Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MM UNAIR (ALB) ETIKA & LINGKUNGAN BISNIS (Pengelolaan Lingkungan Hidup) Program Magister Manajemen Universitas Airlangga - BHMN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MM UNAIR (ALB) ETIKA & LINGKUNGAN BISNIS (Pengelolaan Lingkungan Hidup) Program Magister Manajemen Universitas Airlangga - BHMN."— Transcript presentasi:

1 MM UNAIR (ALB) ETIKA & LINGKUNGAN BISNIS (Pengelolaan Lingkungan Hidup) Program Magister Manajemen Universitas Airlangga - BHMN

2 MM UNAIR (ALB) GOOD ENVIRONMENTAL GOVERNANCE (GEG) PRINCIPLES Konsitusional Konsitusional Akuntabilitas publik Akuntabilitas publik Transparansi Transparansi Responsibilitas sosial Responsibilitas sosial Demokratisasi Demokratisasi Komitmen & Konsistensi Komitmen & Konsistensi

3 MM UNAIR (ALB) Sidang UNO - MDG 2000 The Millennium Summit Development Goals (MDG) untuk : The Millennium Summit Development Goals (MDG) untuk : - Mengurangi penduduk miskin menjadi - Mengurangi penduduk miskin menjadi separuhnya (2015) separuhnya (2015) - Menghilangkan pemukiman kumuh (2020) - Menghilangkan pemukiman kumuh (2020)  Ada perubahan : For the people → with the people For the people → with the people ( dalam Global Forum, Manchester, UK, 1994) ( dalam Global Forum, Manchester, UK, 1994)

4 MM UNAIR (ALB) Komitmen Global PLH Deklarasi Agenda 21 (KTT Bumi Rio, 1992) Deklarasi Agenda 21 (KTT Bumi Rio, 1992) Deklarasi MDG (Sidang PBB, 2000) Deklarasi MDG (Sidang PBB, 2000) Deklarasi WSSD (Afrika selatan, 2002) Deklarasi WSSD (Afrika selatan, 2002)  World Summit on Sustainable Development (WSSD) di Johannesburg, 2002 : PB memerlukan perspektif jangka panjang dan partisipasi luas dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan di segala lapang dan semua kelompok utama, termasuk perempuan, penduduk adat, sektor swasta

5 MM UNAIR (ALB) Interaksi & Interdependensi BISNIS Otoda & Politik Hukum Lingkungan Hidup Etika & Moralitas

6 MM UNAIR (ALB) Etika & Moralitas Ukuran transendental, baik & buruk, benar & salah, lazim & tidak lazim, habit/ kebiasaan, lingkungan pertemanan/ bermasyarakat, ketaatan beragama, bermoral/ hati nurani/ qalbu, adat istiadat baik Ukuran transendental, baik & buruk, benar & salah, lazim & tidak lazim, habit/ kebiasaan, lingkungan pertemanan/ bermasyarakat, ketaatan beragama, bermoral/ hati nurani/ qalbu, adat istiadat baik Ukuran normatif dan kualitatif berdasar atas keyakinan dan kesadaran dalam dimensi ruang dan waktu Ukuran normatif dan kualitatif berdasar atas keyakinan dan kesadaran dalam dimensi ruang dan waktu Hirarkhi : Agama → Norma/Etika/Moral → Hukum Positif → Perilaku (Akuntabilitas dan Responsibilitas) Hirarkhi : Agama → Norma/Etika/Moral → Hukum Positif → Perilaku (Akuntabilitas dan Responsibilitas)

