Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

8/6/041 JARINGAN PENGIKAT PENYOKONG PADAT TIDAK LUNAK BERFUNGSI UNTUK MENYOKONG: –KERANGKA SEMENTARA ATAU TETAP KOMPONEN JARINGAN: –SEL –SUBSTANSI INTERSELULER.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "8/6/041 JARINGAN PENGIKAT PENYOKONG PADAT TIDAK LUNAK BERFUNGSI UNTUK MENYOKONG: –KERANGKA SEMENTARA ATAU TETAP KOMPONEN JARINGAN: –SEL –SUBSTANSI INTERSELULER."— Transcript presentasi:

1 8/6/041 JARINGAN PENGIKAT PENYOKONG PADAT TIDAK LUNAK BERFUNGSI UNTUK MENYOKONG: –KERANGKA SEMENTARA ATAU TETAP KOMPONEN JARINGAN: –SEL –SUBSTANSI INTERSELULER SUBSTANSI DASAR: PADAT KOMPONEN FIBRILER KLASIFIKASI: –KARTILAGO –TULANG SUBOWO

2 8/6/042 KARTILAGO STRUKTUR DIBUNGKUS OLEH JARINGAN PENGIKAT: PERICHONDRIUM TIDAK MEMILIKI PEMBULUH DARAH SEL-SEL = CHONDROCYT, BERADA DALAM RUANGAN YANG DISEBUT: LACUNA; DIBUNGKUS OLEH KAPSEL KOMPONEN FIBRILER TERBUNGKUS OLEH MATRIKS PADAT KLASIFIKASI KARTILAGO HIALIN KARTILAGO ELASTIS KARTILAGO FIBROSA SUBOWO

3 8/6/043 SUBOWO CIRI KHAS JARINGAN KARTILAGO

4 8/6/044 KARTILAGO HIALIN STRUKTUR MAKROSKOPIS: –BENING, PUTIH KEBIRU-BIRUAN SEPERTI KACA MIKROSKOPIS: –DIBUNGKUS PERIKHONDRIUM –SEL-SEL DALAM LACUNA, KADANG-KADANG BERISI LEBIH DARI 1 SEL (SARANG SEL DENGAN SEL ISOGEN). –KHONDROSIT MUDA PADA PERMUKAAN –MATRIKS HOMOGEN: INDEKS SUBSTANSI DASAR = INDEKS KOMPONEN FIBRILER SERABUT KOLAGEN HALUS DAN TERSEBAR RATA SUBSTANSI DASAR KHONDROMUKO-PROTEIN MATRIKS KAPSULER=TERITORIAL, TERWARNA INTENS MATRIKS INTERTERITORIAL, TERWARNA KURANG INTENS SUB-MIKROSKOPIS –FIBRIL KOLAGEN TANPA GAMBARAN PERIODISITAS SUBOWO

5 8/6/045 SUBOWO KARTILAGO HIALIN SEL LEMAK

6 8/6/046 PERIKHONDRIUM STRUKTUR: –JARINGAN PENGIKAT PADAT IREGULER LAPISAN FIBROSA –JARINGAN PADAT FIBROSA –BANYAK MENGANDUNG SERABUT KOLAGEN LAPISAN KHONDROGENIK –MENGANDUNG FIBROBLAS –MIRIP JARINGAN KARTILAGO PADA KARTILAGO MUDA –FIBROBLAS BISA BERUBAH MENJADI KHONDROBLAS LOKASI PADA PERMUKAAN KARTILAGO, KECUALI PERMUKAAN KARTILAGO SENDI TIDAK ADA FUNGSI: –MELINDUNGI KARTILAGO –UNTUK NUTRISI KARTLAGO –PERTUMBUHAN APOSISI (LAPISAN KHONDROGENIK) SUBOWO

7 8/6/047 KHONDROGENESIS BERASAL DARI JARINGAN MESENKHIM DI DAERAH KHONDRIFIKASI: SEL-SEL MESENKHIM HILANG TONJOLANNYA MENJADI BULAT DAN SALING MENDEKAT BATAS SEL MENJADI KURANG JELAS SEL-SEL MENGHASILKAN MATRIKS HIALIN SEHINGGA SALING MENJAUH PADA SAAT YANG SAMA SEL-SEL MENGHASILKAN JUGA TROPOKOLAGEN YANG AKAN MENJADI SERABUT KOLAGEN YANG AKAN TERBENAM DALAM MATRIKS HIALIN SEL-SEL MENJADI TERPERANGKAP DALAM LAKUNA SEL-SEL TELAH MENUNJUKKAN CIRI KHONDROSIT PEMBENTUKAN PERIKHONDRIUM: –SEL-SEL MESENKHIM DISEKITAR DAERAH KHONDRIFIKASI BERUBAH MENJADI SEL-SEL DEWASA SUBOWO

