Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASUHAN KEPERAWATAN DENGUE HEMORHAGIK FEVER Ns. Kiki Hardiansyah Safitri, S.Kep 9/6/20141.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASUHAN KEPERAWATAN DENGUE HEMORHAGIK FEVER Ns. Kiki Hardiansyah Safitri, S.Kep 9/6/20141."— Transcript presentasi:

1 ASUHAN KEPERAWATAN DENGUE HEMORHAGIK FEVER Ns. Kiki Hardiansyah Safitri, S.Kep 9/6/20141

2 Pendahuluan Dengue Haemorragic Faver (DHF) atau Demam Berdarah Dengue (DBD).  Adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue yang termasuk golongan Arthtropod Boon Virus Grup B yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti.nyamuk aedes aegypti.  “THE SECONDARY INFECTION” DHF terjadi jika seseorang telah mendapat infeksi virus dengue pertama  mendapat infeksi berulang dengan tipe virus berlainan dalam jangka waktu tertentu. 9/6/20142

3 Data Angka Kejadian di Indonesia Sebelumnya Tahun 2005 Jumlah Kab/Kota yang terjangkit DBD/DHF (330 /75%) Tahun 2004 angka kejadian 0,43 % Tahun 2005 angka kejadian 0,34 % Thun 2007 angka kejadian ? 9/6/20143

4 DHF Tanda Utama Panas (utama) disertai Pendarahan Penyebab Virus Dengue Penularan Gigitan Nyamuk Aedes Agypti yang hidup didalam dan sekitar rumah

5 Patofisiologi 9/6/20145

6 Derajat DHF Ada 4 bagian yaitu : 1.Derajat Ringan : Demam mendadak hari dengan gejala klinis lain dan manifestasi perdarahan jaringan, Test Torniquet (+). 2.Derajat Sedang : Lebih berat dari golongan 1, gejala perdarahan kulit, manifestasi perdarahan lain (perdarahan gusi, epitaksis, hematemisis, melena). 3.Derajat Berat: Pasien mengalami renjatan dengan kegagalan sirkulasi, nadi cepat dan lemah, tekanan darah menurun, gelisah, kulit dingin. 4.Derajat sangat berat: Gejala tersebut diatas ditambah renjatan yang dalam dengan tekanan darah tidak teratur,nadi tidak teraba. 9/6/20146

7 CaRa Penularan Ditularkan oleh nyamuk ades agypti Nyamuk ini mendapatkan virus dengue sewaktu mengigit atau menghisap darah orang yang  Sakit DHF  Tidak Sakit DHF tapi dalam darah mengandung virus dengue 9/6/2014DHF_Sunardi7

8 Virus dengue yang dihisap akan berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk termasuk ke kelenjar air Bila nyamuk tersebut menghisap/ mengigit orang lain. Virus akan dipindahkan bersma air liur nyamuk. 9/6/2014DHF_Sunardi8

9 Bila orang yang tertular itu Tidak mempunyai kekebalan (umunya anak- anak)  virus itu akan menyerang trombosit (sel pembeku darah) & merusak dinding pembuluh darah kecil (kapiler)  terjadi n pendarahan & kekurangan cair yang ada didalam pembuluh darah Bila orang mempunyai zat anti kekebalan  virus tidak berdaya  orang tidak sakit 9/6/2014DHF_Sunardi9

10 Manifestasi Klinis 1.Demam mendadak disertai gejala klinik yang tidak spesifik : anoreksia, nyeri punggung, nyeri perut (karena pembesaran hati), nyeri sendi, nyeri kepala. Demam terjadi hari. 2.Manifestasi perdarahan muncul pada hari ke 2 atau ke 3. - Uji torniqet (+). - Petechie. - Epitaksis, perdarahan gusi. - Hematomisis, melena. 3. Hepatomegali. 9/6/201410

11 Trombocytopeni  nilai trombosit < /mm  5. Kenaikan nilai hematrokit 20%. 6. Manifestasi lain : nyeri epigastrium dan muntah. 7. Renjatan  berat (DSS). - nadi lemah dan cepat. - TD menurun. - Kulit teraba dingin dan lembab  ujung hidung, jari tangan dan kaki - Gelisah  kesadaran menurun. - Sianosis disekitar mulut. - Oliguri sampai anuri. 9/6/201411

12 Komplikasi yang sering terjadi  Ensepalopati. Demam tinggi. Gangguan kesadaran disertai atau tanpa kejang. Disorientasi  Prognosanya buruk.  Renjatan / Syok Hipovolemik 9/6/201412

