Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAHAN JUMPA PERS AKHIR TAHUN 2011

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAHAN JUMPA PERS AKHIR TAHUN 2011"— Transcript presentasi:

1 BAHAN JUMPA PERS AKHIR TAHUN 2011
Menjangkau Mereka Yang Tak Terjangkau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, 30 Desember 2011 1

2 AGENDA I. PENDAHULUAN II. HAL MENONJOL SEPANJANG 2011
III. RENCANA KERJA SEPANJANG 2012 IV. PERMEN LARANGAN PUNGUTAN V. MONITORING MEDIA 2 2

3 I PENDAHULUAN

4 Ucapan Terima Kasih Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota
Kementerian dan Lembaga yang terkait dengan Tupoksi Pendidikan dan Kebudayaan Jajaran Internal Kemdikbud Organisasi yang bergerak di bid. Dikbud, Media dan Masyarakat

5 Garis Besar Kebijakan Kemdikbud Tahun 2012
Melanjutkan Arah Kebijakan “Keramahan Sosial” yang Terus diperluas dengan tema: “Menjangkau Mereka yang Tak Terjangkau” Beberapa hal dilakukan antara lain: Membangun Infrastruktur Pendidikan di Wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Terbelakang)  Membangun Sekolah Berasrama, Termasuk Menyiapkan Guru. Memperlus Jangkauan Bantuan bagi Siswa dari Keluarga Kurang Mampu (Miskin): Bidik Misi dan Subsdidi Siswa Miskin  Bukan hanya menambah jumlah anggaran, sebesar Rp 3,9 Triliun, tapi juga menambah target sasran sebanyak 6,1 juta siswa.

6 3. Membangun Dua Institut Teknologi Baru di Sumatera dan di Kalimantan.
Perubahan dari Tender ke Swakelola  Perubahan Besar yang Diharapkan Bukan Saja Dapat Meningkatkan Kualitas Bangunan, tapi Juga untuk Mempraktekkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Memilih Percetakan UN Terseleksi dengan Persyaratan Memiliki Sertifikat “Security Printing”. Menyiapkan Pembangunan Institut Seni dan Budaya  Bagian dari Menjalankan Tupoksi Kebudayaan. Meninggalkan Pendekatan Proporsional ke arah Pendekatan Keadilan (justice) Dibentuknya BLU untuk Mengelola Dana Abadi Pendidikan untuk Keperluan Pengembangan SDM Pendidikan (Beasiswa)

7 KEIKUTSERTAAN DALAM PROGRAM MP3EI
UNTUK PEMENUHAN SDM Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan (UU 20/2003 pasal 18) Pendidikan kejuruan merupakan subsistem pendidikan yang secara khusus membantu peserta didik dalam mempersiapkan diri memasuki lapangan kerja

8 Capaian Palaksanaan Inpres
Jumlah Rencana Aksi Perkiraan B12 Inpres 3 Tahun 2010 5 1 4* - Inpres 9 Tahun 2011 Inpres 14 Tahun 2011 15 13 1** Catatan: *) Termasuk pembangunan PAUD Terpadu sebagai pengganti TK-SD Satu Atap **) Monitoring DAK = pencapaian %; = pencapaian >100%; = pencapaian 51-75%; = pencapaian < 50%; Catatan:

9 Anggaran BOS dan Subsidi Siswa Miskin Tahun 2012
(Rp. 000) No. Out Put Sasaran Satuan Biaya Anggaran 1. BOS SD siswa 580 2. BOS SMP siswa 710 3. Rintisan BOS SMA siswa 125 4. Rintisan BOS SMK siswa 5. Penyelenggaraan Pendidikan Khusus siswa 814 6. Siswa SD Penerima Subsidi Miskin siswa 364 7. Siswa SMP Penerima Subsidi Miskin siswa 600 8. Siswa SMA Penerima Subsidi Miskin siswa 787 9. Siswa SMK Penerima Subsidi Miskin siswa 786 10. Subsidi Mhs Berprestasi dari Keluarga Tidak Mampu mhs 4.200 11. Bantuan Beasiswa Bidik Misi a. Angkatan Baru - Beasiswa - Biaya Kedatangan - Biaya Pendaftaran mahasiswa mahasiswa calon mhs 6.000 1.500 175 b. On Going mahasiswa 12.000 TOTAL

10 HAL MENONJOL SEPANJANG 2011
II HAL MENONJOL SEPANJANG 2011

11 1. Status Disclaimer

12 2. Berubahnya Nomenklatur Kemdiknas

13 Peraturan Presiden Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara

14 Pendidikan, Bahasa, dan Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Internalisasi Peradaban Tuhan Pembelajaran Bahasa Pengetahuan Manusia Pikiran Perasaan Masyarakat (pengalaman) Interaksi Abstraksi Ekspresi Teknologi Eksistensi Budaya Logika Etika Estetika Seni Alam Pembudayaan Aktualisasi Membentuk Insan Indonesia yang Beradab Berpengetahuan Berbudaya Internalisasi dan aktualisasi membentuk siklus proses yang menghasilkan perbaikan berkesinambungan (continuous improvement) sehingga pengetahuan dan budaya menjadi dinamis dan peradaban menjadi berkembang sesuai tuntutan perubahan zaman

15 Rantai Nilai Kebudayaan
Warisan Budaya dan Sejarah Nilai Sejarah dan Budaya Pembudayaan Pengembangan Eksplorasi Pemeliharaan Perlindungan Dokumentasi Pendaftaran Ratifikasi Pemajangan Perumusan Penyerapan Penciptaan Perlindungan Pengukuran Diseminasi Diplomasi Promosi Internalisasi Aktualisasi Produk SDM - Kompetensi - Sertifikasi Sarana dan Prasarana

16 RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN SEKRETARIAT DITJEN DIREKTORAT PELESTARIAN BUDAYA DAN LINGKUNGAN BERSEJARAH DIREKTORAT PEMBINAAN NILAI SEJARAH, BUDAYA, DAN FILM DIREKTORAT PEMBUDAYAAN MASYARAKAT DIREKTORAT PENGEMBANGAN BUDAYA DIREKTORAT PEMBINAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME

17 3. Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

18 Penyaluran BOS 2011 mengalami banyak kendala dan hambatan terutama dari sisi ketepatan waktu, sehingga berdampak pada prinsip pengelolaan sekolah wajib belajar 9 tahun (semaraknya pungutan) SAMPAI 29 DESEMBER 2011 Triwulan ke Sisa Kab./Kota Belum Mencairkan 3 28 4 258

19 Perbandingan Pencairan Dana BOS 2010 dan 2011
Triwulan 1 Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 2010 2011

20 Perbandingan Pencairan Dana BOS 2010 dan 2011
Triwulan 2 Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 2010 2011 s.d. 5 Desember 2011 masih ada 2 Kabupaten belum mencairkan BOS Triwulan II Kab. Memberamo Tengah, Papua Kab. Pegunungan Bintang, Papua