8 8/6/048 SUBOWO KHONDROGENESIS

9 8/6/049 PERUBAHAN JARINGAN KARTILAGO PERTUMBUHAN –APOSISI : FIBROBLAS LAPISAN KHONDROGENIK PERIKHONDRIUM BERUBAH MENJADI KHONDROSIT –INTERSTITIAL KHONDROSIT MEMBELAH DIRI REGENERASI –PADA MAMALIA TIDAK TERJADI PEMBENTUKAN ASBESTOS –MENUNJUKKAN PROSES DEGENERASI, TAMPAK GAMBARAN BERGARIS PADA MATRIKS HIALIN DAN ELASTIS KALSIFIKASI MATRIKS –HANYA PADA KONDISI TERTENTU: MENYEBABKAN KEMATIAN KHONDROSIT SUBOWO

10 8/6/0410 SUBOWO PERTUMBUAHN INTERSTITIEL KARTILAGO

11 8/6/0411 SUBOWO PERTUMBUAHN APOSISI KARTILAGO PERIKHONDRIUM

12 8/6/0412 SUBOWO PEMBENTUKAN ASBESTOS

13 8/6/0413 KONDISI UNTUK KALSIFIKASI MATRIKS KARTILAGO KHONDROSIT TELAH DEWASA DAN HIPERTROFI HINGGA DAPAT MENGHASILKAN ENZIM ALKALI FOSFATASE CUKUP ION Ca DAN FOSFAT DALAM CAIRAN TUBUH CUKUP ENZIM ALKALI FOSFATASE UNTUK MENINGKATKAN KADAR ION FOSFAT pH BASA –ADANYA SUBSTANSI INTERSELULER SUBSTANSI ORGANIK AMORF MIKROFIBRIL KOLAGEN YANG PUNYA AFINITAS TERHADAP GARAM KALSIUM SUBOWO

14 8/6/0414 SUBOWO KONDISI UNTUK KALSIFIKASI MATRIKS KARTILAGO KHONDROSIT MATI KALSIFIKASI HIPERTROFI

15 8/6/0415 KARTILAGO ELASTIS MAKROSKOPIS –WARNA KEKUNING-KUNINGAN, TIDAK TRANSPARAN, LENTUR MIKROSKOPIS –KHONDROSIT BULAT DALAM LAKUNA, SEL-SEL ISOGEN –SUBSTANSI INTERSELULER: JARINGAN PENUH DENGAN SERABUT ELASTIS BAGIAN PERMUKAAN LEBIH LONGGAR, MELANJUTKAN DALAM SERABUT-SERABUT PERIKHONDRIUM –SULIT MENGALAMI DEGENERASI DISTRIBUSI –CUPING TELINGA, DINDING SALURAN TELINGA LUAR, TUBA EUSTACHII, EPIGLOTTIS, dan sebagian LARYNX SUBOWO

16 8/6/0416 SUBOWO KARTILAGO ELASTIS PERIKHONDRIUM

17 8/6/0417 KARTILAGO FIBROSA MAKROSKOPIS –PUTIH TIDAK TRANSPARAN, PADAT KAKU MIKROSKOPIS –KHONDROSIT DALAM LAKUNA –MATRIKS PENUH DENGAN ANYAMAN PADAT SERABUT KOLAGEN, SEHINGGA LAKUNA DENGAN ISINYA TERDESAK –MIRIP JARINGAN PENGIKAT FIBROSA PADAT –BATAS DENGAN PERIKHONDRIUM TIDAK JELAS DISTRIBUSI –DISCUS INTERVERTEBRALIS, CARTILAGO ARTICULARIS, PERLEKATAN TENDO SUBOWO

18 8/6/0418 SUBOWO KARTILAGO FIBROSA

19 8/6/0419 JARINGAN TULANG MAKROSKOPIS –KERAS, PADAT KAKU –SUBSTANTIA COMPACTA DAN SUBSTANTIA SPONGIOSA MIKROSKOPIS –DISELUBUNGI PERIOSTEUM DAN ENDOSTEUM –JARINGAN TULANG PRIMER SERABUT KOLAGEN BELUM TERATUR –JARINGAN TULANG SEKUNDER SERABUT KOLAGEN LEBIH TERATUR –KOMPONEN JARINGAN TULANG BEBERAPA JENIS SEL SERABUT KOLAGEN MATRIKS MENGALAMI PENGAPURAN TERDAPAT SISTEM PEMBULUH DARAH SUBOWO