7 MM UNAIR (ALB) Otonomi Daerah & Politik Otoriter → Krisis Moneter → Reformasi Politik → Pemilu & Otoda → Transisi Demokrasi (?) → Kesejahteraan Sosial Otoriter → Krisis Moneter → Reformasi Politik → Pemilu & Otoda → Transisi Demokrasi (?) → Kesejahteraan Sosial Otoda penghambat Bisnis atau pemacu ? Otoda penghambat Bisnis atau pemacu ? Bisnis membutuhkan kepastian prosedur & stabilitas keamanan → Penjaminan ? Bisnis membutuhkan kepastian prosedur & stabilitas keamanan → Penjaminan ? Badan Hukum Usaha privat & publik, mana pembatas dan ruang kewilayahan Badan Hukum Usaha privat & publik, mana pembatas dan ruang kewilayahan Parpol vs Bisnis publik, kompetisi atau kolaborasi atau konspirasi ? Parpol vs Bisnis publik, kompetisi atau kolaborasi atau konspirasi ?

8 MM UNAIR (ALB) Hukum Problem penegakan & pentaatan peraturan perundang-undangan (Hukum sebagai panglima) Problem penegakan & pentaatan peraturan perundang-undangan (Hukum sebagai panglima) Produk hukum sulit implementasi praktis Produk hukum sulit implementasi praktis Reward & punishment : sistem tebang pilih, cenderung diskriminatif Reward & punishment : sistem tebang pilih, cenderung diskriminatif Komplikasi hukum dalam interpretasi dan tafsir pasal/ayat berpotensi konflik Komplikasi hukum dalam interpretasi dan tafsir pasal/ayat berpotensi konflik Aparat penegak hukum miskin SDM- kompeten, dan publik pendidikannya rendah Aparat penegak hukum miskin SDM- kompeten, dan publik pendidikannya rendah

9 MM UNAIR (ALB) Lingkungan Hidup Antisipasi isu global LH (harus direspon) Antisipasi isu global LH (harus direspon) Problem : Eksport Asap/ Kebakaran Hutan. Pencemaran lingkungan, Luapan Lumpur Bumi, perubahan iklim, Racun lingkungan, dsb Problem : Eksport Asap/ Kebakaran Hutan. Pencemaran lingkungan, Luapan Lumpur Bumi, perubahan iklim, Racun lingkungan, dsb Akar masalah : Politik kepentingan, bisnis tidak ramah lingkungan, kemiskinan, bencana alam, dan ‘kebodohan’ SDM Akar masalah : Politik kepentingan, bisnis tidak ramah lingkungan, kemiskinan, bencana alam, dan ‘kebodohan’ SDM Sumberdaya Alam Hayati tropika & Non-hayati adalah khas (Megabiodiversity), dan telah merosot Sumberdaya Alam Hayati tropika & Non-hayati adalah khas (Megabiodiversity), dan telah merosot

10 MM UNAIR (ALB) Ruang Lingkup PLH Inventarisasi / eksplorasi SDA Inventarisasi / eksplorasi SDA Pencagaran (preservasi) Pencagaran (preservasi) Lingkungan rutin Lingkungan rutin Bencana alam Bencana alam Perencanaan Pembangunan Perencanaan Pembangunan (Suistainable Development) (Suistainable Development)

11 MM UNAIR (ALB) ISU-ISU GLOBAL Demokratisasi : Pemilu/Pilkada, Parpol, Hak konstitusi Demokratisasi : Pemilu/Pilkada, Parpol, Hak konstitusi Hak Azasi Manusia : Hak kebebasan, hak hidup, hak bersuara, Hak kekayaan dsb, tidak imbang dengan kewajiban azasi yang wajib dilaksanakan Hak Azasi Manusia : Hak kebebasan, hak hidup, hak bersuara, Hak kekayaan dsb, tidak imbang dengan kewajiban azasi yang wajib dilaksanakan Lingkungan Hidup : Perubahan iklim, biodiversitas turun, polusi naik, kelangkaan naik, sustainibilitas turun Lingkungan Hidup : Perubahan iklim, biodiversitas turun, polusi naik, kelangkaan naik, sustainibilitas turun Standarisasi : butuh tolok ukur untuk baku mutu, agar kualitas terjamin & terstandarisir (WTO, ISO, dsb) Standarisasi : butuh tolok ukur untuk baku mutu, agar kualitas terjamin & terstandarisir (WTO, ISO, dsb) Perdagangan bebas : kompetisi sehat, kooptasi si kuat, penjajahan ekonomi, eksploitasi berlebihan, ketidak adilan, produk & pasar ramah lingkungan, miskin vs kaya, kesejahteraan sosial Perdagangan bebas : kompetisi sehat, kooptasi si kuat, penjajahan ekonomi, eksploitasi berlebihan, ketidak adilan, produk & pasar ramah lingkungan, miskin vs kaya, kesejahteraan sosial

