Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NOVITA FARADISHA (1007133827) SITI ARDIAN (1007113581) RANI ARIYANTI( 1007135526) IFNI RIMIUNA (1007135323) BUNGA FITRIANI (1007135457)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NOVITA FARADISHA (1007133827) SITI ARDIAN (1007113581) RANI ARIYANTI( 1007135526) IFNI RIMIUNA (1007135323) BUNGA FITRIANI (1007135457)"— Transcript presentasi:

1 NOVITA FARADISHA ( ) SITI ARDIAN ( ) RANI ARIYANTI( ) IFNI RIMIUNA ( ) BUNGA FITRIANI ( )

2 POLUSI AIR  Polusi air merupakan peristiwa masuknya zat, energi, unsur/komponen lainnya di dalam air sehingga kualitas air terganggu yang mana dapat ditandai dengan adanya perubahan bau, rasa, dan warna pada air sehingga air tidak murni lagi.  Ciri-Ciri Polusi Air  · Berbau  · Berwarna  · Beracun  · Berasa

3 POLUSI AIR  Bagian ini membahas tentang penggolongan dan sumber polusi air, pengukuran air yang berkwalitas, oksigen yang dihancurkan, efek dan pengendalian, membahas mengenai ilmu bakteri dan padatan.  Sumber daya air yang tersedia itu terbatas. Sumber daya yang terbatas ini disebabkan oleh: ( a) menyalahgunakan, barang sisa dan polusi badan air dan ( b) pertumbuhan populasi manusia tak terbatas.

4 Klasifikasi  Biasanya, pencemar air dapat digolongkan berdasarkan keadaan yang ada di alam, yaitu  ( a) Oksigen dari barang sisa; ( b) Mineral tidak tersusun teratur sec. kimiawi; ( c) Sedimen; ( d) makanan tumbuhan; ( e) Campuran organik ( I)suhu; ( g) Minyak; ( h) Penyakit yang disebabkan oleh Limbah radioaktif  Hubungan antara ekosistem air dengan plankton dimakan oleh zooplankton dan kemudian mereka dikonsumsi oleh ikan, yang dimakan manusia

5 ( skema. 2.31).

6 DO  Merupakan kebutuhan dasar untuk kehidupan tanaman dan hewan di dalam air.  Mengukur kebutuhan yang berhubungan dengan organisme air adalah di sekitar 5 ppm.  Oksigen terlarut dapat berasal dari proses fotosintesis tanaman air, dimana jumlahnya tidak tergantung dari jumlah tanamannya.

7 BOD  Menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah atau mmengoksidasi bahan-bahan buangan di dalam air.  BOD L, adalah oksigen yang terakhir atau total oksigen untuk contoh air yang ditentukan yang dicemari oleh limbah dan barang sisa lain.  berikut penyamaan:-  BOD yg digunakan,= BOD L ( 1- e kt)

8  k = reaksi nilai tetap  t = waktu itu.  Percobaan dilakukan guna menentukan jumlah oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme selama lima hari untuk pembusukan sisa pada suhu 20'C  Nilai-Nilai tingkatan BOD memperoleh jenis contoh air yang berbeda memberi suatu indikasi dari masalah yang akan dikerjakan.

9 Tabel 2.12 Tingkat sisa BOD dari beberapa industry

10  Air yang hampir murni mempunyai nilai BOD kira-kira 1 ppm, dan air yang mempunyai nilai BOD 3ppm masih dianggap cukuo murni,tetapi kemurnian air diragukan jika nilai BODnya mencapai 5ppm atau lebih.  Materi yang solid dalam tubuh meningkatkan kekeruhan air dan rendahnya tingkat DO mempengaruhi kehidupan air secara drastis. Pada titik terendah DO sungai menjadi anaerobik dimana ikan tidak dapat tinggal. Hanya mereka organisme yang tidak memerlukan oksigen atau mendapatkannya dari permukaan bisa hidup.

11 Pengukuran teknik  Pengukuran teknik yang akan dibahas adalah: 1. Warna dan bau Warna dan bau adalah dua indeks umum untuk analisis fisik.  India standar lembaga {ISI 3025 (1964)} telah menetapkan standar berikut untuk warna dapat diterima banyak perairan alami. 1,245 g pottasiun chloroplatinate dicampur dengan 1 g klorida kobalt dan dibuat sampai 1 liter. Dalam hal unit Hazen memiliki nilai 500. Warna dari sampel air di bawah uji diukur againts standar ini. Bau adalah murni subjektif

12 Contoh  Dalam analisis polutan, pentingnya sampling yang tepat tidak boleh dirusak, karena setiap kesalahan sampling yang tidak benar dapat menyebabkan hasil yang salah. Para pengkomposisi dari efluen sering kali berbeda dengan kualitas dan kuantitas. Oleh karena itu, campuran sampel komposit dari Subsamples memutuskan harus digunakan sebagai sampel respresentative.

13 2. Oksigen terlarut (DO)  Merupakan kebutuhan dasar untuk kehidupan tanaman dan hewan didalam air.  Konsentrasi oksigen terlarut yang terlalu rendah akan mengakibatkan ikan-ikan dan binatang lainnya yang membutuhkan oksigen akan kkati. Sebaliknya konsentrasi okesigen terlarut yang terlalu tinggi juga mengakibatkan proses pengaratan semakin cepat karena oksigen mengikat hidrogen yang melapisi permukaan logam

14  Ketika pengumpulan sampel limbah secara berkala, alatpengumpulan sampel otomatis harus bekerja. Aspek penting lainnya dalam pengujian adalah bahwa sampel harus disimpan sedemikian rupa sehingga komposisi tidak berubah antara periode pengumpulan dan analisis. Hal ini terutama berlaku ketika sampel biologis degredable. Oleh karena itu, diharuskan untuk menutup dan menyimpan sampel dalam kondisi dingin dan kering.