13 Pencegahan DHF 1.Secara Kimia a. Fogging / pengasapan – malathion  efektif pada jam aktif nyamuk, tidak ada angin kuat, serentak / masal/ kompak fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak menyelesaikan masalah DHF

14 b. Obat bakar nyamuk bakar/semprot atau repelent  menyelesaikan masalah pada nyamuk dewasa c. abatisasi/penaburan bubuk abate (1x3 bulan)  Menyerang pada fase Larvasidasi Menaburkan bubuk abate 1 G (100 I + 10 gr abate) Menaburkan bubuk altosit 1,3 G (100 I + 2,5 gr altosit) Menaburkan bubuk sumilarv 0,5 G (100 I + 0,25 gr sumilarv)

15 2. Secara Mekanik PSN DHF Gerakan 3 M Plus B Menguras MenutupPlusBersihkan Mengubur vas bunga, wadah minum burung pasang kelambu, pasang kasa pada ventilasi, jangan banyak gantungan baju, jangan mebiarkan ada air yang tergenang

16 3. Biologis Predator : air kolam diisi ikan pemakan jentik memelihara ikan yang kurang relatif kuat dan tahan, misalnya ikan mujair, kepala timah/pantau Insektisida Hayati (ekstrak tumbuh – tumbuhan) Memanfatkan Tanaman pengusir nyamuk  dalam keadaan hidup bisa,mengusir nyamuk : geraniuk, serai, alavender. 9/6/

17 Asuhan keperawatan 1.Riwayat penyakit, 2.Pemeriksaan fisik. - Tingkat kesadaran. - TTV : suhu, nadi, RR, Td. - Tes rumple leede. - Palpasi nyeri tekan dan pembesaran hepar. - Perdarahan : kulit, gusi, hematemisis, melena. 3. Pemeriksaan Penunjang : - Laboratorium : Hb, Ht, Leukosit, trombosit. - Foto Thorax. 4. Faktor psikososial dan perkembangan. 5. Tingkat pengetahuan klien dan keluarga. 9/6/201417

18 Lingkup Masalah Keperawatan 1.Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. 2.Gangguan rasa nyaman : nyeri. 3.Keterbatasan aktifitas. 4.Kecemasan anak dan orang tua. 5.Self care deficit. 6.Potensial terjadi syok Jika terjadi syok : 1. Gangguan pemenuhan kebutuhan O2 2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. 9/6/201418

19 Rencana Keperawatan Dx: Gangguan keseimbangan cairan tubuh: kurang dari kebutuhan b.d peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah yang mengakibatkan keluarnya plasma dari pembuluh darah. Tujuan: Gangguan keseimbangan cairan dapat diatasi Kriteria evaluasi: Turgor baik, rasa haus hilang, Tronbosit Normal( – /mm) TD 100/70 – 140/90 mmHg, Nadi 60 – 100x/Mt, Respirasi x/mt, Produksi urine cc/jam 9/6/201419

20 Intervensi Keperawatan. Pada pasien tampak perdarahan/tanpa syok. Penggantian cairan  beri pasien minum sebanyak 1 ½ - 2 liter/24 jam. Indikasi pemasangan infus : Jika pasien muntah terus menerus. Hematokrit terus meningkat. Observasi tanda-tanda perdarahan dan tanda-tanda syok. Observasi tanda-tanda vital setiap jam. Kompres dingin sesuai suhu tubuh. Catat intake dan out-put. Periksa Hb, Ht, L, Tromb setiap jam. Pada Pasien dengan syok. Infus Rl/kg BB/jam. Pemberian O2 2liter/menit. Observasi tanda-tanda vital tiap lima belas menit. Jika syok belum teratas  Rawat diruang ICU 9/6/201420

21 PENGENDALIAN LINGKUNGAN  Upaya pemberantasan demam berdarah. Pemberantasan nyamuk aedesaegypti dilaksanakan terhadap nyamuk dewasa atau jentiknya. Cara Pemberantasan. Nyamuk  dengan insektisida (fogging)  Jentik  Dengan PSN (pemberantasan sarang nyamuk)  Kimia  abatisasi larvasida.  Biologi : Memelihara ikan pemakan jentik.  Fisik 3M : Menguras, Menutup dan Mengubur 9/6/201421

22 9/6/2014DHF_Sunardi22


Download ppt "ASUHAN KEPERAWATAN DENGUE HEMORHAGIK FEVER Ns. Kiki Hardiansyah Safitri, S.Kep 9/6/20141."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google