Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teknik Jaringan Akses Instalasi Kabel Udara Pendahuluan  Telekomunikasi merupakan kebutuhan tiap manusia untuk dapat berinteraksi dengan yang lain.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teknik Jaringan Akses Instalasi Kabel Udara Pendahuluan  Telekomunikasi merupakan kebutuhan tiap manusia untuk dapat berinteraksi dengan yang lain."— Transcript presentasi:

1

2 Teknik Jaringan Akses Instalasi Kabel Udara

3 Pendahuluan  Telekomunikasi merupakan kebutuhan tiap manusia untuk dapat berinteraksi dengan yang lain. Sesuai perkembangan jaman dan timbulnya kemajuan dibidang IPTEK komunikasi bukanlah suatu hal yang sulit bagi manusia. Tidak mengenal jarak jauh ataupun dekat, komunikasi tetap dapat berjalan.  Komunikasi jarak jauh diawali dengan cara yang tradisional. Yaitu menggunakan suatu alat yang dapat menimbulkan bunyi dan dapat menarik perhatian orang-orang. Tapi tentu saja itu dalam ruang lingkup yang sangat kecil.  Pada masa modern saat ini kita telah banyak mengenal alat- alat telekomunikasi baik untuk jarak pendek ataupun jarak jauh. Kita ambil contoh,misalnya telephone. Saat sekarang telephone sangat dibutuhkan karena manfaatnya yang angat besar bagi manusia khususnya dalam hal telekomunikasi. Tidak mengenal itu jauh ataupun dekat, asal ada suatu jaringan penghubung antar keduanya maka selesailah suatu masalah. back

4 Isi  Pengertian Sarana Kerja Ialah segala peralatan penunjang pekerjan antara lain: perkakas, alat ukur, sarana kendaraan bermotor dan sarana keselamatan kerja yang dipergunkan untuk dapat terselenggaranya pekerjaan jaringan kabel secara optium terdiri dari:

5 Menurut kebutuhan 1) Sarana kerja perorangan adalah sarana kerja yang harus ada pada setiap perorangan sebagai pelak sana di lapangan 2) Sarana kerja beregu adalah sarana kerja yang harus ada pada setiap regu 3) Sarana kerja sector adalah sarana kerja yang harus ada pada setiap sector untuk dapat digunakan dalam lingkup sectornya 4) Sarana kerja Dinas OPHAR jarkab adalah sarana kerja yang harus ada pada dinas OPHAR Jarkab untuk digunakan dalam lingkup dinasnya  Back Back

6 Menurut fungsi 1)Perkakas adalah peralatan kerja/tool yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan 2)Alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengetahui/mengukur karakteristik elektris perangkat jaringan kabel 3)Sarana transport adalah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pelaksana, material beserta sarana kerja lainnya. 4)Kendaraan khusus adalah kendaraan yang dirancang lengkap dengan alat khusus yang menjadi satu dengan kendaraan 5)Sarana keselamatan kerja adalah peralatan yang digunakan oleh pekerja untuk mencegah terjadinya kecelakan kerja,misalnya : sabuk pengaman untuk bekerja diatas tiang, sarung tangan rambu pengaman tenda dll

7 Perkakas menurut jenis pekerjaan 1) Perkakas umum adalah perkakas yang digunakan hampir pada setiap jenis pekerjaan. Contoh: Tang, palu obeng, gergaji dll 2) Perkakas khusus adalah perkakas yang digunakan hanya pada pekerjaan khusus tertentu saja. Contoh: perkakas penyambungan kabel, perkakas penarikan kabel dll

8 Perkakas menurut bentuk 1)Perkakas halus adalah perkakas yang konstruksinya mudah rusak, halus dan memerlukan perlakuan khusus dalam penggunannya Contoh : alat ukur, perkakas yang mudah pecah dll 2)Perkakas kasar adalah perkakas yang digunakan untuk pekerjaan kasar, tidak memerlukan kehati- hatian dalam penggunaannya. Contoh : gergaji besi, palu dll.

9 Perkakas menurut kegunaan Perkakas dikelompokkan menurut kegunaannya sebagai berikut: 1)Pekerjaan saluran atas tanah 2)Pekerjaan saluran bawah tanah 3)Pekerjaan terminasi

10  Dalam melaksanakan kegiatan instalasi dan pemeliharaan jarinngan kabel, diperlukan pengukuran elektrisnya.Cara maupun prosedurnya dibahas dalam pedoman Pengukuran Saluran. Menurut jenis peralatannya, alat ukur jaringan kabel dibagi menjadi 2, yaitu:

11 Gambar Alat  Next Next

12  Gambar 4

13

14 Bekerja di atas tiang - Naik tiang dengan menggunakan tangga - Tangga bagian bawah dan atas diikatkan pada tiang - Setelah diatas tiang harus mengikatkan sabuk pengaman pada tiang - Perkakas harus dilengkapi dengan bahan isolasi - Sebelum naik tiang cek dahulu apakah tiang cukup kuat untuk dinaiki.  Back Back

