Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Materi BAB I Pendahuluan –Latar Belakang –Landasan Operasional –Landasan Empiris –Tujuan –Hasil yang Diharapkan –Sasaran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Materi BAB I Pendahuluan –Latar Belakang –Landasan Operasional –Landasan Empiris –Tujuan –Hasil yang Diharapkan –Sasaran."— Transcript presentasi:

1

2 Materi BAB I Pendahuluan –Latar Belakang –Landasan Operasional –Landasan Empiris –Tujuan –Hasil yang Diharapkan –Sasaran

3 BAB II Penyelenggaraan PBKL di Sekolah Penyelenggaraan PBKL di Sekolah –Konsep dan Karakteristik PBKL –Alur dan Langkah Kegiatan: Sosialisasi Sosialisasi Pembentukan Tim Pembentukan Tim Inventarisasi dan Analisis Kondisi Inventarisasi dan Analisis Kondisi Identifikasi Potensi Keunggulan Lokal Identifikasi Potensi Keunggulan Lokal Penentuan Tema/Jenis PBKL Penentuan Tema/Jenis PBKL Pemetaan Kompetensi yang Dikembangkan PBKL Pemetaan Kompetensi yang Dikembangkan PBKL Pengintegrasian PBKL dalam Dokumen KTSP Pengintegrasian PBKL dalam Dokumen KTSP Analisis SK/KD Analisis SK/KD Pengembangan Silabus Pengembangan Silabus Menentukan Strategi Pelaksanaan Menentukan Strategi Pelaksanaan Pengembangkan RPP Pengembangkan RPP Pengembangan Bahan Ajar Pengembangan Bahan Ajar Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan Penilaian Pelaksanaan Penilaian Supervisi dan Evaluasi Program Supervisi dan Evaluasi Program

4 BAB III Strategi Pelaksanaan PBKL pada Proses Pembelajaran –Integrasi PBKL pada Mapel yang Relevan –Pelaksanaan PBKL sebagai Mapel Ketrampilan –Pelaksanaan PBKL Melalui Mapel Muatan Lokal BAB IV Penutup

5 BAB I PENDAHULUAN Dalam rangka mendorong penjaminan mutu ke arah pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada penjaminan mutu satuan pendidikan tertentu yang berbasis keunggulan lokal (PP 19 Tahun 2005, Pasal 91, ayat 1,). Dalam rangka mendorong penjaminan mutu ke arah pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada penjaminan mutu satuan pendidikan tertentu yang berbasis keunggulan lokal (PP 19 Tahun 2005, Pasal 91, ayat 1,). Dalam rangka pelaksanaan PBKL sesuai konsep manajemen berbasis sekolah, sekolah dituntut untuk mengembangkan dan memberdayakan semua sumber daya internal maupun eksternal sekolah secara optimal. Dalam rangka pelaksanaan PBKL sesuai konsep manajemen berbasis sekolah, sekolah dituntut untuk mengembangkan dan memberdayakan semua sumber daya internal maupun eksternal sekolah secara optimal. Permasalahan yang sering dijumpai dalam pelaksanaan program kegiatan di sekolah adalah kurangnya keterpaduan langkah segenap komponen terkait. Oleh karena itu, dalam rangka keberhasilan pelaksanaan PBKL dibutuhkan panduan penyelenggaraan PBKL sebagai acuan dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan PBKL di SMA. Permasalahan yang sering dijumpai dalam pelaksanaan program kegiatan di sekolah adalah kurangnya keterpaduan langkah segenap komponen terkait. Oleh karena itu, dalam rangka keberhasilan pelaksanaan PBKL dibutuhkan panduan penyelenggaraan PBKL sebagai acuan dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan PBKL di SMA. Hasil supervisi sekolah Rintisan PBKL menunjukkan bahwa sekolah yang melaksanakan PBKL dengan baik dapat didorong untuk melaksanakan KTSP dan atau PSB. Untuk keperluan tersebut diperlukan pedoman penyelenggaraan PBKL. Hasil supervisi sekolah Rintisan PBKL menunjukkan bahwa sekolah yang melaksanakan PBKL dengan baik dapat didorong untuk melaksanakan KTSP dan atau PSB. Untuk keperluan tersebut diperlukan pedoman penyelenggaraan PBKL. LATAR BELAKANG

6 LANDASAN OPERASIONAL Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, Pasal 14, ayat (1,2) mengamanatkan bahwa kurikulum SMA dan yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal yang dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, Pasal 14, ayat (1,2) mengamanatkan bahwa kurikulum SMA dan yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal yang dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Bab II Nomor 2.1.a menyatakan bahwa pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik, serta tuntutan lingkungan. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Bab II Nomor 2.1.a menyatakan bahwa pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik, serta tuntutan lingkungan. Lampiran Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Stándar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Ketrampilan. Lampiran Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Stándar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Ketrampilan. Lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 bagian B. 5 butir a.6, menyatakan bahwa setiap guru bertanggung jawab menyusun silabus mata pelajaran yang diampunya. Lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 bagian B. 5 butir a.6, menyatakan bahwa setiap guru bertanggung jawab menyusun silabus mata pelajaran yang diampunya. Lampiran Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007, butir D.10 tentang Standar Penilaian Pendidikan mengungkapkan bahwa penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian mata pelajaran yang relevan. Lampiran Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007, butir D.10 tentang Standar Penilaian Pendidikan mengungkapkan bahwa penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian mata pelajaran yang relevan. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, Lampiran II tentang Perencanaan Proses Pembelajaran. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, Lampiran II tentang Perencanaan Proses Pembelajaran.

7 LANDASAN EMPIRIS Hasil evaluasi terhadap implementasi program BBE life skill SMA menjadi SMA Berbasis Keunggulan Lokal Kelautan (BKLK) th menyimpulkan bahwa kegiatan life skill, Hasil evaluasi terhadap implementasi program BBE life skill SMA menjadi SMA Berbasis Keunggulan Lokal Kelautan (BKLK) th menyimpulkan bahwa kegiatan life skill, –lebih bersifat vokasional; –belum teremplementasikan secara komprehensif; –pendidik dan tenaga kependidikan yang tersedia belum sepenuhnya memahami program Life skill; –program pembelajarannya tidak didasarkan pada analisis kondisi/kebutuhan; –implementasi di sekolah lebih bersifat administratif.

