Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Membangun Perpustakaan Bagian I. Konsep Perpustakaan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Membangun Perpustakaan Bagian I. Konsep Perpustakaan."— Transcript presentasi:

1 Membangun Perpustakaan Bagian I. Konsep Perpustakaan

2 ana-november 2008konsep2 Pustaka Pustaka atau buku atau kitab merupakan kumpulan kertas atau bahan sejenis berisi hasil tulisan atau cetakan, dijilid menjadi satu agar mudah membacanya serta berjumlah sedikitnya 48 halaman. Dari kata pustaka terbentuklah kata turunan antara lain perpustakaan, pustakawan, kepustakawanan, kepustakaan, dan ilmu perpustakaan.

3 ana-november 2008konsep3 Definisi Perpustakaan Perpustakaan merupakan kumpulan buku, manuskripsi dan bahan pustaka lainnya yang digunakan untuk keperluan studi atau bacaan, kenyamanan atau kesenangan ( Webster's Third Edition International Dictionary,1961). International Federation of Library Association and Institutions membatasi perpustakaan adalah kumpulan materi tercetak dan media noncetak dan atau sumber informasi dalam komputer yang disusun secara sistematis untuk digunakan pemakai. Perpustakaan adalah kumpulan buku atau bangunan fisik tempat buku dikumpulkan, disusun menurut sistem tertentu untuk kepentingan pemakai.

4 ana-november 2008konsep4 Definisi-definisi Pustakawan adalah orang yang bekerja di perpustakaan dan memiliki pendidikan perpustakaan (minimal D2 dalam bidang Ilmu Perpustakaan). Kepustakawanan adalah penerapan Ilmu Perpustakaan dalam hal pengadaan, pengolahan, pendayagunaan dan penyebaran bahan pustaka di perpustakaan. kepustakaan adalah: bahan perpustakaan yang digunakan untuk menyusun karangan, makalah, artikel, laporan dan sejenisnya.

5 ana-november 2008konsep5 Fungsi Perpustakaan penyimpanan pendidikan penelitian informasi kultural

6 ana-november 2008konsep6 Hubungan Ilmu Perpustakaan, Dokumentasi dan Arsip Dokumentasi merupakan kegiatan yang semula tumbuh akibat tumbuhnya majalah ilmiah, sementara perpustakaan tidak dapat menangani informasi yang muncul dari majalah ilmiah. Hal ini nampak jelas di Eropa Barat sehingga di samping kegiatan perpustakaan, muncul pula kegiatan dokumentasi yang mengkhususkan diri pada pengolahan isi majalah.

7 ana-november 2008konsep7 Dokumentasi Salah satu negara Eropa Barat yang mengalami munculnya dokumentasi ialah Belanda. Karena Belanda pernah menjajah Indonesia, maka Belanda pun memperkenalkan sistem dokumentasi yang ada di negeri Belanda pada Indonesia. Karena di negeri Belanda kegiatan dokumentasi berbeda dengan kegiatan perpustakaan, maka hal tersebut nampak pula pengaruhnya di Indonesia. Hingga kini di Indonesia masih ada perbedaan antara dokumentasi dengan perpustakaan.

8 ana-november 2008konsep8 Dokumentasi Perbedaan tersebut kurang nampak di AS karena penanganan isi majalah dilakukan oleh pustakawan yang bekerja di perpustakaan khusus sehingga di Amerika Serikat makna dokumentasi identik dengan kegiatan perpustakaan. Dalam perkembangan selanjutnya definisi dokumentasi, seperti yang dinyatakan oleh Federasi Dokumentasi dan Informasi Nasional (FID), mencakup sedemikian rupa sehingga isinya luas sekali.

9 ana-november 2008konsep9 Kearsipan Perkembangan perpustakaan dimulai dengan pengumpulan berbagai berkas niaga, pahatan, tulisan tangan dan sejenisnya. Dengan dikenalnya teknik pembuatan buku, maka perpustakaan mulai memusatkan diri pada kegiatan pengadaan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, temu balik, dan pendayagunaan buku. Sebagai sebuah pranata masyarakat, perpustakaan juga menghasilkan berbagai berkas, manuskrip, namun seringkali kedua bahan tersebut tidak dianggap sebagai cakupan perpustakaan. Maka di bagian tersebut muncullah kearsipan. Dibandingkan dengan kegiatan dokumentasi, maka kegiatan perpustakaan jelas berbeda dibandingkan dengan kegiatan arsip.

10 ana-november 2008konsep10 Prinsip Kepustakaan Perpustakaan diciptakan oleh masyarakat. Berdasarkan penelitian sejarah, diketahui bahwa tujuan perpustakaan selalu berkaitan dengan tujuan masyarakat. Perpustakaan selalu berusaha untuk menyimpan dan menyebarkan karya dan pengetahuan masyarakat. Perpustakaan dilestarikan oleh masyarakat. Karena perpustakaan diciptakan oleh masyarakat, maka masyarakat pulalah yang melestarikannya. Perpustakaan bertujuan menyimpan dan menyebarluaskan pengetahuan. Selama ini perpustakaan selalu merupakan gudang ilmu pengetahuan tempat menyimpan hasil karya dari para cerdik pandai. Selain itu perpustakaan juga menyebarluaskan ilmu pengetahuan tersebut dengan cara meminjamkan buku-buku yang dimilikinya pada masyarakat umum. Perpustakaan merupakan pusat kekuatan. Perpustakaan terbuka bagi siapa saja. Perpustakaan umum telah ada sejak abad 7 sebelum Masehi. Perpustakaan harus tumbuh berkembang. Perpustakaan selalu berkembang dari waktu ke waktu, tidak hanya dari segi bangunan saja, tetapi juga jumlah koleksi dan jenis pelayanannya.

