Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Mata Kuliah BAHASA INDONESIA POLTEK SURABAYA Oleh: HIZBULLOH HUDA, M.Pd.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Mata Kuliah BAHASA INDONESIA POLTEK SURABAYA Oleh: HIZBULLOH HUDA, M.Pd."— Transcript presentasi:

1 Mata Kuliah BAHASA INDONESIA POLTEK SURABAYA Oleh: HIZBULLOH HUDA, M.Pd.

2 Kompetensi Mata Kuliah Mahasiswa mampu membuat karya tulis ilmiah dan karya tulis ilmiah populer sesuai kaidah

3 DAFTAR ISI 1.RAGAM BAHASA (4) 2.RAGAM BAHASA ILMIAH (8) 3.KETERAMPILAN BERBAHASA (10) 4.KETERAMPILAN MENULIS (14) 5.KALIMAT EFEKTIF (27) 6.CIRI-CIRI KARYA ILMIAH (34) 7.JENIS KARYA ILMIAH (37) 8.SOAL TUGAS UAS (47)

4 RAGAM BAHASA INDONESIA DARI SEGI PENUTUR DIALEK SOSIOLEK Aceh, Batak, Sunda, Jawa, dllAkademisi, Mahasiswa, Pedagang, dll

5 SIFAT PENYAMPAIAN Ragam ilmiah Ragam semi ilmiah/ilmiah populer Ragam nonilmiah

6 MEDIA YANG DIGUNAKAN Ragam lisan Pidato, presentasi, ceramah Ragam tulis Makalah, proposal, buku, dll

7 SIFAT KEBAKUAN Ragam bahasa baku Artikel ilmiah, makalah, proposal, buku, dll Ragam nonbaku Iklan, sms, , dll

8 RAGAM ILMIAH

9 Ragam ilmiah adalah ragam BI yg digunakan utk menulis karya ilmiah (tulisan akademik). Karya ilmiah sifatnya memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori atau gabungan dari 4 hal tsb.

10 Keterampilan Berbahasa Mahasiswa harus mempunyai keterampilan berbahasa. Ada dua keterampilan yang harus dikuasai Reseptif / Menerima Produktif / Menghasilkan kemampuan seseorang untuk menerima, memahami, menganalisis, dan mengevaluasi ide yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lisan maupun tulis kemampuan seseorang untuk menyampaikan ide dengan menggunakan bahasa secara tertib dan sistematis sehingga idenya dapat dipahami orang lain dengan mudah

11 Keterampilan Produktif / Menghasilkan 1.Keterampilan menyimak / mendengarkan (apabila yang diterima adalah bahasa lisan) 2.keterampilan membaca (bahasa tulis) 1.keterampilan berbicara (apabila yang digunakan adalah bahasa lisan) 2.keterampilan menulis (bahasa tulis). Keterampilan Reseptif / Menerima

12 Manfaat Ket.Menyimak  Menambah kekayaan pembentukan kalimat  Menambah kosa kata  Menambah pengetahuan berkaitan dengan intonasi, pelafalan, jeda.  Menambah wawasan berkaitan dengan topik yang disimak  Menambah pengetahuan ttg sistematika berbicara yang baik.

13 Manfaat Ket.Membaca Menambah kosa kata Menambah kosa kata Menambah pengetahuan ttg.bentuk-bentuk kalimat. Menambah pengetahuan ttg.bentuk-bentuk kalimat. Menambah pengetahuan ttg.bentuk-bentuk paragraf dan pengembangannya Menambah pengetahuan ttg.bentuk-bentuk paragraf dan pengembangannya Menambah wawasan berkaitan dengan tema tertentu Menambah wawasan berkaitan dengan tema tertentu

14 KETERAMPILAN MENULIS

15 Menulis Sebagai Proses Kegiatan menulis merupakan sebuah proses artinya unt menghasilkan sebuah tulisan yang baik seseorang harus melalui beberapa tahapan kegiatan yang saling berhubungan dan berkesinambungan. Kegiatan menulis merupakan sebuah proses artinya unt menghasilkan sebuah tulisan yang baik seseorang harus melalui beberapa tahapan kegiatan yang saling berhubungan dan berkesinambungan. Proses menulis ada tiga yaitu (1) tahap prapenulisan; (2) tahap penulisan; dan (3) tahap pascapenulisan Proses menulis ada tiga yaitu (1) tahap prapenulisan; (2) tahap penulisan; dan (3) tahap pascapenulisan

