Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Suhu dan Kalor SUHU DAN KALOR Kls X Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Suhu dan Kalor SUHU DAN KALOR Kls X Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai."— Transcript presentasi:

1

2 Suhu dan Kalor

3 SUHU DAN KALOR Kls X Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

4 Standar Kompetensi: 4. Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi Kompetensi dasar: 4.1 Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat 4.2 Menganalisis cara perpindahan kalor 4.3 Menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

5 Indikator: Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda Menganalisis pengaruh perubahan suhu benda terhadap ukuran benda (pemuaian) Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda Menerapkan Asas Black dalam berbagai masalah Menganalisis perpindahan kalor dengan cara konduksi Menganalisis perpindahan kalor dengan cara konveksi Menganalisis perpindahan kalor dengan cara radiasi Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

6 SUHU/TEMPERATUR Suhu didefinisikan sebagai derajat panas dinginnya suatu benda. Alat untuk mengukur suhu adalah termometer, termometer ini memiliki sifat termometrik zat yang berubah jika dipanaskan. Prinsip semua termometer mempunyai acuan yang sama dalam menetapkan skala yaitu titik lebur es murni dipakai sebagai titik tetap bawah, sedangkan suhu uap air yang sedang mendidih pada tekanan 1 atm sebagai titik tetap atas. Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

7 SKALA SUHU TERMOMETER Gambar 1: Perbandingan skala Celcius(C), Kelvin(K), Fahrenheit(F), dan Reamur(R) titik tetap atas(tta) d C-- l K -- g F-- s R-- c k f r titik tetap bawah(ttb) Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

8

9 LKS 1: 1. Dari gambar diatas, isilah tabel di bawah ini. TermometerTitik lebur es ( ttb ) Titik didih air ( tta ) Pembagian skala ( tta – ttb ) CKFRCKFR... …... …... … Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

10 2. Berdasarkan tabel diatas, maka: 0°C = … K = … °F = … °R 3. Menentukan hubungan antara C, K, F, dan R. a. Hubungan antara C dengan K. atau sehingga C= … atau K= …. 4. Tentukan hubungan antara dua skala suhu yang lain Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

11 PERCOB. JOULE Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

12 KALOR Kalor atau bahang adalah salah satu bentuk energi yang mengalir karena adanya perbedaan suhu dan atau karena adanya usaha atau kerja yang dilakukan pada sistem. Kalor mempunyai satuan kalori, satu kalori didefinisikan sebagai kalor yang dibutuhkan 1 gram air untuk menaikkan suhunya 1 O C. Dalam sistem SI satuan kalor adalah Joule. Satu kalori setara dengan 4,18 joule. Kalor jenis (c) adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu setiap 1kg massa benda dan setiap 1 °C kenaikan suhu. Kapasitas kalor ( C ) adalah banyaknya kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu benda setiap 1 °C. Dari kenyataan bahwa: Kalor yang diberikan pada benda sebanding dengan kenaikan suhu. Kalor yang diberikan pada benda menaikkan suhu sebanding massa benda. Kalor yang diberikan pada benda menaikkan suhu tergantung jenis benda. Maka kalor (Q) secara matematis dinyatakan: Q = ………. Apa satuan dan dimensi dari kalor jenis ? Apa satuan dan dimensi dari kapasitas kalor ?

13 PERUBAHAN WUJUD ZAT Kita kenal ada tiga wujud zat, yaitu padat, cair, dan gas. Pada umumnya semua zat pada suhu dan tekanan tertentu dapat berubah dari satu wujud ke wujud yang lain. Misalkan H 2 0 pada wujud padat berupa es, dalam wujud cair berupa air, dan dalam wujud gas berupa uap. Jumlah kalor yang diperlukan/dilepaskan saat perubahan wujud (suhu tetap) dinyatakan dengan formula : Q=m.L Q=jumlah kalor, satuannya joule. m=massa zat, satuannya kg. L=kalor laten (kalor lebur, kalor beku, kalor uap, dan kalor embun) satuannya joule/kg. ASAS BLACK Jika ada dua macam zat yang berbeda suhunya dicampurkan atau disentuhkan, maka zat yang suhunya lebih tinggi akan melepas kalor yang sama banyaknya dengan kalor yang diserap oleh zat yang suhunya lebih rendah. Q lepas = Q serap Kekekalan energi pada pertukaran kalor seperti persamaan diatas pertama kali dikemukakan oleh Black seorang ilmuwan Inggris.