20 8/6/0420 SUBOWO JARINGAN TULANG SUBSTANTIA COMPACTA SUBSTANTIA SPONGIOSA

21 8/6/0421 JARINGAN TULANG SEKUNDER MENGGANTIKAN JARINGAN TULANG PRIMER SEBAGAI KERANGKA TETAP SUBSTANTIA COMPACTA –OSTEON YANG MEMBENTUK SYSTEMA HAVERSI YANG TERSUSUN OLEH: LAMELLA KONSENTRIS YANG MENGANDUNG SERABUT- SERABUT KOLAGEN, TERSUSUN SPIRAL MATRIKS TULANG MENGANDUNG GARAM KAPUR SEL-SEL TULANG = OSTEOSIT BERADA DALAM LAMELA ATAU DI ANTARA LAMELA BENTUK OSTEOSIT: LONJONG PIPIH DENGAN TONJOLAN- TONJOLAN BERCABANG-CABANG OSTEOSIT TERPERANGKAP DALAM LAKUNA TONJOLAN OSTEOSIT TERPERANGKAP DALAM CANALICULI SUBOWO

22 8/6/0422 SUBOWO JARINGAN TULANG SEKUNDER

23 8/6/0423 SUBOWO GAMBARAN MIKROSKOPIK JARINGAN TULANG SEDIAAN GOSOK OSTEOSIT

24 8/6/0424 STRUKTUR TULANG SEKUNDER PADA TULANG PANJANG, OSTEON TERSUSUN MEMANJANG DI TENGAH OSTEON TERDAPAT CANALIS HAVERSI LAMELLA HAVERSI MENGELILINGI KONSENTRIS CANALIS HAVERSI OSTEON DITEMBUS OLEH CANALIS VOLKMANNI LAMELLA YANG TIDAK MENGELILINGI CANALIS HAVERSI: –LAMELLA CIRCUMFERENTIALIS EXTERNA DI BAWAH PERIOSTEUM –LAMELLA CIRCUMFERENTIALIS INTERNA DEKAT RONGGA SUMSUM TULANG –LAMELLA INTERSTITIALIS : TIDAK TERSUSUN KONSENTRIS SUBOWO

25 8/6/0425 SUBOWO OSTEON

26 8/6/0426 JARINGAN PENGIKAT PELAPIS TULANG PERIOSTEUM –MENUTUPI PERMUKAAN LUAR TULANG –JARINGAN PADAT FIBROSA DENGAN SEDIKIT SEL –DILALUI PEMBULUH DARAH YANG MELANJUTKAN DALAM JARINGAN TULANG DALAM CANALIS HAVERSI DAN CANALIS VOLKMANI –LAPISAN DALAM: LAPISAN OSTEOGENIK –PERLEKATAN DENGAN TULANG MELALUI: PEMBULUH DARAH YANG MASUK SERABUT KOLAGEN YANG DISEBUT SERABUT SHARPEY SERABUT ELASTIS (SEDIKIT) ENDOSTEUM –MELAPISI TULANG PADA RONGGA SUMSUM TULANG –LAPISAN SEL-SEL TIPIS, BERSIFAT OSTEOGENIK –MELANJUTKAN KE SELURUH RONGGA-RONGGA TULANG SUBOWO

27 8/6/0427 SUBOWO JARINGAN PENGIKAT PELAPIS TULANG PERIOSTEUM ENDOSTEUM

28 8/6/0428 KOMPONEN SEL DALAM JARINGAN TULANG SEL OSTEOPROGENITOR = SEL OSTEOGENIK –BERBENTUK GEPENG –SULIT DIBEDAKAN DENGAN FIBROBLAS DAN OSTEOBLAS –MAMPU MEMBELAH DIRI DAN MENJADI OSTEOBLAS ATAU KHONDROBLAS DAN OSTEOKLAS OSTEOBLAS –TERDAPAT BERDERET-DERET PADA PERMUKAAN –BERBENTUK KUBOID ATAU SILINDRIS PENDEK –SITOPLASMA BASOFIL BANYAK RIBOSOM –MEMBENTUK MATRIKS TULANG OSTEOSIT OSTEOKLAS SUBOWO

