Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA C C Perpidahan Kalor Perpidahan KalorKelas X- Semester.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA C C Perpidahan Kalor Perpidahan KalorKelas X- Semester."— Transcript presentasi:

1 Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA C C Perpidahan Kalor Perpidahan KalorKelas X- Semester 2

2 Konduksi Konduksi Konveksi Konveksi Radiasi Radiasi Uji Kompetensi Uji Kompetensi C C PPPP eeee rrrr pppp iiii nnnn dddd aaaa hhhh aaaa nnnn K K K K aaaa llll oooo rrrr

3 Arah perpindahan energi panas ( kalor ) selalu dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah. Perpindahan kalor dapat terjadi dengan 3 cara, yaitu secara konduksi, konveksi dan radiasi. Konduksi adalah proses perpindahan kalor melalui zat, tanpa disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat itu. Sebagai zat perantara pada konduksi adalah zat padat. T1T1 T2T2 T 1 > T 2 Perpindahn Kalor 3 3

4 Q L T1T1 T2T2 A Pernyataan tersebut dapat ditulis dengan persamaan ; Besarnya perpindahan kalor secara konduksi adalah a.Sebanding dengan luas permukaan benda (A) b.Sebanding dengan beda suhu antara kedua sisi (  T ) c.Berbanding terbalik dengan panjang benda ( l ) d.Tergantung pada jenis benda/koefisien konduksivitas benda ( K ) Persamaan diatas dapat ditulis ; Harga Q/t merupakan laju perambatan kalor dan dinyatakan dengan lambang H, sehingga Q

5 Persamaan diatas dapat ditulis ; Harga Q/t merupakan laju perambatan kalor dan dinyatakan dengan lambang H, sehingga Q = banyaknya kalor yang merambat selama t sekon Q/t = H = banyaknya kalor yang merambat tiap detik atau laju perambatan kalor ( Joule/sekon ) k = koefisien konduktivitas benda ( J/m.s.K ) A= luas permukaan benda (m2) L= tebal /panjang benda (m) T = T2 – T1 = perbedaan suhu kedua permukaan ( K )

6 Konveksi adalah perpindahan kalor yang diserta partikel-partikel zat pentara itu. Konveksi ada 2 macam, yaitu konveksi alamiah dan konveksi pakasa. Konveksi alamiah Konveksi alamiah terjadi karena perbedaan masa jenis. Misalnya pada pemanasan air, massa jenis air yang dipanasi mengecil sehingga air yang panas naik dan diganti air yang masa jenisnya besar. Konveksi paksa Konveksi paksa terjadi karena dipengaruh oleh faktor luar, yaitu tekanan. Sebagai contoh, untuk mendapatkan udara yang lebih dingin ruangan dipasang ventilasi ( lubang aingin ), AC atau kipas angin. B. Konveksi Untuk mendinginkan mesin kendaraan digunakan radiator,pompa dan kipas angin. Pada radiator, air disirkulasikan melalui pipa-pipa dengan bantuan pompa sehingga air akan mengambil panas dari mesin mobil,dan udara panas akan dibuang melalui sirip-sirip radiator. Supaya radiator cepat dingin sirip-sirip radiator ditiup lagi dengan menggunakan kipas angin. Angin atau udara yang ditimbulkan oleh kipas angin tersebut juga merupakan konveksi paksa

7 Konveksi paksa terjadi karena dipengaruh oleh faktor luar, yaitu tekanan. Sebagai contoh, untuk mendapatkan udara yang lebih dingin ruangan dipasang ventilasi ( lubang aingin ), AC atau kipas angin. B. Konveksi

8 Radiasi adalah perpindahan kalor ( energi ) dalam bentuk gelombang elektromagnet. Perpindahan kalor dalam bentuk elektromagnet tidak memerlukan zat perantara ( medium ). 1.Gelombang mikro/radar 2.Gelombang radio 3.Sinar inframerah 4.Sinar tampak ( cahaya ) 5.Sinar ultraviolet 6.Sinar-X 7.Sinar-Y C. Radiasi Yang termasuk gelombang elektromagnet adalah :

9 Yosef Stefan ( ) menyatakan bahwa besarnya energi W dipancarkan oleh permukaan bidang tiap satuan waktu t ( daya radiasi P) persatuan luas bidang ( A ) sebanding dengan pangkat empat suhu mutlak (T4) bidang itu. Keterangan : P = daya radiasi ( watt ) W = energi radiasi ( Joule ) e = koefisien emisi / emitivitas radiasi (antara 0 dan 1 ) σ = tetapan Stefan Bolzman ( σ = 5,67 x W/m 2 K 4 A = luas penampang benda ( m 2 ) T = suhu mutlak ( K ) t = waktu atau lama radiasi ( s ) 3. Radiasi

10 Jumlah energi tiap detik ( daya radiasi ) tiap stuan luas bidang disebut intensitas radiasi atau kekuatan radiasi I = intensitas radiasi ( watt.sekon=Joule ) Benda hitam dengan e = 1, merupakan pemancar dan penyerap kalor yang paling baik. Jika benda yang suhunya T berada dalam lingkungan yang suhunya T0, maka persamaan diatas ditulis 3. Radiasi

11 Sebuah benda hitam sempurna, suhunya C, dan luas penampangnya 50 cm 2 memiliki koefisien emitivitas permukaan sebesaar 0,5. Tentukan a.Energi yang dipancarkan selama 10 detik b.Besarnya daya radiasi c.Intensitas radiasi Diketahui : T = = K e = 0,5 e = 0,5  = 5,67 x W/m 2 K 4  = 5,67 x W/m 2 K 4 A = 50 cm 2 = 50 x m 2 A = 50 cm 2 = 50 x m 2 Ditanyakan : a. W = ……., t = 10 s b. P = ……… b. P = ……… c. I = ……… c. I = ……… Jawab : W = 0,5. 5,67 x x10 -4 (4 x 10 2 ) 4.10 = x J = 36,288 J P = 0,5. 5,67 x x10 -4 (4 x10 2 ) 4 = x Watt = 3,6288 Watt I = 0,5. 5,67 x (4 x 10 2 ) 4 = 85,76 J Contoh Soal

12


Download ppt "Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA C C Perpidahan Kalor Perpidahan KalorKelas X- Semester."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google