Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MEMPERSEMBAHKAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT © copyright SMPN 1 Singaraja 2010.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MEMPERSEMBAHKAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT © copyright SMPN 1 Singaraja 2010."— Transcript presentasi:

1

2 MEMPERSEMBAHKAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT © copyright SMPN 1 Singaraja 2010

3 MEMPERSEMBAHKAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT © copyright SMPN 1 Singaraja 2010

4 MEMPERSEMBAHKAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT © copyright SMPN 1 Singaraja 2010

5 MEMPERSEMBAHKAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT © copyright SMPN 1 Singaraja 2010

6 Selamat Datang pada Pembelajaran Sains SMP Kelas VIII Semester Genap Materi Bahasan : “Cahaya dan Optik” TIM ICT SMP NEGERI 1 SINGARAJA Klik disini untuk Lanjut © copyright SMPN 1 Singaraja 2010 SMP Negeri 1 Singaraja

7 Tim Pengembang Tim Pengembang Penilaian SK - KD Materi Silabus - RPP Latihan Soal KD - Indikator HHEELLPPHHEELLPP HHEELLPPHHEELLPP PPEETTUUNNJJUUKKPPEETTUUNNJJUUKK PPEETTUUNNJJUUKKPPEETTUUNNJJUUKK GLOS

8 Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar (Garis-Garis Besar Instruksional Media)  Setelah muncul tampilan antar muka (GUI), pilih salah satu menu yang diinginkan.  Walaupun semua menu yang ada siap dimainkan, namun pengguna diharapkan memulai dengan membuka menu “Standar Kompetensi” dan “Kompetensi Dasar”.  Buka pula menu “Silabus dan RPP” (bila diperlukan). Lanjut Setiap selesai di satu menu selalu kembali ke GUI

9 Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar (Garis-Garis Besar Instruksional Media)  Setelah memahami kompetensi yang diacu oleh bahan ajar ini, barulah mulai membuka menu “Materi”.  Menu “Latihan Soal” dibuka setelah memahami materi, yang kemudian ujilah kemampuan dengan membuka menu “Tugas/PR”.  Bila mengalami keraguan dalam penelusuran, bantulah dengan membuka menu “Help”. Lanjut Setiap selesai di satu menu selalu kembali ke GUI

10 Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar (Garis-Garis Besar Instruksional Media) Kembali Secara skematis petunjuk penggunaan bahan ajar ini dapat digambarkan sebagai berikut GUISK - KD MATERI LATIHANSOAL/PR SILABUS HELP Lanjut

11 Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar (Garis-Garis Besar Instruksional Media)  Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang diacu media ini adalah sebagai berikut:  Standar Kompetensi:  Kompetensi Dasar:  Buku/sumber:  Sains untuk SMP, karangan Nunung Nurhayati, S.Pd, Yrama Widya, Th  Ensiklopedia Sains.  Gambar dan animasi diambil dari internet dan dokumen pribadi. Lanjut 6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari 6.3 Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa. 6.4 Mendeskripsikan alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

12 Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar (Garis-Garis Besar Instruksional Media) Selesai  Materi ini sesuai dengan KTSP SMP Negeri 1 Singaraja  Dilihat dari posisinya, materi “Cahaya dan Optik” muncul di kelas VIII semester genap. Dalam hal ini sebelumnya siswa telah mempelajari “Kalor”, “Getaran dan Gelombang” serta “Bunyi”. Kalor Get. & Glb. Bunyi Chy & Optik Kembali

13 Tim Pengembang Media Pembelajaran SMP Negeri 1 Singaraja Penanggung Jawab: Kepala SMP Negeri 1 Sgr. Koordinator Media: Drs. I Gst. Ag. Oka Yadnya Anggota: 1. Gede Ardika, S.Pd. (Guru Sains/Fisika) 2. Wiwik (Guru Teknologi Informasi & Kom) 3. Angga Sutrisna (siswa) Lanjut