29 8/6/0429 KOMPONEN SEL DALAM JARINGAN TULANG SUBOWO OSTEOKLAS OSTEOBLAS

30 8/6/0430 OSTEOSIT MERUPAKAN KOMPONEN UTAMA JARINGAN TULANG BERBENTUK LONJONG GEPENG DENGAN TONJOLAN SITOPLASMA SALING BERHUBUNGAN DENGAN TONJOLAN OSTEOSIT YANG BERDEKATAN MELALUI GAP JUNCTION BADAN SEL TERPERANGKAP OLEH MATRIKS TULANG DALAM LAKUNA TONJOLAN-TONJOLAN TERPERANGKAP DALAM CANALICULI MENGHASILKAN ALKALI FOSFATASE SEPERTI OSTEOBLAS UNTUK MELEPASKAN GUGUS FOSFAT GUGUS FOSFAT PERLU UNTUK MEMBENTUK ENDAPAN GARAM KALSIUM APABILA TERLEPAS DARI LAKUNA DAPAT MENJADI SEL OSTEOPROGENITOR SUBOWO

31 8/6/0431 SEL OSTEOKLAS SEL RAKSASA (20  m  m) MULTINUKLEAR BERADA DALAM CEKUNGAN LACUNA HOWSHIP SITOPLASMA SEL DEWASA EOSINOFIL PERMUKAAN GAMBARAN “STRIATED BORDER” DENGAN ME: PERMUKAAN KASAR KARENA TONJOLAN-TONJOLAN TIDAK TERATUR DIDEKATNYA TERDAPAT GELEMBUNG-GELEMBUNG DIDUGA MENGAN DUNG ENZIM HIDROLITIK (FOSFATASE ASAM) FUNGSI : TERLIBAT DENGAN RESORBSI TULANG ASAL-USUL: –SEL OSTEOPROGENITOR SUBOWO

32 8/6/0432 SUBOWO HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN SELULER

33 8/6/0433 MATRIKS TULANG KOMPONEN –MATRIKS ORGANIK 95% SERABUT KOLAGEN TERBENAM DALAM SUBSTANSI DASAR (MUKOPOLISAKHARID DAN GLIKOPROTEIN) –GARAM ANORGANIK BAHAN MINERAL: –KALSIUMFOSFAT TERSUSUN SEBAGAI KRISTAL YANG MENEMPEL SERABUT KOLAGEN –ION SITRAT –KARBONAT –MAGNESIUM –NATRIUM SUBOWO

34 8/6/0434 PROSES KALSIFIKASI MATRIKS FAKTOR PENDUKUNG: –BAHAN MINERAL DALAM DARAH (Ca DAN FOSFAT) – pH BASA : terbentuk Ca 3 (PO 4 ) 2 SUKAR LARUT –ENZIM ALKALI FOSFATASE DARI OSTEOBLAS –HORMON PARATIROID –VITAMIN D –SERABUT KOLAGEN SEBAGAI INTI PENGENDAPAN FAKTOR PENGHAMBAT – pH ASAM AKAN TERBENTUK CaHPO 4 MUDAH LARUT SUBOWO

35 8/6/0435 PROSES RESORBSI MATRIKS TULANG RESORBSI TULANG SAMA PENTINGNYA DENGAN KALSIFIKASI PADA MATRIKS TULANG FAKTOR PENDUKUNG: – pH ASAM –SEL OSTEOKLAS YANG BERPERAN MELALUI: BERTINDAK PRIMER MELEPASKAN GARAM MINERAL YANG DISUSUL DEPOLIMERISASI MOL. ORGANIK DEPOLIMERISASI MUKOPOLISAKHARIDA DAN GLIKO- PROTEIN SEHINGGA GARAM MINERAL BEBAS BERPENGARUH LANGSUNG PADA SERABUT KOLAGEN AGAR ENDAPAN TERLEPAS SUBOWO

36 8/6/0436 PERTUMBUHAN TULANG (OSTEOGENESIS) OSTEOGENESIS DESMALIS –JARINGAN MESENKHIM MENJADI JARINGAN TULANG (TULANG DESMAL) OSTEOGENESIS ENCHONDRALIS –JARINGAN MESENKHIM MENJADI JARINGAN KARTILAGO YANG KEMUDIAN DIGANTI DENGAN JARINGAN TULANG (TULANG KARTILAGO) SUBOWO