16 TAHAP PRAPENULISAN Pada tahap ini penulis merumuskan tema, judul, tujuan, membuat kerangka tulisan, dan mencari bahan tulisan. Pada tahap ini penulis merumuskan tema, judul, tujuan, membuat kerangka tulisan, dan mencari bahan tulisan. Tema adl.masalah umum yang akan dibahas dalam sebuah tulisan. Tema yang baik haruslah (1)didukung bahan,(2) mengandung permasalahan yang harus dipecahkan, (3) sesuai dengan penulis/pembaca, (4) tdk terlalu luas/sempit. Tema adl.masalah umum yang akan dibahas dalam sebuah tulisan. Tema yang baik haruslah (1)didukung bahan,(2) mengandung permasalahan yang harus dipecahkan, (3) sesuai dengan penulis/pembaca, (4) tdk terlalu luas/sempit.

17 Contoh analisis tema Contoh analisis tema Pendidikan Pendidikan 1. Ada bahan yang mendukung 1. Ada bahan yang mendukung 2. Ada masalah yang harus dibahas 2. Ada masalah yang harus dibahas 3. Sesuai apabila dibahas oleh mhs 3. Sesuai apabila dibahas oleh mhs 4 Terlalu luas karena masalah yang 4 Terlalu luas karena masalah yang ada dlm tema tsb sangat kompl. ada dlm tema tsb sangat kompl. Kesimp : tema tidak baik Kesimp : tema tidak baik

18 Judul Judul disebut juga nama karangan. Judul disebut juga nama karangan. Syarat judul yang baik adalah : (1) sesuai dengan tema; (2) singkat; (3) jelas; (4) denotatif; (5) frase benda. Syarat judul yang baik adalah : (1) sesuai dengan tema; (2) singkat; (3) jelas; (4) denotatif; (5) frase benda. Singkat artinya judul tidak boleh menggunakan kata yang mubazir. Singkat artinya judul tidak boleh menggunakan kata yang mubazir. Jelas artinya judul tidak boleh bermakna ambigu/berinterpretasi banyak Jelas artinya judul tidak boleh bermakna ambigu/berinterpretasi banyak Denotatif artinya judul menggunakan kata lugas/bukan ungkapan. Denotatif artinya judul menggunakan kata lugas/bukan ungkapan.

19 Judul harus dirumuskan dalam bentuk frase benda. Judul harus dirumuskan dalam bentuk frase benda. Contoh : Studi Hubungan Antara Tingkat Intelegensi dengan Prestasi Belajar Ekonomi pada Siswa Kelas VII SMP Kota Surakarta Contoh : Studi Hubungan Antara Tingkat Intelegensi dengan Prestasi Belajar Ekonomi pada Siswa Kelas VII SMP Kota Surakarta Penggunaan kata “studi” dan “pada” menjadikan rumusan judul di atas tidak hemat sebaiknya dibuang. Penggunaan kata “dengan” tidak tepat seharusnya “dan”. Penggunaan kata “studi” dan “pada” menjadikan rumusan judul di atas tidak hemat sebaiknya dibuang. Penggunaan kata “dengan” tidak tepat seharusnya “dan”.

20 Judul harus jelas Judul harus jelas Contoh : Penanganan Anak Istimewa di Surakarta Contoh : Penanganan Anak Istimewa di Surakarta Judul di atas tidak baik karena kata “istimewa” bermakna ambigu (tidak jelas) sebaiknya diganti kata yang telah memiliki arti yang jelas misal “autis”. Judul di atas tidak baik karena kata “istimewa” bermakna ambigu (tidak jelas) sebaiknya diganti kata yang telah memiliki arti yang jelas misal “autis”.

21 BAHAN TULISAN Dibedakan atas bahan tertulis dan tak tertulis. Dibedakan atas bahan tertulis dan tak tertulis. Bahan tak tertulis adalah peristiwa, pengalaman, hasil wawancara, pendapat lisan seseorang yang memiliki kewenangan (otoritas) Bahan tak tertulis adalah peristiwa, pengalaman, hasil wawancara, pendapat lisan seseorang yang memiliki kewenangan (otoritas) Bahan tertulis dapat diambil dari buku, jurnal, internet. Bahan tertulis dapat diambil dari buku, jurnal, internet.