8 Lanjutan … Hasil supervisi terhadap 170 sekolah RSKM menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya untuk mendorong sekolah rintisan tersebut agar dapat melaksanakan PBKL secara lebih baik. Hasil supervisi terhadap 170 sekolah RSKM menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya untuk mendorong sekolah rintisan tersebut agar dapat melaksanakan PBKL secara lebih baik. Hasil supervisi pada 93 sekolah Rintisan PBKL menunjukkan bahwa sekolah yang melaksanakan PBKL dengan baik dapat didorong untuk melaksanakan KTSP dan atau PSB dengan baik. Untuk itu, diperlukan pedoman penyelenggaraan PBKL. Hasil supervisi pada 93 sekolah Rintisan PBKL menunjukkan bahwa sekolah yang melaksanakan PBKL dengan baik dapat didorong untuk melaksanakan KTSP dan atau PSB dengan baik. Untuk itu, diperlukan pedoman penyelenggaraan PBKL. Tindak lanjut penyelenggaraan sekolah rintisan SKM, PBKL, dan PSB perlu pengembangan SMA yang memadukan karakteristik ketiga program rintisan tersebut, sehingga diperlukan spesifikasi pedoman untuk menyelenggarakan PBKL di semua SMA. Tindak lanjut penyelenggaraan sekolah rintisan SKM, PBKL, dan PSB perlu pengembangan SMA yang memadukan karakteristik ketiga program rintisan tersebut, sehingga diperlukan spesifikasi pedoman untuk menyelenggarakan PBKL di semua SMA.

9 TUJUAN PANDUAN Panduan penyelenggaraan PBKL disusun dengan tujuan: Memberikan pemahaman yang sama dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan PBKL di SMA; Memberikan pemahaman yang sama dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan PBKL di SMA; Sebagai acuan SMA dalam menyelenggarakan dan melaksanakan PBKL sesuai arah pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP); Sebagai acuan SMA dalam menyelenggarakan dan melaksanakan PBKL sesuai arah pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP); Sebagai acuan para pembina dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan pembinaan, pengawasan, dan dukungan untuk keberhasilan pelaksanaan PBKL di SMA. Sebagai acuan para pembina dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan pembinaan, pengawasan, dan dukungan untuk keberhasilan pelaksanaan PBKL di SMA.

10 HASIL YANG DIHARAPKAN Adanya pemahaman yang sama bagi sekolah dalam melaksanakan dan mengembangkan PBKL; Adanya pemahaman yang sama bagi sekolah dalam melaksanakan dan mengembangkan PBKL; Adanya panduan bagi sekolah dalam penyelenggaraan PBKL sesuai arah dan tuntutan SNP; Adanya panduan bagi sekolah dalam penyelenggaraan PBKL sesuai arah dan tuntutan SNP; Adanya panduan bagi para pembina dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengawal keberhasilan pelaksanaan PBKL di SMA; Adanya panduan bagi para pembina dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengawal keberhasilan pelaksanaan PBKL di SMA; Terlaksananya program PBKL di sekolah sesuai dengan konsep dan profil yang diharapkan. Terlaksananya program PBKL di sekolah sesuai dengan konsep dan profil yang diharapkan.

11 SASARAN Seluruh SMA dalam kategori standar maupun kategori mandiri yang melaksanakan program PBKL dan semua sekolah rintisan dengan fokus Sekolah Model SKM-PBKL-PSB. Seluruh SMA dalam kategori standar maupun kategori mandiri yang melaksanakan program PBKL dan semua sekolah rintisan dengan fokus Sekolah Model SKM-PBKL-PSB. Seluruh pelaksana program PBKL di sekolah meliputi: Seluruh pelaksana program PBKL di sekolah meliputi: –Kepala Sekolah –Tim Pengembang Kurikulum Sekolah –Tim PBKL –Dewan Guru –Musyawarah Guru Mata Pelajaran –Tata Usaha –Pengawas Sekolah –Komite Sekolah –Narasumber Penyelenggara PBKL di tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota. Penyelenggara PBKL di tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

12 BAB II PENYELENGGARAAN PBKL DI SEKOLAH 1. Konsep dan Karakteristik PBKL 2. Alur dan Langkah-langkah Kegiatan

13 Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di SMA adalah pendidikan/program pembelajaran yang diselenggarakan sekolah sesuai dengan kebutuhan daerah, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya dan potensi daerah yang bermanfaat dalam proses pengembangan kompetensi peserta didik sesuai potensi, bakat, dan minat. Sumberdaya dan potensi daerah mencakup aspek SDA, SDM, ekonomi, budaya/histori, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) adalah usaha sadar dan terencana melalui penggalian dan pengembangan potensi daerah secara arif dalam suasana dan proses pendidikan yang terstandar, agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kompeten- si dalam upaya ikut serta membangun masyarakat, bangsa, dan negara.

14 Muara SMA pelaksana PBKL adalah SSN yang memiliki karakteristik keunggulan lokal SMA pelaksana Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) adalah sekolah yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan memiliki kekhasan/karakteristik berupa keunggulan lokal yang diangkat ke dalam kegiatan pembelajaran.

15 Inventarisasi & Analisis Kondisi Identifikasi Keunggulan Lokal Menentukan Tema Program PBKL Integrasi MP Relevan KeterampilanMulok Sosialisasi Program PBKL Pembentukan Tim Pengemb. Pemetaan Kompetensi PBKL Masuk Dalam Dokumen KTSP Analisis SK/KD Pengembangan Silabus Menentukan Strategi Pelaksanaan Tindak Lanjut Guru Pengembangan RPP Pengembangan Bahan Ajar Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan Penilaian Supervisi Dan Evaluasi Program

16 1. Sosialisasi Program PBKL Kepala sekolah mensosialisasikan program PBKL kepada seluruh warga sekolah, komite sekolah, dan pihak terkait lainnya untuk memberikan pemahaman tentang: Kepala sekolah mensosialisasikan program PBKL kepada seluruh warga sekolah, komite sekolah, dan pihak terkait lainnya untuk memberikan pemahaman tentang: –Konsep dan alur proses penyelenggaraan PBKL; –Peran dan dukungan warga sekolah dalam pelaksanaan PBKL.

17 2. Tim Pengembang PBKL Dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah; Dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah; Beranggotakan pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah; Beranggotakan pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah; Bertugas mempersiapkan, melaksanakan, dan mengkoordinasikan mekanisme proses penyelenggaraan PBKL; Bertugas mempersiapkan, melaksanakan, dan mengkoordinasikan mekanisme proses penyelenggaraan PBKL; Diberikan pembekalan dan arahan pelaksanaan tugas. Diberikan pembekalan dan arahan pelaksanaan tugas.