21 Perbandingan Pencairan Dana BOS 2010 dan 2011
Triwulan 3 Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 2010 2011 s.d. 5 Desember 2011 masih ada 44 Kabupaten/Kota belum mencairkan BOS Triwulan III

22 4. Rehabilitasi Ruang Kelas SD
Rusak Berat 12,3%

23 Rehabilitasi Ruang Kelas SD
Jumlah Sekolah % RK SD Negeri 92,42% SD Swasta 90.144 12.689 7,58% Nasional 100% SD Negeri (58,76 %) 87,18% SD Swasta 77.679 (8,64 %) 12,82% Jumlah (67,40 %) 100% Baik 67,4% Rusak Sedang 20,3% Rusak Berat 12,3% SD Negeri (11,54 %) 93,81% SD Swasta 6.841 (0,76 %) 6,19% Jumlah (12,30 %) 100% SD Negeri (18,76 %) 92,42% SD Swasta 13.834 (1,54 %) 7,58% Jumlah (20,30 %) 100% Sumber Rembuk Nasional Tahun 2011

24 Rehabilitasi Ruang Kelas SMP
Ruang Belajar Jumlah Sekolah % RB SMP Negeri 19.425 71,33 % SMP Swasta 85.528 11.758 28,67 % Nasional 31.183 100 % SMP Negeri (39,32 %) 67,82 % SMP Swasta 55.655 (18,66 %) 32,18% Jumlah ( 57,98 %) 100 % Baik 57,98 % Rusak Sedang 27,79% 82.892 Rusak Berat 14,23 % 42.428 SMP Negeri 31.520 (10,57 %) 74,29 % SMP Swasta 10.908 (3,66 %) 25,71 % Jumlah 42.428 (14,23 %) 100 % SMP Negeri 63.927 (21,43%) 77,12 % SMP Swasta 18.965 (6,36 %) 22,88 % Jumlah 82.892 (27,79 %) 100 % Sumber Rembuk Nasional Tahun 2011 & Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) 2011

25 Distribusi Ruang Kelas Rusak Berat Per Provinsi, Tahun 2010/11
SD (negeri dan swasta) SMP (negeri dan swasta) 12.3% 14.2% Total = Total =

26 Anggaran Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Berat SD – SMP TA 2011
(Juta Rupiah) Jenjang Total Kebutuhan Rencana Rehabilitasi 2011 Jumlah Ruang Kelas Rusak Berat Jumlah Kebutuhan Anggaran Jumlah Ruang Kelas Jumlah Anggaran SD 18.000 SMP 42.428 3.500 TOTAL 21.500 APBN-2011 Rp. 0,7 T DAK-2011 Rp. 2,1 T

27 Perkembangan Kegiatan Rehabilitasi Tahun 2011(APBN)
A. Sasaran dan Alokasi Dana (Rp. Juta) No. Jenjang Jumlah Sasaran Alokasi Dana Sekolah Ruang Provinsi Kab/Kota 1 SD 2.991 8.712 29 171 2 SMP 601 1.401 8 42 Jumlah 3.592 10.113 B. Perkembangan Penyaluran Dana (Rp. Juta) No. Jenjang Jumlah Dana yang Disalurkan Sekolah Ruang Provinsi Kab/Kota % 1 SD 2.991 8.712 29 171 100 2 SMP 601 1.401 8 42 3.592 10.113

28 Perkembangan Fisik Rehabilitasi SD dan SMP (persen) (Status: 22 Desember 2011)
Kategori perkembangan fisik:

29 SDN Babakan Madang 01 Kabupaten Bogor: Kondisi Awal

30 SDN Babakan Madang 01 Kabupaten Bogor ( Status: 24 Desember 2011)

31 SDN ASAM TIGA KABUPATEN KUPANG: Kondisi Awal

32 SDN ASAM TIGA KABUPATEN KUPANG ( Status: 24 Desember 2011)

33 5. Diskriminasi Positif untuk NTT dan Lombok Utara

34 Indeks Pembangunan Manusia (IPM)Tahun 2009
Nasional NTT Rendahnya IPM Prov NTT Rata-rata Nasional = 71,4 Rata-rata NTT tahun = 66,6 Sumber: BPS (2010)

35 Angka Harapan Hidup (AHH) Tahun 2009
Nasional NTT Rendahnya AHH Prov NTT Rata-rata Nasional = 68,6 Rata-rata NTT tahun 2009 = 67,3 Sumber: BPS (2010)

36 Presentase Angka Melek Huruf Tahun 2009
Nasional Rendahnya % Angka Melek Aksara Prov NTT NTT Rata-rata Nasional = 93,2 Rata-rata NTT tahun 2009 = 88,0 Sumber: BPS (2010)

37 Rata-rata Lama Sekolah Tahun 2009
Nasional NTT Rendahnya rata-rata lama sekolah Prov NTT Rata-rata Nasional = 7,9 Rata-rata NTT tahun 2009 = 6,6 Sumber: BPS (2010)

38 Kondisi Papua: UPAYA PERCEPATAN PENUNTASAN WAJAR DIKDAS: SD/MI
...pada akhir tahun 2014 ditargetkan APM-SD/MI Papua Barat sama dengan rata-rata nasional yang ditargetkan dalam RPJMN ... SD/MI Papua tertinggal 12,6 Tahun dibanding Rerata Nasional APM SD/MI + 1,33 % APM  siswa Capaian Nasional NO USIA PENDUDUK JUMLAH 2010 1 USIA 7-12 NASIONAL 2 USIA 7-12 PROV. PAPUA

39 PERCEPATAN PENUNTASAN WAJAR DIKDAS: SMP/MTs
...pada akhir tahun 2014 ditargetkan APM-SMP/MTs Papua Barat sama dengan rata-rata nasional yang ditargetkan dalam RPJMN ... APM SMP/MTS + 3,65 % APM  siswa SMP/MTs Papua tertinggal 15,8 Tahun dibanding Rerata Nasional Capaian Nasional NO USIA PENDUDUK JUMLAH 2010 1 USIA NASIONAL 2 USIA PAPUA

40 Kondisi Papua Barat: PERCEPATAN PENUNTASAN WAJAR DIKDAS: SD/MI
...pada akhir tahun 2014 ditargetkan APM-SD/MI Papua Barat sama dengan rata-rata nasional yang ditargetkan dalam RPJMN ... APM SD/MI SD/MI Papua Barat tertinggal 24,3 Tahun dibanding Rerata Nasional + 2,34 % APM  siswa Capaian Nasional NO JUMLAH PENDUDUK JUMLAH 1 USIA 7-12 NASIONAL 2 USIA 7-12 Papua Barat

41 PERCEPATAN PENUNTASAN WAJAR DIKDAS: SMP/MTs
...pada akhir tahun 2014 ditargetkan APM-SMP/MTs Papua Barat sama dengan rata-rata nasional yang ditargetkan dalam RPJMN ... APM SMP/MTS SMP/MTs Papua Barat tertinggal 17,8 Tahun dibanding Rerata Nasional + 3,99 % APM  4.243 siswa Capaian Nasional NO JUMLAH PENDUDUK JUMLAH 1 USIA NASIONAL 2 USIA Papua Barat 66.225