15 Bekerja ditempat instalasi listrik - Gunakan perlengkapan kerja yang berisolasi, sepatu, sarung tangan karet dsb. -Jika memungkinkan matikan dahulu saklar utama kemudian baru mulai bekerja. - Jangan membawa benda-benda dari logam didalam kantung, sehingga mudah jatuh. - Perhatikan tanda-tanda peringatan yang ada.  Back Back

16 Bekerja di tempat yang panas - Jangan memakai pakaian yang ketat - Pakailah topi lebar pelindung matahari - Cukup minum Jika tidak mengikuti aturan diatas, kemungkinan yang terjadi : - Kehabisan tenaga - Pusing,mual,muka pucat bahkan bisa pingsan

17 Apabila korban terkena aliran listrik Penolong harus diperlengkapi dengan bahan-bahan berisolasi, misalnya: sarung tangan dari karet/plastik atau dibalut dengan kain yang kering. Kaki beralaskan bahan dari karet, karpet atau kayu, keset yang kering. Bisa menggunakan tongkat yang kering. Langkah pertolongan: - Putuskan/jauhkan kawat/kabel dari si korban dengan kapak atau tali dsb - Tarik si korban dengan memegang bajunya untuk membebaskan si korban dari kawat/kabel hidup, atau bila kawat/kabel sumber listrik diketahui, segeralah mematikan saklar utama atau mencabutnya dari stop kontak.

18 Apabila korban pingsan Apabila korban pingsan dan keadaannya darurat maka tindakan yang harus kita lakukan adalah memberikan nafas buatan dari mulut ke hidung atau dari mulut ke mulut.

19 Memberikan nafas bantuan dari mulut ke hidung - posisi kepala korban tengadah - ambil nafas dalam-dalam kemudian hembuskan ke lubang hidung korban - pada saat tersebut mulut korban harus ditutup dengan tangan kita agar udara benar-benar masuk - ulangi hal tersebut sampai dia mulai bernafas Jika belum juga ada tanda-tanda bisa bernafas, usahakan memberi nafas buatan agak cepat.

20 Memberikan nafas bantuan dari mulut ke mulut - posisi badan tengadah - pijit hidung si korban - buka mulutnya, kemudian hembuskan udara dari mulut kita ke mulut korban Meneliti apakah korban bisa bernafas atau belum - perhatikan dada mulai bernafas atau belum setelah kita memberi hembusan - bila masih tersendat lakukan lagi nafas buatan 4 kali agak cepat dan dalam. Periksa denyut jantung bila dengan nafas buatan tidak ada tanda-tanda bernafas, pada lekuk leher dan pada nadi pergelangan tangan. Periksa juga biji-biji mata melebar atau tidak mengedip bila disinari langsung  Back Back

21 Apabila korban keracunan gas Usahakan udara yang bersih, penderita dibawa ke luar atau jendela dibuka. Ada dua macam gas yang berbahaya:  Gas yang tidak berbahaya untuk paru-paru misalnya gas yang meracuni darah dan syaraf, narkotika, karbon monoksida, asam sianida, ether, chloroporm, uap bensin atau bensol. Buka baju penderita, jangan sekali-kali memberi minum penderita yang pingsan. Gosoklah tangan dan kaki penderita dengan tangan, apabila pernafasannya berhenti usahakan pernafasan buatan, kalau dapat dengan alat penghisap oksigen.  Gas yang merusak paru-paru seperti chlor phosgen, gas nitro, sulfur dioksida, dsb. Buka baju penderita, kemudian jauhkan penderita dari baju yang sudah penuh dengan gas. Usahakan pasien tenang dan berbaring terlentang, jangan diperbolehkan untuk berjalan. Apabila sadar berilah air kopi atau air panas, dalam hal ini pernafasan buatan dilarang.  Back Back

22 Type ring Type kuping Type Y/J Gambar Aksesoris Tiang Back to bahan

23 Keselamatan kerja  Pakailah helm dan sabuk pengaman  Periksalah apakah tiang cukup kuat untuk dinaiki  Pakailah tangga dalam memasang aksesoris tiang  Jangan melakukan gerakan yang berbahaya dalam pemasangan aksesoris tiang  Lakukanlah sesuai perintah instukstur back

24 Persiapan kerja  Siapkanlah alat dan bahan yang akan dipakai  Periksalah apakah bahan yang kita pakai masih memenuhi standar  Periksalah apakah alat-alat yang akan digunakan masih dalam keadaan baik back