18 3. Inventarisasi dan Analisis Kondisi a. Inventarisasi dan analisis kondisi internal –Meliputi komponen peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pembiayaan, program, dsb.; –Mengumpulkan dan mengidentifikasi data internal sekolah melalui dokumentasi, observasi, dan atau wawancara; –Melakukan analisis satuan pendidikan melalui pengungkapan kondisi riil dan kondisi ideal untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, dan kesenjangan;

19 Contoh Inventarisasi dan Analisis Kondisi Internal Satuan PendidikanNO KOMPO NENKONDISIIDEAL KONDISI RIIL KEKUATAN KELEMAHAN KESIAPAN SEKOLAH 1PesertaDidik 32 siswa perkelasAngkaMelajut kan 100 % - 36 siswa per kelas Angka melanjut kan Pend. 40 % -Sebagian besar keluarga petani keluarga petani -Motivasi kerja cukup tinggi -Tinggal di daerah wisata daerah wisata - dst.... paham seluk beluk tanam an pertani- an pertani- an, perkebu an, perkebu nan, wisata, seni budaya Daya tahan terhadap terhadap kesulitan kesulitan dan kerja dan kerja keras tinggi keras tinggi -Belum sesuai SNP Angka me lajutkan pendidikn pendidikn rendah rendah Daya beli buku buku rendah rendahKecintaan produk produkdalamnegeri rendah Penyesuaian bertahap Memberikan bekal kecaka pan vokasional -Penyediaan Buku Pustaka -Peningkatan kreasi/inova- si pendidikan si pendidikan /berbasis po- tensi lokal (pertanian, perkebunan, pariwisata, seni/budaya 2 Pendidi k & Ten dik.Memilikigurulengkap Tidak memiliki guru pertanian/ PerkebunanGurukuranglengkapMelaksana- kan pelatihan

20 b. Inventarisasi dan analisis kondisi eksternal –Mengumpulkan/mengidentifikasi data eksternal melalui dokumentasi atau observasi; –Melakukan analisis lingkungan satuan pendidikan melalui pengungkapan peluang dan tantangan kondisi ideal dan kondisi riil untuk menemukan kesenjangan; –Memperoleh potensi PBKL yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran.

21 Contoh Isian/Format Inventarisasi dan Analisis Kondisi Eksternal Satuan Pendidikan NoNoNoNo KOMPO NEN KONDISI RIIL PELUANGTANTANGAN POTENSI PBKL YANG DAPAT DIKEMBANGKAN 123 Smber Daya Alam Lokasi Geogra fis Dst.  -Wilayah berupa hamparan dataran rendah yang luas.  -Pemandangan alam indah dari hamparan sa- wah yang luas.  -Udara tidak terlalu panas  -Merupakan daerah prtanian yang subur  -Sumber air melimpah  Pengembang- an daerah wisata alam  -Kegiatan sektor budi- daya pertani- an perkebun- an, perikan- an, dan pengembang- an wisata  -Belum banyak kreasi lokal pendu- kung pengem- bangan wisata  -Mengupaya- kan adanya produk lokal sebagai daya dukung potensi wisata.  -Memaksimal- kan potensi sumber air untuk usaha dalam rumah tangga.  -Kegiatan sektor budidaya pertani- an, perkebunan, tanaman hias.  -Pengembangan/ pemasaran produk keunggulan lokal  -Pengembangan home industri pendukung sektor wisata.  -Pengembangan budidaya bidang pertanian, perke- bunan, tanaman hias.

22 4. Identifikasi Potensi dan Penentuan Jenis Keunggulan Lokal Menuliskan hasil analisis kondisi internal berupa data tingkat kesiapan sekolah; Menuliskan hasil analisis kondisi internal berupa data tingkat kesiapan sekolah; Menuliskan hasil analisis kondisi eksternal berupa data potensi PBKL; Menuliskan hasil analisis kondisi eksternal berupa data potensi PBKL; Menbandingkan data kesiapan sekolah dengan potensi PBKL yang dapat dikembangkan; Menbandingkan data kesiapan sekolah dengan potensi PBKL yang dapat dikembangkan; Memilih satu potensi PBKL yang paling kuat keterkaitannya dengan kesiapan sekolah; Memilih satu potensi PBKL yang paling kuat keterkaitannya dengan kesiapan sekolah; Menentukan potensi PBKL yang terpilih menjadi Tema PBKL yang dikembangkan sekolah. Menentukan potensi PBKL yang terpilih menjadi Tema PBKL yang dikembangkan sekolah.

23 Misal: -Memberikan bekal kecakapan vokasional -Menyediaan buku pustaka -Meningkatkan kreasi & inovasi pendidikan/ pelatihan berbasis potensi lokal (pertanian, per- kebunan, wisata, seni, budaya) -Melatih kreasi siswa dalam pengembangan potensi daerah -Mengembangkan kreasi dan inovasi dalam pendidikan Tingkat Kesiapan Sekolah (Hasil Analisis Internal) Potensi PBKL yang dapat Dikembangkan (Hasil Analisis Eksternal) Misal : -Kegiatan sektor budidaya pertanian, perkebunan, tanaman hias, & perikanan -Pengembangan dan pemasaran produk keunggulan lokal -Pengembangan home industri pendukung sektor wisata -Pengembangan produk keunggulan lokal -Pengembangan bidang pemasaran -Pengembangan budidaya bid. pertanian, perkebunan, dan tanaman hias -Pengembangan kegiatan di sektor pertanian, perkebunan, dan wisata. Tema PBKL yang Dipilih Misal: Budidaya Tanaman Hias

24 5.Pemetaan kompetensi PBKL Mensosialisasikan tema PBKL; Mensosialisasikan tema PBKL; Melibatkan guru mata pelajaran untuk menentukan kompetensi PBKL dengan mempertimbangkan potensi siswa dan daya dukung internal/eksternal; Melibatkan guru mata pelajaran untuk menentukan kompetensi PBKL dengan mempertimbangkan potensi siswa dan daya dukung internal/eksternal; Menuliskan semua kompetensi yang akan dikembangkan dalam tema PBKL; Menuliskan semua kompetensi yang akan dikembangkan dalam tema PBKL; Menentukan kategori ranah kompetensi PBKL (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) sebagai bahan pertimbangan penentuan strategi pelaksanaan; Menentukan kategori ranah kompetensi PBKL (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) sebagai bahan pertimbangan penentuan strategi pelaksanaan; Merancang SK/KD/Indikator pencapaian kompetensi sesuai dengan muatan lokal yang dipilih (khusus jika strategi pelaksanaan PBKL melalui mapel mulok); Merancang SK/KD/Indikator pencapaian kompetensi sesuai dengan muatan lokal yang dipilih (khusus jika strategi pelaksanaan PBKL melalui mapel mulok); Menentukan keterkaitan seluruh SK/KD/indikator pencapaian kompetensi mapel dengan kompetensi PBKL; Menentukan keterkaitan seluruh SK/KD/indikator pencapaian kompetensi mapel dengan kompetensi PBKL;

25 Memetakan kompetensi PBKL dalam diskripsi SK/KD dan indikator pencapaian setiap mapel melalui 3 (tiga) alternatif: Memetakan kompetensi PBKL dalam diskripsi SK/KD dan indikator pencapaian setiap mapel melalui 3 (tiga) alternatif: 1) Menggunakan SK/KD yang ada untuk dikembangkan menjadi indikator kompetensi PBKL; menjadi indikator kompetensi PBKL; 2) Menyisipkan substansi PBKL pada KD yang sudah ada; 3) Menambah KD baru diantara KD yang sudah ada. Menentukan sikap untuk memilih SK/KD Menentukan sikap untuk memilih SK/KD –Jika ada keterkaitan kompetensi PBKL dengan SK/KD suatu mapel, maka SK/KD mapel tersebut dapat digunakan bersama; –Jika kompetensi PBKL dengan SK/KD tidak ada keterkaitan, tetapi materi pokok mapel tersebut berhubungan, maka kompetensi PBKL berdiri sendiri sebagai SK/KD atau indikator pencapaian PBKL; –Jika SK/KD mapel dan kompetensi PBKL sama sekali tidak ada kaitannya, maka mapel itu tidak memiliki relevansi dengan PBKL. Menyusun SK/KD dan indikator pencapaian secara mandiri untuk mapel ketrampilan, apabila SK/KD yang ada pada Standar Isi tidak memiliki relevansi/keterkaitan. Menyusun SK/KD dan indikator pencapaian secara mandiri untuk mapel ketrampilan, apabila SK/KD yang ada pada Standar Isi tidak memiliki relevansi/keterkaitan.