42 Latar Belakang Kondisi Pembangunan di Provinsi NTT yang relatif tertinggal, termasuk bidang pendidikan, dibandingkan dengan wilayah lain. Pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional Provinsi NTT mempunyai potensi ekonomi yang dapat mendorong pembangunan ekonomi yang lebih tinggi Pembangunan pendidikan mempunyai peran penting dalam mendukung pembangunan ekonomi

43 Latar Belakang (lanjutan...)
Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2011 tentang RKP 2012 Percepatan Pembangunan Nusa Tenggara Timur dengan fokus pada: pengembangan sentra produksi komoditas unggulan pertanian, peternakan serta produksi rumput laut dan garam; pengembangan pariwisata; pengembangan infrastruktur untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan dan pariwisata serta penyediaan infrastruktur sosial dasar bagi warga pendatang baru (eks Timor-Timur); peningkatan kualitas sumberdaya manusia; serta pembangunan daerah tertinggal dan kawasan strategis.

44 Tujuan Diperolehnya pemahaman yang sama diantara para pemangku kepentingan mengenai identifikasi masalah, tantangan, sasaran dan langkah-langkah strategis percepatan pembangunan pendidikan di Provinsi NTT. Diperolehnya kesepakatan antara Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan masyarakat mengenai Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Pendidikan Provinsi NTT.

45 Anggaran Percepatan Pembangunan Pendidikan Daerah Tertinggal Prov NTT
(ribu rupiah)

46 Anggaran Percepatan Pembangunan
Pendidikan Daerah Tertinggal Kab. Lombok Utara (dalam ribuan)

47 6. Program Bidik Misi

48 BIDIK MISI Program Bantuan Dana Pendidikan untuk Lulusan SMA/SMK/MA/Paket C Memasuki Perguruan Tinggi Negeri di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama yang Berasal dari Keluarga Miskin (Tidak Mampu), Namun Memiliki Potensi Akademik Baik. Selama di Perguran Tinggi Penerima Bidik Misi Bebas dari Uang Kuliah Selama 4 tahun (Hingga Lulus) dan Tiap Bulan Menerima Biaya Hidup yang Besarnya Antara Rp 500 Ribu sampai Rp 600 Ribu. Pada Tahun 2011, Besar Biaya Hidup Per Mahasiswa Per Bulan Dinaikkan Minimal Rp 600 Ribu.

49 KATEGORI CAPAIAN IPS < 2,00 709 (4,34%) 36 (2,59%) 31 (2,19%)
Nilai IPS S1 (KEMDIKNAS) Politeknik S1 (KEMENAG) < 2,00 709 (4,34%) 36 (2,59%) 31 (2,19%) 2,00 – 2,74 2.832 (17,33%) 172 (12,40%) 71 (5,03%) 2,75 – 3,50 9.605 (58,77%) 856 (61,72%) 717 (50,81%) 3,51 – 3,99 3.050 (18,66%) 305 (21,99%) 573 (40,61%) 4,00 146 (0,90%) 18 (3,30%) 19 (1,36%)

50 Ringkasan IPS Penerima Bidikmisi 2010
Hasil studi mahasiswa penerima Bidikmisi 2010 sangat menggembirakan. IPS rata-rata mahasiswa penerima Bidikmisi yang kuliah di Perguruan Tinggi di lingkungan Kemenag adalah lebih baik dibandingkan dengan rata-rata IPS mahasiswa penerima Bidikmisi yang kuliah di Perguruan Tinggi di lingkungan Kemdiknas. IPS rata-rata mahasiswa perempuan penerima Bidikmisi adalah lebih baik dibandingkan IPS rata-rata mahasiswa laki-laki penerima Bidikmisi. IPS rata-rata mahasiswa penerima Bidikmisi di UNHAS (3,42) adalah terbaik dibandingkan dengan IPS rata-rata mahasiswa penerima Bidikmisi di Perguruan Tinggi di lingkungan Kemdiknas. IPS rata-rata mahasiswa penerima Bidikmisi di IAIN GORONTALO (3,54) adalah terbaik dibandingkan dengan IPS rata-rata mahasiswa penerima Bidikmisi di Perguruan Tinggi di lingkungan Kemenag. Sekitar 70 % dari mahasiswa penerima Bidikmisi di POLITEKNIK PERIKANAN TUAL, IPS rata-ratanya kurang dari 2.0.

51 Kesimpulan Program Bidikmisi telah berhasil memberi kesempatan kepada mahasiswa tidak mampu untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi. Rata-rata Indeks Prestasi Semester (IPS) mahasiswa penerima Bidikmisi tahun 2010 telah memenuhi target program bidikmisi, yaitu lebih dari 3.0. Perlu ditindak lanjuti terhadap mahasiswa penerima bidik misi yang mempunyai Indeks Prestasi kurang dari 2.00 agar keberlanjutan studi dapat dipertahankan sampai akhir masa studi. Perlu dilakukan peningkatan jumlah penerima Bidikmisi dengan melibatkan BUMN dan perusahan swasta.

52 7. Formula Ujian Nasional 40:60

53 Penurunan Ketidaklulusan Siswa SMA berdasarkan Hasil UN Murni
Tahun % Tidak Lulus SMA+MA (N+S) per provinsi, T.A. 2009/ 2010 % Tidak Lulus SMA+MA (N+S) per provinsi, T.A. 2010/2011 Turun 1,42% Nasional = 10.07% Nasional = 8,65%

54 Penurunan Ketidaklulusan Siswa SMK berdasarkan Hasil UN Murni
Tahun % Tidak Lulus SMK (N+S) per provinsi, T.A. 2009/ 2010 % Tidak Lulus SMK (N+S) per provinsi, T.A. 2010/2011 Turun 3,46% Nasional = 10,70% Nasional = 7,24%

55 DAMPAK INTERVENSI KEBIJAKAN
Perbandingan rerata nilai UN-Murni dan % kelulusannya pada 100 Kab/Kota yang mendapatkan intervensi kebijakan pada tahun 2010 SEKOLAH RERATA NILAI UN-MURNI % KELULUSAN BERDASAR UN MURNI 2010 2011 SMA 6,16 6,78 62,55 76,99 SMK 5,94 6,14 58,2 73,78 SMA UN Tahun 2010 SMK UN Tahun 2010 6,16 5,94 UN Tahun 2011 UN Tahun 2011 6,78 6,14

56 Kesimpulan Intervensi kebijakan pada 100 Kab./Kota yang punya nilai UN terendah pada TA.2009/2010 membuahkan hasil yang sangat baik. Berdasar nilai UN-murni, terjadi peningkatan rata-rata kelulusan 14,44% (SMA/MA) dan 15,58% (SMK). Intervensi kebijakan perlu diteruskan untuk meningkatkan mutu pendidikan pada daerah-daerah yang nilai UN-nya rendah (berdasar pemetaan hasil UN).

