Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

WARISAN TERABAIKAN : SEJARAH PENJELAJAHAN PENUTUR AUSTRONESIA DAUD ARIS TANUDIRJO JURUSAN ARKEOLOGI, FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "WARISAN TERABAIKAN : SEJARAH PENJELAJAHAN PENUTUR AUSTRONESIA DAUD ARIS TANUDIRJO JURUSAN ARKEOLOGI, FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA."— Transcript presentasi:

1 WARISAN TERABAIKAN : SEJARAH PENJELAJAHAN PENUTUR AUSTRONESIA DAUD ARIS TANUDIRJO JURUSAN ARKEOLOGI, FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

2 100 Tahun Lembaga Purbakala The Coming of Pseudo-Archaeology in Bumi Nusantara

3 Fenomena Monumentalism ? Desakan untuk penelitian secara cepat dan massal di Gunung Padang mengindikasikan adanya gejala Monumentalism. Suatu pemikiran yang mengasumsikan bahwa setiap penguasa harus meninggalkan suatu karya besar (monumen) yang akan diingat oleh generasi penerus atau dicatat sejarah, dengan cara apa pun  citra keberhasilan

4 “NEGLECTED HERITAGE”

5 Austronesian Istilah yang ditawarkan oleh Father Schmidt untuk menggantikan istilah to rumpun bahasa “Malayo- Polynesian” yang digunakan oleh Hendrik Kern Kini, sering digunakan untuk kelompok-kelompok etnis yang berbahasa Austronesia, meskipun kadang dianggap tidak tepat Secara fisik, kelompok-kelompok etnis itu cukup beragam dan mungkin memang bukan dari satu kelompok etnis saja

6 SEBARAN PENUTUR RUMPUN BAHASA AUSTRONESIA

7 Darimana datang Penutur Austronesia ? Masih ada perdebatan Wilayah Segitiga di Kepulauan Asia Tenggara dengan puncak-puncak di Jawa, Taiwan, dan Timor Kepulauan Filipina Selatan, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara The Island of Formosa or Taiwan (Out of Taiwan model, or Fast Train Model

8

9 6000 BP 5000 BP 4500 BP 4000 BP 3500 BP 2500 BP Out of Taiwan Model

10 P-AN P-MP P-CEMP P-EMP P-OC BP BP BP BP BP Formosan (9 bahasa ?) WMP Filipina-Borneo- Sulawesi- Jawa- Sumatra-Vietnam- Madgaskar CMP Maluku Nusa Tenggara SHWNG Halmahera Selatan Papua Barat OC Melanesia, Polinesia, Mikronesia Pencabangan rumpun Austronesia sebagai indikasi proses migrasi

11 Gerabah Poles Merah sebagai bukti bendawi persebaran Austronesia. Dianggap salah satu dari paket budaya yang dibawa penutur Austronesia

12 Anaro Site Circle stamped pottery from Taiwan compared to that of Anaro (the Philippines) Slate and Nephrite

13 Bukti linguistik Sejumlah kosa kata baru terkait teknologi pelajaran muncul di Filipina dan Indonesia Utara  bukti adanya perkembangan teknologi pelayaran yang sangat signifikan Salah satunya, kano ganda dengan layar ganda yang kuat  kemampuan berlayar jauh dan cepat

14 Ruang cukup luas untuk muat orang dan barang dalam jumlah banyak  perjalanan jauh penunjang kolonisasi dan pertukaran barang dan orang Kano ganda Migrasi lompat katak dimungkinkan Migrasi lompat katak dimungkinkan

15 Stepping island Homeland Peripheral island Leap-frogging migration process

16 Persebaran dengan cara itu memicu fenomena globalisasi dan budaya Austronesia menjadi dominan di Asia Pasifik

17  Globalisasi dapat dipicu oleh kolonisasi, perluasan wilayah negara, eksplorasi, perdagangan ang meluas, atau persebaran ajaran keagamaan  Terbentuknya jejaring yang luas memungkinan pertukaran barang, gagasan, dan manusia antar wilayah  Unsur yang menentukan dalam globalisasi adalah penguasaan komunikasi dan transportasi sehingga perjalanan antar tempat menjadi lebih pendek dan interaksi antar kelompok menjadi semakin intensif.

