Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DINAMIKA TEKNIK Jurusan Teknik Mesin – FTI - ITS Dosen Pengajar: Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc Prinsip Newton Partikel.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DINAMIKA TEKNIK Jurusan Teknik Mesin – FTI - ITS Dosen Pengajar: Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc Prinsip Newton Partikel."— Transcript presentasi:

1 DINAMIKA TEKNIK Jurusan Teknik Mesin – FTI - ITS Dosen Pengajar: Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc Prinsip Newton Partikel

2 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 2 ] Reading Quiz 1.Hukum II Newton dapat ditulis secara matematis:  F = m a. Dalam penjumlahan gaya-gaya  F, ________ tidak disertakan. A) gaya externalB) berat C) gaya internalD) semua jawaban benar. 2.Persamaan gerak sistem n-particles dapat ditulis  F i =  m i a i = m a G, dimana a G adalah _______. A) jumlah percepatan tiap partikel B) percepatan pusat massa dari sistem C) percepatan dari partikel yang terbesar D) semuanya salah.

3 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 3 ] Aplikasi Gerak benda bergantung pada gaya yang bekerja padanya. Jika gaya drag diketahui, bagaimana kita bisa menghitung percepatan atau kecepatan parasut setiap saat? Gerak parasut bergantung pada besar gaya tahanan drag oleh atmosfer untuk membatasi kecepatan jatuhnya. Bagaimana kita menghitung tegangan pada tali agar elevator bergerak dengan percepatan yang ditentukan? Apakah tegangan tali lebih besar dari berat elevator dan beban yang diangkut?

4 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 4 ] Hukum Gerak Newton Gerakan partikel mengikuti 3 Hukum Newton tenang gerak. Hukum I : sebuah partikel yang semula diam, atau bergerak lurus dengan kecepatan tetap, akan tetap dalam kondisi ini jika resultan gaya yang bekerja pada partikel tersebut sama dengan nol. Hukum II : Jika resultan gaya pada partikel tidak sama dengan nol, partikel akan dipercepat searah dengan arah resultan gaya. Besar percepatan sebanding dengan besar resultan gaya. Hukum III : Gaya aksi dan reaksi antara 2 partikel adalah sama besar, berlawanan arah, dan segaris. Hukum I dan III digunakan sebagai dasar konsep statika dan Hukum II Newton menjadi dasar kajian dinamika. Hk. II Newton tidak dapat digunakan ketika kecepatan partikel mendekati kecepatan cahaya, atau ukuran partikel sangat kecil (~ ukuran sebuah atom).

5 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 5 ] Hukum Newton tentang Gaya Tarik dimana F = gaya tarik antar 2 benda, G = konstanta umum untuk gravitasi, m 1, m 2 = massa benda, dan r = jarak antar pusat benda. Di dekat permukaan bumi, gaya gravitasi yang memiliki pengaruh adalah antara benda dengan bumi. Gaya ini disebut BERAT benda. 2 partikel atau benda memiliki gaya gravitasi yang saling tarik menarik. Newton menyatakan gaya gravitasi ini sebagai

6 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 6 ] Massa dan Berat Penting untuk memahami perbedaan antara massa dan berat benda! Massa adalah absolute property dari benda yang tidak terpengaruh oleh medan gravitasi. Massa adalah ukuran hambatan suatu benda untuk merubah kecepatannya, sebagaimana didefinisikan pada Hukum. II Newton Berat benda tidak bersifat mutlak, karena bergantung pada medan gravitasi. Berat didefinisikan sebagai Dimana g adalah percepatan akibat gravitasi.

7 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 7 ] Persamaan Gerak Gerak partikel seperti yang dinyatakan pada Hk. II Newton, keterkaitan antara ketidaksetimbangan gaya dengan percepatan pada partikel. Jika terdapat lebih dari sebuah gaya bekerja pada partikel, persamaan gerak dapat dituliskan dimana F R adalah gaya resultan, yang merupakan penjumlahan vektor semua gaya. = Free-Body DiagramKinetik Diagram

8 DINAMIKA TEKNIK Jurusan Teknik Mesin – FTI - ITS Dosen Pengajar: Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc PERSAMAAN GERAK: KOORDINAT NORMAL - TANGENSIAL

9 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 9 ] Reading Quiz 2.Arah n positif pada koordinat n-t adalah ____________. A) tegak lurus komponen tangensial B) selalu mengarah ke pusat radius curvature (lintasan) C) tegak lurus terhadap komponen bi-normal D) Semuanya benar. 1.Komponen “normal” dari persamaan gerak ditulis  F n =m a n, dimana  F n mewakili _______. A) impulseB) gaya centripetal C) gaya tangential D) gaya inersia

10 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 10 ] Aplikasi Lintasan balap dibuat miring pada belokan untuk mengurangi gaya gesek yang dibutuhkan agar kendaraan tidak sliding saat melaju dengan kecepatan tinggi. Jika kecepatan maksimum kendaraan dan koefisien gesek minimum antara roda dengan lintasan diketahui, bagaimana kita menghitung sudut (q) kemiringan lintasan yang dibutuhkan agar kendaraan tidak sliding?