57 RENCANA KERJA SEPANJANG 2012
III RENCANA KERJA SEPANJANG 2012

58 1. Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun

59 Keterkaitan Wajib Belajar dengan PDB per Kapita
Wajib belajar memiliki korelasi positif yang sangat tinggi dengan nilai PDB per Kapita (koefisien korelasi r = 0,93) Y = , ,5 x R² = 0,87 Indonesia Wajib belajar adalah data terkini yang diambil dari nation master 2. PDB per kapita adalah data terkini yang diambil dari data statistik world bank 2011

60 Keterkaitan Wajib Belajar dengan GCI
Wajib belajar memiliki korelasi positif yang sangat tinggi dengan nilai GCI (koefisien korelasi r = 0,96) Indonesia Y = 2,27 + 0,22 x R² = 0,93 GCI: Global Competitiveness Index Wajib belajar adalah data terkini yang diambil dari nation master 2. Nilai indeks GCI diambil dari The Global Competitiveness Report

61 Keterkaitan Wajib Belajar dengan Indeks Pendidikan
Wajib belajar memiliki korelasi positif yang sangat tinggi dengan nilai Indeks Pendidikan (koefisien korelasi r = 0,97) Indonesia Y = 0,43 + 0,019 x R² = 0,95 Wajib belajar adalah data terkini yang diambil dari nation master 2. Nilai indeks Pendidikan diambil dari Human Development Report 2011

62 Keterkaitan Wajib Belajar dengan IPM
Kontribusi Pendidikan terhadap IPM Total lebih tinggi dibanding terhadap IPM Pendidikan saja. Ini menunjukkan Pendidikan memiliki efek pengali yang sangat tinggi terhadap kesehatan & pendapatan, dua ukuran IPM lainnya Wajib belajar memiliki korelasi positif yang sangat tinggi dengan IPM (koefisien korelasi r = 0,99) Indonesia Y = 0,23 + 0,052 x R² = 0,99 Wajib belajar adalah data terkini yang diambil dari nation master 2. Nilai IPM diambil dari Human Development Report 2011

63 BOMM/Rintisan BOS-SM Perpres No. 5 Tahun 2010 tentang RPJMN menegaskan bahwa pendidikan jenjang menengah diarahkan untuk meningkatkan potensi kebekerjaan Dalam rangka meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan menengah maka kualitas proses pembelajaran perlu terus ditingkatkan. Saat ini Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) adalah Rp90 ribu/siswa/tahun dengan cakupan 6,2 juta siswa (76% dari populasi siswa SMA/SMK). Dalam APBN Tahun 2012 satuan biaya BOMM dinaikkan menjadi Rp120 ribu/siswa/tahun yang mencakup seluruh siswa SMA/SMK (7,9 juta siswa). Pemberian BOMM ini diharapkan dapat membantu pembiayaan operasional pendidikan jenjang menengah sekaligus sebagai Rintisan BOS-SM menuju Wajar 12 tahun

64 Setiap SMA/SMK memperoleh biasa rintisan BOS-SM (BOMM) berdasarkan jumlah siswa, dengan satuan biaya Rp. 120 ribu/siswa/tahun Peningkatan daya tampung SMA/SMK, melalui pemabanguan USB dan RKB SMA/SMK Penyediaan sarana perpustakaan, laboratorium dan workshop Penyediaan dan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan Fokus 2012

65 2. Subsidi Siswa Miskin

66 Subsidi Siswa Miskin 1/2 Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya (UUD 1945). Saat ini terdapat 1,18 juta siswa putus sekolah dan 2,33 juta lulusan SD sampai SM yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena alasan faktor ekonomi. Daya tampung pendidikan dari SMP sampai SM perlu ditingkatkan untuk memenuhi target Wajar 9 tahun dan menyiapkan Wajar 12 tahun APBN Tahun 2012 diarahkan untuk menyediakan subsidi siswa miskin bagi 6,14 juta siswa, dengan nilai Rp 3,9 Triliun. 1 Subsidi Siswa Miskin SD siswa 2 Subsidi Siswa Miskin SMP 3 Subsidi Siswa Miskin SMA 4 Subsidi Siswa Miskin SMK 5 Bantuan Pendidikan Mahasiswa Miskin PT (Bidik Misi) 80.000 mahasiswa 6 Bantuan Pendidikan Calon Guru 2.000

67 Outcome Subsidi Siswa Miskin
2/2 ...pemberian subsidi siswa miskin akan menyelamatkan paling sedikit 800 ribu siswa dari putus sekolah dan memberi kesempatan bagi 740 ribu siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi... 2011 2012 Kondisi 2009/2010 SD/MI SMP/MTs SMA/MA/SMK Drop out 1,5% (465 ribu) 1,8% (228 ribu) 4,3% (389 ribu) Lulusan Tidak Melanjutkan 8,6% (445 ribu) 24,0% (1 juta) 51,7% (1,6 juta) = % drop out = % lulusan tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi Penerima subsidi siswa miskin akan dijamin keberkelanjutan pendidikannya pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi

68 Keberlanjutan dan peningkatan cakupan pemberian subsidi siswa/mahasiswa miskin (Pro-Poor Policy).
Pengurangan beban pengeluaran keluarga miskin untuk pendidikan Peningkatan angka melanjutkan siswa antar jenjang pendidikan Penurunan angka putus sekolah di semua jenjang pendidikan Penurunan kesenjangan pendidikan antara kelompok sosial ekonomi dan antar wilayah. Fokus 2012

69 3. Pembangunan Daerah Terdepan

70 Percepatan Pembangunan Pendidikan di Daerah Terdepan
8 Intervensi: SD-SMP Satu Atap USB/RKB SMK Berasrama Rehab RK Rusak Berat Tunjangan Khusus Provinsi Kabupaten KALBAR Sambas Bengkayang Sanggau Sintang Kapuas Hulu KALTIM Kutai Barat Malinau Nunukan Provinsi Kabupaten NTT Kupang TTU Belu Rote Ndao Alor PAPUA Merauke Bovendigul Peg. Bintang Keerom Kota Jayapura Supiori Provinsi Kabupaten NAD Kota Sabang SUMUT Serdang Bedagai RIAU Rokan Hilir Bengkalis Indragiri Hilir Kep. Meranti Kota Dumai KEPRI Natuna Kep. Anambas Kota Batam

71 Rencana Pembangunan Sekolah Berasrama di Daerah Perbatasan/Terpencil
SD Kelas 4-6 SMP Kelas 7-9 Satu Atap Sekolah di Tingkat Kecamatan Sekolah di Tingkat Desa SD Kelas 1-3 Atau Paket A PKBM Sekolah Kecil SD Kelas 1-3 Atau Paket A PKBM