18 B UDAYA A USTRONESIA MENJADI DOMINAN KARENA BEBERAPA KEUNGGULAN Alat komunikasi  Bahasa Proto Malayo Polynesia tersebar luas dan menjadi bahasa pergaulan Transportasi  perahu yang dapat bergerak cepat dan memuat banyak orang dan barang Globalisasi ini yang membuat budaya Austronesia memegang peran penting daam meletakkan dasar-dasar budaya di Asia Pasifik

19 4000 BP 3300 BP Lapita pottery appeared in Bismarck Talasea Obsidian found in Bukit tengkorak (3200 BP) Pertukaran barang jarak jauh dipicu oleh migrasi Austronesia

20 Di bagian Barat kepulauan Asia Tenggara Penutur Austronesia hampir sama sekali menggantikan penduduk sebelumnya yang berciri Australo-melanesoid (non- Austronesian) dan hanya meninggalkan beberapa kantong kecil etnis lain seperti Orang Asli di Malaysia dan Negrito (agta) di Filipina Selatan

21 Di bagian barat Kepulauan Asia Tenggara Budaya Austronesia menjadi budaya dasar mayoritas etnik yang ada. Namun, karena adaptasi pada kondisi lingkungan yang berbeda maka tercipta beragam budaya lokal dengan beberapa ciridasar budaya Austronesia Berdasarkan ciri budaya Austronesia itu, Indonesia memiliki identitas budaya “Bhinneka Tunggal Ika” (Unity in Diversity).

22 Bahkan, sejumlah aspek budaya Indonesia juga memiliki kemiripan dengan budaya Austronesia di luar Indonesia, seperti di Malaysia, Filipina, Formosa, Melenasia, da Polinesia

23 Di Melanesia Penutur Austronesia hanya dapat bergerak di sepanjang pantai dan tidak masuk ke pedalaman pulau besar (Papua). Hal ini disebabkan antara lain karena di wilayah itu sudah ada masyarakat yang cukup maju berbasis pertanian dan pengumpul bahan makanan buah, sehingga penduduknya stabil Di pesisir, penutur Austronesia terbukti memberikan pengaruh pada masyarakat setempat baik dalam budaya, bahasa, maupun ciri biologis melalui perkawinan campur

24 Budaya LAPITA Culture di pesisir dan kepulauan Melanesia adalah bukti interaksi antara dua budaya tersebut Budaya ini dicirikan dengan permukiman kampung yang luas dengan bangunan kayu berdenah persegi di atas panggung, pengumpul buah dan sayur, beternak (babi, ayam, anjing), makan sirih pinang, gunakan beliung batu, gunakan perhiasan kerang, membuat dan menggunakan gerabah, dan tentunya berbahasa Austronesia.

25 Persebaran budaya Lapita yang terbatas di pesisir dan kepulauan Melanesia, karena pengaruh penutur Austronesia tidak dapat masuk ke pedalaman Papua

26 Karena penutur Austronesia terus bermigrasi ke timur menuju Polinesia Barat, maka budaya Lapita pun ikut menyebar ke Fiji dan Samoa Lapita Culture Distribution

27 Di Polinesia dan Mikronesia Penutur Austronesia menghuni pulau-pulau yang tak berpenghuni dan merekalah peletak beragam budaya yang hingga kini berkembang di sana Sebelum kedatangan bangsa Eropa (abad ke-18) budaya Pacific Islander dianggap sebagai budaya asli Austronesia yang beradaptasi pada lingkungan kepulauan.

28 Semula, banyak ahli yang cenderung melihat persebaran awal penutur Austronesia terbatas sampai bagian barat Kepulauan Asia Tenggara. Adanya pengaruh India di bagian ini (manik kornalin, besi, dan gerabah arikamedhu) lebih dilihat sebagai bukti kedatangan pengaruh pedagang India ketika mereka berlayar ke nusantara untuk mencari cula badak, kamper, rempah, bulu burung dll) Sementara, keberadaan unsur budaya Austronesia di Madagaskar dianggap sebagai bentuk pengaruh yang datang kemudian, yaitu pada jaman kerajaan Sriwijaya sekitar abad ke-7 Namun, ternyata hasil penelitian akhir-akhir menunjukkan hal berbeda

29 Sekitar th yl di Laut Cina Selatan Penelitian arkeologis di Taiwan, Filipina Utara, dan Vietnam menunjukkan adanya jejaring perdagangan yang luas Salah satu benda yang diperdagangkan adalah perhiasan dari batu giok (Jade), seperti anting-anting called ling-ling o dan leontin kepala hewan ganda). Rupanya, artifak ini menjadi “benda bermartabat” pada waktu itu. Jaringan perdagangan ini meluas hingga Thailand, Semenanjung Malaysia, dan Kalimantan Utara (Hung and Bellwood, 2010).