22 KERANGKA TULISAN Kerangka topik : sub judul dirumuskan dalam bentuk frase biasa digunakan untuk tulisan ilmiah seperti makalah dan skripsi. Kerangka topik : sub judul dirumuskan dalam bentuk frase biasa digunakan untuk tulisan ilmiah seperti makalah dan skripsi. Contoh : Contoh : BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah A. Latar Belakang Masalah B. Perumusan Masalah B. Perumusan Masalah Kerangka kalimat : subjudul dirumuskan dalam bentuk kalimat lengkap. Tidak digunakan untuk makalah dan skripsi Kerangka kalimat : subjudul dirumuskan dalam bentuk kalimat lengkap. Tidak digunakan untuk makalah dan skripsi

23 TAHAP PENULISAN Pada tahap ini penulis mulai mengembangkan paragraf dengan menggunakan kalimat efektif. Pada tahap ini penulis mulai mengembangkan paragraf dengan menggunakan kalimat efektif. Dalam tulisan ilmiah digunakan kata baku. Dalam tulisan ilmiah digunakan kata baku. Kalimat ditulis sesuai dengan EYD (lihat buku EYD). Kalimat ditulis sesuai dengan EYD (lihat buku EYD). Pengetahuan tentang sinonim, antonim, polisemi, homonim, dll sangat diperlukan pada tahap ini Pengetahuan tentang sinonim, antonim, polisemi, homonim, dll sangat diperlukan pada tahap ini

24 Kosa Kata Sinonim : kata-kata yang memiliki kemiripan makna sehingga satu dengan yang lain belum tentu dapat saling menggantikan. Sinonim : kata-kata yang memiliki kemiripan makna sehingga satu dengan yang lain belum tentu dapat saling menggantikan. Contoh : Dia meninggal kemarin. Contoh : Dia meninggal kemarin. Tanaman bayam ibu mati. Tanaman bayam ibu mati. “meninggal” dan “mati” adalah sinonim dalam kalimat di atas keduanya tidak dapat saling menggantikan “meninggal” dan “mati” adalah sinonim dalam kalimat di atas keduanya tidak dapat saling menggantikan

25 Antonim adalah kata-kata yang memiliki keberlawanan makna. Ada berbagai jenis antonim. Antonim majemuk adalah antonim yang mempunyai rumus “antonim A adalah bukan/selain A” misal antonim hitam adalah bukan hitam jadi bisa “putih,biru,merah”. Antonim gradasi adalah antonim yang memiliki jenjang “sangat,agak,tidak” misal antonim panas adalah “agak panas/hangat, atau tidak panas/dingin” Antonim adalah kata-kata yang memiliki keberlawanan makna. Ada berbagai jenis antonim. Antonim majemuk adalah antonim yang mempunyai rumus “antonim A adalah bukan/selain A” misal antonim hitam adalah bukan hitam jadi bisa “putih,biru,merah”. Antonim gradasi adalah antonim yang memiliki jenjang “sangat,agak,tidak” misal antonim panas adalah “agak panas/hangat, atau tidak panas/dingin”

26 Bagaimana memperbanyak kosa kata yang berhubungan dengan tema penulisan? 1.Lakukan brainstorming dengan membayangkan semua kata yang berhubungan 2.Tuliskan kata-kata tersebut 3.Semakin banyak kata-kata yang terkumpul, akan semakin mempermudah tahap penulisan

27 Kalimat Efektif Minimal memiliki unsur Subjek dan Predikat. Dia/cantik (S/P) Kepada hadirin/dipersilahkan duduk (Ket.tujuan/P) Bukan kalimat efektif Hemat (tidak mengandung kata mubazir). Memiliki kesejajaran bentuk dan makna. Menggunakana pilihan kata yang tepat.

28 Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan gagasan pada pikiran pembaca seperti apa yang terdapat pada pikiran penulis. Kalimat efektif memiliki ciri : (a) kepaduan dan kesatuan; (b) penekanan; (c) hemat dalam mempergunakan kata; dan (d) kesejajaran (Sabarti,1989).

29 Ciri pertama kalimat efektif adalah memiliki kepaduan dan kesatuan. Sebuah kalimat dikatakan memiliki kepaduan apabila terdapat hubungan yang padu antara unsur-unsur yang membentuk kalimat (S-P-O-Pelengkap-Ket). Sebuah kalimat dikatakan memiliki kesatuan apabila hubungan antara unsur-unsur yang ada dalam kalimat mendukung satu ide pokok. MEMILIKI KEPADUAN DAN KESATUAN

30 (1) subjek dan predikat kalimatnya; (2) kata penghubung intra dan antarkalimat yang dipilih. Contoh : ”Kepada mahasiswa yang kehilangan kartu ujian diharap melapor.” Kalimat tersebut bukanlah kalimat efektif karena tidak memiliki subjek. Apabila akan dijadikan kalimat efektif maka kalimat tersebut harus diubah menjadi : ”Mahasiswa yang kehilangan kartu ujian diharap melapor.”