15 3. Kimia Oksigen Demand (COD)  Dengan menggunakan bahan kimia pengoksidasi kuat seperti larutan kalium dikromat dalam asam sulfat, di tempat oksidasi mikroba, oksigen kimia (COD) ditentukan. Dalam metode ini sampel air setelah pengenceran ke tingkat yang sesuai dicampur dengan jumlah yang diukur dari kalium dikromat dan konsentrrasi asam sulfat. Campuran tersebut kemudian disimpan di bawah refleks selama dua jam untuk memastikan penyelesaian oksidasi. Jumlah dikromat potassiun tidak terpakai dalam reaksi ditentukan volume oleh titrasi sulfat amonium ferrous againts.

16  Jumlah menyajikan materi organik dapat teroksidasi dalam sampel dihitung dari jumlah kalium dikromat dikonsumsi dalam reaksi. Nilai COD umumnya lebih tinggi dari nilai BOD karena zat organik tertentu yang sulit untuk mendapatkan dioksidasi oleh oksidan mikroba umum dengan mudah mengalami oksidasi kimia dengan bahan pengoksidasi kuat.

17 4. Jumlah Organik Kabon (TOC)  Karbon organik total dapat diukur dengan metode analisis berikut. Sebuah sampel berair dari 5 sampai 10ml disuntikkan ke dalam tabung pembakaran mengandung katalis pada 900 C. bahan organik akan dioksidasi untuk membentuk karbon dioksida yang diukur langsung oleh analyzer non-dispersif inframerah. Anternatively, jika faciality ini tidak tersedia, karbon organik dikurangi dengan katalis nikel pada 300 sampai 400 C untuk metana, yang dapat diukur dengan detektor ionisasi nyala.Dengan demikian kandungan karbon total dalam sampel dapat dihitung dari pengukuran CO2 atau CH4.

18 5. Padatan Tersuspensi  Merupakan padatan yang menyebabkan kekeruhan air, tidak terlarut, dan tidak dapat mengendap langsung. Padatan tersuspensi terdiri dari partikel- partikel yang ukuran maupun beratnya lebih kecil dari pada sedimen, misalnya tanah liat, bahan-bahan organik tertentu, sel-sel mikroorganisme, dsb.  Sebagai contoh, air permukaan mengandung tanah liat dalam bentuk suspensi yang dapat tahan sampai berbulan-bulan.,kecuali jika keseimbangannya terganggu oleh zat-zat lain sehingga mengakibatkan terjadi penggumpalan, kemudian diikuti dengan pengendapan. Air limbah juga sering mengandung bahan yg bersifat koloid seperti protein.

19 6. Pengukuran bakteriologis  Rotifera Binatang bersel banyak yang aerobik dengan makanan utama suatu bakteri. Binatang ini digunakan sebagai petunjuk bahwa tingkat penjernihan secara biologis telah tercapai secara optimal.  Bakteri Organisme kecil bersel satu dimana benda-benda organik menembus sel dan dipergunakan sebagai makanan. Apabila jumlah makanan gizi berlebihan, maka bakteri cepat berkembang biak sampai sumber makanan tersebut habis.

20  Jamur Jamur sangat penting dalam penjernihan air. Adapun ukuran jamur berkisar antara 5-10 mikron dan dapat diidentifikasikan oleh mikroskop.  Ganggang Ganggang mempunyai ciri khas,sehongga bermanfaat pada kolam oksidasi. Ganggang dapat juga emberikan gangguan pengolahan air bersih berupa rasa dan bau yang tidak diinginkan  Protozoa Sekelompok binatang yang dijumpai pada air permukaan dan air tanah. Organisme ini memakan buangan koloid,bakteri dan binatang kecil lainnya.

21 Ada beberapa tipe polutan yang mana dapat merusak perairan, yaitu:  Mengandung bibit penyakit  Butuh banyak O 2 (Oksigen) untuk penguraiannya (sehingga kekurangan O 2 saat proses penguraian)  Bahan-bahan kimia organik dari industri  Limbah pupuk pertanian  Bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan)  Bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas

22 Penyebab Dari Timbulnya Pencemaran Air  Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda  Sampah organik seperti air comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.  Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

23 Akibat Polusi Air  Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen (O­ 2 )  Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air.  Pendangkalan dasar perairan  Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat  Akibat penggunaan pastisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan maskhluk berguna terutama predator

24  Kematian biota kuno, seperti: plankton dan lainnya bahkan burung  Mutasi sel, kanker, dan leukemia

25 Kesimpulan  Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi unsur atau komponen lain ke dalam lingkungan akibat aktifitas manusia atau proses alami. Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutan.  Akibat yang ditimbulkan polusi air dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran bayi cacat. Melakukan intensifikasi pertanian. Banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan saluran air dari penyumbatan.


Download ppt "NOVITA FARADISHA (1007133827) SITI ARDIAN (1007113581) RANI ARIYANTI( 1007135526) IFNI RIMIUNA (1007135323) BUNGA FITRIANI (1007135457)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google