Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

WELCOME TO EDUCATION OF BIOLOGY loading By : Ronika Kris Safitri.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "WELCOME TO EDUCATION OF BIOLOGY loading By : Ronika Kris Safitri."— Transcript presentasi:

1

2 WELCOME TO EDUCATION OF BIOLOGY loading By : Ronika Kris Safitri

3 LATIHAN MATERI KOPETENSI FUNGI OR JAMUR

4 Standar Kompetensi Memahami prinsip-prinsip pengelompokkan makhluk hidup.

5 Kompetensi Dasar Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur, berdasarkan hasil pengamatan, percobaan dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan.

6 MATERI CIRI-CIRI JAMUR STRUKTUR JAMUR KLASIFIKASI JAMUR REPRODUKSI JAMUR

7 CIRI-CIRI JAMUR 1.Organisme eukariot, tidak berklorofil, dan heterotrof. 2.Dinding sel dari kitin. 3.Tidak memiliki jaringan pembuluh. 4.Reproduksi aseksual dengan cara membentuk spora, membentuk tunas, atau fragmentasi hifa; reproduksi seksual dengan cara meleburkan dua hifa dari jamur yang berbeda untuk membentuk zigot. 5.Ada yang bersifat parasit dan saprofit. 1.Organisme eukariot, tidak berklorofil, dan heterotrof. 2.Dinding sel dari kitin. 3.Tidak memiliki jaringan pembuluh. 4.Reproduksi aseksual dengan cara membentuk spora, membentuk tunas, atau fragmentasi hifa; reproduksi seksual dengan cara meleburkan dua hifa dari jamur yang berbeda untuk membentuk zigot. 5.Ada yang bersifat parasit dan saprofit.

8 STRUKTUR JAMUR Walaupun terdapat fungi yang uniselluler seperti contohnya Ragi (khamir), kebanyakan jamur bersifat multiselluler yaitu tersusun dari banyak sel yang dikenal dengan miselium. Miselium terdiri dari jalinan benang-benang yang bercabang ke berbagai arah. Tiap filamen dari miselium disebut sebagai hifa. Kebanyakan hifa disusun dari sel – sel yang memanjang dan dindingnya pada umumnya diperkuat dengan kitin. Hifa ada yang bersekat, tiap sekat merupakan satu sel dengan satu atau beberapa inti sel. Adapula hifa yang tidak bersekat, yang mengandung banyak inti dan disebut senositik. Walaupun terdapat fungi yang uniselluler seperti contohnya Ragi (khamir), kebanyakan jamur bersifat multiselluler yaitu tersusun dari banyak sel yang dikenal dengan miselium. Miselium terdiri dari jalinan benang-benang yang bercabang ke berbagai arah. Tiap filamen dari miselium disebut sebagai hifa. Kebanyakan hifa disusun dari sel – sel yang memanjang dan dindingnya pada umumnya diperkuat dengan kitin. Hifa ada yang bersekat, tiap sekat merupakan satu sel dengan satu atau beberapa inti sel. Adapula hifa yang tidak bersekat, yang mengandung banyak inti dan disebut senositik.