14 Soal Latihan 1.Untuk mengerjakan soal perhatikan konstanta berikut; kalor lebur es 80 kal/gr; kalor jenis air.1 kal/gr°C; panas jenis es 0,5 kal/gr °C; kalor uap air 540 kal/gr. 2.Untuk menaikkan suhu aluminium yang mempunyai massa 200 gram dari 298 K menjadi 348 K diperlukan kalor 8400 joule. Tentukan kalor jenis aluminium …. J/kg K. 3.Kalor lebur suatu zat 80 kal/gr, maka kalor yang diperlukan untuk melebur 2 kg zat tersebut adalah…. 4.Berapa kalor yang diperlukan untuk mengubah 10 gr es pada 0 °C menjadi air yang suhunya 20 °C! 5.Berapa kalori yang dibutuhkan untuk menaikkan 10 gr es yang suhunya -5 °C menjadi uap yang suhunya 100 °C Kg air yang suhunya 80 °C dicampur dengan 5 kg air yang suhunya 20 °C. Suhu akhir campuran adalah… gr es pada suhu 0 °C dicampur dengan 200 gr air pada suhu 50 °C. Jika suhu akhir campuran 10 °C, tentukan kalor lebur es?

15 PEMUAIAN ZAT PADAT 1. PEMUAIAN PANJANG Dari gambar di samping, diperoleh a.l t = … atauΔl = …. b.Koefisien muai panjang(α) suatu bahan adalah perbandingan antara pertambahan panjang(Δl) terhadap panjang mula-mula(lо) persatuan kenaikan suhu(Δt). Secara matematis dinyatakan: α = …atauΔl = …, sehinggal t = ……………… c. Apa satuan α dan tuliskan dimensinya. lolo ltlt ΔlΔl l o = initial length l t = panjang pada suhu t Δl = the length increases t o = suhu awal t = suhu akhir α = coefficient of linier expansion Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

16 2. Pemuaian Luas. Darigambar di samping, diperoleh a.A t = …atauΔA = …. b. Koefisien muai luas(β) suatu bahan adalah perbandingan antara pertambahan luas (ΔA) terhadap luas mula-mula (Aо) persatuan kenaikan suhu(Δt). Secara matematis dinyatakan: β = …atauΔA = …, sehingga A t = ……………… c.Apa satuan β dan tuliskan dimensinya. AOAO ΔAΔA A o = luas mula-mula A t = luas pada suhu t ΔA = pertambahan luas t o = suhu awal t = suhu akhir Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

17 3. Pemuaian Volume Dari gambar di samping, diperoleh a. V t = …atauΔV = …. b. Koefisien muai volume( ) suatu bahan adalah perbandingan antara pertambahan volume(ΔV) terhadap volume mula- mula(Vо) persatuan kenaikan suhu(Δt). Secara matematis dinyatakan: = …atauΔV = …, sehingga V t = ……………… c.Apa satuan dan tuliskan dimensinya. VOVO ΔVΔV VtVt V o = volume mula-mula V t = volume pada suhu t ΔV = pertambahan volume t o = suhu awal t = suhu akhir Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

18 4. Hubungan antara α, β, dan Persegi mula-mula mempunyai panjang sisi 1m, dipanaskan sampai suhunya naik 1 K. Akibat pemanasan sisi persegi bertambah menjadi ( 1 + α ), maka: Luas mula-mula, Ao = 1 m² Luas akhir, At = ( 1 + α )² = …. selisih luas, ΔA = At – Ao = …. sehingga koefisien luas (β) = ….. karena α sangat kecil maka nilai α² dapat diabaikan. Jadi β = ….. αatau α = … β Dengan cara yang sama cari hubungan α dg AOAO AtAt Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

19 PEMUAIAN ZAT CAIR Formula: V t = V O ( 1 + Δ t ) Keterangan: = koef. Muai volume zat cair (diket. Dari data muai volume zat cair) Penyelesaian: Diket:Ditanya: V t ? V O = 2 liter Δt = 50 O C-20 O C= 30 O C = / O C Jawab: V t = VO ( 1 + Δ t ) = 2 ( ) = 2 (1,0063) = 2,0126 liter Contoh: Air sebanyak 2 liter bersuhu 20 O C dipanaskan dalam panci hingga suhunya 50 O C. Berapa volume air setelah dipanaskan?(γ= / O C) Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

20 PEMUAIAN GAS Formula: V t = V O ( 1 + Δ t ) Keterangan: = koef. Muai volume gas = 1/273 T = suhu harus dlm Kelvin Maka formula dapat dalam bentuk: Contoh: Gas sebanyak 2 liter bersuhu 27 O C. Berapa volume gas setelah dipanaskan hingga suhunya 77 O C? Penyelesaian: Diket:Ditanya: V 2 ? V 1 = 2 literT 1 = = 300 K T 2 = = 350 K Jawab: Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

