonitis. g)Pemberian obat intra peritoneal. h)Pemasangan kateter dan kondisi. i)Jumlah siklus yang digunakan pasien.

71 3. Koordinator terhadap berbagai peranan disiplin ilmu yang termasuk dalam perawatan dari pasien PD antara lain : a)Pekerja sosial b)Ahli diet c)Ahli terapi fisik (psioterapi) d)Tim bedah e)Ahli laboratorium

72 f)Farmasi g)Ahli kejiwaan h)Bagian penagihan i)Pegawai non medik j)Staf ruang gawat darurat k)Biro kemasyarakatan (bila diperlukan) Koordinator ……cont’d Koordinator ……cont’d

73 4. Menciptakan dan melaksanakan metode pencatatan data dan dokumentasi yang diandalkan

74 Tanggung Jawab Klinik Observasi perkembangan pasien di klinik dan di rumah.

75 Tanggung Jawab Klinik untuk Pasien Pre - dialisis 1. Mengkaji pasien untuk pilihan metode dialisis (APD dan CAPD) dan menginformasikan kepada dokter 2. Menginformasikan kelebihan dan keterbatasan metode yang dipilih oleh pasien 3. Memastikan perawatan yang tepat atas calon pasien PD sebelum pemasangan kateter.

76 Tanggung Jawab Klinik untuk Pasien Rawat Inap 1. Pengajaran sebelum operasi 2. Mendokumentasikan dan memantau perawatan pasca operasi termasuk kondisi kateter dan perawatan 3. Mengatur untuk alternatif dialisis 4. Petunjuk untuk pasien pulang

77 Tanggung Jawab Klinik untuk Pasien Sebelum dan Selama Pelatihan /Training 1. Konsultasi dengan dokter dan kolaborasi atas sistem PD dan obat yang dipakai 2. Training pasien termasuk alat-alat training dan tehnik untuk memastikan training yang efektif

78 Untuk Pasien di Rumah 1. Tindak lanjut/termasuk hubungan melalui telp. 2. Kunjungan klinik pasien. 3. Kunjungan rumah (pilihan) 4. Pengkajian dan pendidikan pasien yang berkesinambungan 5. Koordinasi atas perawatan pasien 6. Memulai pengkajian perawatan 7. Berpartisipasi dalam program on call 8. Melakukan pencatatan data baru dari setiap pasien

79 4 BAGAIMANA STRATEGI MENGHADAPI MEA? MEMBANGUN IMAGE POSITIF A. MAMPU MENGELOLA PERUBAHAN (MANAGEMENT OF CHANGE)-SELF REFORM B. BEKERJASAMA DENGAN STAKEHOLDER YANG LAIN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERSAING C. REORIENTASI STATUS (INTROSPEKSI & BERBENAH DIRI) (*) D. MENINGKATKAN NILAI PERSONAL Widodo JP’2004

80 MEMBANGUN “PROFESSIONAL IMAGE” Apa yang diharapkan publik dari seorang profesional?

81 WHAT? gambaran (image) Sebuah gambaran (image) tentang kualitas dan ciri-ciri seseorang, kelompok atau lembaga yang merupakan representasi dari penilaian orang yang berinteraksi dengannya (constituents) atas kompetensi dan karakter orang, kelompok, atau lembaga tersebut. 3/14/2012

82 Bagaimana Menjadikan Yang Tak Tampak (Intangible) menjadi Tampak (Tangible)? Karakterkompetensi Karakter dan kompetensi yang baik yang melekat pada diri seseorang, kelompok, atau lembaga seringkali tak tampak (intangible). tak tampak/tak terlihat (intangible) tampak (tangible). Tugas kita adalah bagaimana kompetensi dan karakter baik yang melekat pada diri kita yang seringkali tak tampak/tak terlihat (intangible) oleh khalayak umum menjadi tampak (tangible). 6/14/201682