14 Kembali Deskripsi Tugas Anggota Tim Pengembang Drs. I G. A. Oka Yadnya (koordinator): Mengkoordinir proses pembuatan dan sosialisasi media di sekolah. Penanggung Jawab : Bertanggung jawab atas keabsahan media dari unsur proses kreatif sekolah. 1. Gede Ardika, S.Pd. (Mempersiapkan sumber dan bahan tayangan dan menilai media dari sisi isi) 2. Wiwik (membuat media presentasi sesuai dengan hasil rancangan bersama) 3. Angga Sutrisna (menilai kelayakan, kejelasan dan kesesuaian media terhadap tingkat perkembangan intelektual siswa SMP) Anggota

15 6.4 Mendeskripsikan alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. 6.3 Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa. 6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari Back STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

16 6.3 Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa. Back KOMPETENSI DASAR Indikator: Melakukan pengamatan tentang sifat-sifat perambatan cahayaMenjelaskan hukum pemantuulan yang diperoleh melalui percobaan Mendeskripsikan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada cermin datar dan cermin cekung Menjelaskan hukum pembiasan yang dieroleh berdasarkan percobaan Mendeskripsikan proses pembentukan sifat-sifat bayangan pada lensa cembungMenghitung kekuatan lensa pada lensa cembung Next

17 6.4 Mendeskripsikan alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. Back KOMPETENSI DASAR Indikator: Menjelaskan fungsi mata sebagai alat optik Menggambarkan pembentukan bayangan benda pada retina Menjelaskan beberapa jenis cacat mata dan penggunaan kaca mata sebagai alat Bantu mata Menyelidiki cirri-ciri kamera sebagai alat optik Menjelaskan konsep lup sebagai alat optik Menjelaskan cara kerja beberapa produk teknologi yang relevan, seperti mikroskop, berbagai jenis teropong, dan periskop

18 Back SILABUS RPP

19 Back Sifat-sifat Cahaya Cermin dan Lensa Alat-alat Optik

20 Back Cahaya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Coba bayangkan kalau tidak ada cahaya. Tentu dunia ini akan gelap gulita, bukan? Dapatkah kamu melihat temanmu dalam keadaan gelap? Apalagi untuk membaca, melihat wujud buku pun tidak bisa, kalau tidak ada cahaya. Mengingat begitu pentingnya cahaya, mari kita pelajari, apa itu cahaya? Untuk itu simaklah bahan ajar ini lembar demi lembar! Selamat belajar! Cahaya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Coba bayangkan kalau tidak ada cahaya. Tentu dunia ini akan gelap gulita, bukan? Dapatkah kamu melihat temanmu dalam keadaan gelap? Apalagi untuk membaca, melihat wujud buku pun tidak bisa, kalau tidak ada cahaya. Mengingat begitu pentingnya cahaya, mari kita pelajari, apa itu cahaya? Untuk itu simaklah bahan ajar ini lembar demi lembar! Selamat belajar!

21 Merambat Lurus Dipantulkan Back Sifat-sifat Cahaya Dibiaskan 6.3 Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa. KOMPETENSI DASAR

22 Pernahkah kamu melihat bayanganmu sendiri? Kapan bayangan bisa terbentuk? Mengapa bayangan benda dapat terbentuk? Bayang-bayang terjadi sebagai akibat cahaya merambat lurus. Merambat Lurus Back Next Sifat-sifat Cahaya Cahaya Merambat Lurus Tujuan Pembelajaran: Dengan percobaan, siswa dapat menjelaskan bahwa cahaya merambat berupa garis lurus.

