Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Click to edit Master title style PP 32 Tahun 2013 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PERMENDIBKUD No. 54 Tahun 2013 Tentang SKL DRAF KOMPETENSI DASAR.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Click to edit Master title style PP 32 Tahun 2013 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PERMENDIBKUD No. 54 Tahun 2013 Tentang SKL DRAF KOMPETENSI DASAR."— Transcript presentasi:

1 Click to edit Master title style PP 32 Tahun 2013 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PERMENDIBKUD No. 54 Tahun 2013 Tentang SKL DRAF KOMPETENSI DASAR VERSI

2 Tujuan Pendidikan Nasional (Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003) Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sikap Spiritualberiman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Sikap Sosial berakhlak mulia, sehat, mandiri, dan demokratis serta bertanggung jawab Pengetahuanberilmu Keterampilancakap dan kreatif

3 Tujuan Pendidikan Dasar dan Menengah (PP 17 Tahun 2010 Pengelolaan Pendidikan) Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: a.beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur; b.berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif; c.sehat, mandiri, dan percaya diri; dan d.toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab. Sikap Spiritualberiman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Sikap Sosial berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur; toleran, peka sosial, demokratis, bertanggung jawab, percaya diri, kritis, kreatif, dan inovatif PengetahuanBerilmu Keterampilancakap, sehat, dan mandiri

4 Click to edit Master title style

5

6 1.Standar Isi, 2.Standar Proses, 3.Standar Kompetensi Lulusan, 4.Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 5.Standar Sarana dan Prasarana, 6.Standar Pengelolaan, 7.Standar Pembiayaan, dan 8.Standar Penilaian Pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama Pengembangan Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian Pendidikan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan.

7 Click to edit Master title style Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan Peserta Didik dari satuan pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan meliputi Kompetensi untuk seluruh mata pelajaran. Standar Kompetensi Lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

8 Click to edit Master title style Peserta Didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a.menyelesaikan seluruh program Pembelajaran; b.memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran; c.lulus ujian sekolah/madrasah; dan d.lulus Ujian Nasional.

9 Click to edit Master title style Pengertian Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tujuan Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

10 Click to edit Master title style Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalampergaulan dunia. Penget ahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Ketra mpilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara Mandiri

11 Click to edit Master title style

12 Struktur Kurikulum merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, muatan Pembelajaran, mata pelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan. Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang Peserta Didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi dasar. Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan Pembelajaran, pengalaman belajar, atau mata pelajaran yang mengacu pada Kompetensi inti.

13 Click to edit Master title style Kompetensi Inti mencakup: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan Pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Kompetensi Dasar sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan dalam muatan Pembelajaran, mata pelajaran, atau mata kuliah. Beban belajar meliputi: a.kegiatan tatap muka; b.kegiatan terstruktur; dan c.kegiatan mandiri.

14 Click to edit Master title style Merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, Gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) Harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.

15 Click to edit Master title style Berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) KD; pengikat organisasi vertikal dan horizontal KD. Organisasi vertikal KD adalah keterkaitan antara konten KD satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari siswa.

16 Click to edit Master title style Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten KD satu mata pelajaran dengan konten KD dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat. Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan 1.sikap keagamaan (kompetensi inti 1), 2.sikap sosial (kompetensi 2), 3.pengetahuan (kompetensi inti 3), dan 4.penerapan pengetahuan (kompetensi 4).