31 Yakni penggunaan bentuk-bentuk bahasa yang sama atau konstruksi bahasa yang sama yang dipakai dalam susunan serial. Contoh : Penyakit Lupus merupakan penyakit yang ditakuti karena cara mencegah dan pengobatannya belum diketahui secara pasti. Kalimat tersebut tidak efektif karena kata ”mencegah” dan kata ”pengobatannya” tidak sejajar. Seharusnya diganti dengan kata ”pencegahan”. KESEJAJARAN

32 Untuk memberikan penekanan pada bagian tertentu sebuah kalimat penulis dapat menempuh beberapa cara yaitu; (1) mengemukakan bagian yang ditekankan pada bagian depan kalimat; (2) mengulang kata yang dianggap penting. Contoh : 1. Dr.Sujono membuka seminar penanggulangan Aids yang diselenggarakan di auditorium UNS pagi ini (yang ditekankan Dr.Sujono). 2. seminar penanggulangan Aids yang diselenggarakan di auditorium UNS pagi ini dibuka oleh Dr.Sujono (yang ditekankan seminar penanggulangan Aids). PENEKANAN

33 Sebuah kalimat dikatakan efektif apabila tidak mengandung kata mubazir (kata yang tidak diperlukan. Contoh : Gadis itu segera mengubah pendapatnya setelah dia berdiskusi dengan gurunya itu. Kalimat tersebut tidak efektif karena tidak hemat. Kalimat tersebut akan menjadi efektif bila diubah menjadi ”Gadis itu segera mengubah pendapatnya setelah berdiskusi dengan gurunya”. Kata dia dan itu dihilangkan. HEMAT

34 CIRI-CIRI KARYA ILMIAH Reproduktif Reproduktif Tidak ambigu Tidak ambigu Tidak emotif Tidak emotif Penggunaan bahasa baku Penggunaan bahasa baku Penggunaan istilah keilmuan Penggunaan istilah keilmuan Bersifat denotatif Bersifat denotatif Rasional Rasional

35 Ada kohesi antarkalimat pada setiap paragraf dan koherensi antarparagraf dalam setiap bab Ada kohesi antarkalimat pada setiap paragraf dan koherensi antarparagraf dalam setiap bab Bersifat straightforward Bersifat straightforward Penggunaan kalimat efektif Penggunaan kalimat efektif

36 BAHASA BAKU Ragam bahasa dalam dunia pendidikan Ragam bahasa dalam dunia pendidikan Sifat: kemantapan dinamis, kecendekiaan, penyeragaman kaidah Sifat: kemantapan dinamis, kecendekiaan, penyeragaman kaidah Bahasa baku digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan laporan penelitian Bahasa baku digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan laporan penelitian

37 JENIS KARYA ILMIAH I. MAKALAH 1. Makalah adalah karya ilmiah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris objektif 2. Berupa tugas matakuliah, saran pemecahan masalah secara ilmiah, hasil penelitian yang dibahas dalam pertemuan ilmiah 3. Terdiri bagian awal (halaman sampul, daftar isi, daftar tabel atau daftar gambar (jika ada)

38 Halaman sampul memuat judul makalah, maksud ditulisnya makalah, nama penulis makalah, tempat dan waktu penulisan makalah Halaman sampul memuat judul makalah, maksud ditulisnya makalah, nama penulis makalah, tempat dan waktu penulisan makalah Daftar isi terdiri judul makalah yang ditulis dengan huruf kecil, kecuali awal kata selain kata tugas ditulis dengan huruf besar Daftar isi terdiri judul makalah yang ditulis dengan huruf kecil, kecuali awal kata selain kata tugas ditulis dengan huruf besar Judul bagian dan judul subbagian dilengkapi nomor halaman. Penulisan daftar isi dengan spasi tunggal dan antarbagian 2 spasi Judul bagian dan judul subbagian dilengkapi nomor halaman. Penulisan daftar isi dengan spasi tunggal dan antarbagian 2 spasi