23 Jika kamu menyalakan lampu senter dalam ruangan yang gelap, kamu melihat suatu berkas cahaya lurus. Jika sebuah benda memasuki berkas tersebut, maka benda tersebut menghalangi sebagian cahaya tersebut dan dihasilkan sebuah bayang-bayang. Cahaya tidak membelok di sekitar benda tersebut. Merambat Lurus Back Next Sifat-sifat Cahaya

24 Bagaimana cahaya merambat? Prosedur 1.Ambil sebuah lilin dan nyalakan lilin itu. Ambil pula tiga lembar kertas karton. 2. Buatlah sebuah lubang kecil pada masing-masing karton itu. Kemudian lihatlah nyala lilin itu melalui kedua lubang karton. Analisis 1.Apa yang harus kamu lakukan agar usahamu berhasil? 2.Berupa apakah lintasannya cahaya dari lilin tsb? Merambat Lurus Back Finish Sifat-sifat Cahaya

25 Bayangan orang yang bercermin akan tampak karena cermin memantulkan cahaya yang mengenainya. Jenis-jenis Pemantulan Dipantulkan Hukum Pemantulan Back Sifat-sifat Cahaya 2. Cahaya dapat dipantulkan Tujuan Pembelajaran: Dengan percobaan, siswa dapat menjelaskan bahwa cahaya memiliki sifat dapat dipantulkan

26 1)Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar. 2) Sudut datang sama dengan sudut pantul Dipantulkan Back Finish Sifat-sifat Cahaya Hukum Pemantulan

27 Dipantulkan Pemantulan Baur Pemantulan Teratur Back Sifat-sifat Cahaya Jenis-Jenis Pemantulan •Model permukaan bidang pantul sangat menentukan jenis pemantulan. •Pemantulan cahaya ada dua macam, yaitu: •teratur •baur.

28 Dipantulkan Back Finish Sifat-sifat Cahaya Pemantulan teratur Jika permukaan bidang pantul datar atau rata, maka terbentuk pemantulan teratur. Ketika seberkas cahaya mengenai permukaan pantul yang rata, seluruh cahaya yang datang akan dipantulkan dengan arah yang teratur, namun ukuran bayangan yang terbentuk sesuai dengan ukuran benda. Pemantulan teratur biasa terjadi pada cermin. Pemantulan teratur Lihat itu!

29 Dipantulkan Back Finish Sifat-sifat Cahaya Pemantulan baur

30 Dibiaskan Back Next Sifat-sifat Cahaya 3. Dapat Dibiaskan Ketika kamu memasukkan kaki di air kolam yang jernih, kakimu terlihat lebih pendek, mengapa? Mengapa, ayo! Pernahkah kamu berenang atau bermain di air? Tujuan Pembelajaran: Melalui percobaan, siswa dapat menjelaskan bahwa cahaya dapat dibiaskan

31 Dibiaskan Dispersi Cahaya Indeks Bias Back Sifat-sifat Cahaya 3. Dapat Dibiaskan

32 Dibiaskan Back Sifat-sifat Cahaya

33 Dibiaskan Back Sifat-sifat Cahaya

34 Cermin Lensa Back 6.3 Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa. KOMPETENSI DASAR

35 Cermin dan Lensa Cermin Cermin Datar Back Cermin Cembung Cermin Cekung

36 Next Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya datar dan tidak melengkung Jika dua buah cermin datar disusun sehingga membentuk sudut  maka akan diperoleh beberapa buah bayangan. Banyak bayangan yang terbentuk antara dua cermin dapat dinyatakan dalam persamaan berikut: Cermin Datar Cermin Cermin dan Lensa Tujuan Pembelajaran: Dengan percobaan, siswa dapat menjelaskan sifat bayangan pada cermin datar

37 Back Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah sebagai berikut 1)Ukuran (besar dan tinggi) bayangan sama dengan ukuran benda. 2)Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin. 3)Bayangan berlawanan dengan benda. 4)Bayangan tegak seperti bendanya. 5)Bayangan bersifat semu atau maya. Artinya, bayangan dapat dilihat dalam cermin, tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar Cermin Datar Cermin Cermin dan Lensa

38 Next Jika sinar datang sejajar dengan sumbu utama mengenai cermin cembung, sinar pantul akan menyebar. Cermin cembung memiliki sifat menyebarkan sinar (divergen). Pada perhitungan, titik api cermin cembung bernilai negatif karena bersifat semu F M Cermin Cembung Cermin Cermin dan Lensa Tujuan Pembelajaran: Dengan percobaan, siswa dapat menjelaskan sifat bayangan pada cermin cembung