26 Contoh penetapan kompetensi yang dikembangkan dalam PBKL Tema PBKL Ket. Kompetensi /Indikator yang ingin Dicapai Mengenal jenis dan variasi tanaman hias dengan ciri-cirinya sebagai bagian ilmu biologi Memahami syarat tumbuh tanaman hias berda- sarkan jenisnya Memahami pertumbuhan dan perkembangbiakan tanaman hias sesuai dengan jenisnya Memahami perawatan & pemupukan tanaman hias Memahami hama dan penyakit pada tanaman hias Memahami nilai ekonomi yang dapat dikembang- kan dari budi daya tanaman hias Menyusun analisis usaha pada budidaya tanaman hias dalam skala kecil Menjelaskan strategi pemasaran produk budi- daya tanaman hias Dst. Budidaya Tanaman Hias

27 Contoh Pemetaan Kompetensi PBKL Dalam Standar Isi TEMA PBKL KOMPETENSI PBKL RELE- VANSI RANAH K0MPE TENSI MATA PELAJARAN BIOLOGI YAYAYAYA TI- DAK STANDAR KOMPETEN SI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN PENCAPAIAN Budi daya tana- man hias Mengenal jenis dan variasi tanaman hias dengan ciri-cirinya sebagai bagian ilmu biologi v Penge- tahuan, ketera- mpilan 3. Memaha- mi manfa- at keane karagam- an hayati 3.1 Mendes- kripsikan konsep keaneka- ragaman gen, jenis ekosistem melalui kegiatan pengama- tan  Mengidentifikasi keanekaragaman gen dan jenis tanaman hias dari hasil pengamatan lingkungan  Menjelaskan keaneka- ragaman gen dan jenis tanaman hias dari hasil pengamatan lingkungan  Mengidentifikasi ke anekaragaman jenis dan variasi tanaman hias.  Merumuskan konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup dari hasil pengamatan.

28 6. Pengintegrasian PBKL dalam dokumen KTSP a. Kerangka Dasar 1) Perumusan kembali visi sekolah 2) Menentukan misi satuan pendidikan 3) Merumuskan kembali tujuan satuan pendidikan b. Struktur Kurikulum Tidak mengalami perubahan, karena PBKL bukan mapel baru yang berdiri sendiri, melainkan masuk pada masing-masing kelompok mapel, Ketrampilan, atau Muatan Lokal. Tidak mengalami perubahan, karena PBKL bukan mapel baru yang berdiri sendiri, melainkan masuk pada masing-masing kelompok mapel, Ketrampilan, atau Muatan Lokal. Alokasi waktu dapat disesuaikan dengan langkah: Alokasi waktu dapat disesuaikan dengan langkah: 1) Mencermati SK/KD/Indikator pencapaian dan materi pokok yang terintegrasi kompetensi PBKL; 2) Tambahan waktu karena tambahan volume SK/KD/Indikator dan materi pokok dapat menggunakan sebagian waktu 4 jam yang diperbolehkan. c. Beban Belajar dan Kalender Pendidikan –PBKL bukan Mata Pelajaran yang berdiri sendiri. –Beban Belajar maupun Kalender Pendidikan tidak begitu terpengaruh, –Hanya penajaman alokasi waktu per Mapel mengacu struktur kurikulum,

29 Format dan contoh : Visi Sekolah Semula Tema PBKL Rumusan Visi Hasil Revisi Terwujudnya Pendidikan yang Unggul dalam Prestasi Teladan dalam Perilaku Budi daya tanaman hias Terwujudnya Pendidikan yang Unggul dalam Prestasi Teladan dalam Perilaku dan Cinta Keindahan Misi Sekolah Semula Rumusan Misi Hasil Revisi Mengembangkan budaya senyum, salam, sapa, sopan, simpatik Mengembangkan budaya senyum, salam, sapa, sopan, simpatik, indah Tujuan Sekolah Yang sudah ada Tujuan Sekolah setelah di Revisi Membekali siswa dengan dasar nilai-nilai dan pengetahuan untuk dikembangkan dalam pendidikan tinggi Membekali siswa dengan dasar norma, pengetahuan, dan kecakapan untuk dikembangkan dalam pendidikan tinggi dan masyarakat

30 7. Analisis SK/KD a. Mengintegrasikan PBKL dalam tujuan mapel yang sesuai. b. Memasukkan materi PBKL dalam ruang lingkup mapel terkait. c. Menjabarkan standar kompetensi ke dalam KD setiap jenjang. d. Menentukan tahapan berpikir KD untuk dikembangkan dalam menentukan kata kerja operasional (KKO) indikator pencapaian kompetensi serta materi pokok. e. Mengembangkan SK/KD PBKL menjadi indikator pencapaian kompetensi (IPK). f. Mengembangkan indikator pencapaian kompetensi menjadi materi pokok. g. Mengkategorikan materi pokok dalam ruang lingkup mapel. h. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan berdasarkan indikator pencapaian

31 Contoh format dan isian ANALISIS/ PEMETAAN SK/KD Mata Pelajaran: Biologi Standar Kom Kompetensi Kompetensi Dasar Taha pan Berpi kir KD Indikator Pencapaian TahapBerpikir Indiktor Materi Pokok RuangLingkup (SK – KD) AlokasiWaktu 123 Memaham i manfaat keaneka ragaman hayati 3.1 Mendeskripsi- kan konsep keaneka ra- gaman gen, jenis, Ekosistem melalui kegiatan pengamatan Dsb.... C5  Menyebutkan 3 jenis keanekagaman hayati  Menjelaskan keaneka ragaman gen dan jenis tanaman hias dari hasil pengamatan lingkungan.  Mengelompokkan keane- karagaman gen dan jenis tanaman hias dari hasil pengamatan lingkungan  Mendiskripsikan keaneka ragaman jenis dan variasi tanaman hias  Mendeskripsikan konsep keanekaragaman gen, jenis, dan ekosistem melalui pengamatan  Dst.... C1 C2 C3 C4 C5 Konsep keaneka ragaman gen, jenis ekosistem keanekaragaman gen. Berbagai variasi dari satu jenis makhluk hidup. makhluk hidup.Keanekaragaman jenis adalah keanekaragaman pada spesies yang berbeda. vvvv … menit Keterangan: Ruang lingkup mata perlajaran Biologi 1.Hakikat biologi, keanekaragaman hayati dan pengelompokan makhluk hidup, hubungan antarkomponen ekosistem, perubahan materi dan energi, peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem 2.Organisasi seluler, struktur jaringan, struktur dan fungsi organ tumbuhan, hewan dan manusia serta penerapannya dalam konteks sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat 3.Proses yang terjadi pada tumbuhan, proses metabolisme, hereditas, evolusi, bioteknologi dan implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat. Kelas : XI