17 Click to edit Master title style Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi Inti kelompok 4).

18 Click to edit Master title style Proses pembelajaran dimulai dari kompetensi pengetahuan (Kompetensi Dasar kelompok 3), kemudian dilanjutkan menjadi kompetensi keterampilan (Kompetensi Dasar kelompok 4), dan berakhir pada pembentukan sikap (Kompetensi Dasar kelompok 1 dan 2). Proses berkesinambungan ini adalah untuk memastikan bahwa pengetahuan berlanjut ke keterampilan dan bermuara ke sikap sehingga ada keterkaitan erat yang mendekati linier antara kompetensi dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap

19 KOMPETENSI INTI (versi KURIKULUM 2013) KI-1SIKAP SPIRITUAL Sikap thd Tuhan YME KI-2SIKAP SOSIAL Sikap thd diri sendiri & orang lain KI-3PENGETAHUAN KI-4KETERAMPILAN NILAI-NILAI KARAKTER

20 Click to edit Master title style KELAS X Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

21 Click to edit Master title style KELAS XI Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

22 Click to edit Master title style KELAS XII Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

23 Click to edit Master title style Merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran.

24 Click to edit Master title style 1.Kelompok kompetensi dasar sikap spiritual (mendukung KI-1) atau kelompok 1, 2.Kelompok kompetensi dasar sikap sosial (mendukung KI-2) atau kelompok 2 3.Kelompok kompetensi dasar pengetahuan (mendukung KI-3) atau kelompok 3, dan 4.Kelompok kompetensi dasar keterampilan (mendukung KI-4) atau kelompok 4.

25 Click to edit Master title style Kompetensi Inti sikap (KI-1 dan KI-2) tidak diajarkan, tidak dihafalkan, dan tidak diujikan, tetapi sebagai pegangan bagi pendidik bahwa dalam mengajarkan mata pelajaran tersebut ada pesan-pesan sosial dan spiritual sangat penting yang terkandung dalam materinya. Kompetensi dasar yang berkenaan dengan sikap spiritual (mendukung KI-1) dan individual-sosial (mendukung KI-2) dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (mendukung KI-3) dan keterampilan (mendukung KI-4)

26 Click to edit Master title style Dinyatakan dalam jam pelajaran per minggu selama satu semester. Beban belajar untuk kelas X, XI, dan XII masing-masing 42, 44, dan 44 jam per minggu. Durasi satu jam pelajaran adalah 45 menit. Satu semester terdiri atas 18 minggu. Terdiri atas Kelompok Mata Pelajaran Wajib A dan B dengan durasi 24 jam pelajaran dan Kelompok Mata Pelajaran Peminatan dengan durasi 12 jam pelajaran untuk kelas X dan 16 jam pelajaran untuk kelas XI dan XII.

27 Click to edit Master title style Kelompok mata pelajaran pilihan lintas minat dan/atau pendalaman minat dengan durasi 6 jam pelajaran untuk kelas X dan 4 jam pelajaran untuk kelas XI dan XII. Angka-angka di atas adalah beban minimal, sehingga melalui pendekatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, pengelola sekolah dengan persetujuan komite dan orang tua siswa dapat menambah jam pelajaran sesuai kebutuhan.

28 Click to edit Master title style Proses pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk melakukan mengamati, menanya, mengasosiasi, dan berkomunikasi. Proses pembelajaran yang dikembangkan guru menghendaki kesabaran dalam menunggu respon peserta didik karena mereka belum terbiasa. Selain itu bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar

29 Click to edit Master title style Mata pelajaran adalah unit organisasi kompetensi dasar yang terkecil. Beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa dirumuskan sebagai Struktur Kurikulum. Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap peserta didik.

30 Click to edit Master title style Kelompok mata pelajaran wajib yang diikuti oleh seluruh peserta didik baik di SMA/MA maupun di SMK/MAK. Kelompok mata pelajaran peminatan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Mata pelajaran pilihan lintas kelompok minat. Untuk MA dapat menambah dengan mata pelajaran kelompok peminatan keagamaan.

31 Click to edit Master title style MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BEBAN BELAJAR PER MINGGU XXIXII Kelompok A (Wajib) 1Pendidikan Agama dan Budi Pekerti333 2Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan222 3Bahasa Indonesia444 4Matematika444 5Sejarah Indonesia222 6Bahasa Inggris222

32 Click to edit Master title style MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BEBAN BELAJAR PER MINGGU XXIXII Kelompok B (Wajib) 1Seni Budaya222 2Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan333 3Prakarya dan Kewirausahaan222 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per minggu24 * Mata pelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah. Kelompok Peminatan C. Matapelajaran peminatan akademik 1820 Jumlah jam pelajaran per minggu 4244

33 Click to edit Master title style Bertujuan (1) untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi, dan (2) untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu. Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan pilihan. Peminatan Matematika dan Sains, Peminatan Sosial, dan Peminatan Bahasa.