25 Pelaksanaan kerja  Pakailah pengaman (sabuk dan helm pengaman) sebelum naik tiang  Pasanglah tangga dan ikatlah pada tiang  Naik serta bawalah alat dan bahan yang akan dibutuhkan  Pasanglah aksesoris sesuai tempat dan fungsinya back

26 3) Alat anti pulir ada kemungkinan bahwa pada waktu penarikan puliran yang tidak beraturan, yang dapat meruakan kabel. untuk mencegah kejadian itu maka dipasang alat anti pulir yang dapat menyerap puliran yang berasal dari tali penariknya sendiri. Konstruksi dari alat anti pulir terdiri dari couner twist… 4) Katrol katrol diperlukan untuk penarikan kabel bila membutuhkan daya tarik yang kuat/tinggi. Biasanya alat ini disebut tackel, dimana disamping balat tersebut dapat juga menggunakan tirfor. 5) Alat penarik kabel alat penarik kabel udara disebut track tang, yang dipakai diatas tiang untuk menegangkan kabel. 6)Dongkrak kabel 7) dongkrak kabel digunakan sebagai penyangga haspel kabel pada ketinggian tertntu dan melepas kabel dari haspel pada waktu penarikan. Tinggi haspel diatasdongkrak adalah 10 cm dari permukaan tanah

27 b. Material dalam pemasangan kabel udara disamping tumpuan dan kabel udara diperlukan material untuk menambatkan kabel pada tumpuan antara lain : 1) besi sekang tebal 5 mm dan lebar 75 mm 2) baut 5/8 “ panjang 120 mm dengan kepala persegi kuran 20x20x133 mm 3) isolasi PVC atau kawat ikat 0,8 mm dililitkan pada kabel udara dikedua sisi sebagai penahan pemisah / split stoper. c. Macam macam aksesoris tiang 1) staglem 2) besi s 3) span wartel 4) timbel 5) buldogrip 6) split stopper 7) kabel udara

28 Macam macam gambar

29 Penarikan Kabel Udara

30  Petugas harus menggunakan sabuk pengaman pada waktu melakukan penarikan.  Petugas harus ber hati-hati dalam menggunakan peralatan dan bahan/ material.   Diusahakan dalam penarikan, pada setiap tiang yang digunakan dipasang rol kabel, agar penarikan kabel udara tersebut lebih mudah dilakukan. Keselamatan Kerja

31 GAMBAR KERJA Penarikan kabel udara dengan track tang

32 GAMBAR KERJA 1 Penempatan kabel udara pada rol kabel.

33 GAMBAR KERJA 2 Penarikan kabel udara dengan menggunakan bantuan katrol.

34 PENYAMBUNGAN KABEL UDARA DENGAN SSK MEKANIK  Tujuan Tujuan  Langkah Langkah kerja  BIO BIO Penyusun

35 TUJUAN  Menutup dan melindungi sambungan kabel  Mencegah masuknya air pada sambungan  Menjaga agar sambungan tidak mudah putus

36 PENYIAPAN KABEL  Siapkan kabel yang akan disambung  Lakukan uji terima awal untuk memastikan kabel baik  Luruskan ujung kabel yang akan disambung dan bersihkan  Ukur dan tandai kabel yang akan dikupas sepanjang MOF dan diberi toleransi

37 PENGUPASAN KABEL  Potong bearer kurang lebih 10 cm di belakang tanda  Kupas selubung luar beserta aluminiunnya hingga urat  Lilit dan ikatkan pita kode pengenal pada masing masing unit / sub unit pada pangkal kupasan  Pilin padat tiap quad pada pangkal agar tidak tertukar saat penyambungan

38 MELUBANGI MOF  Ukur dimeter kabel dengan pita ukur  Angka ukur yang didapat disetel pada plat indeks yang ada pada alat pemotong  Jepit MOF pada alat pelubang  Tentukan diameter dan titik lubang  Bor lubangnya dan bersihkan sisa pengeboran

39 PENYAMBUNGAN CONTINUITY WIRE  Belah selubung kabel dan aluminiumnya dengan alat penyobek  Pasang continuity wire pada lapisan selubung dan lapisan aluminiumnya  Kencangkan dengan tang lalu tutup dengan isolasi  Pasang pula pada ujung yang lain

40 PENYAMBUNGAN URAT  Sambung urat dengan konektor  Rapikan sambungan dan urat kabel

41 PEKERJAN PADA KABEL  Gunakan sealing pasta dengan bantuan kertas bungkus pita penyegel  Pasang penahan kelembaban pada smbungan dan ikat dengan isolasi  Bungkus sambungan dengan karton

42 PEKERJAAN PADA MOF  Pasang pita bergerigi pada lubang MOF  Selipkan sealing cord dan sealing tape menyusuri alurnya

43 MENGENCANGKAN MOF  Satukan dua belahan MOF dengan kabel ada di tengah  Kenakan sabuk klem  Kencangkan dengan alat pengencang

44 Penyambungan Kabel Udara

45 Langkah Kerja Penyambungan ( 1 )  Siapkan kabel 10” ( 2 buah ) dan kabel 30” ( 1 buah ), masing – masing 150 cm.  Kupas tiap kabel 50 cm ( 10” ) dan 15 cm ( 30” ).  Sambungkan kabel dengan konektor / selongsong kabel.  Cek sambungan dengan multimeter digital.  Pasang kabel penerus pelindung listrik, kupas 3 cm dan lebar 3 cm.

