Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Surveilans MERS-CoV di Wilayah Subdit Surveilans dan Respon KLB Dit Simkar Kesma Ditjen PP dan PL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Surveilans MERS-CoV di Wilayah Subdit Surveilans dan Respon KLB Dit Simkar Kesma Ditjen PP dan PL."— Transcript presentasi:

1 Surveilans MERS-CoV di Wilayah Subdit Surveilans dan Respon KLB Dit Simkar Kesma Ditjen PP dan PL

2 RUANG LINGKUP • Global kasus MERS-CoV • Latar Belakang • Tujuna • Definisi • Sistim SKD dan Respon • Alur Penemuan Kasus di Wilayah • Pencatatan dan Pelaporan • Jejaring Kerja

3 Global Kasus MERS-CoV • Pertama kali diidentifikasi di Eropa pada pria dari Timur Tengah = > Unik, coronavirus baru • Jumlah saat ini: 136 kasus konfirmasi, 17 kasus probabel = > 58/153 (40%) kematian = > CFR menurun dari waktu ke waktu = > Lebih tinggi di antara kasus sporadis daripada sekunder, 63% vs 29% = > Kasus asimptomatik dan ringan yang sering ditemukan di antara kontak • 92/146 (63%) laki-laki = > berubah sedikit dari waktu ke waktu, tetapi masih lebih tinggi dalam kasus-kasus sporadis = > Usia rata-rata = 49,5 tahun = > Lebih tinggi di antara kasus sporadis, 49 tahun. = > Frekuensi tinggi dari penyakit penyerta yang sudah ada: 74%

4 Jumlah kasus MERS CoV update tanggal 4 Oktober 2013 NegaraKasus (Kematian) France2 (1) Italy1 (0) Jordan2 (2) Qatar5 (3) Saudi Arabia114 (47) Tunisia3 (1) United Kingdom (UK)3 (2) United Arab Emirates (UAE)6 (2) Total136 (58)

5 Terjadinya kasus dari Waktu ke waktu Kasus Konfirmasi dan Probabel dengan kematian ( n =153 kasus, 58 kematian )

6 Latar Belakang : • Jumlah jamaah haji Indonesia orang • Jemaah haji sebagian besar mempunyai penyakit penyerta • Usia jemaah haji rata-rata diatas > 50 tahun • Banyak Warga Indonesia yang bekerja dan Sekolah di Timur Tengah • Setiap Tahun lebih dari 2000 jemaah umroh dari Indonesia

7 TUJUAN Umum : • Deteksi dini kasus MERS-CoV untuk mencegah penyebaran lebih luas. Khusus : • Mendeteksi kasus dan penularan berkelanjutan dari manusia ke manusia. • Mengetahui karakteristik epidemiologi, virus dan klinis penyakit • Melakukan respon cepat terhadap kasus MERS-CoV dan populasi yang berisiko • Mengidentifikasi faktor risiko infeksi MERS-CoV • Tersedianya informasi epidemiologi MERS-CoV sebagai dasar pengambilan kebijakan.

8 Definisi kasus MERS-CoV 1.Kasus dalam penyelidikan (underinvestigated case) * ) a.Seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan tiga keadaan di bawah ini: • Demam (≥38°C), • Batuk, • Pneumonia berdasarkan gejala klinis atau gambaran radiologis yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Perlu waspada pada pasien dengan gangguan system kekebalan tubuh (immunocompromised) karena gejala dan tanda tidak jelas DAN salah satu dari kriteria berikut : • Memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit, kecuali ditemukan etiologi lain • Mengalami perburukan klinis, kecuai ditemukan etiologi lain • Adanya klaster (termasuk klaster petugas kesehatan yang sakit sama)

9 Definisi kasus… b.Seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ringan sampai berat yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi atau kasus probable infeksi MERS- CoV dalam waktu 14 hari sebelum sakit

10 2.Kasus Probabel ** ) a.Seseorang dengan pneumonia atau ARDS dengan bukti klinis, radiologis atau histopatologis DAN • Tidak tersedia pemeriksaan untuk MERS-CoV atau hasil laboratoriumnya negative pada satu kali pemeriksaan spesimen yang tidak adekuat. DAN • Adanya hubungan epidemiologis langsung dengan kasus konfirmasi MERS Co-V.

11 Kasus probable… b.Seseorang dengan pneumonia atau ARDS dengan bukti klinis, radiologis atau histopatologis DAN • Hasil pemeriksaan laboratorium inkonklusif (pemeriksaan skrining hasilnya positif tanpa konfirmasi biomolekular). DAN • Adanya hubungan epidemiologis langsung dengan kasus konfirmasi MERS Co-V.

12 3.Kasus Konfirmasi ** ) • Seseorang yang terinfeksi MERS Co-V dengan hasil pemeriksaan laboratorium positive.

13 Kontak Erat • Seseorang yang kontak fisik, atau berada dalam satu ruangan, atau berkunjung (bercakap-cakap dalam radius 1 meter) dengan kasus probable atau kasus konfirmasi. • Termasuk Kontak Erat antara lain :  Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar, dan membersihkan ruangan ditempat perawatan kasus  Orang-orang yang merawat atau menunggui di ruangan  Orang yang tinggal se rumah dengan kasus  Tamu yang berada dalam satu ruangan dengan kasus

14 Klaster Bila terdapat dua orang atau lebih memiliki penyakit yang sama,dan mempunyai riwayat kontak yang sama dalam jangka waktu 14 hari. Kontak dapat terjadi pada keluarga atau rumah tangga, dan berbagai tempat lain seperti rumah sakit, ruang kelas, tempat kerja, barak militer, tempat rekreasi, dan lainnya.

15 EPIDEMIC INTELIGENT CONCEPT OF NEW EMERGING DISEASE SURVEILLANCE Routine surv Sentinel ILI, SIBI, AI integrasi Event-based surv SARI SARI, contact, travel history Contact ; travel history Case : -probable -confirmed Notification to WHO by NFP IHR -Notification -Investigation -Case management -Contact management -Disease control -Risk comm -Networking ALERT “to be investigated case” EARLY WARNING RESPONSE Yes

16

17 DITJEN BUKD DITJEN BUKR Puskes Haji KKP Ditjen PP – PL cq POSKO KLB Dinkes Provinsi Dinkes Kab/Kota Balitbangkes RS Pusat UPT Kab/kotaRS Kab/kota  Kemenlu  Kemenag  Kemendagri  Kemenpar & eko- kreatif  Otoritas bandara/pelabuhan/PLB D  WHO  Organisasi profesi  K/L terkait lain  Masyarakat Puskomlik Pusdatin Pusat Promkes Subdit Karkes Subdit ISPASubdit Surveilans UPT ProvinsiRS Provinsi ALUR JEJARING KERJA SURVEILANS

18

19 Selalu Waspada !

20 Detect Respon !

21 CORDINATION !!!

22 TERIMA KASIH


Download ppt "Surveilans MERS-CoV di Wilayah Subdit Surveilans dan Respon KLB Dit Simkar Kesma Ditjen PP dan PL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google