83

84 Differentiate!

85 IMAGE YANG TAMPAK DOMINAN 6/14/201685

86 BAGAIMANA PROFESI KEPERAWATAN? 6/14/201686

87 PENTINGNYA Professional Image Memiliki posisi daya tawar yang baik sehingga tidak direndahkan. Memberi gambaran pada publik tentang peranan yang terpercaya dalam menjalankan tugas Sebagai aset yang bersifat “intangible” Sebagai langkah awal menuju sukses 3/14/2012

88 BAGAIMANA MEMBANGUN Professional Image Perkuat Karakter Tiap Individu Pemegang Profesi Perawat Perdalam Kapasitas Tiap Individu Pemegang Profesi Perawat Perkuat Organisasi Profesi perawat Bangun Professional Branding yang baik Kelola Manajemen Media yang efektif 6/14/201688

89 Terpercaya Terpercaya Penuh Perhatian Penuh Perhatian Randah hati Randah hati Berkemampuan (Capable) Berkemampuan (Capable) Desired Professional Image 3H + (honest; humble; helpful) 3/14/2012

90 Tinggi hati Judes Malas Telalu ngatur/sok pintar Sexy Undesired Image 3/14/2012

91 6/14/ IMAGE PROFESIONAL APA YANG TERBANGUN?

92 6/14/ IMAGE PROFESIONALAPA YANG TERBANGUN?

93 6/14/ IMAGE PROFESIONALAPA YANG TERBANGUN?

94 6/14/201694

95

96

97 PRINSIP A: AMATI T: TIRU M: MODIFIKASI

98 98 B. BEKERJASAMA – STAKE HOLDER Build - T-E-A-M: Together Everyone Accept & Achieve More We’ll do this together Replenish the soul of experienced nurse Learn not to eat the young. Experience (first hand) generational issues. Patients like it Nursalam-preceptorship-2013

99 C & D. REORIENTASI STATUS & MENINGKATKAN PROFESIONALISME 1) Kompetensi (Asean Core Competencies) 2) Peningkatan Kualitas Pendidikan 3) Legalisasi Praktik (UUK 38/2015)

100 Tetap diperlukan ketekunan dan kesabaran untuk membimbing, melatih, mengevaluasi diri dan mengembangkan diri PERHATIKAN: E-D-I-A (EVALUASI DIRI, DOKUMEN, IMPLEMENTASI, AUDIT) 1) KOMPETENSI ASEAN

101 5 Domains of the ASEAN Nursing Common Core Competencies 1. Ethic and Legal Practice 2. Professional Nursing Practice 3. Leadeship & Management 4. Education & Research 5. Professional, Personal and Quality Development 101

102 102 PENCAPAIAN KOMPETENSI ASEAN + A-K-S-I A- TTITUDE BERSADSARKAN ETIK KEPERAWATAN: J-A-B-V-C J – USTICE (Adil) A – AUTONOMY (menghargai) B – BENEFICIENCY & NON MALEFICIENCY (manfaat, tdak merugikan) V – VERACITY (kejujuran) C – CONFIDENTIALITY & COMMITMENT (kerahasiaan & pengorbanan) K – NOWLEDGE IN NURSING SCIENCE AND BASIC S – KILL IN CARING I – INSIGHT & INTERNALISATION INTO NURSE CHARACTERS WITH G – S – T (GREETING - SORRY & SERVE – THANKS)

103 PENGEMBANGAN PERILAKU CARING - 10 Cs COMMUNICATION COLLABORATION CONSIDERATION CAREFULNESS COMPASSION COURTESY COMFORT COMPETENT CONFIDENCE COMMITMENT

104 Nursalam-08 Softskill

105 BAHASA ASING 1. ENGLISH (TOEFL 550 / IELTS 6,5 2. CHINA 3. ARAB 4. PERANCIS 5. JERMAN IPTEK ASEAN CORE COMPETENCIES BAHASA ASING 1. ENGLISH (TOEFL 550 / IELTS 6,5 2. CHINA 3. ARAB 4. PERANCIS 5. JERMAN IPTEK ASEAN CORE COMPETENCIES BAHASA - PENYIAPAN PERSAINGAN GLOBAL