46 Langkah Kerja Penyambungan ( 2 )  Untuk sambungan lebih dari 3 hubungan kabel penerus, pelindung listrik dengan penggunaan klip pencabang.  Pasang penerus screen dengan penjepit dengan tang.  Tempelkan silica gelombang pada sambungan, agar kelembaban terjaga.  Balut dengan pita yang dapat menahan panas, balutan harus kecil – besar – kecil sepanjang kanester.

47 Langkah Kerja Penyambungan ( 3 )  Pasang kanester untuk menutupi sambungan, agar simetris keduanya tutup celah dengan pita aluminium.  Ikat jari – jari ujung kanester dengan pita tahan panas mulai dari badan ( 10 mm dari batas badan dengan jari sampai maximal 5 mm di luar ujung jari – jari ).  Keluarkan tisu pembersih dari kantongnya dan bersihkan kabel dengan tisu dicelupkan ke minyak tanah.

48 Langkah Kerja Penyambungan ( 4 )  Ampelas kabel yang telah dibersihkan, ampelas dengan cara mengelilinginya.  Ambil mal garis ukur, pasang diujung kanester untuk menentukan di mana aluminium dipasang.  Pasang aluminium foil 1 putaran masing – masing ujung kabel sesuai ukuran yang telah diukur.

49 Langkah Kerja Penyambungan ( 5 )  Lepaskan lembar plastik pelindung dari selongsong kerut panas. Lalu sarungkan menutupi kanester dan letak klip penjepit di tengah – tengah.  Pasang kanal flexible menutupi rel dengan memasukkan dari ujung selongsong sampai ujung dalamnya ada di tengah klip penyambung kanal.  Bila selongsong kabel dipakai perhatikan kedudukan rel selongsong harus berada diatas.

50 Langkah Kerja Penyambungan ( 6 )  Simetriskan kedudukan selongsong terhadap sambungan kabel dan pasang klip pencabang.  Pengerutan mulai dari tengah. Panaskan dengan bergerak melingkar sampai cat indikator berubah menjadi hitam.  Tekan kanal ke bawah dengan perkakas sampai mengikuti kanester.

51 Petunjuk Pemanasan  Atur lidah api sampai 200 mm.  Pada waktu mengerjakan alat sambung harus terus menyala sampai berhenti.  Pemanasan dilakukan sampai cat indikator temperatur berubah warna.

52 Uji Terima Awal ( 1 )  Menentukan ekor dan kepala kabel  Bila arah urat putaran kabel searah jarum jam maka disebut “ Ekor “, Bila arah urat putaran kabel tidak searah jarum jam maka disebut “ Kepala ”.  Ujung jauh urat kabel short, dihubungkan screen  Kemudian probe permanen dimasukkan ke screen dan probe lainnya bergantian ke urat.

53 Uji Terima Awal ( 2 )  Multimeter digital ditiupkan pada tanda load speaker.  Bila telah berbunyi maka kontinyu

54 Uji Terima Akhir  Ujung jauh urat kabel dishort, dihubungkan ke screen  Kemudian probe permanen dimasukkan ke screen dan probe lainnya bergantian ke urat.  Multimeter digital ditiupkan pada tanda load speaker.  Bila telah berbunyi maka kontinyu

55 Cara Membuka Sambungan Xaga 550 ( 1 )  Panaskan bagian sekitar kanal, lepaskan kanal dengan tang dari ujung sampai ke tengah.  Panaskan perlahan bagian sekeliling kedua ujung selongsong, dengan gergaji buat potongan melingkar di bagian tepi sampai menyentuh kanester.  Panaskan bagian klip dan tarik.  Buka kedua ujung selongsong.

56 Cara Membuka Sambungan Xaga 550 ( 2 )  Lepaskan lapisan aluminium foil yang berasal dari bagian dalam selongsong dengan tang.  Pada waktu perekat masih panas pisahkan kabel dengan perkakas bantu, lepaskan pipa pengikat.  Ulangi langkah 4 sampai dengan 6 untuk ujung selanjutnya. Cari letak pipa penyekat.  Buka kanester dan mulai melakukan perubahan.


Download ppt "Teknik Jaringan Akses Instalasi Kabel Udara Pendahuluan  Telekomunikasi merupakan kebutuhan tiap manusia untuk dapat berinteraksi dengan yang lain."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google