Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

2001-2005 1. PEMAHAMAN DAN PENGERTIAN TENTANG ZAT BERBEDA 2. SISTEM INFORMASI BELUM LENGKAP DAN TERPADU 3. SULIT MENDPT DATA EPIDEMIOLOGI YG DPT DIPERTANGGUNG.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "2001-2005 1. PEMAHAMAN DAN PENGERTIAN TENTANG ZAT BERBEDA 2. SISTEM INFORMASI BELUM LENGKAP DAN TERPADU 3. SULIT MENDPT DATA EPIDEMIOLOGI YG DPT DIPERTANGGUNG."— Transcript presentasi:

1

2

3 1. PEMAHAMAN DAN PENGERTIAN TENTANG ZAT BERBEDA 2. SISTEM INFORMASI BELUM LENGKAP DAN TERPADU 3. SULIT MENDPT DATA EPIDEMIOLOGI YG DPT DIPERTANGGUNG JAWABKAN 4. BELUM ADANYA FOCAL POINT YANG JELAS, BILA ADA KEMAMPUAN TERBATAS

4 5.TIDAK ADA KERJA YG SISTEMATIK ANTAR INSTANSI 6.KURANGNYA PENATAAN PROFESIONAL DLM MENYUSUN PROGRAM  PROGRAM SALING TUMPANG TINDIH 7.PSM, LSM DAN SEKTOR LAIN MASIH TERBATAS DAN BELUM TERARAH DG TEPAT

5 8.BERKEMBANGNYA PELAYANAN T / R YG KURANG TERKENDALI, SEMENTARA FASILITAS PEMERINTAH (RSU/RSJ/PUSKESMAS) KURANG DIMANFAATKAN 9.MENINGKATNYA PENULARAN PENYAKIT INFEKSI SPT: HEPATITIS DAN HIV/AIDS PADA PENGGUNA NAPZA SUNTIK 10.KOORDINASI??? 11.DANA UNTUK DEMAND REDUCTION ???

6

7 Adiksi adalah penyakit gangguan kimiawi otak yang penyembuhannya tidak dapat hanya dengan terapi otak!

8

9  Penyakit menahun dan mudah kambuh (chronic relapsing disease)  Diagnosis-ICD-10: Mental and behavioural disorder do to psychoactive substance use KETERGANTUNGAN NARKOTIKA,PSIKOTROPIKA & ZAT ADIKTIF LAINNYA

10 Kuatnya ikatan dalam keluarga Pengawasan ortu thd kegiatan anak & peer Adanya peran yang jelas dan konsisten dalam keluarga Keberhasilan di sekolah Norma yang digunakan terhadap NAPZA Buruknya pola asuh anak Buruknya ketrampilan sosial remaja Perilaku agresif, malu dan tdk PD Lingkungan Rumah yg kacau Kegagalan di sekolah Penyimpangan perilaku

11 PENYALAHGUNAAN NAPZA MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT PREVENSI TERSIER PREVENSI SEKUNDER PREVENSI PRIMER UPAYA PROMOTIF PREVENTIF UPAYA KURATIF UPAYA REHABILI TATIF PENYULUHAN INTERPERSONAL SKILL LIFE SKILL PARENTING SKILL POLA ASUH ANAK DETOKSIFIKASI TH/KOMORBIDITAS TH/SUBSTITUSI PENC KEKAMBUHAN PERSIAPAN KEMBALI KEMASY SELF HELP GROUP

12 Supply Reduction Demand Reduction Harm Reduction

13 SUPPLY REDUCTION DEMAND REDUCTION HARM REDUCTION PENCEGAHAN & REPRESI PRODUKSI, DISTRIBUSI, DAN PEREDARAN PROMOSI HIDUP SEHAT PENCEGAHAN PENGOBATAN REHABILITASI MENCEGAH DAMPAK BURUK

14 Tujuan: mengurangi pemasokan atau suplai ZAT Mencakup di antaranya: –Menghambat penanaman, –Menghambat produksi –Menghambat transportasi –Menghambat lalu lintas barang

15 Tujuan: mengurangi permintaan atau kebutuhan atas zat Mencakup di antaranya: –Pencegahan Primer: program pencegahan pemakaian zat –Pencegahn Sekunder: Intervensi pemakaian atau permintaan zat Detoksifikasi Program pemulihan dan penyembuhan, Program pasca rawat, menjaga kemantapan hidup bersih dari narkoba dll.