30 Saya yakin jaringan perdagangan ini merupakan bagian integral dari jaringan perdagangan India –Asia Tenggara – Cina melalui Lautan Hindia dan Laut Cina Selatan. Siapa yang mampu melakukan hal itu ? Tentu saja orang Austronesia yang memang telah mempunyai tradisi pelayaran jauh jauh Karena itu, pengaruh India pasti dibawa oleh pelaut Austronesia

31 Dugaan ini semakin kuat dengan bukti-bukti penelitian arkeologi yang telah dilakukan di India dan Pakistan. Di sana ditemukan sejumlah hasil budaya maupun sisa tanaman yang mungkin sekali dibawa dari Indonesia atau Asia Tenggara Pattanam Sangana KalluArikhamedu. Sanganakallu sites (3.300 BP) Citrus lemon, areca (pinang), mango, and sandalwood Sanganakallu sites (3.300 BP) Citrus lemon, areca (pinang), mango, and sandalwood. Kor Diji Kor Diji (around BP ?) Banana phytolith Kor Diji (around BP ?) Banana phytolith Pattanam (3.000 – BP) Citrus lemon, areca (pinang), mango, and teakwood Pattanam (3.000 – BP) Citrus lemon, areca (pinang), mango, and teakwood

32 Semua bukti-bukti memperkuat dugaan bahwa pelaut Austronesia memegang peran penting dalam proses pengenalan budaya India di Asia Tenggara Di Afrika, satu situs di Kameroon mengandung pitolit pisang pada lapisan berusia 2500 tahun lalu. Hal ini sekali lagi membuktikan pengaruh penutur Austronesia di Asia Barat bahkan hingga ke Afrika

33 Tahun 2009 Ann Kumar, seorang ahli sejarah Asia menulis buku : Globalizing the Prehistory of Japan : language, gene, and civilization. Buku ini mengungkapkan kemungkinan pengaruh budaya Asutronesia pada Budaya Yayoi yang muncul di Jepang sekitar 2,500 tahun lalu dan menjadi dasar budaya Jepang saat ini Pendapatnya didasari oleh penafsirannya terhadap tradisi pertanian, ukuran kepala, dan data genetika. Ia menyimpulkan bahwa budidaya padi sawah, metalurgi, tenun, dan budaya bendawi lain dalam Budaya Yayoi telah dibawa oleh orang Jawa yang sangat berpengaruh pada budaya. Unsur-unsur budaya yang mirip antara budaya itu antara lain : kekerabatan, kepercayaan, dan hal-hal terkait dengan raja/pemimpin Dugaan lain

34 Yayoi culture (2500 BP) di Jepang dipengaruhi oleh Budaya (Jawa) Austronesia ?

35 Saat ini, masih diperlukan bukti yang lebih kuat sebagai bukti pendukung pendapat tersebut Data yang ada saat ini masih terlalu terbatas dan ditafsirkan spekulatif Bagaimana pun juga, gagasan Kumar setidaknya menyadarkan kita akan kemungkinan peran penting penutur Austronesia dalam budaya Jepang Karena Kumar tidak sendirian menyarankan itu. Sebelumnya, W.G. Solheim (1996) dan Oppenheimer (1998) telah mengemukakan gagasan serupa

36 J ADI, ……. Bukti-bukti tadi menunjukkan bahwa penjelajahan penutur Austronesia telah meletakkan dasar budaya Asia Pasifik Di banyak tempat, budaya Austronesia menjadi budaya awal, sedang di tempat lain pengaruh budaya ini telah memicu perkembangan pesat budaya setempat Namun demikian, masih dibutuhkan penelitian penelitian yang berkiblat masalah untuk memperkuat data empiris yang belum memadai. Data itu diperlukan agar kita dapat memahami mekanisme perubahan budaya yang dimunculkan oleh penjelajahan penutur Austronesia ini

37 THANK YOU


Download ppt "WARISAN TERABAIKAN : SEJARAH PENJELAJAHAN PENUTUR AUSTRONESIA DAUD ARIS TANUDIRJO JURUSAN ARKEOLOGI, FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google