9 REPRODUKSI JAMUR Cara reproduksi jamur sangat bervariasi. Meskipun demikian reproduksi pada jamur umumnya terjadi dalam dua cara, yaitu secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Pada pembiakan seksual terjadi persatuan dua buah hifa (suatu proses yang disebut plasmogami),kemudian nukleus berpasangan tetapi tidak segera bersatu dan berkembanglah miselium dikariotik(2 inti sel). Akhirnya nukleus bersatu menghasilkan tahapan diploid (2n), penyatuan inti ini disebut karyogami. Sel-sel diploid kemudian mengalami meiosis menghasilkan spora-spora haploid (n) yang disebut juga spora seksual. Pembiakan aseksual yaitu dengan cara : Pembentukan spora aseksual ( spora yang dihasilkan dari pembelahan secara mitosis yang terjadi di dalam sporangium, askus atau basidium). Spora tumbuh membentuk hifa. Pembelahan tubuh atau bertunas Yaitu terbentuknya semacam sel berukuran kecil yang kemudian tumbuh dalam ukuran sempurna. Cara reproduksi tersebut biasa terjadi pada jamur uniselluler misalnya ragi. Cara reproduksi jamur sangat bervariasi. Meskipun demikian reproduksi pada jamur umumnya terjadi dalam dua cara, yaitu secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Pada pembiakan seksual terjadi persatuan dua buah hifa (suatu proses yang disebut plasmogami),kemudian nukleus berpasangan tetapi tidak segera bersatu dan berkembanglah miselium dikariotik(2 inti sel). Akhirnya nukleus bersatu menghasilkan tahapan diploid (2n), penyatuan inti ini disebut karyogami. Sel-sel diploid kemudian mengalami meiosis menghasilkan spora-spora haploid (n) yang disebut juga spora seksual. Pembiakan aseksual yaitu dengan cara : Pembentukan spora aseksual ( spora yang dihasilkan dari pembelahan secara mitosis yang terjadi di dalam sporangium, askus atau basidium). Spora tumbuh membentuk hifa. Pembelahan tubuh atau bertunas Yaitu terbentuknya semacam sel berukuran kecil yang kemudian tumbuh dalam ukuran sempurna. Cara reproduksi tersebut biasa terjadi pada jamur uniselluler misalnya ragi.

10

11 KLASIFIKASI JAMUR Zygomycota Ascomycota Basidiomycota Deuteromycota

12 Zygomycota 1.Memiliki hifa tidak bersekat dan miselium bercabang banyak. 2.Reproduksi seksualnya dengan membentuk zigospora. Reproduksi aseksual dengan membentuk spora aseksual yang dihasilkan dengan membentuk spora aseksual yang dihasilkan oleh sporangium. Contoh : Rhizopus oryzae = jamur tempe R. Stolonifer = berperan dalam pembutan tempe dan roti R. Oligosporus = berperan dalam pembutan tempe 1.Memiliki hifa tidak bersekat dan miselium bercabang banyak. 2.Reproduksi seksualnya dengan membentuk zigospora. Reproduksi aseksual dengan membentuk spora aseksual yang dihasilkan dengan membentuk spora aseksual yang dihasilkan oleh sporangium. Contoh : Rhizopus oryzae = jamur tempe R. Stolonifer = berperan dalam pembutan tempe dan roti R. Oligosporus = berperan dalam pembutan tempe

13

14 Ascomycota 1.Memiliki hifa bersekat 2.Memiliki alat pembentuk spora yang disebut askus. Askus tersebut berkumpul dalam badan yang disebut askokarp. Askus berbentuk seperti kantung dan menghasilkan askospora 3.Berkembang biak secara seksual dengan membentuk askopora dan berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa khusus (konidiofor) Contonya : Saccharommyces cereviceae : digunakan dalam pembuatan roti dan tape Aspergillus flavus : penghasil aflatoksin yang diduga sebagai penyebab kangker hati 1.Memiliki hifa bersekat 2.Memiliki alat pembentuk spora yang disebut askus. Askus tersebut berkumpul dalam badan yang disebut askokarp. Askus berbentuk seperti kantung dan menghasilkan askospora 3.Berkembang biak secara seksual dengan membentuk askopora dan berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa khusus (konidiofor) Contonya : Saccharommyces cereviceae : digunakan dalam pembuatan roti dan tape Aspergillus flavus : penghasil aflatoksin yang diduga sebagai penyebab kangker hati

15 Basidiomycota 1.Memiliki tubuh buah besar dan hifa bersekat dengan sambungan apit (clamp connection). 2.Berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidiospora dan berkembang biak secara aseksual dengan membentuk basidiospora 3.Basidiospora adalah spora yang terdapat dalam basidium (tubuh buah yang berbentuk seperti gada). Contoh : Volvariella volvaceae (jamur merang), Auricularia polytrica (jamur kuping hitam) = biasa digunakan sebagai bahan makanan Ganoderma aplanatum = digunakan sebagai obat-obatan 1.Memiliki tubuh buah besar dan hifa bersekat dengan sambungan apit (clamp connection). 2.Berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidiospora dan berkembang biak secara aseksual dengan membentuk basidiospora 3.Basidiospora adalah spora yang terdapat dalam basidium (tubuh buah yang berbentuk seperti gada). Contoh : Volvariella volvaceae (jamur merang), Auricularia polytrica (jamur kuping hitam) = biasa digunakan sebagai bahan makanan Ganoderma aplanatum = digunakan sebagai obat-obatan