37 8/6/0437 OSTEOGENESIS DESMALIS JENIS TULANG: –TULANG ATAP TENGKORAK, TULANG DIAFISIS JALANNYA PROSES: –JAR. MESENKHIM MENGALAMI KONDENSASI MENJADI MEMBRAN JARINGAN YG BANYAK PEMBULUH DARAH –PUSAT PENULANGAN DIMULAI ANTARA PEMBULUH DARAH –SEL-SEL MESENKHIM SALING BERHUBUNGAN MELALUI TONJOLANNYA –TERBENTUK SERABUT KOLAGEN PADA MATRIKS –SEL MESENKHIM MEMBESAR, TERLETAK BERDERET PADA PERMUKAAN MATRIKS BERBENTUK KUBOID: OSTEOBLAS –MATRIKS OSTEOID YANG DIHASILKAN OSTEOBLAS MAKIN TEBAL MEMBENTUK TRABEKULA –SINTESIS FIBRIL KOLAGEN DAN GLIKOPROTEIN –KALSIFIKASI MATRIKS OSTEOID : OSTEOBLAS OSTEOSIT SUBOWO

38 8/6/0438 SUBOWO OSTEOGENESIS DESMALIS

39 8/6/0439 OSTEOGENESIS ENKHONDRALIS UMUMNYA TERJADI PADA TULANG PANJANG PUSAT PENULANGAN PRIMER (DIAFISIS) –KHONDROSIT HIPERTROFI –KALSIFIKASI MATRIKS KARTILAGO –NUTRISI TERGANGGU DIAKHIRI KEMATIAN KHONDROSIT –PEMBENTUKAN TULANG PERIOSTEAL (O. DESMALIS) –TERJADI RONGGA-RONGGA KOSONG BEKAS LAKUNA –PEMBULUH DARAH DARI PERIOSTEUM MEMBAWA SEL-SEL OSTEO-PROGENITOR YANG DILETAKKAN PADA PERMUKAAN TRABEKULA KARTILAGO YANG MENGALAMI KALSIFIKASI –TERBENTUK OSTEOBLAS YANG MENGHASILKAN MATRIKS OSTEOID DAN SERABUT KOLAGEN PADA TRABEKULA –KALSIFIKASI MATRIKS OSTEOID TULANG PRIMER PUSAT PENULANGAN SEKUNDER (EPIFISIS) –PROSES SEPERTI PADA PUS. PENULANGAN PRIMER, KECUALI PADA PERMUKAAN SENDI SUBOWO

40 8/6/0440 SUBOWO OSTEOGENESIS ENKHONDRALIS Jaringan kartilago hialin Jaringan tulang

41 8/6/0441 PENULANGAN PERIOSTEAL TERJADI PADA DAERAH DIAFISIS PROSES: –OSTEOGENESIS DESMALIS, KARENA SEL-SEL JARINGAN PENGIKAT BERUBAH MENJADI OSTEOBLAS YANG SELANJUTNYA MEMBENTUK TULANG HASIL: –TULANG DESMAL BERBENTUK PIPA DI BAWAH PERIOSTEUM DIAFISIS FUNGSI: –MEMBERIKAN KEKUATAN, SEMENTARA TERBENTUK- NYA RONGGA-RONGGA SISA LAKUNA KHONDROSIT KARENA BERLANGSUNG OSTEOGENESIS PADA DIAFISIS SUBOWO

42 8/6/0442 PERTUMBUHAN MEMANJANG TULANG DISCUS EPIPHYSEALIS SEBAGAI PERANGKAT UNTUK PERTUMBUHAN MEMANJANG DISCUS EPIPHYSEALIS SEBAGAI SISA-SISA JARINGAN KARTILAGO TERBENTUK SETELAH OSTEOGENESIS PADA DIAFISIS DAN EPIFISE PERTUMBUHAN MEMANJANG PADA DASARNYA OSTEOGENESIS ENKHONDRALIS JUGA PROSESNYA DAPAT DIIKUTI MELALUI GAMBARAN YANG BERURUTAN: –ZONE PROLIFERASI KHONDROSIT –ZONE MATURASI KHONDROSIT –ZONE HIPERTROFI KHONDROSIT –ZONE KALSIFIKASI MATRIKS KARTILAGO –ZONE DEGENERASI KHONDROSIT (TERBENTUK RONGGA 2 ) –ZONE OSIFIKASI (PERLETAKAN SEL OSTEOPROGENITOR, PEMBENTUKAN OSTEOBLAS, MATRIKS OSTEOID, BERAKHIR DENGAN KALSIFIKASI MATRIKS OSTEOID SUBOWO