72 Rencana Pembangunan/Pengembangan Sekolah Di Daerah Nelayan (Klaster 4)
NO KABUPATEN 1 DEMAK 9 LOMBOK TIMUR 2 INDRAMAYU 10 MAKASSAR 3 KOTA AMBON 11 MALUKU TENGAH 4 KOTA BANDAR LAMPUNG 12 MANOKWARI 5 KOTA JAKARTA UTARA 13 PACITAN 6 KOTA JAYAPURA 14 PASAMAN BARAT 7 KOTA PONTIANAK 15 SITUBONDO 8 KOTA SINGKAWANG Aceh Sumut Kepri Kaltim Sulut Maluku Utara Riau Kalbar Sumbar Gorontalo Jambi Papua Barat Kalteng Sulteng Babel Sulbar Maluku Sumsel Kalsel Sultra Bengkulu Papua Lampung DKI Sulsel Banten Jabar Jateng Jatim Bali NTB DIY NTT : Rencana Lokasi pembangunan/pengembangan sekolah daerah nelayan (klaster 4) : Daerah khusus penguatan pendidikan

73 Rencana Pembangunan Sekolah Berasrama di Daerah Perbatasan/Terpencil
SD Kelas 4-6 SMP Kelas 7-9 Satu Atap Sekolah di Tingkat Kecamatan Sekolah di Tingkat Desa SD Kelas 1-3 Atau Paket A PKBM Sekolah Kecil SD Kelas 1-3 Atau Paket A PKBM

74 Rencana Pembangunan/Pengembangan Sekolah Di Daerah Nelayan (Klaster 4)
NO KABUPATEN 1 DEMAK 9 LOMBOK TIMUR 2 INDRAMAYU 10 MAKASSAR 3 KOTA AMBON 11 MALUKU TENGAH 4 KOTA BANDAR LAMPUNG 12 MANOKWARI 5 KOTA JAKARTA UTARA 13 PACITAN 6 KOTA JAYAPURA 14 PASAMAN BARAT 7 KOTA PONTIANAK 15 SITUBONDO 8 KOTA SINGKAWANG Aceh Sumut Kepri Kaltim Sulut Maluku Utara Riau Kalbar Sumbar Gorontalo Jambi Papua Barat Kalteng Sulteng Babel Sulbar Maluku Sumsel Kalsel Sultra Bengkulu Papua Lampung DKI Sulsel Banten Jabar Jateng Jatim Bali NTB DIY NTT : Rencana Lokasi pembangunan/pengembangan sekolah daerah nelayan (klaster 4) : Daerah khusus penguatan pendidikan

75 Peta Perguruan Tinggi Baru di Daerah Terdepan
Uni. Tarakan Poli. Babel Poli. Sorong Poli. BPapan Poli. Batam Poli. Nusa Utara Uni. Babel Umrah Uni. Musamus Poli. Bengkalis 4.486 12.985 2.633 2.266 3.550 5.543 1.685 1.038 4.393 1.035 4.846 3.089 761 Uni. Teuku Umar 2.202 4.393 7.446 3.626 1.713 2.231 2.851 7.596 8.033 9.588 IT-Kalimantan 1.531 ISB 32.380 10.644 43.021 37.476 3.891 3.452 Legenda 4.496 4.679 4.273 Jumlah Mahasiswa (ribu) Jumlah Penduduk (ribu) IT-Sumatera Poli. Sampang Poli. Banyuwangi Sumber: PDPT, 2011 --- dipersiapkan berdiri __ sudah berdiri Uni. Sikka

76 4. Sertifikasi Guru

77 Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru
Upaya meningkatkan mutu sertifikasi guru merupakan salah satu instrumen untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Kegiatan yang akan dilakukan adalah penyelenggaraan seleksi awal dan perbaikan proses PLPG < 2011 2012 guru guru Uji Kompetensi Dasar Tidak Lulus Proses PLPG Sistem baru akan menjamin: Peningkatan kompetensi Kesesuaian keahlian dengan mata pelajaran yang diampu Lulus Ujian Proses PLPG Tidak Lulus Lulus Ujian Tidak Lulus Sertifikat Lulus Sertifikat PLPG= pendidikan dan Latihan Profesi Guru

78 5. Pelaksanaan Ujian Nasional 2012

79 Kriteria Kelulusan Tetap 40:60 Evaluasi Komprehensif
40% 60% Evaluasi Internal (Guru danSekolah) Evaluasi Eksternal (Pemerintah) + (kognitif + afektif + psikomotorik) (kognitif) + + Ujian Sekolah Ujian Nasional Tuntas KBM Akhlak Baik Mengukur kompetensi dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotorik siswa secara melekat dalam keseluruhan proses belajar mengajar dengan alat ukur yang dibuat oleh guru dan sekolah pada semua mata pelajaran/kegiatan. Mengukur kompetensi dalam ranah kognitif siswa dengan alat ukur yang dibuat seragam secara nasional pada mata pelajaran khusus.

80 Pelaksanaan & Pengumuman UN 2012
UN SMA/Sederajat : April 2012 Pengumuman : 24 Mei 2012 UN SMP/Sederajat : 23 – 26 April 2012 Pengumuman : 2 Juni 2012

81 Naskah Pencetakan UN dilakukan Terpusat oleh Percetakan Bersertifikat Security Printing.
Dilakukan Pengamanan Naskah dengan Memberikan Kode-kode Rahasia. Pelibatan Perguruan Tinggi Lebih Maksimal Nilai UN Menjadi Salah Satu Faktor untuk Penerimaan di Jenjang Perguruan Tinggi Melalui Jalur Undangan. Fokus 2012

82 6. Pelaksanaan BOS 2012

83 Latar Belakang Jumlah nominal BOS tahun 2012 mengalami kenaikan sekitar 40 % dari BOS 2011 (Rp 16,3 T  Rp 23,5 T), dengan harapan bisa memastikan prinsip pengelolaan sekolah Wajib Belajar 9 th berjalan dengan baik Target kita adalah memastikan bahwa, mekanisme penyaluran dan pemanfaatan BOS 2012 memenuhi prinsip ketepatan: waktu, jumlah, sasaran dan penggunaannya (peraturan dan tatalaksananya harus menjamin)

84 Mekanisme Penyaluran Dana Bos Tahun 2012 SKPD Pendidikan Provinsi
Kementerian Keuangan RI Transfer dana BOS per-provinsi sesuai PMK dana BOS 2012 Penyampaian Permendikbud alokasi dana BOS, nomor rekening dan NPHD persekolah per-Kab/Kota SKPD Pendidikan Provinsi Kas Umum Daerah Provinsi Permendagri Pengaturan Pengelolaan Dana BOS Hibah berupa uang ditransfer ke masing-masing rekening Sekolah tanpa melalui kas kab/kota Sekolah Negeri/Swasta Catatan: Penyaluran dana BOS tahun anggaran 2012 akan dilakukan melalui pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Kas Umum Daerah Provinsi, untuk selanjutnya diteruskan ke satuan pendidikan dasar baik negeri maupun swasta dalam bentuk hibah sesuai dengan daftar sekolah dan sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