39 4.Bagian inti: isi (materi) yang dibahas dalam makalah. Bagian inti terdiri dari latar belakang makalah. Bagian inti terdiri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan makalah, pembahasan, kesimpulan dan saran. makalah, pembahasan, kesimpulan dan saran. Latar Belakang masalah berisi alasan perlunya makalah itu ditulis. Masalah atau topik hendaknya layak dibahas. Masalah dideskripsikan dalam bentuk perumusan masalah. Tujuan penulisan berkaitan dengan fungsi yang ingin dicapai melalui penulisan makalah. Latar Belakang masalah berisi alasan perlunya makalah itu ditulis. Masalah atau topik hendaknya layak dibahas. Masalah dideskripsikan dalam bentuk perumusan masalah. Tujuan penulisan berkaitan dengan fungsi yang ingin dicapai melalui penulisan makalah.

40 Pembahasan merupakan jawaban dari perumusan masalah. Bagian penutup inti adalah simpulan dan saran. Pembahasan merupakan jawaban dari perumusan masalah. Bagian penutup inti adalah simpulan dan saran. 5. Bagian akhir: daftar pustaka dan lampiran (jika ada)

41 II. PROPOSAL PENELITIAN 1. Proposal adalah bentuk usulan penelitian yang disusun sebelum dilaksanakannya penelitian. 2. Proposal penelitian terdiri dari bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. 3. Bagian awal terdiri dari: Judul dan daftar isi 4. Bagian inti terdiri dari: pendahuluan, landasan teoretis, metode penelitian. Pendahuluan berisi: latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian Pendahuluan berisi: latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian Landasan teoretis berisi tinjauan pustaka, hasil penelitian yang relevan, dan kerangka pemikiran Landasan teoretis berisi tinjauan pustaka, hasil penelitian yang relevan, dan kerangka pemikiran

42 Metode penelitian berisi: tempat dan waktu penelitian, bentuk dan strategi penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, validitas data, teknik analisis data Metode penelitian berisi: tempat dan waktu penelitian, bentuk dan strategi penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, validitas data, teknik analisis data 5. Bagian akhir terdiri dari daftar pustaka

43 TAHAP PENYUSUNAN KARYA ILMIAH 1. Tahap persiapan 1. Tahap persiapan Mempersiapkan topik. Pemilihan topik memenuhi kriteria berikut. Mempersiapkan topik. Pemilihan topik memenuhi kriteria berikut. a. Topik ada manfaatnya dan layak dibahas a. Topik ada manfaatnya dan layak dibahas b. Topik menarik terutama bagi peneliti b. Topik menarik terutama bagi peneliti c. Topik dikenal baik oleh penulis c. Topik dikenal baik oleh penulis d. Bahan dapat diperoleh dan cukup memadai d. Bahan dapat diperoleh dan cukup memadai

44 e. Topik tidak terlalu luas atau terlalu sempit. Menentukan judul. Menentukan judul dapat dengan melontarkan pertanyaan masalah apa, mengapa, bagaimana, di mana, kapan. Menentukan judul. Menentukan judul dapat dengan melontarkan pertanyaan masalah apa, mengapa, bagaimana, di mana, kapan. Pembuatan kerangka karangan Pembuatan kerangka karangan Membuat daftar isi Membuat daftar isi 2. Tahap Pengumpulan Data Pengamatan peristiwa, wawancara informan, pencatatan dokumen, eksperimen laboratorium, rekaman Pengamatan peristiwa, wawancara informan, pencatatan dokumen, eksperimen laboratorium, rekaman

45 3. Tahap pengonsepan 4. Tahap penyuntingan 5. Penyajian

46 TATATULIS DALAM KARYA ILMIAH Untuk teknis penulisannya mengikuti buku panduan teknis yang telah diterbitkan oleh kampus.

47 SOAL TUGAS UAS 1.Buatlah kerangka karangan karya tulis ilmiah model TA 2.Setiap bagian kerangka diisi materi berbentuk tulisan minimal tiga paragraf 3.Khusus pada bagian kerangka inti karya tulis diisi materi berbentuk tulisan minimal delapan paragraf 4.Sila menetukan tema sendiri sesuai kecakapan bidang masing-masing. 5.Tulisan harus orisinil 6.Soal diserahkan dalambentuk hardcopy dan softcopy paling lambat pada tanggal 17 Januari Selamat Mengerjakan!


Download ppt "Mata Kuliah BAHASA INDONESIA POLTEK SURABAYA Oleh: HIZBULLOH HUDA, M.Pd."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google