12 MM UNAIR (ALB) Intellectual Property Right / HaKI (Hak Atas Kekayaan Intektual) TRIPs (Trade Related Aspects Intelectual Property Rights), konvensi internasional ttg kekayaan produk intelektual;. Di Jepang ada TLO (Technology Licensing Office) TRIPs (Trade Related Aspects Intelectual Property Rights), konvensi internasional ttg kekayaan produk intelektual;. Di Jepang ada TLO (Technology Licensing Office) Peraturan perundang-undangan yi: Peraturan perundang-undangan yi: - UU No. 12/1997 tentang Hak Cipta - UU No. 12/1997 tentang Hak Cipta - UU No. 13/1997 tentang Paten - UU No. 13/1997 tentang Paten - UU No. 14/1997 tentang Merk - UU No. 14/1997 tentang Merk - UU No. - UU No.

13 MM UNAIR (ALB) Ratifikasi Perjanjian Internasional Paris Convention for the protection Industrial Property and Convention Establishing – The World Intellectual Property Organization (WIPO) Paris Convention for the protection Industrial Property and Convention Establishing – The World Intellectual Property Organization (WIPO) Patent Cooperation Trearty (PCT) Patent Cooperation Trearty (PCT) Trade Mark Law Trearty (TLT) Trade Mark Law Trearty (TLT) Berne Convention fotr protection of Library and Artistic Works Berne Convention fotr protection of Library and Artistic Works WIPO Copy Rights Trearty WIPO Copy Rights Trearty

14 MM UNAIR (ALB) Efek Rumah Kaca ( Green House Effect ) Planet bumi yang diselimuti atmosfer dalam alam semesta, menerima sinar/energi matahari yang diserap (daratan & perairan), dan malam harinya ada reradiasi infrared kembali ke angkasa yang terperangkap oleh gas rumah kaca (GRK: C0 2, N 2 O, CH 4, HFC, dsb) untuk memanasi atmosfer dan sebagian panas dikembalikan ke bumi sehingga suhu udara bumi naik dan memberikan efek ganda lainnya bagi kehidupan Planet bumi yang diselimuti atmosfer dalam alam semesta, menerima sinar/energi matahari yang diserap (daratan & perairan), dan malam harinya ada reradiasi infrared kembali ke angkasa yang terperangkap oleh gas rumah kaca (GRK: C0 2, N 2 O, CH 4, HFC, dsb) untuk memanasi atmosfer dan sebagian panas dikembalikan ke bumi sehingga suhu udara bumi naik dan memberikan efek ganda lainnya bagi kehidupan

15 MM UNAIR (ALB) Emisi Gas Rumah Kaca - Atmosfer Emisi CO 2 terbesar adalah USA, Jepang, China, tapi emisi per kapita masih sangat rendah Emisi CO 2 terbesar adalah USA, Jepang, China, tapi emisi per kapita masih sangat rendah Emisi GRK bersumber dari bahan bakar yaitu Minyak bumi (43,3 %), Batu bara (36,4 %), dan gas alam (20,3 %) Emisi GRK bersumber dari bahan bakar yaitu Minyak bumi (43,3 %), Batu bara (36,4 %), dan gas alam (20,3 %) Emisi GRK : listrik & panas (24,6 %), Konversi hutan tropis (18,2 %), pertanian (13,5 %), transportasi (13,5 %), industri (10,4 %) dan pembakaran (9 %) Emisi GRK : listrik & panas (24,6 %), Konversi hutan tropis (18,2 %), pertanian (13,5 %), transportasi (13,5 %), industri (10,4 %) dan pembakaran (9 %)