85 Skema Penyiapan Penyaluran Dana BOS Tahun 2012
Kemdikbud Kemkeu Kemdagri Pemprov Pemkab Data Alokasi BOS per Kab/Kota/Prov UU APBN 2012 Pedoman Pengelolaan BOS DINAS PEND KAB/KOTA Nomor Rekening Sekolah PMK Alokasi BOS 2012 SK Dirjen Dikdas Rincian Alokasi BOS per sekolah DINAS PEND PROVINSI Naskah Hibah Penetapan Juknis BOS Penetapan dalam APBD Kas Umum Provinsi SEKOLAH

86 7. Lanjutan Program Rehabilitasi Sekolah

87 Rencana Rehabilitasi 2012*
Rencana Anggaran Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Berat SD – SMP TA (Juta Rupiah) Jenjang Total Kebutuhan Rencana Rehabilitasi 2011 Rencana Rehabilitasi 2012* Jumlah Ruang Kelas Rusak Berat Jumlah Kebutuhan Anggaran Jumlah Ruang Kelas Jumlah Anggaran SD 18.000 92.598 SMP 42.428 3.500 38.928 TOTAL 21.500 APBN-2011 Rp. 0,7 T DAK-2011 Rp. 2,1 T APBN-2012 Rp. 8,03 T DAK-2012 Rp.9 T * Sesuai RKA Kemdikbud Tahun 2012

88 8. Pembangunan National Language Center

89 Desain Gedung National Language Center
1/4 Perspektif Sisi Kiri Depan

90 Desain Gedung National Language Center
2/4 Perspektif Sisi Tengah Depan

91 9. Reformasi Birokrasi

92 PERMEN LARANGAN PUNGUTAN
IV PERMEN LARANGAN PUNGUTAN

93 Jenis Pungutan Tahun Ajaran 2010/2011 dan 2011/2012: SD
(%) Persentase SD yang melakukan pungutan untuk uang buku/LKS, pembangunan gedung, dan seragam sekolah pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2011/2012 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya Catatan: Monitoring penerimaan peserta didik baru untuk jenjang SD mencakup sekolah di 33 Provinsi pada 84 Kabupaten/Kota

94 Jenis Pungutan Tahun Ajaran 2010/2011 dan 2011/2012: SMP
(%) Persentase SMP yang melakukan pungutan untuk uang buku/LKS, pembangunan gedung, seragam sekolah, dan SPP pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2011/2012 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya Catatan: Monitoring penerimaan peserta didik baru untuk jenjang SMP mencakup 414 sekolah di 33 Provinsi pada 84 Kabupaten/Kota

95 Ruang Lingkup Permendikbud
Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah (Pasal 3) Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menerima BOS (Pasal 4 dan Pasal 5) Sekolah yang bertaraf internasional (Pasal 6) Sekolah yang dikembangkan menjadi bertaraf internasional (Pasal 6) Catatan: Sekolah adalah satuan pendidikan penyelenggara program wajib belajar yang meliputi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama termasuk Sekolah Dasar Luar Biasa, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Pertama Terbuka (Pasal 1 (1))

96 Larangan Pungutan Sekolah Pungutan Biaya Operasional Biaya Investasi
A. Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah B. Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menerima BOS : Dilarang

97 Larangan Pungutan (lanjutan)
Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang bertaraf internasional tidak boleh melakukan pungutan tanpa persetujuan tertulis dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk (Pasal 6) Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang dikembangkan menjadi bertaraf internasional tidak boleh melakukan pungutan tanpa persetujuan tertulis dari bupati/walikota atau pejabat yang ditunjuk (Pasal 6)

98 Larangan Pungutan (lanjutan)
Pasal 5 (2): Dalam keadaan tertentu jika sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menerima bantuan operasional melakukan pungutan biaya operasi, maka sekolah harus: memperoleh persetujuan tertulis dari orang tua atau wali peserta didik; memperoleh persetujuan tertulis dari komite sekolah; memperoleh persetujuan tertulis dari kepala dinas pendidikan provinsi dan kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, sesuai kewenangan masing-masing; dan memenuhi persyaratan : perencanaan investasi dan operasi yang jelas dan dituangkan dalam rencana strategis, rencana kerja tahunan, serta anggaran tahunan yang mengacu pada SNP; perencanaan investasi dan operasi diumumkan secara transparan kepada pemangku kepentingan sekolah; perolehan dana disimpan dalam rekening atas nama sekolah; perolehan dana dibukukan secara khusus oleh sekolah, terpisah dari dana yang diterima dari penyelenggara sekolah; dan penggunaan sesuai dengan perencanaan

99 Sanksi Pasal 9: pembatalan pungutan;
untuk kepala sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah berupa: teguran tertulis; mutasi; atau sanksi administratif lain sesuai ketentuan kepegawaian untuk sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat berupa pencabutan ijin penyelenggaraan.

100 V MONITORING MEDIA 2011

101 Rincian Hasil Monitoring
Jumlah Media : 26 Media Jumlah Pemberitaan : Clips Media Terbanyak Memberitakan : 1. Harian Pelita (1005 Clips) 2. Pikiran Rakyat (798 Clips) Isu Terbanyak Diberitakan : 1. UN (1425 clips) 2. Program & Kebijakan (1353 Clips) Unit Utama Terbanyak Diberitakan : 1. Dikdas (3106 clips) 2. Dikmen (2283 Clips) Nara Sumber Terbanyak Dikutip : 1. Mohammad Nuh (999 Clips) 2. Taufik Yudhi Mulyanto (301 Clips) Expanded text with bevel and shadow (Basic) To reproduce the text effects on this slide, do the following: On the Home tab, in the Slides group, click Layout, and then click Blank. On the Insert tab, in the Text group, click Text Box, and then on the slide, drag to draw the text box. Enter text in the text box, select the text, and then on the Home tab, in the Font group, select Calisto MT from the Font list and then select 60 from the Font Size list. On the Home tab, in the Paragraph group, click Center to center the text in the text box. On the Home tab, in the Font group, click Character Spacing, and then click More Spacing. In the Font dialog box, on the Character Spacing tab, in the Spacing list, select Expanded. In the By box, enter 22. Under Drawing Tools, on the Format tab, in the WordArt Styles group, click the arrow next to Text Fill, and then under Theme Colors click Tan, Background 2, Darker 50% (fourth row, third option from the left). Under Drawing Tools, on the Format tab, in the bottom right corner of the WordArt Styles group, click the Format Text Effects dialog box launcher. In the Format Text Effects dialog box, click 3-D Format in the left pane, and then do the following in the 3-D Format pane: Under Bevel, click the button next to Top, and then under Bevel click Soft Round (second row, second option from the left). Next to Top, in the Width box, enter 4 pt, and in the Height box, enter 6 pt. Under Depth, click the button next to Color, and then under Theme Colors click Tan, Background 2, Darker 50% (fourth row, third option from the left). In the Depth box, enter 6 pt. Under Contour, click the button next to Color, and then under Theme Colors click White, Background 1 (first row, first option from the left). In the Size box, enter 0 pt. Under Surface, click the button next to Material, and then under Translucent click Powder. Click the button next to Lighting, and then under Warm click Morning. Also in the Format Text Effects dialog box, click Shadow in the left pane, and then do the following in the Shadow pane: Click the button next to Presets, and under Perspective, click Perspective Diagonal Upper Left (first row, first option from the left). In the Transparency box, enter 85%. To reproduce the background on this slide, do the following: Right-click the slide background area, then click Format Background. In the Format Background dialog box, click Fill in the left pane, select Gradient fill in the Fill pane, and then do the following: In the Type list, select Radial. Click the button next to Direction, and then click From Corner (first option from the left). Under Gradient stops, click Add or Remove until three stops appear in the drop-down list. Also under Gradient stops, customize the gradient stops that you added as follows: Select Stop 1 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 45%. Click the button next to Color, and then under Theme Colors click White, Background 1 (first row, first option from the left). Select Stop 2 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 80%. Click the button next to Color, click More Colors, and then in the Colors dialog box, on the Custom tab, enter values for Red: 223, Green: 219, Blue: 211. Select Stop 3 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 100%. Click the button next to Color, click More Colors, and then in the Colors dialog box, on the Custom tab, enter values for Red: 213, Green: 208, Blue: 197.