21 Soal Latihan: Pemuaian 1.Sebatang rel kereta api panjangnya 10 m dan suhu awalnya 30 O C. Karena gesekan dengan roda kereta api suhu rel menjadi 60 O C. Jika koefisien muai panjang rel 1, /K, tentukan jarak renggang minimal yang aman pada tiap sambungan agar tidak mengalami pembengkokan pada suhu 60 O C? 2.Sebuah batang logam mula-mula mempunyai panjang 1m, setelah dipanaskan hingga perubahan suhunya 100 K, batang bertambah panjang 1/5000 m. Koefisien muai panjang batang logam tersebut adalah…. 3.Sebatang perak suhu awalnya 40 O C dipanaskan sehingga suhunya naik menjadi 90 O C. Setelah diteliti ternyata batang perak tersebut bertambah panjang 0,19 mm. Jika koefisien muai panjang perak / O C. Berapakah panjang mula-mula batang perak ? 4.Keping tembaga panjang 10 cm, lebar 10 cm, dan suhunya 20 O C. Bila koefisien muai panjang tembaga 1, / K. Berapakah luas keping tersebut bila suhunya dinaikkan menjadi 80 O C? Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

22 5. Suatu balok besi berukuran 4 cm x 10 cm x 5. cm Hitunglah perubahan volume ketika temperaturnya dinaikkan dari 15 O C ke 65 O C! (koefisien muai panjang besi / O C). 6. Pada suhu 10 O C sebuah gelas kaca volumenya 1000 mL penuh berisi alkohol. Jika gelas dipanaskan sehingga suhu gelas dan alkohol 50 O C. Berapakah alkohol yang tumpah? (koef. muai panjang gelas kaca = / O C dan koef. muai alkohol= / O C). 7. Gas mula-mula mempunyai volume V 1. Jika gas dipanaskan pada tekanan tetap sehingga volumenya menjadi tiga kali dari semula. Berapakah suhu gas harus dinaikkan ? (jawaban dalam satuan celcius) Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

23 PERAMBATAN KALOR 1.Konduksi Perambatan kalor secara konduksi terjadi pada logam yang dipanaskan. Partikel-partikel logam tidak berpindah, perpindahan kalornya terjadi secara berantai oleh partikel yang bergetar semakin cepat pada saat kalor yang masuk logam semakin besar dan getaran partikel akan memindahkan kalor pada partikel disampingnya, demikian dan seterusnya. (cari contohnya perambatan kalor dalam kehidupan sehari-hari, minimal 3 contoh) Formula: (Q/t)= laju perpindahan kalor (J/s=W) A = luas penampang (m 2 ) L = panjang bahan (m) K = kondusivitas bahan (W/m.K) Δ T = selisih suhu ( O C atau K) Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

24 2. Konveksi Perpindahan kalor secara konveksi terjadi pada zat cair dan gas. Pada perpindahan kalor ini bagian yang mendapat kalor partikel-partikelnya akan berpindah ke suhu yang lebih rendah, demikian dan seterusnya sehingga terjadi arus konveksi. (cari contoh perambatan kalor ini dalam kehidupan sehari-hari, minimal 3 contoh) Formula: (Q/t)= laju perpindahan kalor (J/s=W) A = luas penampang (m 2 ) h = koef. konveksi (W/m 2.K) Δ T = selisih suhu ( O C atau K) Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

25 3. Radiasi/ Pancaran Proses perpindahan kalor secara radiasi terjadi dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah yang terpisah di dalam ruang, bahkan terjadi di ruang hampa. Jadi perpindahan kalor secara radiasi tanpa memerlukan medium (zat perantara) dan dalam perambatannya dalam bentuk gelombang elektromagnetik. (cari contoh perambatan kalor ini dalam kehidupan sehari-hari, minimal 3 contoh) Formula: (Q/t)= laju perpindahan kalor (J/s=W) A = luas penampang (m 2 ) σ = koef. Stefan-Boltzman (W/m 2.K 4 ) = 5,67 x T = suhu permukaan benda (K) ε = emisivitas bahan Satu benda Dua benda Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

26 Soal Latihan: Perpindahan Kalor 1.Sebatang logam (k=4,2x10 -1 kj/s.m.K) memiliki luas penampang m 2 dan panjang 2x10 3 m.Hitunglah jumlah kalor yang dirambatkan oleh batang logam selama 4 menit. 2.Bola memiliki radius 2 cm dan dan emisivitanya 0,8.Jika bola menyerap energi kalor dari lingkungannya sebesar 4,536 π j/s. Berapakah suhu bola tersebut? 3.Silinder logam (T1=250 O C) dengan diameter 10 cm dan panjang 20 cm dimasukkan ke dalam bak air sehingga air mendidih (Ta=100 O C). Jika h=500 W/m 2. O C, hitunglah laju perpindahan kalor secara konveksi dari logam tersebut. Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai

27 Close


Download ppt "Suhu dan Kalor SUHU DAN KALOR Kls X Halinis, S.Si SMA Negeri 3 Dumai."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google