16 MM UNAIR (ALB) Prinsip & Asas Ekologi (1) Asas utama : Interaksi & interdependensi Asas utama : Interaksi & interdependensi Prinsip hubungan timbal balik dalam sistem ekologi memberi efek ganda ke segala arah, sebagai keluaran & dampak dari dinamika sistem alami Prinsip hubungan timbal balik dalam sistem ekologi memberi efek ganda ke segala arah, sebagai keluaran & dampak dari dinamika sistem alami Keseimbangan lingkungan menjadi ‘key words’ dalam analisis eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya alam untuk kehidupan manusia Keseimbangan lingkungan menjadi ‘key words’ dalam analisis eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya alam untuk kehidupan manusia Action → Effect → Impact (manfaat/+ atau resiko/- ), merupakan prinsip dasar perubahan Action → Effect → Impact (manfaat/+ atau resiko/- ), merupakan prinsip dasar perubahan

17 MM UNAIR (ALB) Prinsip & Asas Ekologi (2) Limiting factor, Toleransi, Piramid ekologi, Siklus materi/biogeokimia, Aliran enerji, Homoestasi, Holocoenitik, Habitat & Relung, Produktivitas hayati, Ekoton, Iklim/ cuaca, Tanah/lahan. Predator & prey, ‘Self purification’, Preservasi & Konservasi, dsb. Limiting factor, Toleransi, Piramid ekologi, Siklus materi/biogeokimia, Aliran enerji, Homoestasi, Holocoenitik, Habitat & Relung, Produktivitas hayati, Ekoton, Iklim/ cuaca, Tanah/lahan. Predator & prey, ‘Self purification’, Preservasi & Konservasi, dsb. Uraian konsep/prinsip Ekologi tersebut terkait erat dengan kehidupan manusia & mahluk lainnya, karena sumber kehidupannya ada di planet bumi (‘only one earth’) & selimut atmosfer Uraian konsep/prinsip Ekologi tersebut terkait erat dengan kehidupan manusia & mahluk lainnya, karena sumber kehidupannya ada di planet bumi (‘only one earth’) & selimut atmosfer Ekologi serasi dengan ekonomi, untuk kualitas kesejahteraan manusia secara berkelanjutan Ekologi serasi dengan ekonomi, untuk kualitas kesejahteraan manusia secara berkelanjutan

18 MM UNAIR (ALB) Prinsip & Asas Ekologi (3) Bioakumulasi & biomagnifikasi merupakan fenomena alam yang bisa diprediksi, diukur dampaknya terhadap kehidupan/ bisnis Bioakumulasi & biomagnifikasi merupakan fenomena alam yang bisa diprediksi, diukur dampaknya terhadap kehidupan/ bisnis Pencemaran, kebanjiran, kekeringan, kebakaran, krisis air, bencana alam, dan perubahan iklim merupakan contoh kasus yang perlu antisipasi makro-meso-mikro Pencemaran, kebanjiran, kekeringan, kebakaran, krisis air, bencana alam, dan perubahan iklim merupakan contoh kasus yang perlu antisipasi makro-meso-mikro Ekosistem hutan hujan tropika merupakan sumberdaya alam hayati untuk mendukung keberlanjutan kehidupan, sehingga preservasi-konservasi-budidaya SDA wajib dipetakan Ekosistem hutan hujan tropika merupakan sumberdaya alam hayati untuk mendukung keberlanjutan kehidupan, sehingga preservasi-konservasi-budidaya SDA wajib dipetakan Eksplorasi maupun eksploitasi SDA harus berbasis pada ‘suistainable development’ Eksplorasi maupun eksploitasi SDA harus berbasis pada ‘suistainable development’