102 Prosentase Isu yang Diberitakan
Expanded text with bevel and shadow (Basic) To reproduce the text effects on this slide, do the following: On the Home tab, in the Slides group, click Layout, and then click Blank. On the Insert tab, in the Text group, click Text Box, and then on the slide, drag to draw the text box. Enter text in the text box, select the text, and then on the Home tab, in the Font group, select Calisto MT from the Font list and then select 60 from the Font Size list. On the Home tab, in the Paragraph group, click Center to center the text in the text box. On the Home tab, in the Font group, click Character Spacing, and then click More Spacing. In the Font dialog box, on the Character Spacing tab, in the Spacing list, select Expanded. In the By box, enter 22. Under Drawing Tools, on the Format tab, in the WordArt Styles group, click the arrow next to Text Fill, and then under Theme Colors click Tan, Background 2, Darker 50% (fourth row, third option from the left). Under Drawing Tools, on the Format tab, in the bottom right corner of the WordArt Styles group, click the Format Text Effects dialog box launcher. In the Format Text Effects dialog box, click 3-D Format in the left pane, and then do the following in the 3-D Format pane: Under Bevel, click the button next to Top, and then under Bevel click Soft Round (second row, second option from the left). Next to Top, in the Width box, enter 4 pt, and in the Height box, enter 6 pt. Under Depth, click the button next to Color, and then under Theme Colors click Tan, Background 2, Darker 50% (fourth row, third option from the left). In the Depth box, enter 6 pt. Under Contour, click the button next to Color, and then under Theme Colors click White, Background 1 (first row, first option from the left). In the Size box, enter 0 pt. Under Surface, click the button next to Material, and then under Translucent click Powder. Click the button next to Lighting, and then under Warm click Morning. Also in the Format Text Effects dialog box, click Shadow in the left pane, and then do the following in the Shadow pane: Click the button next to Presets, and under Perspective, click Perspective Diagonal Upper Left (first row, first option from the left). In the Transparency box, enter 85%. To reproduce the background on this slide, do the following: Right-click the slide background area, then click Format Background. In the Format Background dialog box, click Fill in the left pane, select Gradient fill in the Fill pane, and then do the following: In the Type list, select Radial. Click the button next to Direction, and then click From Corner (first option from the left). Under Gradient stops, click Add or Remove until three stops appear in the drop-down list. Also under Gradient stops, customize the gradient stops that you added as follows: Select Stop 1 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 45%. Click the button next to Color, and then under Theme Colors click White, Background 1 (first row, first option from the left). Select Stop 2 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 80%. Click the button next to Color, click More Colors, and then in the Colors dialog box, on the Custom tab, enter values for Red: 223, Green: 219, Blue: 211. Select Stop 3 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 100%. Click the button next to Color, click More Colors, and then in the Colors dialog box, on the Custom tab, enter values for Red: 213, Green: 208, Blue: 197.

103 Isu Pemberitaan Per Bulan
UN (626) Anggaran & Biaya Pend (98) Fasilitas Pend (225) Anggaran & Biaya Pend (172) SNMPTN & PPDB (219) Prog & Kebijakan (193) Fasilitas Pend (124) Prog & Kebijakan (121) Fasilitas Pend (123) Prog & Kebijakan (92) UN (262) Prog & Kebijakan (140) UN (227) SNMPTN & PPDB (188) Anggaran & Biaya Pend (212) Prog & Kebijakan (121) Expanded text with bevel and shadow (Basic) To reproduce the text effects on this slide, do the following: On the Home tab, in the Slides group, click Layout, and then click Blank. On the Insert tab, in the Text group, click Text Box, and then on the slide, drag to draw the text box. Enter text in the text box, select the text, and then on the Home tab, in the Font group, select Calisto MT from the Font list and then select 60 from the Font Size list. On the Home tab, in the Paragraph group, click Center to center the text in the text box. On the Home tab, in the Font group, click Character Spacing, and then click More Spacing. In the Font dialog box, on the Character Spacing tab, in the Spacing list, select Expanded. In the By box, enter 22. Under Drawing Tools, on the Format tab, in the WordArt Styles group, click the arrow next to Text Fill, and then under Theme Colors click Tan, Background 2, Darker 50% (fourth row, third option from the left). Under Drawing Tools, on the Format tab, in the bottom right corner of the WordArt Styles group, click the Format Text Effects dialog box launcher. In the Format Text Effects dialog box, click 3-D Format in the left pane, and then do the following in the 3-D Format pane: Under Bevel, click the button next to Top, and then under Bevel click Soft Round (second row, second option from the left). Next to Top, in the Width box, enter 4 pt, and in the Height box, enter 6 pt. Under Depth, click the button next to Color, and then under Theme Colors click Tan, Background 2, Darker 50% (fourth row, third option from the left). In the Depth box, enter 6 pt. Under Contour, click the button next to Color, and then under Theme Colors click White, Background 1 (first row, first option from the left). In the Size box, enter 0 pt. Under Surface, click the button next to Material, and then under Translucent click Powder. Click the button next to Lighting, and then under Warm click Morning. Also in the Format Text Effects dialog box, click Shadow in the left pane, and then do the following in the Shadow pane: Click the button next to Presets, and under Perspective, click Perspective Diagonal Upper Left (first row, first option from the left). In the Transparency box, enter 85%. To reproduce the background on this slide, do the following: Right-click the slide background area, then click Format Background. In the Format Background dialog box, click Fill in the left pane, select Gradient fill in the Fill pane, and then do the following: In the Type list, select Radial. Click the button next to Direction, and then click From Corner (first option from the left). Under Gradient stops, click Add or Remove until three stops appear in the drop-down list. Also under Gradient stops, customize the gradient stops that you added as follows: Select Stop 1 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 45%. Click the button next to Color, and then under Theme Colors click White, Background 1 (first row, first option from the left). Select Stop 2 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 80%. Click the button next to Color, click More Colors, and then in the Colors dialog box, on the Custom tab, enter values for Red: 223, Green: 219, Blue: 211. Select Stop 3 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 100%. Click the button next to Color, click More Colors, and then in the Colors dialog box, on the Custom tab, enter values for Red: 213, Green: 208, Blue: 197. Prog & Kebijakan (124) Fasilitas Pend (91) Fasilitas Pend (134) Prog & Kebijakan (133) Anggaran&Biaya Pend (88) Prog & Kebijakan (53) Fasilitas Pend (63) Prog & Kebijakan (57)