16

17 Deuteromycota 1.Memiliki cara perkembangbiakan seksual yang belum jelas, sedangkan perkembangbiakan secara aseksual dengan menghasilkan konidia dari hifa khusus yang disebut konidiafor. Memiliki hfa bersekat atau uni seluler. 2.Jika perkembangbiakan secara aseksual organisme jamur ini sudah diketahui, organisme tersebut tidak dikelompokan lagi kedalam deuteromycota. Contoh : Monilia sitophila (Jamur oncom). Tadinya jamur ini dimasukan dalam kelompok deuteromycota, tetapi setelah diketaui reproduksi secara seksualnya maka jamur ini dimasukan dalam ascomycota dan berganti nama menjadi Neurospora crassa. 1.Memiliki cara perkembangbiakan seksual yang belum jelas, sedangkan perkembangbiakan secara aseksual dengan menghasilkan konidia dari hifa khusus yang disebut konidiafor. Memiliki hfa bersekat atau uni seluler. 2.Jika perkembangbiakan secara aseksual organisme jamur ini sudah diketahui, organisme tersebut tidak dikelompokan lagi kedalam deuteromycota. Contoh : Monilia sitophila (Jamur oncom). Tadinya jamur ini dimasukan dalam kelompok deuteromycota, tetapi setelah diketaui reproduksi secara seksualnya maka jamur ini dimasukan dalam ascomycota dan berganti nama menjadi Neurospora crassa.

18 LATIHAN 1. Rhizopus sp. Digunakan dalam pembuatan tempe. Jamur ini berkembang biak secara generatif dengan membentuk … A. konidiospora B. soredium C. zygospora D. askospora E. basidiospora

19 2. Jamur berbeda dengan ganggang karena jamur… A. Bersifat eukariotik B. Ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak B. Ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak E. Mengandung klorofil D. Bersifat heterotrof C. Memiliki dinding sel

20 3. Aflatoksin dihasilkan oleh… A. Neurospora crassa A. Neurospora crassa B. Saccharomyces cereviceae B. Saccharomyces cereviceae E. Aspergillus fumigatus E. Aspergillus fumigatus C. Amanita muscaria C. Amanita muscaria D. Aspergillus flavus D. Aspergillus flavus

21 D. Amanita muscaria D. Amanita muscaria C. Penicillium notatum C. Penicillium notatum E. Volvariella volvaceae E. Volvariella volvaceae B. Rhizopus oryzae B. Rhizopus oryzae A. Aspergillus wentii A. Aspergillus wentii 4. Hifa tidak bersekat terdapat pada jamur…

22 5. Klasifikasi pada jamur di bagi menjadi???... A. 4 B. 5 C. 3 E.6 D. 2

23 6. Berapa macam proses reproduksi pada jamur?... A. 1 B. 2 C. 3 E. Semua jawaban benar D. Jawaban A dan B benar

24 A. Rhizopus oryzae A. Rhizopus oryzae B. R. stolonifer B. R. stolonifer C. R. oligosporus C. R. oligosporus E. M. mucedo E. M. mucedo D. Mucor javanicus D. Mucor javanicus 7. Nama jamur yang digunakan dalam pembuatan tempe??...

25 A. Zygomycota B. Ascomycota C. Basidiomycota E. Mycophycophyta D. Deuteromycota 8. Pada jamur divisi apa yang membentuk askospora dan berkembangbiak secara aseksual?....

26 A. 1 B. 2 C. 3 E.5 D Hifa pada jamur dapat dibagi menjadi?....

27 10. Jamur dibawah ini yang menguntungkan manusia adalah… C. Neurospora sitophila C. Neurospora sitophila D. Tinea versicolor D. Tinea versicolor E. Phytophtora infestans E. Phytophtora infestans A. Epidermophyton floocum A. Epidermophyton floocum B. Tidak ada jawaban yang benar

28 SCOR E SCOR E


Download ppt "WELCOME TO EDUCATION OF BIOLOGY loading By : Ronika Kris Safitri."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google