32 8. Pengembangan Sibalus a. Mengkaji SK/KD yang ada, dikembangkan dengan spesifikasi PBKL. b. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi (IPK) PBKL. c. Mengidentifikasi materi pelajaran, –menentukan cakupan (aspek kognitif, fakta, konsep, prinsip, prosedur, aspek psikomotor, aspek afektif) dan urutan materi pembelajaran (pendekatan prosedural, pendekatan hierarkis) mengacu IPK PBKL. d. Menentukan kegiatan pembelajaran, –mengacu kepada IPK dengan memperhatikan: –Kesesuaian tingkat kompetensi pada IPK, –Urutan kegiatan pembelajaran sesuai urutan IPK, –Penentuan kegiatan TM, PT, dan KMTT, sesuai SK/KD terkait PBKL. e. Menentukan penilaian, –Menentukan jenis penilaian (tes/non tes), teknik penilaian (tertulis, lisan dan praktek), dan bentuk penilaian (uraian dan objektif, PG dan isian) dengan mengacu indikator pencapaian kompetensi PBKL. f. Menentukan alokasi waktu berdasarkan jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan pertimbangan jumlah KD, perluasan dan kedalaman materi, tingkat kesulitan/kepentingan KD, jangkauan IPK dan materi pokok PBKL.

33 Contoh Format dan isian silabus Nama sekolah: SMAN HandayaniKelas/Program: XI/1 Mata Pelajaran : BiologiSemester: 2 Standar Kompetensi:: 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati Kompe- Tensi Dasar Dasar Materi Pembelajar an Kegiatan Pembelajaran IndikatorPenilaianAWSumber/ Bahan/Alat Mendes- kripsikanKonsep Keaneka- ragaman gen, jenis, ekosistem melalui kegiat- an peng Amatan.  Konsep keanekaragam an gen, jenis, ekosistem  Keanekaragam an gen  Gen mengekspresik an berbagai variasi dari satu jenis makhluk hidup,  Keanekaragam an jenis adalah keanekaragam an pada spesies yang berbeda.  Keanekaragam an ekosistem  Melakukan pengamatan keanekaragaman makhluk hidup termasuk tanaman hias di lingkungan sekitarnya dan mengelompokkan sesuai jenisnya masing-masing.  Mengelompokkan tumbuhan yang sama jenisnya dan menemukan keanekaragaman pada satu jenis tumbuhan, seperti ukuran daun, warna bunga, tinggi pohon dll. dari tumbuhan yang diamati, termasuk pada tanaman hias  Menyebutkan 3 jenis keanekagaman hayati  Menjelaskan keaneka ragaman gen dan jenis tanaman hias dari hasil pengamatan lingkungan  Mengelompokkan keane-karagaman gen dan jenis tanaman hias dari hasil pengamatan lingkungan  Membedakan keanekara-gaman jenis dan variasi tanaman hias  Mendeskripsikan kon- sep keaneka ragaman gen, jenis Ekosistem melalui kegiatan pengamatan  Dst.... Jenis tagihan: TugasKelompok, Ulangan. Bentuk Tes : Tes pilihan ganda, dan tes uraian. Non Tes, Laporan hasil pengamatan lingkungan, Pengelompok an dan identi- fikasi organis- me khas dae- rah/ wilayah) Pengamatan sikap. sikap.Sumber: Buku acuan yang relevan, lingkungansekitar.Alat: Kaca pembesar, OHP/Komputer,LCD.Bahan: LKS, bahan presentasi.gambar/foto/ film berbagai ekosistem.

34 9.Penentuan strategi pelaksanaan PBKL Alternatif Pelaksanaan PBKL dalam pembelajaran: Alternatif Pelaksanaan PBKL dalam pembelajaran: a. Pelaksanaan PBKL terintegrasi pada Mapel yang relevan b. Pelaksanaan PBKL sebagai Mapel Keterampilan c. Pelaksanaan PBKL sebagai Mapel Muatan Lokal Dilakukan oleh Tim PBKL berdasarkan hasil kajian: Dilakukan oleh Tim PBKL berdasarkan hasil kajian: a. Daya dukung lingkungan/hasil analisis kondisi eksternal; b. Kesiapan/daya dukung sekolah/hasil analisis kondisi internal; c. Hasil analisis SK/KD berupa tahapan berfikir SK/KD/Indikator d. Hasil analisis terhadap kebutuhan daerah; e. Ranah kompetensi PBKL yang dikembangkan; f. Bakat dan minat peserta didik; g. Kondisi spesifik internal/eksternal yg mendukung. g. Kondisi spesifik internal/eksternal yg mendukung.

35 Terintegrasi Pada Mata Pelajaran Keterampilan Muatan Lokal STRATEGIKELEBIHAN SK/KD telah tersedia KELEMAHAN Substansi PBKL belum tentu sesuai dengan SK/ KD mapel yg ada Menghasilkan produk; Meningkatkan nilai jual sekolah di masyarakat; Ada rasa kebanggaan pada diri peserta didik Memerlukan kelengkapan sarana prasarana yang lebih; Memerlukan tenaga ahli di bidang vokasional; SK/KD keterampilan yang tersedia belum tentu sesuai Tidak tersedia SK/KD; Tidak mudah mengem- bangkan SK/KD mulok. Materinya fleksibel, tidak harus berkelanjutan,

36 BAB III STRATEGI PELAKSANAAN PBKL PADA PROSES PEMBELAJARAN Alur pelaksanaan PBKL pada proses pembelajaran Menggunakan Silabus Melaksanakan Penilaian PBKL Menyusun RPP Melaksanakan Pembelajaran PBKL Mengembangkan Bahan Ajar

37 A. Pelaksanaan PBKL Melalui Mata Pelajaran yang Relevan 1. Mengembangkan/menggunakan silabus 2. Mengembangkan/menyempurnaan RPP 3. Membuat bahan ajar 4. Melaksanakan pembelajaran 5. Melaksanakan penilaian

38 1. Mengembangkan Silabus Silabus dikembangkan berdasarkan analisis SK/KD serta indikator pencapaian kompetensi Silabus dikembangkan berdasarkan analisis SK/KD serta indikator pencapaian kompetensi Disusun dan dikembangkan mengacu juknis pengembangan silabus Disusun dan dikembangkan mengacu juknis pengembangan silabus