39 Next F M Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah dari titik fokus F M Sinar datang menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama F M Sinar datang menuju titik M (2F) akan dipantulkan seolah-olah dari titik itu juga Cermin Datar Cermin Cembung Cermin Cekung Cermin Cermin dan Lensa

40 Next Bayangan yang terbentuk pada cermin cembung selalu maya dan berada di belakang cermin. Mengapa demikian? Secara grafis, kamu cukup menggunakan dua berkas sinar istimewa untuk mendapatkan bayangan pada cermin cembung. Cermin Cembung Cermin Cermin dan Lensa

41 Back F M Benda yang diletakkan di depan cermin cembung akan selalu menghasilkan bayangan di belakang cermin dengan sifat maya, sama tegak, dan diperkecil Cermin Cembung Cermin Cermin dan Lensa

42 Next Cermin cekung bersifat mengumpulkan sinar pantul atau konvergen. Ketika sinar-sinar sejajar dikenakan pada cermin cekung, sinar pantulnya akan berpotongan pada satu titik. Titik perpotongan tersebut dinamakan titik api atau titik fokus ( F). FM Cermin Cermin dan Lensa Cermin Cekung Tujuan Pembelajaran: Dengan percobaan, siswa dapat menjelaskan sifat bayangan pada cermin cekung

43 Next F Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus F Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama F M Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan ke titik itu juga Cermin Cekung Cermin Cermin dan Lensa

44 Next Jika kamu bercermin pada cermin cekung, kamu tidak akan mendapatkan bayanganmu selalu di belakang cermin. Mengapa demikian? Bagaimanakah pembentukan bayangan pada cermin cekung? Untuk lebih memahaminya, klik next Cermin Cekung Cermin Cermin dan Lensa

45 Next F M 1) Jika benda terletak di belakang titik pusat kelengkungan cermin ( M ), maka bayangan yang dihasilkan cermin cekung adalah nyata, terbalik, dan diperkecil Cermin Cekung Cermin Cermin dan Lensa

46 Next F 2) Jika benda terletak di antara titik fokus (F) dan titik pusat kelengkungan cermin ( M ), maka bayangan yang dihasilkan cermin cekung adalah nyata, terbalik, dan diperbesar M Cermin Cekung Cermin Cermin dan Lensa

47 Next F 3) Jika benda terletak di antara titik fokus (F) dan puncak cermin, maka bayangan yang dihasilkan cermin cekung adalah maya, tegak, dan diperbesar M Cermin Cekung Cermin Cermin dan Lensa

48 Next Keterangan so = jarak benda ke cermin (m) si = jarak bayangan ke cermin (m) f = jarak fokus cermin (m) R= jari-jari kelengkungan Aturan-aturan Tanda (Klik) Contoh Soal (Klik) Back Cermin Cekung Cermin Cermin dan Lensa

49 1. Jarak benda ( so) bertanda positif (+) untuk benda nyata (benda terletak di depan cermin) dan bertanda negatif (-) untuk benda maya (benda terletak di belakang cermin). 2.Jarak bayangan ( si) bertanda positif (+) untuk bayangan nyata (bayangan terletak di depan cermin) dan bertanda negatif (-) untuk bayangan maya (bayangan terletak di belakang cermin). 3.Jari-jari kelengkungan ( R) dan jarak fokus (f) bertanda positif (+) untuk cermin cekung dan bertanda negatif (-) untuk cermin cembung Back Cermin Cekung Cermin Cermin dan Lensa

50 Back Cermin Cekung Cermin Datar Cermin Cembung Cermin Cermin dan Lensa

51 Jadi letak bayangan benda itu adalah 150 cm di depan cermin Back Cermin Cekung Cermin Datar Cermin Cembung Cermin Cermin dan Lensa

52 Lensa Back Lensa Cembung Lensa Cekung

53 Cermin dan Lensa Lensa Next Lensa Cembung F Tujuan Pembelajaran: Dengan percobaan, siswa dapat menjelaskan sifat bayangan pada lensa cembung melalui gambar