106 Sp1 S3 Sp1 S1/Ners DIII SPK Praktik Spesialis (advance practice) Profesional Vokasional Praktik Spesialis (advance practice) 2) PENINGKATAN KUALITAS & PENDIDIKAN RPL (SPK); D3 – Ns; D4 - Ns; ns – Sp / Magister SMU S2 RPL

107 WHY? …..SKEMA PENGEMBANGAN KARIR DOSEN REKRUT MENT PENGEMBANGA N KARIR  SERTIFIKASI PENDIDIK/DOSEN  PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL/STUDI LANJUT  KENAIKAN JABATAN AKADEMIK/PANGKAT  PENGEMBANGAN KARYAILMIAH/PENELITIAN/PUBLI- KASI ILMIAH (Standar 7 Akreditasi) 107

108 PK I PK II PK V PK IV PK III PERAWAT KLINIK PENJENJANGAN KARIER PENJENJANGAN KARIR 1.PERAWAT KLINIK (PK) 2.PERAWAT MANAJER (PM) 3.PERAWAT PENDIDIK (PP) 4.PERAWAT PENELITI RISET (PR) SYARAT PENJENJANGAN KARIER PK 1.PENDIDIKAN MIN. DIII KEP 2.PENGALAMAN KERJA 3.PROGRAM SERTIFIKASI 4.UJI COBA KOMPETENSI NAS 5.PENATAAN REWARD SYSTEM

109 3) LEGALISASI PRAKTIK (UUKep NO. 38/2015) 1. SERTIFIKASI (SERKOM) 2.REGISTRASI DAN RE REGISTRASI (STR) 3. LISENSI (SIPP) 4. KREDENSIALING

110 Opportunity Creating (Pencipta Peluang) Innovating (Inovasi) Calculated Risk Taking (Mengambil Resiko)Opportunity Creating (Pencipta Peluang) Innovating (Inovasi) Calculated Risk Taking (Mengambil Resiko) PRINSIP

111 CONCLUSION CONCLUSION K= KEMAUAN U= USAHA /UANG W= WAKTU A= ALAT –SARANA T= TENAGA (KUALITAS & KUANTITAS) A P I” A= A KTUALITAS P= P RODUKTIFITAS I= I NOVATIF

112 A NETWORKING & INTERCONNECTING We are nothing without others, so need others!

113 B SELF REFORM

114 C FIGHTING SPIRIT 6/14/

115 “You don’t have to be great to get started, but you have to get started to be great” Les Brown TIDAK ADA KEMENANGAN, TANPA MEMULAI TIDAK ADA KESUKSESAN, TANPA MENCOBA TIDAK ADA KEDODOHAN, TANPA MAU BELAJAR

116 Summary – BANGUN 5Cs C OMMUNICATION - COORDINATION C OMMITMENT C OMPASSION - COMFORT (CARE - LOVE) C ONSIDERATION – CLOSURE - C(ETHIC & LEGAL) C ONSISTENCY nursalam-2014

117 Penutup Peran perawat dalam pelayanan pasien dengan CAPD sebagai pelaksana, pengelola, pendidik dan peneliti harus mengikuti perkembangan sesuai ilmu pengetahuan dan teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan dialisis khususnya CAPD. Perawat profesional dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas pada pasien dialisis dengan CAPD harus mempunyai pengetahuan,keterampilan dan sikap yang handal & terpuji.

118 ……SUCCES IS NOT ONLY AN OPTION. It is the right of everyONE S-I-M-R: SUCCESS IS MY RIGHT


Download ppt "PERAN PERAWAT HEMO DIALISIS DALAM RANGKA MENINGKATKAN PROFESIONALISME PERAWAT MENGHADAPI M-E-A Oleh: Prof. Dr. NURSALAM, M.Nurs (Hons) KETUA DPP DIKLAT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google