19 MM UNAIR (ALB) Prinsip & Asas Ekologi (4) Sistem Ekologi dan Bisnis mempunyai 3 karakter dasar yaitu: Produsen – Produksi, Konsumen - konsumsi, dan Siklus alami - Distribusi Sistem Ekologi dan Bisnis mempunyai 3 karakter dasar yaitu: Produsen – Produksi, Konsumen - konsumsi, dan Siklus alami - Distribusi Keserasian Ekologi-Ekonomi akan menghasilkan eco- efisiensi atau Bisnis Ramah Lingkungan Keserasian Ekologi-Ekonomi akan menghasilkan eco- efisiensi atau Bisnis Ramah Lingkungan Eco-efisiensi itu murah dan mudah dilakukan, asal mau & mampu untuk mewujudkannya dalam berbagai tindakan Eco-efisiensi itu murah dan mudah dilakukan, asal mau & mampu untuk mewujudkannya dalam berbagai tindakan Tumbuh cabang ilmu : Ekonomi Lingkungan, Akutansi lingkungan, Sumberdaya & Lingkungan, Ekologi sosial, Hukum Lingkungan, Kesehatan Lingkungan, Psikologi sosial, Ekologi landscape, Botani ekonomi, Arsitektur botani, Ekologi sumberdaya, Ekotoksikologi, dsb Tumbuh cabang ilmu : Ekonomi Lingkungan, Akutansi lingkungan, Sumberdaya & Lingkungan, Ekologi sosial, Hukum Lingkungan, Kesehatan Lingkungan, Psikologi sosial, Ekologi landscape, Botani ekonomi, Arsitektur botani, Ekologi sumberdaya, Ekotoksikologi, dsb

20 MM UNAIR (ALB) Approaches to Sustainable Development ECONOMIC ENVIRONMENTAL SOCIAL Efficiency Growth Stability Poverty Consultation/Empowerment Culture/Heritage Biodiversity/Resilience Natural Resources Pollution Valuation internalisation Intra-generational equity Targetted relief/employment Inter-generational equity Popular participation

21 MM UNAIR (ALB) Pembangunan Berkelanjutan (Pembangunan berwawasan lingkungan) Ekosistem Alami Ekosistem Buatan Ekosistem Alami Ekosistem Buatan Produksi Limbah Sumberdaya Alam LH

22 MM UNAIR (ALB) Prinsip Pembangunan Berkelanjutan (Eco-development) Peningkatan kualitas hidup serasi dengan perbaikan kualitas lingkungan Peningkatan kualitas hidup serasi dengan perbaikan kualitas lingkungan Pemanfatan SDA yang digunakan (telah & saat ini) merupakan titipan anak-cucu (bukan warisan) untuk dilestarikan fungsinya Pemanfatan SDA yang digunakan (telah & saat ini) merupakan titipan anak-cucu (bukan warisan) untuk dilestarikan fungsinya Kelestarian fungsi lingkungan guna mendukung kehidupan berkerlanjutan Kelestarian fungsi lingkungan guna mendukung kehidupan berkerlanjutan Keserasian interaksi/sinergi berbagai kegiatan manusia untuk kesejahteraan manusia Keserasian interaksi/sinergi berbagai kegiatan manusia untuk kesejahteraan manusia Pendekatan holistik (non egosektor) Pendekatan holistik (non egosektor)

23 MM UNAIR (ALB) Implementasi P embangunan Berkelanjutan (Eco-development) Sistem Ekologi Sistem Ekonomi Sistem Ekologi Sistem Ekonomi SDA DDL Daya asimilasi Renewability PK Barang Jasa Eksploitasi Externalitas Cost pencemaran kerusakan irreverbilitas kelangkaan internalisasi Limbah padat cair gas