34 Click to edit Master title style Mapel Pilihan Lintas Minat yaitu mata pelajaran yang dapat diambil oleh peserta didik di luar Kelompok Mapel Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya. Peserta didik yang memilih Kelompok Peminatan Bahasa dapat memilih mata pelajaran dari Kelompok Peminatan Sosial dan/atau Kelompok Peminatan Matematika dan Sains. Mapel Pendalaman dimaksudkan untuk mempelajari salah satu mata pelajaran dalam kelompok Peminatan untuk persiapan ke perguruan tinggi. Mapel Pilihan Lintas Minat dan Mapel Pendalaman bersifat opsional, dapat dipilih keduanya atau salah satu

35 Click to edit Master title style MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BEBAN BELAJAR PER MINGGU XXIXII I. Peminatan Matematika dan Sains 1Mstematika344 2Biologi344 3Fisika344 4Kimia344

36 Click to edit Master title style MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BEBAN BELAJAR PER MINGGU XXIXII II. Peminatan Sosial 1Geografi344 2Sejarah344 3Sosiologi dan Antropologi344 4Ekonomi344

37 Click to edit Master title style MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BEBAN BELAJAR PER MINGGU XXIXII III. Peminatan Bahasa 1Bahasa dan Sastra Indonesia344 2Bahasa dan Sastra Inggris344 3Bahasa dan Sastra Asing Lainnya344 4Antropologi344 Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat644 Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu6676 Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu4244

38 Click to edit Master title style Pilihan dalam bentuk pilihan Kelompok Peminatan, pilihan Lintas Minat, dan/atau pilihan Pendalaman Minat. Berdasarkan : Nilai rapor di SMP/MTs dan/atau Nilai UN SMP/MTs dan/atau Rekomendasi guru BK di SMP/MTs dan/atau Hasil tes penempatan (placement test) ketika mendaftar di SMA/MA dan/atau Tes bakat minat oleh psikolog dan/atau rekomendasi guru BK di SMA/MA.

39 Click to edit Master title style Pada akhir minggu ketiga semester pertama peserta didik masih mungkin mengubah pilihan peminatannya berdasarkan rekomendasi para guru dan ketersediaan tempat duduk. Untuk sekolah yang mampu menyediakan layanan khusus maka setelah akhir semester pertama peserta didik masih mungkin mengubah pilihan peminatannya.

40 Click to edit Master title style Semua mata pelajaran yang terdapat dalam suatu Kelompok Peminatan yang dipilih peserta didik harus diikuti. Setiap Kelompok Peminatan terdiri atas 4 (empat) mata pelajaran dan masing-masing mata pelajaran berdurasi 3 jam pelajaran untuk kelas X, dan 4 jam pelajaran untuk kelas XI dan XII.

41 Click to edit Master title style Kelas X, jumlah jam pelajaran pilihan per minggu berdurasi 6 jam pelajaran yang dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut: a.Dua mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya, dan/atau b.Mata pelajaran Pendalaman Kelompok Peminatan yang dipilihnya.

42 Click to edit Master title style Kelas XI dan XII, peserta didik mengambil Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat dengan jumlah jam pelajaran pilihan per minggu berdurasi 4 jam pelajaran yang dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut: a.Satu mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya, dan/atau b.Mata pelajaran Pendalaman Kelompok Peminatan yang dipilihnya.

43 Click to edit Master title style


Download ppt "Click to edit Master title style PP 32 Tahun 2013 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PERMENDIBKUD No. 54 Tahun 2013 Tentang SKL DRAF KOMPETENSI DASAR."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google