43 8/6/0443 SUBOWO PERTUMBUHAN MEMANJANG TULANG

44 8/6/0444 DISCUS EPIPHYSEALIS JARINGAN KARTILAGO MUDA BERBENTUK LEMPENG TERLETAK DI ANTARA EPIFISE DAN DIAFISE BERFUNGSI UNTUK PERTUMBUHAN MEMANJANG TULANG LEMPENG KARTILAGO MAKIN MENIPIS PERTUMBUHAN MEMANJANG BERHENTI APABILA DISCUS EPIPHYSEALIS LENYAP SUBOWO

45 8/6/0445 SUBOWO DISCUS EPIPHYSEALIS

46 8/6/0446 PEMBESARAN DIAMETER TULANG PIPA PENAMBAHAN JARINGAN TULANG MELALUI OSTEOGENESIS DESMALIS OLEH PERIOSTEUM PENAMBAHAN JARINGAN TULANG INI DI- BARENGI DENGAN PENGIKISAN JARINGAN TULANG DARI ARAH RONGGA SUMSUM TULANG KETEBALAN TULANG TETAP BERAT TULANG TIDAK BANYAK BERTAMBAH DIAMETER TULANG PIPA BERTAMBAH SUBOWO

47 8/6/0447 PERUBAHAN STRUKTUR JARINGAN TULANG PERUBAHAN STRUKTUR BERLANGSUNG SETELAH TER- BENTUK JARINGAN TULANG PRIMER DENGAN SISTEM HAVERS PRIMITIF BERLANGSUNG SEPANJANG UMUR PERUBAHAN DIMULAI DARI PEMBENTUKAN RONGGA- RONGGA OLEH SEL OSTEOKLAS APABILA RONGGA TELAH MEMBESAR DIMULAI OSTEO- GENESIS DENGAN MELETAKKAN SEL-SEL OSTEO- PROGENITOR YANG BERUBAH MENJADI OSTEOBLAS OSTEOBLAS MENGHASILKAN MATRIKS OSTEOID YANG AKAN DIKALSIFIKASI OSTEOGENESIS DIMULAI DI SEKELILING PEMBULUH DARAH MEMBENTUK LEMBAR DEMI LEMBAR SEHINGGA RONGGA YANG SEMULA BESAR SEMAKIN SEMPIT AKHIRNYA TERBENTUK SISTEM HAVERS BARU SISTEM HAVERS LAMA YANG TIDAK KENA EROSI MEN- JADI LAMELA INTERSTITIALIS SUBOWO

48 8/6/0448 SUBOWO PERUBAHAN STRUKTUR JARINGAN TULANG

49 8/6/0449 PERBAIKAN PATAH TULANG AKIBAT PATAH TULANG –KERUSAKAN MATRIKS, SEL-SEL TULANG DAN PEMBULUH DARAH DI DEKAT GARIS PATAHAN –PERDARAHAN YANG DIIKUTI PEMBEKUAN PROSES PERBAIKAN –JARINGAN SELULER YANG MENGISI CELAH PATAHAN – PEMBERSIHAN BEKUAN, SISA-SISA KERUSAKAN –OSTEOGENESIS ENKHONDRAL: PEMBENTUKAN KARTILAGO DARI JARINGAN SELULER SEHINGGA MENGISI CELAH PATAHAN MEMBENTUK KALUS KALUS TULANG MENGGANTI KALUS KARTILAGO – PERIOSTEUM DAN ENDOSTEUM MENANGGAPI DENGAN PROLIFERASI FIBROBLAS SEHINGGA TERBENTUK –OSTEOGENESIS DESMALIS (SIMULTAN) SEL OSTEO-PROGENITOR DARI PERIOSTEUM & ENDOSTEUM BERUBAH MENJADI OSTEOBLAS KEMUDIAN OSTEOSIT RESORBSI JARINGAN TULANG UNTUK BENTUK SUBOWO

50 8/6/0450 SUBOWO PERBAIKAN PATAH TULANG


Download ppt "8/6/041 JARINGAN PENGIKAT PENYOKONG PADAT TIDAK LUNAK BERFUNGSI UNTUK MENYOKONG: –KERANGKA SEMENTARA ATAU TETAP KOMPONEN JARINGAN: –SEL –SUBSTANSI INTERSELULER."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google