16 Tujuan: mengurangi bahaya atau dampak buruk yang ditimbulkan penggunaan zat Mencakup di antaranya: –program pendidikan mengenai bahaya dan dampak buruk pemakaian zat, –Pencegahan overdosis, infeksi, dll. –Pengadaan peralatan yang dibutuhkan untuk mengurangi dampak buruk, termasuk terapi substitusi seperti methadone, jarum suntik bersih, pemutih, dll. –Program konseling, penjangkauan masyarakat, dll.

17 KEBIJAKANSTRATEGIPROGRAM 1. DITEKANKAN PD UPAYA PROMOTIF- PREVENTIF 2. ME KEMAMPUAN NAKES (CAPASITY BUILDING) 3. ME KEPEDULIAN, KSDR & PSM THD BAHAYA NAPZA 4. ME KERJASAMA LP, LS SERTA KEMITRAAN YG BERKAITAN DG NAPZA 1. PENINGKATAN KES & PENC. PENYALAHGUNA (PROMOTIF & PREVENTIF)  PERILAKU HDP SEHAT 2. PRIORITAS KEL RISTI a.PENYUSUNAN: 1. KEBIJAKAN 2. STANDAR 3. BAHAN KIE 4. PEDOMAN BAGI NAKES, LS,DLL 5. MODUL-MODUL b. PE KEMAMPUAN & PROFESIONAL NAKES

18 I.PENILAIAN KEBUTUHAN ( NEED ASSESSMENT ): DI DINKES PROV, KAB/KOTA, PUSKESMAS, MASYARAKAT (REMAJA & ORANG TUA), LAPAS, SARANA REHAB, DLL II MENYUSUN KEBIJAKAN:  P3 NAPZA  MASALAH TEMBAKAU / ROKOK  MASALAH ALKOHOL  HARM REDUCTION DAN TERAPI SUBSTITUSI  DLL

19 III. PENYUSUNAN PEDOMAN/MODUL oPEDOMAN TERAPI KETERGANTUNGAN oPEDOMAN PENATALAKSANAAN GANGGUAN PENYALAHGUNAAN NAPZA oPEDOMAN SARANA REHABILITASI: MASALAH MEDIK YG DAPAT TERJADI DAN KEPMENKES NO: 996/SK/ VII/2002 oPEDOMAN PENYULUHAN NAPZA BAGI PETUGAS KESEHATAN oPEDOMAN SKRINING PENGGUNAAN NAPZA BAGI PETUGAS KESEHATAN, LAPAS, SARANA REHABILITASI, DLL ( INSTRUMENT ASSSIT= ALCOHOL, SMOKING, SUBSTANCE INVOLVEMENT SCREENING TEST)

20 III.PENYUSUNAN PEDOMAN/MODUL oPEDOMAN TEKNIK MENINGKATKAN MOTIVASI (MOTIVATIONAL ENHANCEMENT THERAPY) oMODUL KETERAMPILAN INTERPERSONAL DALAM PENDIDIKAN NAPZA BAGI REMAJA oMODUL PEMBERDAYAAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA oMODUL PELATIHAN BAGI PENGELOLA PROGRAM oMODUL KONSELING HIV/AIDS (VOLUNTARY COUNSELING & TESTING)

21 IV.PELATIHAN-PELATIHAN V.PENGEMBANGAN MODEL: oPENANGGULANGAN NAPZA BERBASIS MASYARAKAT VI.KERJASAMA DG SEKTOR TERKAIT, AL:  DIR.BINA KHUSUS NARKOTIKA DITJEN PAS DEPKEH-HAM

22 P2 NAPZA BERBASIS MASYARAKAT PUSKESMAS : ( INTEGRASI DG UPAYA KES.WAJIB ATAU MENJADI UPAYA PENGEMBANGAN ) PENGOBATAN PROMOSI KESEHATAN KIA/KB P2M GIZI MASY KESLING POLA ASUH PARENTING SKILL PENYULUHAN LIFE SKILL EDUCATION INTERPER SONAL SKILL DETOKSI FIKASI KOMPLIKASI: MEDIK PSIKIATRIK VCT