11 ana-november 2008konsep11 Perpustakaan Nasional harus berisi semua literatur nasional, dengan tambahan literatur nasional negara lain. Setiap buku selalu berguna. Setiap pustakawan haruslah manusia yang berpendidikan. Pustakawan sejak zaman dahulu adalah orang-orang cerdik. Peranan seorang pustakawan hanya dapat menjadi penting bilamana peranan tersebut sepenuhnya diintegrasikan ke dalam sistem sosial dan politik yang berlaku. Seorang pustakawan memerlukan pendidikan, pelatihan dan magang. Tugas pustakawan untuk menambah koleksi perpustakaannya. Sebuah perpustakaan harus disusun menurut aturan tertentu, dan harus dibuatkan daftar koleksinya. Perpustakaan merupakan gudang pengetahuan, maka koleksi perpustakaan harus disusun menurut subjek. Kemampuan praktis akan menentukan bagaimana subjek-subjek dikelompokkan di perpustakaan. Perpustakaan harus memiliki katalog subjek. Prinsip Kepustakaan

12 ana-november 2008konsep12 JENIS-JENIS PERPUSTAKAAN Mengapa Terjadi Berbagai Jenis Perpustakaan ? Adanya berbagai jenis perpustakaan terjadi karena timbulnya berbagai jenis media seperti media tercetak (buku, majalah, laporan, surat kabar) dan media grafis/elektronik seperti film, foto, mikrofilm, video, pertumbuhan literatur yang cepat dan banyak, pertumbuhan subjek dalam arti terjadi fusi berbagai subjek artinya satu subjek pecah menjadi beberapa subjek dan sebaliknya beberapa subjek melebur menjadi subjek baru. Alasan lain, karena kebutuhan pemakai yang berlainan, misalnya keperluan informasi seorang anak SD akan berbeda dengan seorang peneliti kawakan walaupun objeknya sama, misalnya tentang keruntuhan Majapahit. Karena hal-hal tersebut di atas maka muncullah berbagai jenis perpustakaan seperti perpustakaan internasional, perpustakaan nasional, perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan khusus dan perpustakaan umum. Masing-masing perpustakaan memiliki ciri tersendiri, khalayak ramai yang dilayaninya jelas berbeda, terkecuali perpustakaan umum. Karena itu perpustakaan umum memegang peranan penting dalam pemberian jasa bagi umum sehingga Unesco (sebuah badan PBB) perlu mengeluarkan Manifesto Perpustakaan Umum. Dalam manifesto tersebut dinyatakan bahwa perpustakaan umum terbuka bagi siapa saja tanpa membeda-bedakan ras, kedudukan, warna kulit, agama, kepercayaan, usia, jenis kelamin.

13 ana-november 2008konsep13 Badan Lain yang Bergerak dalam Bidang Informasi Di samping perpustakaan, masih ada pranata lain yang bergerak dalam bidang pengadaan, pengolahan dan pemencaran informasi. Kegiatan lembaga tersebut tidak selalu terpisah dari perpustakaan, malahan bekerja sama memenuhi kebutuhan informasi pemakai. Lembaga lain di samping perpustakaan yang bergerak dalam bidang informasi adalah pusat informasi, pusat analisis informasi; pusat dokumentasi, pusat referal, clearing house. Di samping itu masih ada pula focal point, national focal point dan bank data. Pada bank data, tekanan utama lebih banyak pada penyediaan data, bukannya informasi maupun dokumen. Sebagai contoh sebuah buku membahas tentang produksi padi Indonesia dari tahun Keterangan tentang dokumen itu disebut informasi dokumen sedangkan data diambil dari dokumen itu. Jadi bank data menyajikan data tentang panen padi di Indonesia, namun tidak menyediakan informasi tentang dokumen yang memuat data tersebut.

14 ana-november 2008konsep14 Daftar Pustaka Darmono Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta:PT Gramedia Widiasarana. Heuken, Adolf Tantangan Membina Kepribadian. Jakarta:Yayasan Cipta Loka Caraka. Mangunhardjana, A.M Teknik Menambah dan Mengembangkan Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta:Kanisius. Rosidi, Ajip Pembinaan Minat Baca, Bahasa, dan Sastera. Surabaya:PT Bina Ilmu Sholeh, M.M.A Kepustakawanan Indonesia:Bunga Rampai. Semarang: UPT Penerbitan Universitas Katolik Soegijapranata. Sujanto, Agus, Lubis, Halem & Hadi, Taufik Psikologi kepribadian. Jakarta : Aksara Baru. Sulistyo & Basuki Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Widarso, Wishnubroto Kiat Hidup Sukses. Yogyakarta:Kanisius. Wiranto, F.A., Supriyanto & Suryaningsih, R.M.S Perpustakaan Menjawab Tantangan Jaman. Semarang : Universitas Katolik Soegijapranata. akses tanggal 10 November 2008


Download ppt "Membangun Perpustakaan Bagian I. Konsep Perpustakaan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google