54 Lensa Next Lensa Cembung F1F1 Sinar yang datang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus F1. F2F2 Sinar yang datang melalui titik fokus pasif F2 akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama. F1F1 F2F2 Sinar yang melalui titik pusat optik (O) akan diteruskan F1F1 F2F2 Cermin dan Lensa

55 Next F1F1 F2F2 2F 2 2F 1 Jika benda diletakkan pada jarak lebih besar dari pada 2 F, sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, dan diperkecil Lensa Lensa Cembung Cermin dan Lensa

56 Next F1F1 F2F2 2F 2 2F 1 Jika benda diletakkan antara F2 dan 2F2, maka sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, dan diperbesar Lensa Lensa Cembung Cermin dan Lensa

57 Back F1F1 F2F2 2F 2 2F 1 Jika benda diletakkan lebih kecil dari F2, maka sifat bayangannya adalah maya, sama tegak, dan diperbesar Lensa Lensa Cembung Cermin dan Lensa

58 Lensa Next Lensa Cekung FF Cermin dan Lensa Tujuan Pembelajaran: Dengan percobaan, siswa dapat menjelaskan sifat bayangan pada lensa cekung melalui gambar

59 Next Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah dari titik fokus F1. F2F1 Sinar datang menuju titik fokus pasif F2 akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama. F2F1 Sinar datang melalui pusat lensa O akan diteruskan. F2F1 Lensa Lensa Cekung Cermin dan Lensa

60 Back F1F1 F2F2 2F 2 2F 1 Jika benda diletakkan di depan lensa, maka sifat bayangannya adalah maya, sama tegak, dan diperkecil Lensa Lensa Cekung Cermin dan Lensa Penelusuran Lanjut

61 Alat O ptik Lanjut 6.4 Mendeskripsikan alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. KOMPETENSI DASAR

62 Alat Optik Back Mata Kamera Lup Mikroskop Periskop Alat yang cara kerjanya memanfaatkan prinsip pemantulan cahaya disebut “alat optik”. Alat optik yang sering digunakan adalah kaca mata, kaca pembesar (lup), mikroskop, kamera dan periskop. Kita sama-sama memakai kaca mata Artinya kita sama- sama “kutu buku”

63 Alat Optik Back Mata Bagian-Bagian Mata Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat menyebutkan bagian- bagian mata

64 Back Rabun Jauh (Miopi) (Klik) Rabun Dekat (Hipermetropi) (Klik) Alat Optik Mata Penelusuran Lanjut Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat menjelaskan macam- macam kelainan mata

65 Back Alat Optik Mata

66 Back Alat Optik Mata

67 Back Alat Optik Mata Kamera Lup Mikroskop Periskop

68 Alat Optik Kamera Back Tujuan Pembelajaran: Dengan percobaan, siswa dapat menjelaskan bagian- bagian kamera

69 Alat Optik Back Lup Tujuan Pembelajaran: Dengan percobaan, siswa dapat menjelaskan fungsi dari lup

70 Back Mikroskop Alat Optik Tujuan Pembelajaran: Dengan percobaan, siswa dapat menjelaskan bagian- bagian dan cara kerja mikroskop

71 Periskop Back Alat Optik Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat menjelaskan fungsi dan bagian-bagian periskop

72 Soal Latihan 3 3 Back

73 tidak ada cahaya yang keluar dari mata ke benda A A B B tidak ada cahaya yang masuk dari benda ke mata C C D D benda-benda tidak menerima cahaya benda-benda tidak memantulkan cahaya back Soal Latihan

74 nyata dan berbalik sisi A A B B nyata dan tegak C C D D tegak dan berbalik sisi maya dan terbalik back Soal Latihan

75 dipantulkan baur A A B B dipantulkan teratur C C D D diserap dibelokkan back Soal Latihan

76 divergen A A B B konvergen C C D D menyebarkan sinar membiaskan cahaya back Soal Latihan

77 difraksi cahaya A A B B refleksi cahaya C C D D refraksi cahaya dispersi cahaya back Soal Latihan

78 datar A A B B cekung C C D D cembung rangkap back Soal Latihan

79 back Benar, Nak! Ayo teruskan!