24 MM UNAIR (ALB) Ekonomi - Ekologi Mengurus ‘rumah tangga’ – (oikos=eko) Mengurus ‘rumah tangga’ – (oikos=eko) Sinergi menuju : Bisnis Ramah Lingkungan, sebagai aplikasi ‘eco- efficiency’ Sinergi menuju : Bisnis Ramah Lingkungan, sebagai aplikasi ‘eco- efficiency’ ‘Externalities cost’ menuju internalisasi ‘Externalities cost’ menuju internalisasi Eksploitasi ekonomi berdasar DDL Eksploitasi ekonomi berdasar DDL SDA renewable diikuti rehabilitasi/restorasi SDA renewable diikuti rehabilitasi/restorasi SDA non-renewable konversi ke bioenerji SDA non-renewable konversi ke bioenerji

25 MM UNAIR (ALB) Pendekatan P L H Komitmen : Leadership commitment Komitmen : Leadership commitment Teknologi : Kontrol & Monev Teknologi : Kontrol & Monev Ekonomi : Pollution pays principles & Ekonomi : Pollution pays principles & externalities cost externalities cost Sosial Budaya : masyarakat mandiri & peluang Sosial Budaya : masyarakat mandiri & peluang ‘local jenius’ ‘local jenius’ Kelembagaan : Koordinasi & sinkronisasi Kelembagaan : Koordinasi & sinkronisasi

26 MM UNAIR (ALB) Managing Environmental Issues Law enforcement Law enforcement CBA in environmental regulation CBA in environmental regulation Environmental Protection Environmental Protection Source reduction eq Natural resources Source reduction eq Natural resources Command & control regulation : Green management & Environmental audits Command & control regulation : Green management & Environmental audits Pollution and acid rain and climate change Pollution and acid rain and climate change Effluent & emissions charge fees Effluent & emissions charge fees

27 MM UNAIR (ALB) Instrumen EKONOMI dalam PLH 1. PAJAK LINGKUNGAN pungutan pajak BBM dgn timbal (leaded gas) akan lebih tinggi daripada BBM tanpa timbal (unleaded gas). Kesulitan teknis akan segera tampak, karena pajak baru dapat merupakan beban (aspek politis), terutama dlm ukuran optimalnya. Juga ada aspek fungsi sosial pajak karena ada ketidakmerataan, krn konsumen BBM digunakan oleh non-industri. Realokasi pajak lingkungan juga tidak dapat digunakan langsung utk kepentingan LH.

28 MM UNAIR (ALB) Instrumen EKONOMI dalam PLH 2. SUBSIDI ditujukan utk kepentingan ekonomi berdimensi sosial, dan berlaku dalam periode waktu tertentu saja agar ada efisiensi. Bentuknya : –Hibah (grant) misal utk membeli teknologi bersih atau untuk riset –Pinjaman lunak (soft loan) misal untuk membeli peralatan kontrol limbah –Insentif pajak dapat berupa kredit atau pengurangan pajak

29 MM UNAIR (ALB) Instrumen EKONOMI dalam PLH 3. DEPOSIT – REFUND/RECYCLING dapat mendorong konsumen untuk mau mengembalikan sisa produk atau kemasan agar dapat didaur guna atau daur ulang 4. ENVIRONMENTAL PERFORMANCE BOND dapat dikembangkan untuk berbagai kegiatan lain dengan mencontoh dari penambangan permukaan (surface mining) di USA, dengan harus menyerahkan ‘dana kinerja lingkungan’ sebagai penjamin untuk reklamasi galian tambang pada pascakonstruksi

30 MM UNAIR (ALB) Instrumen EKONOMI dalam PLH 5. RETRIBUSI PENGGUNA (User charge) digunakan untuk pengendalian pemanfaatan sumber alam yang mudah (galian C, ikan, air dsb) dan cukup sederhana/efektif 6. LIABILITY INSURANCE menjadi kewajiban industri untuk mempunyai polis asuransi guna menutup beaya bila ada pencemaran atau kerusakan lingkungan akibat kegiatan proyek yang dilakukan