39 Contoh silabus Nama sekolah: SMAN HandayaniKelas/Program: XI/1 Mata Pelajaran : BiologiSemester: 2 Standar Kompetensi:: 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati Kompe- Tensi Dasar Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran IndikatorPenilaianAWSumber/ Bahan/Alat Mendeskripsi-kanKonsep Keane- karaga man gen, jenis, ekosis- tem melalui kegiat- an peng Amatan.  Konsep keanekaragam an gen, jenis, ekosistem  Keanekaragam an gen  Gen mengekspresik an berbagai variasi dari satu jenis makhluk hidup,  Keanekaragam an jenis adalah keanekaragam an pada spesies yang berbeda.  Keanekaragam an ekosistem  Melakukan pengamatan keanekaragaman makhluk hidup termasuk tanaman hias di lingkungan sekitarnya dan mengelompokkan sesuai jenisnya masing-masing.  Mengelompokkan tumbuhan yang sama jenisnya dan menemukan keanekaragaman pada satu jenis tumbuhan, seperti ukuran daun, warna bunga, tinggi pohon dll. dari tumbuhan yang diamati, termasuk pada tanaman hias  Menyebutkan 3 jenis keaneka- ragaman hayati  Menjelaskan keaneka ragaman gen dan jenis tanaman hias dari hasil pengamatan lingkungan.  Mengelompokkan keanekaragaman gen dan jenis tanaman hias dari hasil pengamatan lingkungan  Membedakan keanekaragaman jenis dan variasi tanaman hias  Mendeskripsikan konsep keaneka- ragaman gen, jenis, dan Ekosistem melalui kegiatan penga- matan Jenis tagihan: Tugaskelompok,ulangan. Bentuk Tes: Tes pilihan ganda, dan tes uraian. Non tes, Laporan hasil pengamatan lingkungan, Pengelompok an dan identi- fikasi organis- me khas dae- rah/ wilayah), Pengamatan sikap. sikap.Sumber: Buku acuan yang relevan, lingkungansekitar.Alat: Kaca pembesar, OHP/Komputer,LCD.Bahan: LKS, bahan presentasi.gambar/foto/ film berbagai ekosistem.

40 2. Pengembangan RPP RPP disusun berdasarkan silabus yang telah dikembangkan; RPP disusun berdasarkan silabus yang telah dikembangkan; RPP disusun dan dikembangkan mengacu juknis penyusunan RPP. RPP disusun dan dikembangkan mengacu juknis penyusunan RPP.

41 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah: SMAN Handayani Kelas, semester : XI, 2 Mata Pelajaran: Biologi Alokasi Waktu: 2 X 45 menit A.Standar Kompetensi: 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati B. Kompetensi Dasar : 3.1 Mendeskripsikan konsep keanekaragaman gen, jenis, ekosistem, melalui kegiatan pengamatan C. Indikator Pencapaian Kompetensi : 1.Siswa dapat menyebutkan 3 jenis keanekagaman hayati 2.Siswa dapat menjelaskan keaneka ragaman gen dan jenis tanaman hias dari hasil pengamatan lingkungan. 3.Siswa dapat mengelompokkan keanekaragaman gen dan jenis tanaman hias dari hasil pengamatan lingkungan 4.Siswa dapat membedakan keanekaragaman jenis dan variasi tanaman hias 5.Siswa dapat mendeskripsikan konsep keanekaragaman gen, jenis, dan Ekosistem melalui kegiatan pengamatan D. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan keaneka ragaman gen dan jenis ekosistem tanaman hias dari hasil pengamatan lingkungan.

42 Contoh RPP : E. Materi Ajar (materi pokok): Konsep keanekaragaman gen, jenis ekosistem, dst. Konsep keanekaragaman gen, jenis ekosistem, dst. F. Metode Pembelajaran: Observasi, Diskusi/tanya jawab, Penugasan. Observasi, Diskusi/tanya jawab, Penugasan. G. Kegiatan pembelajaran: TM/PT/KMTT Langkah-langkah Pertemuan: 1.Kegiatan awal: Apersepsi dan motivasi 2.Kegiatan inti: Penjelasan/paparan, observasi, diskusi informasi 3.Kegiatan penutup: Kesimpulan, evaluasi H.. Sumber Belajar: Kebun/halaman sekolah, internet, buku-buku yang sesuai Kebun/halaman sekolah, internet, buku-buku yang sesuai I. Penilaian: 1. Tes tertulis 1. Tes tertulis 2. Tugas/Laporan 2. Tugas/Laporan Contoh butir soal: 1. Dari pengamatan yang telah anda lakukan, sebutkan masing-masing 4 macam tanaman hias yang termasuk dalam rumpun Gramynae dan termasuk rumpun Palmae dst.... lanjutan....

43 3. Penyusunan bahan ajar Bahan ajar cetak maupun non cetak setidaknya mengandung komponen: judul, petunjuk belajar, KD mapel yang terkait PBKL, informasi pendukung, latihan, tugas/langkah kerja dan penilaian. Bahan ajar cetak maupun non cetak setidaknya mengandung komponen: judul, petunjuk belajar, KD mapel yang terkait PBKL, informasi pendukung, latihan, tugas/langkah kerja dan penilaian. Bahan ajar disusun berdasarkan juknis pengembangan bahan ajar. Bahan ajar disusun berdasarkan juknis pengembangan bahan ajar.

44 4. Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran harus mengacu RPP yang telah disusun termasuk materi PBKL yang dikembangkan. Pembelajaran harus mengacu RPP yang telah disusun termasuk materi PBKL yang dikembangkan. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan Inti dan kegiatan penutup. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan Inti dan kegiatan penutup. Mengacu pada juknis pelaksanaan pembelajaran. Mengacu pada juknis pelaksanaan pembelajaran.

45 5. Pelaksanaan Penilaian Penilaian kompetensi PBKL mengacu pada RPP. Penilaian kompetensi PBKL mengacu pada RPP. Instrumen dikembangkan dari indikator kompetensi menjadi indikator penilaian, dengan spesifikasi PBKL yang dilaksanakan. Instrumen dikembangkan dari indikator kompetensi menjadi indikator penilaian, dengan spesifikasi PBKL yang dilaksanakan. Prosedur dan langka-langkah penilaian mengacu pada ketentuan standar penilaian dan juknis pelaksanaan penilaian. Prosedur dan langka-langkah penilaian mengacu pada ketentuan standar penilaian dan juknis pelaksanaan penilaian.

46 B. Pelaksanaan PBKL Melalui Mapel Ketrampilan Mengacu pada tujuan dan lingkup mata pelajaran keterampilan yang terdapat pada standar isi, meliputi aspek keterampilan kerajinan, pemanfaatan teknologi rekayasa, teknologi budidaya, teknologi pengolahan, dan kewirausahaan. Mengacu pada tujuan dan lingkup mata pelajaran keterampilan yang terdapat pada standar isi, meliputi aspek keterampilan kerajinan, pemanfaatan teknologi rekayasa, teknologi budidaya, teknologi pengolahan, dan kewirausahaan. Mengembangkan SK/KD yang sudah ada pada standar isi. Apabila SK/KD yang sudah ada tidak sesuai dengan kompetensi PBKL yang dikembangkan, maka SK/KD baru harus disusun dan dikembangkan secara mandiri. Mengembangkan SK/KD yang sudah ada pada standar isi. Apabila SK/KD yang sudah ada tidak sesuai dengan kompetensi PBKL yang dikembangkan, maka SK/KD baru harus disusun dan dikembangkan secara mandiri. Struktur pengetahuan terdiri atas jenis, bentuk, cara kerja dan fungsi kerajinan atau teknologi, dengan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh siswa pada mata pelajaran lain. Struktur pengetahuan terdiri atas jenis, bentuk, cara kerja dan fungsi kerajinan atau teknologi, dengan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh siswa pada mata pelajaran lain. Mapel keterampilan yang diberikan sama dan berkelanjutan dari kelas X sampai kelas XII. Mapel keterampilan yang diberikan sama dan berkelanjutan dari kelas X sampai kelas XII. Prosedur dan proses pembelajaran hampir sama dengan Pelaksanaan PBKL melalui pengintegrasian Mapel. Prosedur dan proses pembelajaran hampir sama dengan Pelaksanaan PBKL melalui pengintegrasian Mapel.