80 Soal Latihan back Kamu Salah, Nak!

81 Penilaian 3 3 Back

82 Penilaian 3 3 Back

83 Penilaian Back

84 Penilaian Back

85  Kesulitan masuk menu  Kesulitan kembali ke GUI  Kesulitan menemukan materi sesuai  Kesulitan keluar Apa yang dapat dibantu? Kembali

86  Untuk memasuki menu yang diinginkan “Klik” pada icon menu tersebut. Contoh, bila Anda ingin masuk ke materi, “Klik” icon menu:  Bila ingin meneruskan, “Klik” icon atau Apa yang dapat dibantu? Materi Lanjut Next Kembali Bantu lagi

87  Bila Anda telah masuk ke salah satu menu dan ingin kembali ke GUI, “Klik” icon: atau  Bila telah ada kembali di GUI dan ingin masuk ke menu lainnya, “Klik” icon yang sesuai. Apa yang dapat dibantu? Kembali Back Kembali Bantu lagi

88  Untuk mendapatkan menu yang diinginkan “Klik” pada icon menu tersebut. Bila Anda ingin masuk ke materi Sifat-sifat cahaya, “Klik” icon submenu: “sifat-sifat cahaya”. Untuk meneruskan “Klik” icon atau Apa yang dapat dibantu? Lanjut Next Kembali Bantu lagi

89  Jika Anda tengah berada pada suatu menu dan mengalami kesulitan keluar, cukup “Klik” icon atau berulang-ulang sampai kembali ke GUI.  Bila icon tersebut tidak ditemukan, “Klik” atau sampai ada icon “selesai” atau “finish”. Apa yang dapat dibantu? Kembali Back Lanjut Next Kembali Bantu lagi

90 Mata Lensa retina pupil kornea iris Bintik buta Syaraf mata Otot akomodasi Bintik kuning Lensa mata berfungsi untuk membentuk bayangan pada retina. Bayangan yang terbentuk harus tepat pada retina sehingga dapat terlihat dengan jelas Untuk mengatur agar bayangan selalu jatuh pada retina, lensa dapat menebal dan menipis disesuaikan dengan jarak benda terhadap mata. Back Next

91 Daya Akomodasi Daya akomodasi mata adalah kemampuan lensa mata untuk menebal dan menipis. Lensa mata akan menipis bila melihat benda yang menjauh Lensa mata akan menebal bila melihat benda yang mendekat Titik terjauh yang dapat dilihat mata disebut punctum remotum. Untuk mata normal jaraknya tak terhingga.Ketika melihat jauh mata tidak berakomodasi. Titik terdekat yang dapat dilihat mata dengan jelas disebut punctum proximum. Untuk mata normal adalah 20 cm – 25 cm. Ketika melihat dekat mata berakomodasi. Back Next

92 Kerja Mata Back Next

93 Cacat Mata Rabun jauh (miopi) Rabun jauh adalah kelainan mata karena bayangan benda-benda yang jauh jatuh di depan retina. Hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat menipis dengan baik. Rabun jauh dapat dibantu dengan menggunakan kaca mata dengan lensa negatif. Back Next

94 Miopi Back Next

95 Cacat Mata Rabun dekat (hipermetropi) Rabun dekat adalah kelainan mata karena bayangan benda-benda yang dekat jatuh di belakang retina. Hal ini disebabkan karena lensa mata tidak dapat menebal dengan baik. Rabun dekat dapat dibantu dengan menggunakan kaca mata dengan lensa positif. Back Next

96 Hipermetropi Back Next

97 Cacat Mata Mata tua (presbiopi) Mata tua adalah kelainan mata karena bayangan benda tidak jatuh pada retina baik itu benda dekat maupun benda jauh. Hal ini disebabkan karena daya akomodasi lensa mata sudah berkurang. Mata tua dapat dibantu dengan menggunakan kacamata bivokal. Back Next