104 Nilai Objektivitas Terhadap Isu Pemberitaan
Expanded text with bevel and shadow (Basic) To reproduce the text effects on this slide, do the following: On the Home tab, in the Slides group, click Layout, and then click Blank. On the Insert tab, in the Text group, click Text Box, and then on the slide, drag to draw the text box. Enter text in the text box, select the text, and then on the Home tab, in the Font group, select Calisto MT from the Font list and then select 60 from the Font Size list. On the Home tab, in the Paragraph group, click Center to center the text in the text box. On the Home tab, in the Font group, click Character Spacing, and then click More Spacing. In the Font dialog box, on the Character Spacing tab, in the Spacing list, select Expanded. In the By box, enter 22. Under Drawing Tools, on the Format tab, in the WordArt Styles group, click the arrow next to Text Fill, and then under Theme Colors click Tan, Background 2, Darker 50% (fourth row, third option from the left). Under Drawing Tools, on the Format tab, in the bottom right corner of the WordArt Styles group, click the Format Text Effects dialog box launcher. In the Format Text Effects dialog box, click 3-D Format in the left pane, and then do the following in the 3-D Format pane: Under Bevel, click the button next to Top, and then under Bevel click Soft Round (second row, second option from the left). Next to Top, in the Width box, enter 4 pt, and in the Height box, enter 6 pt. Under Depth, click the button next to Color, and then under Theme Colors click Tan, Background 2, Darker 50% (fourth row, third option from the left). In the Depth box, enter 6 pt. Under Contour, click the button next to Color, and then under Theme Colors click White, Background 1 (first row, first option from the left). In the Size box, enter 0 pt. Under Surface, click the button next to Material, and then under Translucent click Powder. Click the button next to Lighting, and then under Warm click Morning. Also in the Format Text Effects dialog box, click Shadow in the left pane, and then do the following in the Shadow pane: Click the button next to Presets, and under Perspective, click Perspective Diagonal Upper Left (first row, first option from the left). In the Transparency box, enter 85%. To reproduce the background on this slide, do the following: Right-click the slide background area, then click Format Background. In the Format Background dialog box, click Fill in the left pane, select Gradient fill in the Fill pane, and then do the following: In the Type list, select Radial. Click the button next to Direction, and then click From Corner (first option from the left). Under Gradient stops, click Add or Remove until three stops appear in the drop-down list. Also under Gradient stops, customize the gradient stops that you added as follows: Select Stop 1 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 45%. Click the button next to Color, and then under Theme Colors click White, Background 1 (first row, first option from the left). Select Stop 2 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 80%. Click the button next to Color, click More Colors, and then in the Colors dialog box, on the Custom tab, enter values for Red: 223, Green: 219, Blue: 211. Select Stop 3 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 100%. Click the button next to Color, click More Colors, and then in the Colors dialog box, on the Custom tab, enter values for Red: 213, Green: 208, Blue: 197.

105 Prosentase Pemberitaan Per Unit Utama
Expanded text with bevel and shadow (Basic) To reproduce the text effects on this slide, do the following: On the Home tab, in the Slides group, click Layout, and then click Blank. On the Insert tab, in the Text group, click Text Box, and then on the slide, drag to draw the text box. Enter text in the text box, select the text, and then on the Home tab, in the Font group, select Calisto MT from the Font list and then select 60 from the Font Size list. On the Home tab, in the Paragraph group, click Center to center the text in the text box. On the Home tab, in the Font group, click Character Spacing, and then click More Spacing. In the Font dialog box, on the Character Spacing tab, in the Spacing list, select Expanded. In the By box, enter 22. Under Drawing Tools, on the Format tab, in the WordArt Styles group, click the arrow next to Text Fill, and then under Theme Colors click Tan, Background 2, Darker 50% (fourth row, third option from the left). Under Drawing Tools, on the Format tab, in the bottom right corner of the WordArt Styles group, click the Format Text Effects dialog box launcher. In the Format Text Effects dialog box, click 3-D Format in the left pane, and then do the following in the 3-D Format pane: Under Bevel, click the button next to Top, and then under Bevel click Soft Round (second row, second option from the left). Next to Top, in the Width box, enter 4 pt, and in the Height box, enter 6 pt. Under Depth, click the button next to Color, and then under Theme Colors click Tan, Background 2, Darker 50% (fourth row, third option from the left). In the Depth box, enter 6 pt. Under Contour, click the button next to Color, and then under Theme Colors click White, Background 1 (first row, first option from the left). In the Size box, enter 0 pt. Under Surface, click the button next to Material, and then under Translucent click Powder. Click the button next to Lighting, and then under Warm click Morning. Also in the Format Text Effects dialog box, click Shadow in the left pane, and then do the following in the Shadow pane: Click the button next to Presets, and under Perspective, click Perspective Diagonal Upper Left (first row, first option from the left). In the Transparency box, enter 85%. To reproduce the background on this slide, do the following: Right-click the slide background area, then click Format Background. In the Format Background dialog box, click Fill in the left pane, select Gradient fill in the Fill pane, and then do the following: In the Type list, select Radial. Click the button next to Direction, and then click From Corner (first option from the left). Under Gradient stops, click Add or Remove until three stops appear in the drop-down list. Also under Gradient stops, customize the gradient stops that you added as follows: Select Stop 1 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 45%. Click the button next to Color, and then under Theme Colors click White, Background 1 (first row, first option from the left). Select Stop 2 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 80%. Click the button next to Color, click More Colors, and then in the Colors dialog box, on the Custom tab, enter values for Red: 223, Green: 219, Blue: 211. Select Stop 3 from the list, and then do the following: In the Stop position box, enter 100%. Click the button next to Color, click More Colors, and then in the Colors dialog box, on the Custom tab, enter values for Red: 213, Green: 208, Blue: 197.

106 ...pendidikan hari esok harus lebih baik
TERIMA KASIH ...pendidikan hari esok harus lebih baik dari hari ini... Insya Allah


Download ppt "BAHAN JUMPA PERS AKHIR TAHUN 2011"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google