47 Contoh silabus mapel Keterampilan Sekolah : SMAN Handayani Kelas : XI Standar Kompetensi : Membuat talam singkong beraroma pandan Semester : 1KompetensiDasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaia n AWSumberBhan/alat Menggunakan alat dan bahanuntukpembuatanpanganan 1.Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan Talam singkong aroma pandan 2.Alat-alat yang dipergunakan untuk pembuatan Talam singkong aroma pandan 1.Mengidentifika si bahan yang dperlukan dalam pembuatan pembuatan Talam singkong aroma pandan 2.Mengidentifika si alat-alat yang dipergunakan untuk pembuatn Talam singkong Talam singkong aroma pandan aroma pandan-Mengidentifikasi komposisi bahan yang diperlukan dalam pembuatan Talam singkong aroma pandan aroma pandan-Mengidentifikasi alat-alat yang alat-alat yang dipergunakan dipergunakan untuk pembuatan Talam singkong Talam singkong aroma pandan aroma pandanJenistagihan: Tes lisan /tulis2X 45 ’ Internet,Maja-lahBoga,MajalahBudaya 3.Langkah-langkah pengolahan Talam singkong aroma pandan 3.Mengurutkanlangkah-langkah pengolahan pengolahan talam singkong aroma pandan -Mengerjakanlangkah-langkah pengolahan talam singkong aroma pandan singkong aroma pandanJenistagihan:Tesunjuk kerja kerja1X 45 ’ Internet,Maja-lah

48 Contoh : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah: SMAN Handayani Kelas, semester: XI, 2 Mata Pelajaran: KeterampilanAlokasi Waktu: 2 X 45 menit A. Standar Kompetensi: Memproduksi talam singkong aroma pandan B. Kompetensi Dasar: Menggunakan alat dan bahan untuk pembuatan panganan C. Indikator : 1. Mengidentifikasi komposisi bahan yang diperlukan dalam pembuatan Talam 1. Mengidentifikasi komposisi bahan yang diperlukan dalam pembuatan Talam singkong aroma pandan, singkong aroma pandan, 2. Mengidentifikasi alat-alat yang dipergunakan untuk pembuatan Talam singkong 2. Mengidentifikasi alat-alat yang dipergunakan untuk pembuatan Talam singkong aroma pandan, aroma pandan, 3. Mengerjakan langkah-langkah pengolahan talam singkong aroma pandan. 3. Mengerjakan langkah-langkah pengolahan talam singkong aroma pandan. D. Tujuan pembelajaran: Siswa dapat membuat kue talam singkong yang beraroma pandan. E. Materi Pembelajaran: Alat, Bahan, dan Langkah pembuatan Talam singkong. F. Metode pembelajaran: Eksperimen G. Kegiatan pembelajaran:

49 Contoh : lanjutan.... Langkah- langkah Pertemuan: Langkah- langkah Pertemuan: 1.Kegiatan awal : Apersepsi, Motivasi 2.Kegiatan inti : Praktek pembuatan Talam singkong aroma pandan. 3.Kegiatan penutup: Evaluasi produk, laporan kelompok. PT/KMTT PT/KMTT H. Sumber Belajar: Internet, buku-buku yang sesuai. I. Penilaian 1.Jenis: Unjuk kerja, tertulis 1.Jenis: Unjuk kerja, tertulis 2.Bentuk: Produk, laporan 2.Bentuk: Produk, laporan Butir-butir soal : Butir-butir soal : 1. Dengan bahan dan peralatan yang ada, buatlah Talam singkong yang memiliki 1. Dengan bahan dan peralatan yang ada, buatlah Talam singkong yang memiliki aroma pandan secara kelompok. aroma pandan secara kelompok. 2. Buatlah laporan pembuatan Talam singkong aroma pandan secara lengkap. 2. Buatlah laporan pembuatan Talam singkong aroma pandan secara lengkap.

50 C. Pelaksanaan PBKL melalui mata pelajaran Muatan Lokal 1. Menyusun SK/KD mapel mulok secara mandiri –Penyusunan SK/KD dilakukan dengan melihat kelayakan standar kompetensi lulusan mulok yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dikuasai peserta didik setelah mengikuti seluruh pembelajaran muatan lokal di SMA 2. Menganalisis SK/KD 3. Mengembangkan silabus 4. Menyusunan RPP 5. Menyusunan Bahan Ajar 6. Melaksanakan Proses Pembelajaran 7. Melaksanakan Penilaian

51 Contoh : Mulok AgrowisataSKKD 1. Menerapkan pengertian perencanaan umum dan lingkup pariwisata 1.1 Menjelaskan perencanaan umum dan ruang lingkup pariwisata kawah papandayan 1.2 Menerapkan tahap-tahap perencanaan pariwisata kawah papandayan 2. Memahami pengertian dan ruang lingkup agrowisata 2.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur ruang lingkup agrowisata 2.2 Menganalisis faktor hubungan antara pertanian dan pariwisata 2.3 Menganalisis faktor-faktor peluang pertanian dalam pariwisata

52 Ruang Lingkup Mulok : Kepariwisataan Standar Kompeten si KompetensiDasarIndikatorThapBerpikirMateriPokokAlkasiWaktu 1.Menerapkan pengertian perencanaan umum dan lingkup pariwisata (C3) Menjelaskan perencanaan umum dan ruang lingkup pariwisata Kawah Papandayan 1.Mendefinisikan pengertian dan lingkup pari- wisata 2.Menjelaskan lingkup wisata kawah Papandayan 3.Mendiskripsikan peluang keber- hasilan penge- lolaan wisata Kawah Papan- dayan. 4.Membuat model perencanaan pariwisata Kawah Papandayan C1C1C2C3C4 Perenca- naan danRuang lingkup Kepariwi- sataan 2 x 45 ’