98 Cacat Mata Silindris (astigmatis) Astigmatis adalah cacat mata karena mata tidak dapat melihat dengan baik untuk garis-garis vertikal dan garis-garis horisontal. Hal ini disebabkan karena kornea mata tidak berbentuk bola Astigmatis dapat dibantu dengan menggunakan kaca mata silindris. Back Next

99 Perhitungan cacat mata Cacat mata dapat dibantu dengan menggunakan kacamata. Kacamata yang tepat dapat di hitung dengan persamaan: = f s s’ Ket. f = fokus lensa kacamata s = jarak dekat normal (hipermetropi) = jarak terjauh normal (miopi) s’ = jarak dekat hipermetropi (negatif) = jarak terjauh miopi (negatif) P = kekuatan lensa kacamata P = 100 f Back Finish

100 Pembiasan Cahaya Pembiasan cahaya adalah pembelokan arah rambat cahaya. Pembiasan cahaya terjadi jika cahaya merambat dari suatu medium menembus ke medium lain yang memiliki kerapatan yang berbeda. Misalkan dari udara ke kaca, dari air ke udara dan dari udara ke air. Next

101 Pembiasan Cahaya renggang rapat renggang rapat N N Next

102 Pemantulan Sempurna Sudut i merupakan sudut kritis, yaitu sudut datang yang menyebabkan sudut bias 90º terhadap garis normal Bila sudut datang lebih besar dari sudut kritis, cahaya tidak dibiaskan melainkan dipantulkan dengan sempurna i Next

103 Indeks Bias Indeks bias suatu zat adalah perbandingan cepat rambat cahaya di ruang hampa dengan cepat rambat cahaya dalam zat tersebut OA B Indeks bias suatu zat dapat dicari dengan cara metode snellius ( lihat gambar) n = OA OB n = ccnccn Next

104 Pembiasan pada Prisma r r disebut sudut deviasi Prisma adalah benda optik berbentuk segitiga atau piramit Next

105 Dispersi Cahaya Dispersi cahaya adalah penguraian warna-warna cahaya. Suatu berkas sinar putih bila melalui prisma akan terurai menjadi warna merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu (perhatikan gambar) Finish Back

106 Glosarium  Bias  indeks bias: perbandingan kelajuan cahaya di udara dengan di zat tersebut.  Cahaya: sesuatu yang dikeluarkan oleh benda berpijar.  Cermin: kaca yang salah satu sisinya dilapisi lembaran perak atau aluminium tipis.  Dispersi  dispersi cahaya: terurainya cahaya putih menjadi warna-warna spektrum.  Hipermetropi: penyakit mata yang tidak bisa melihat dekat.  Kamera: alat untuk memotret.  Lensa: benda bening yang dapat membiaskan cahaya.  Lup: kaca pembesar atau suryakanta.  Lurus  merambat lurus: membentuk garis lurus. Lanjut

107 Glosarium  Mata: indra penglihatan  Mikroskop: alat untuk mengamati benda-benda kecil  (mikroskopis).  Miopi: penyakit mata tidak dapat melihat jauh.  Pantul  memantulkan: dibelokkan dengan sifat sudut  datang sama dengan sudut pantul.  Periskop: alat bantu untuk melihat benda berjarak jauh.  Plankonveks: satu sisi cembung dan satu sisi datar.  Plankonkaf: satu sisi cekung dan satu sisi datar.  Presbiopi: penyakit mata karena sudah tua.  Rambat  merambat: bergerak dengan lintasan tertentu Back

108 Silabus KDIndikMateriKBMSumber Mata Pelajaran: Sains Kelas/Semester: VIII/ Gebap Alokasi Waktu: 8 x 40 menit

109 Selesai  Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan bahan ajar ini.  Mohon saran untuk perbaikannya.


Download ppt "MEMPERSEMBAHKAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT © copyright SMPN 1 Singaraja 2010."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google