31 MM UNAIR (ALB) Instrumen EKONOMI dalam PLH 7. RETRIBUSI EMISI setiap unit limbah gas atau cair yang dikeluarkan ke media lingkungan dipungut retribusi emisi atau effluent yang wajib dibayar, berdasar jumlah/ volume dan kualitas limbahnya, agar pencemar juga ikut menanggung ongkos rehabilitasi lingkungan

32 MM UNAIR (ALB) Instrumen EKONOMI dalam PLH 8. TRADEBLE EMISSION PERMITS digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan dan peredaran kendaraan bermotor pribadi, agar gas buang tidak menjadi penyebab ‘air pollution’ perlu ada dan wajib memiliki lisensi. Misalkan, Singapura 9. PROGRESSIVE PRICING mendorong konsumen hemat SDA (air dan energi) dan efisien dalam menggunakannya. Semakin besar penggunaan, konsumen harus bayar secara progresif.

33 MM UNAIR (ALB) > Untuk implementasi instrumen ekonomi > Untuk implementasi instrumen ekonomi tersebut diperlukan adanya otoritas tersebut diperlukan adanya otoritas legal / kewenangan kelembagaan, selain legal / kewenangan kelembagaan, selain harus ada evaluasi periodik menyangkut harus ada evaluasi periodik menyangkut aspek kapasitas teknis, finansial, aspek kapasitas teknis, finansial, administrasi dan kelayakannya agar administrasi dan kelayakannya agar dapat berproses dan berhasil dengan baik dapat berproses dan berhasil dengan baik

34 MM UNAIR (ALB) PENCEMARAN LINGKUNGAN Industrialisasi, teknologi transportasi, dan sumber pencemar lain telah berikan dampak : polusi air, polusi udara, polusi tanah, bising & getar, pada media lingkungan Industrialisasi, teknologi transportasi, dan sumber pencemar lain telah berikan dampak : polusi air, polusi udara, polusi tanah, bising & getar, pada media lingkungan Status : ganggguan → pencemaran→ kerusakan lingkungan (renewable & non- renewable) Status : ganggguan → pencemaran→ kerusakan lingkungan (renewable & non- renewable) Rehabilitasi alam tercemar, tergantung sifat & ciri ‘self purification and carrying capasity’ → restorasi sangat mahal & tidak tahan lama Rehabilitasi alam tercemar, tergantung sifat & ciri ‘self purification and carrying capasity’ → restorasi sangat mahal & tidak tahan lama

35 MM UNAIR (ALB) Sumber Pencemar Sumber pencemar berupa ‘effluent and emission’ pada kegiatan bergerak atau kegiatan tetap Sumber pencemar berupa ‘effluent and emission’ pada kegiatan bergerak atau kegiatan tetap Sumber pencemar yang masuk media lingkungan, ditapis dengan NAB dan BML Sumber pencemar yang masuk media lingkungan, ditapis dengan NAB dan BML Pengendalian pada sumber pencemar berasal dari ‘life cycle product’ (hulu → hilir) Pengendalian pada sumber pencemar berasal dari ‘life cycle product’ (hulu → hilir) Pendekatan ‘end-pipe treatment’ perlu infrastruktur yang lengkap, terutama pada sumber pencemarnya Pendekatan ‘end-pipe treatment’ perlu infrastruktur yang lengkap, terutama pada sumber pencemarnya ‘land base pollution’ merupakan akumulasi dampak dari berbagai sumber pencemar ‘land base pollution’ merupakan akumulasi dampak dari berbagai sumber pencemar

36 MM UNAIR (ALB) Kurva Beaya Total Pencemaran Ct = Biaya total Cc =Iuran pencemaran Ck = Biaya pencegahan pencemaran Tingkat pencemaran Rp