53 Kompetensi Dasar Materi Pembelajar an Keg. Pembelaj. Indikator Penilai an Alokas i Waktu Sumber/ Bahan TMTM PTKMTT 1.1. Menjelaskan perencanaan umum dan ruang lingkup pariwisata kawah Pa- pandayan Lingkup Pariwisata Perencana- an dan pengem- bangan pariwisata v 1.Mendefinisikan pengertian dan lingkup pariwisata 2.Menjelaskan ling- kup pariwisata ka- wah Papandayan. 3.Mendiskripsikan peluang keber- hasilan pengelo- hasilan pengelo- laan wisata ka- laan wisata ka- wah Papandayan. wah Papandayan. 4.Membuat model perencanaan pari wisata kawah Papandayan Tes tertulis; Penilai an kinerja (sikap dan praktik) 90 ’ Sumber: Buku, Internet. Bahan: Bahan Presenta si, Video Rekam Contoh silabus mapel Muatan Lokal : Sekolah : SMAN Handayani Mata Pelajaran : Muatan Lokal/Kepariwisataan Kelas/Semester : XI/2 Standar Kompetensi: Menerapkan pengertian perencanaan umum dan lingkup pariwisata

54 Contoh bagian pokok RPP ( masih harus dikembangkan) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah: SMAN 16 Garut Mata Pelajaran: Mulok/Kepariwisataan Kelas/semester: XI/2 Alokasi Waktu: 2X45 menit A.Standar Kompetensi : Menerapkan pengertian perencanaan dan lingkup pariwisata. B. Kompetensi Dasar : Menyusun Perencanaan Pengembangan Pariwisata Kawah Papandayan C. Indikator: 1. Mendefinisikan Pengertian dan lingkup Pariwisata 2. Menjelaskan Kawah Papandayan 2. Menjelaskan lingkup pariwisata Kawah Papandayan 3. Mendeskripsikan peluang keberhasilan pengelolaan wisata 3. Mendeskripsikan peluang keberhasilan pengelolaan wisata Kawah Papandayan Kawah Papandayan 4. Membuat Model Perencanaan Pariwisata Kawah Papandayan 4. Membuat Model Perencanaan Pariwisata Kawah Papandayan D. Tujuan pembelajaran: Siswa memahami potensi wisata Kawah Papan dayan dan dapat menyusun rencana pengembangan potensi wisata Kawah Papandayan) E. Materi Pembelajaran: Ruang Lingkup Kepariwisataan, dan Perencanaan F. Metode pembelajaran: Dokumentasi, Diskusi Informasi, penugasan

55 Contoh bagian pokok RPP ( masih harus dikembangkan) lanjutan.... G. Kegiatan pembelajaran: TM/PT/KMTT Langkah- langkah Pertemuan: 1.Pendahuluan : Apersepsi, dan motivasi 2.Inti : Paparan dan penayangan video rekam kondisi /aktifitas Kawah Papandayan /aktifitas Kawah Papandayan Diskusi potensi Kawah Papandayan yang dapat Diskusi potensi Kawah Papandayan yang dapat dikembangkan dalam wisata dikembangkan dalam wisata 3. Penutup : Kesimpulan, Evaluasi, Penugasan. H. Sumber Belajar: internet, buku-buku yang sesuai. I. Penilaian, Jenis : Non tes/tes Bentuk : unjuk kerja, produk, laporan; tertulis (uraian) Bentuk : unjuk kerja, produk, laporan; tertulis (uraian) Butir-butir soal 1.Diskripsikan hal-hal yang dapat ditawarkan sebagai paket wisata kawah Papandayan. 2.Buatlah model paket wisata Kawah Papandayan, mengacu potensi wisata yang ada. 3.Bagaimana upaya anda untuk menjaga kelestarian kawah Papandayan. Dst.

56 D. Pengawasan dan Supervisi Kepala sekolah, pengawas sekolah, dan jajaran Dinas Pendidikan tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar untuk keberhasilan pelaksanaan PBKL di SMA, melalui kegiatan pengawasan, supervisi, dan evaluasi. Kepala sekolah, pengawas sekolah, dan jajaran Dinas Pendidikan tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar untuk keberhasilan pelaksanaan PBKL di SMA, melalui kegiatan pengawasan, supervisi, dan evaluasi. Pengawasan/supervisi dilakukan meliputi proses penyelenggaraan dan pelaksanaannya dalam pembelajaran. Pengawasan/supervisi dilakukan meliputi proses penyelenggaraan dan pelaksanaannya dalam pembelajaran.

57 PENUTUP PBKL dapat menjadi karakteristik tersendiri bagi sekolah disamping karakteristik standar nasional pendidikan (SNP) yang dilaksanakan di sekolah. PBKL dapat menjadi karakteristik tersendiri bagi sekolah disamping karakteristik standar nasional pendidikan (SNP) yang dilaksanakan di sekolah. Penyelenggaraan PBKL harus dilaksanakan melalui analisis kondisi internal dan eksternal sekolah sebagai bagian dari analisis konteks dalam pengembangan KTSP, agar memiliki kebermaknaan bagi kebutuhan sekolah. Penyelenggaraan PBKL harus dilaksanakan melalui analisis kondisi internal dan eksternal sekolah sebagai bagian dari analisis konteks dalam pengembangan KTSP, agar memiliki kebermaknaan bagi kebutuhan sekolah. PBKL bukan program dan mata pelajaran yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari program sekolah dan bagian dari sturutur program kurikulum sekolah/KTSP, dan dilaksanakan secara berkesinambungan. PBKL bukan program dan mata pelajaran yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari program sekolah dan bagian dari sturutur program kurikulum sekolah/KTSP, dan dilaksanakan secara berkesinambungan.

58 Pembelajaran PBKL di sekolah dapat dilaksanakan melalui tiga alternatif strategi yaitu, integrasi pada Mapel yang relevan, melalui Mapel Ketrampilan atau melalui Mapel Mulok. Pembelajaran PBKL di sekolah dapat dilaksanakan melalui tiga alternatif strategi yaitu, integrasi pada Mapel yang relevan, melalui Mapel Ketrampilan atau melalui Mapel Mulok. Pelaksanaan PBKL disekolah dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan Juknis dalam KTSP karena PBKL merupakan bagian dari keseluruhan program sekolah dan pelaksanaannya merupakan bagian dari proses pembelajaran secara umum disekolah. Pelaksanaan PBKL disekolah dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan Juknis dalam KTSP karena PBKL merupakan bagian dari keseluruhan program sekolah dan pelaksanaannya merupakan bagian dari proses pembelajaran secara umum disekolah. Kepala Sekolah, Pengawas, dan segenap komponen dalam jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota maupun Provinsi perlu secara optimal melaksanakan fungsi dan perannya dalam pembinaan sekolah- sekolah khusunya dalam pelaksanaan PBKL. Kepala Sekolah, Pengawas, dan segenap komponen dalam jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota maupun Provinsi perlu secara optimal melaksanakan fungsi dan perannya dalam pembinaan sekolah- sekolah khusunya dalam pelaksanaan PBKL.

59 Kementerian Pendidikan Nasional Ditjen Manajemen Dikdasmen Direktorat Pembinaan SMA


Download ppt "Materi BAB I Pendahuluan –Latar Belakang –Landasan Operasional –Landasan Empiris –Tujuan –Hasil yang Diharapkan –Sasaran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google