11 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 11 ] Aplikasi Satelit dapat tetap berada dalam orbitnya karena menggunakan tarikan gaya gravitasi sebagai gaya sentripetal – gaya yang merubah arah kecepatan satelit. Jika jari-jari orbit satelit diketahui, bagaimana kita dapat menghitung besar kecepatan yang diperlukan agar satelit tidak keluar dari orbitnya?

12 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 12 ] Persamaan Gerak Koordinat Normal Tangensial Persamaan gerak koordinat normal tangensial dapat dinyatakan Percepatan tangensial, mewakili perubahan besar kecepatan. Partikel mengalami percepatan atau perlambatan bergantung pada arah resultan gaya tangensial. Percepatan normal, mewakili perubahan arah vektor kecepatan. Ingat, a n selalu menuju pusat lintasan lintasan.

13 DINAMIKA TEKNIK Jurusan Teknik Mesin – FTI - ITS Dosen Pengajar: Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc PERSAMAAN GERAK: KOORDINAT SILINDRIS

14 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 14 ] Reading Quiz 1.Gaya normal yang diberikan oleh lintasan kepada partikel selalu tegak lurus terhadap _________. A) garis radialB) arah transversal C) menyinggung lintasanD) semua salah. 2.Gaya gesek selalu bekerja pada arah __________. A) radialB) tangential C) transversalD) semua salah.

15 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 15 ] Aplikasi Gaya yang bekerja pada bocah 45 kg dapat dianalisa menggunakan sistem koordinat silindris. Jika kecepatan turun bocah konstan 2 m/s, dapatkah kita menghitung gaya gesek yang bekerja padanya?

16 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 16 ] Aplikasi Saat pesawat berputar vertikal seperti gambar di atas, gaya sentrifugal mengakibatkan gaya normal pilot (karena berat tubuh) lebih kecil dari yang sebenarnya. Jika pilot kehilangan berat tubuhnya di titik A, berapakan kecepatan pesawat di titik A?

17 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 17 ] Persamaan Gerak Koordinat Silinder Persamaan gerak pada sistem koordinat silindris ( r, q, dan z ) dapat dinyatakan dalam skalar sebagai: Perhatikan bahwa acuan sistem koordinat yang digunakan adalah tetap, tidak berpusat pada benda sebagaimana pada sistem koordinat n – t.

18 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 18 ] Prosedure Penyelesaian persamaan gerak Tentukan sistem koordinat yang sesuai. Koordinat rectangular, normal/tangential, atau cylindrical Gambarkan free-body diagram yang menunjukkan seluruh gaya eksternal yang bekerja pada partikel. Uraikan gaya-gaya pada masing- masing komponennya Gambarkan kinetic diagram, yang menunjukkan gaya inersia, m a. Uraikan vektor ini ke dalam komponennya yang sesuai Susun persamaan gerak dalam bentuk komponen skalarnya dan selesaikan untuk menghitung yang belum diketahui Jika perlu gambar hubungan kinematik yang tepat sebagai persamaan tambahan

19 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 19 ] Balok A dan B mempunyai massa yang sama m. koefisien gesek kinetik untuk semua permukaan adalah . Jika gaya horisontal P bekerja pada balok A. Tentukan percepatan balok A untuk masing masing kasus!

20 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 20 ] Suatu conveyor digunakan untuk memindahkan bok dengan berat 12 kg. saat mencapai titik A bok mempunyai kecepatan 2.5 m/s dengan arah searah luncuran A-B. jika koefisein gesek kinetik antara bok dan luncuran  k = 0,3 dan sudut  = Tentukan kecepatan bok saat meninggalkan titik B.

21 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 21 ] Problems Pada posisi  = 60 0 pusat massa dari anak G dalam kondisi diam. Tentukan tegangan dari 2 tali saat  = 90 0 jika kecepatan pusat massa anak saat itu 15 m/s. Massa anak diketahui 20 kg, abaikan massa dari dudukan.

22 JTM FTI-ITS DINAMIKA TEKNIK Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc [ 22 ] Problems Soarang anak dengan massa 40 kg meluncur dalam lintasan spiral dengan kecepatan konstan. Posisi anak terukur dari posisi awal lintasan r = 1.5 m,  = (0.7 t ) rad dan z = (-0.5 t ) m. dengan t dalam detik tentukan komponen F r, F  dan F z yang bekerja pada anak dari lintasan saat t = 2 s.


Download ppt "DINAMIKA TEKNIK Jurusan Teknik Mesin – FTI - ITS Dosen Pengajar: Unggul Wasiwitono, ST., MEngSc Prinsip Newton Partikel."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google