37 MM UNAIR (ALB) Preventif vs Penanggulangan Beaya Pencegahan Polusi akan lebih murah dari pada penanggulangan Beaya Pencegahan Polusi akan lebih murah dari pada penanggulangan Instrumen preventif kegiatan berdampak penting telah ada yi AMDAL / EIA Instrumen preventif kegiatan berdampak penting telah ada yi AMDAL / EIA Studi kelayakan proyek= Ekonomi + Teknologi + Lingkungan (Amdal atau EMS) Studi kelayakan proyek= Ekonomi + Teknologi + Lingkungan (Amdal atau EMS) Teknologi produk termasuk teknologi pengolah limbah, sebagai paket kesatuan Teknologi produk termasuk teknologi pengolah limbah, sebagai paket kesatuan Pengendalian polusi pada sumbernya Pengendalian polusi pada sumbernya

38 MM UNAIR (ALB) Alternatif solusi atasi polusi Pencegahan polusi sudah termasuk dalam proses produksi (Program Cleaner Production) Pencegahan polusi sudah termasuk dalam proses produksi (Program Cleaner Production) Reward and punishment EMS/PLH dalam regulasi LH ditegakkan → law enforcement Reward and punishment EMS/PLH dalam regulasi LH ditegakkan → law enforcement Control & command diganti kesukarelaan, sebagai bentuk komitmen pada LH Control & command diganti kesukarelaan, sebagai bentuk komitmen pada LH Publik atau konsumen sebagai pengawas/ pemantau/ penuntut (‘class action’) dalam kasus polusi atau perusakan LH Publik atau konsumen sebagai pengawas/ pemantau/ penuntut (‘class action’) dalam kasus polusi atau perusakan LH Peranserta masyarakat sebagai akuntabilitas publik → tumbuhkan Corporate Social Responsibility (CSR) & adopsi ISO lingkungan Peranserta masyarakat sebagai akuntabilitas publik → tumbuhkan Corporate Social Responsibility (CSR) & adopsi ISO lingkungan

39 MM UNAIR (ALB) Pollution Prevention Financial Benefit Opportunities Material Loss Recycling, Recovery, Process optimization or Modification, Material/Process Change Opportunities. (Lower Investment) Waste Reduction Smaller Waste Treatment (Saving on Waste Treatment Cost) Increasing Production, No Pollutant Emission, Other Product, (Saving on Production Cost) No-waste NO-WASTE TREATMENT COST

40 MM UNAIR (ALB) END-PIPE TREATMENT APPROACH Material Loss WASTE FINANCIAL LOSS (NO SAVING) WASTE TREATMENT (Investment, O-M)

41 MM UNAIR (ALB) Pengendalian pada Sumber Pencemar Merubah bahan baku Merubah bahan baku Evaluasi kondisi proses Evaluasi kondisi proses Merubah peralatan/mesin Merubah peralatan/mesin Merubah proses Merubah proses  Teknologi Pengolah Bahan Pencemar/ limbah : - Hancurkan-pembakaran (destroys) limbah : - Hancurkan-pembakaran (destroys) - Menutupi (marks) – sanitary - Menutupi (marks) – sanitary - Perangkap (traps) - Perangkap (traps) - Aksi berlawanan (counteracts) - Aksi berlawanan (counteracts)

42 MM UNAIR (ALB) Perilaku Pencemar Polluters pay principles Polluters pay principles Mengembalikan / rehabilitasi kerusakan ekosistem / lingkungan Mengembalikan / rehabilitasi kerusakan ekosistem / lingkungan Penerapan hukum lingkungan/punishment Penerapan hukum lingkungan/punishment Berkelit pada aturan/regulasi lingkungan Berkelit pada aturan/regulasi lingkungan Komitmen rendah pada ‘eco-development’ Komitmen rendah pada ‘eco-development’ Profit bisnis lebih besar dari pada pertimbangan ekosistem Profit bisnis lebih besar dari pada pertimbangan ekosistem

43 MM UNAIR (ALB)

44


Download ppt "MM UNAIR (ALB) ETIKA & LINGKUNGAN BISNIS (Pengelolaan Lingkungan Hidup) Program Magister Manajemen Universitas Airlangga - BHMN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google