23 1.TERCANTUM DALAM KEWENANGAN WAJIB KAB/KOTA DAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL 2.PROGRAM DIINTERGRASIKAN PD UPAYA KES. WAJIB PKM ATAU UPAYA KES. PENGEMBANGAN 3.PEDOMAN DAN PAKET-PAKET PROGRAM TELAH DISIAPKAN 4.PENGEMBANGAN MODEL DI BEBERAPA KAB/KOTA

24 PASIEN D/: GANGGUAN MENTAL & PERILAKU AKIBAT PENGGUNAAN ZAT PSIKOAKTIF REHABILITASITERAPI PENYALAHGUNAAN & KETERGANTUNGAN NAPZA TERAPI & REHABILITASI KOMPREHENSIF MEDIKOPSIKOSOSIAL SARANA PELAYANAN REHABILITASI

25 SOSIAL MEDIKO REHABILITASI PSIKO SARANA REHABILITASI (PANTI, WISMA, PONDOK, RUMAH DLL) METODE TC METODE AGAMA METODE SOSIAL METODE LAIN- LAIN KEPMENKES No. 996/SK/VII/2002: IZIN DARI DINKES KAB & KOTA

26 I.SURAT MENKES KE MENPAN NO: 221/MENKES/III/2002: 1.TES URIN TDK DIANJURKAN SECARA MASSAL DAN TDK MRPKAN BAG PERSYARATAN MASUK SEKOLAH/KULIAH ATAU JADI KARYAWAN 2. PENETAPAN KETERGANTUNGAN SESEORG THD NAPZA DITENTUKAN ADANYA: G/ DAN TANDA KLINIS PEM. FISIK, LAP.PIHAK KETIGA, PENEMUAN ZAT ATAU ALAT, LAB. DIBUTUHKAN KETRAMPILAN PROFESIONAL UTK D/

27 I. SURAT MENKES KE MENPAN NO: 221/MENKES/III/2002: 3. BERHUB. >> JENIS NAPZA  PERLU KETRAMPILAN UTK MENENTUKAN JENIS ZAT YG AKAN DIPERIKSA LAMA ZAT DL TUBUH BERVARIASI (HEROIN: JAM; KANABIS: 2-3 MG; AMFETAMIN: JAM; BZP: JAM) 4. TES URIN HANYA DIGUNAKAN UTK KEPERLUAN KLINIS (FOLLOW UP PS KETERGANTUNGAN ATAU PELENGKAP UTK MEMBANTU DIAGNOSIS KLINIS) 5. UTK KEPENTINGAN HUKUM DAN FORENSIK, HSL TES URIN YG POSITIF HRS DIKONFIRMASI DG CONFIRMATION TEST

28 II.SURAT MENPAN NO: 94.1/M.PAN/4/2002 PD SEMUA MENTERI KABINET GTG ROYONG, PIMP LPND/ GUB/BUPATI/WALIKOTA SE INDONESIA: DALAM RANGKA PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DILINGKUNGAN APARATUR NEGARA: 1. PEM/TES URINE MERPKAN BAG DR TES KES BAGI PNS 2. PARA ATASAN LSG PNS BERKEWAJIBAN MENGAWASI PNS DILING.KERJANYA SEC. PREV MAUPUN REPRESIF BAGI PNS YG DIDUGA MENGG.NAPZA 3. BAGI PNS YG SECARA (+) DAN TERBUKTI MENGGUNAKAN NAPZA  DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN DAN SANKSI SPI PEMBERHENTIAN TDK HORMAT 4. PEM. PENGGUNAAN NAPZA BAGI PNS HENDAKNYA MENGACU PD SURAT MENKES N0: 221/MENKES/III/2002 TGL 26 MARET 2002 KPD MENPAN

29


Download ppt "2001-2005 1. PEMAHAMAN DAN PENGERTIAN TENTANG ZAT BERBEDA 2. SISTEM INFORMASI BELUM LENGKAP DAN TERPADU 3. SULIT MENDPT DATA EPIDEMIOLOGI YG DPT DIPERTANGGUNG."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google