Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Perangkat Keras PLC. Topik  Konfigurasi perangkat keras PLC  Tipe Input dan Output (I/O)  Hubungan kelistrikan I/O  Relay  Ladder Diagram dan simbol-simbol.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Perangkat Keras PLC. Topik  Konfigurasi perangkat keras PLC  Tipe Input dan Output (I/O)  Hubungan kelistrikan I/O  Relay  Ladder Diagram dan simbol-simbol."— Transcript presentasi:

1 Perangkat Keras PLC

2 Topik  Konfigurasi perangkat keras PLC  Tipe Input dan Output (I/O)  Hubungan kelistrikan I/O  Relay  Ladder Diagram dan simbol-simbol JIC

3 Tujuan  Dapat memahami cara kerja PLC dan cara menghubungkan I/O-nya  Dapat memahami berbagai macam tipe I/O  Dapat membuat diagram koneksi kelistrikan dengan standar industrial

4 Pendahuluan  Konfigurasi PLC dapat bermacam-macam bahkan untuk PLC dari satu vendor saja  Komponen esential :  Power Supply Unit :  Penyuplai daya untuk PLC dan semua I/O module yang terkoneksi  Internal atau eksternal  Rating tegangan : 24VDC, 120VAC, 220VAC  CPU (Central Processing Unit) :  Otaknya PLC, tempat ladder diagram disimpan dan dieksekusi

5  I/O Module :  Kumpulan modul input dan output yang dibutuhkan PLC untuk dapat memonitor proses dan melakukan aksi sesuai parameter yang telah ditentukan  Led indikator :  Indikator status operasi PLC : Power ON, Run, Error/Alarm

6 Konfigurasi PLC  Mengacu pada packaging PLC  Tipe :  Rack :  Besar (sampai dengan 18inch x 30inch x 10inch)  Terdiri banyak slot module  Biaya tinggi tapi juga paling mudah untuk dikustomisasi dan dirawat  Mini :  Lebih kecil dari Rack tapi dapat memuat I/O yang sama

7  Micro :  Paling kecil  Jumlah I/O fix dan terbatas  Harga paling murah  Software Based :  Berbasis PC  Menggunakan card tambahan untuk interface I/O dan konetivitas dengan PLC lain di dalam jaringan yang berbeda maupun sama

8

9 Input Output  Fungsi : memonitor dan mengontrol proses di lapangan  Mata dan tangan dari PLC  Tipe :  Logikal :  Level finit (tertentu) – high, low  Mudah dalam pengendalian  Kontinyu  Dapat berisi nilai dalam jangkauan tertentu  Lebih sulit dikendalikan

10 Output  Menyebabkan PLC dapat mempengaruhi suatu proses  Paling umum dalam bentuk aktuator/penggerak  Contoh :  Selenoid valve :  Untuk sistem hidrolik atau pneumatik  Lampu :  Indikator proses, dapat langsung disuplai dari PLC

11  Starter motor :  Relai khusus untuk melakukan start up motor yang biasanya membutuhkan arus yang besar  Servo motor :  Motor khusus yang dapat diposisikan secara presisi dengan serangkaian pulsa tertentu  Output PLC pada umumnya terkoneksi ke Relay analog karena simpel dan murah, namun ada juga yang ke relai digital (Triac, Diac, transistor)

12 Input  Mentranslasikan besaran fisis ke besaran elektris  Contoh :  Proximity switch :  Menggunakan kapasitansi, induktansi, atau cahaya untuk mendeteksi keberadaan suatu objek  Switch :  Mekanisme mekanis untuk membuka atau menutup kontak elektris yang nantinya akan mengubah kondisi logika yang dibaca PLC

13  Potensiometer :  Mengukur posisi secara kontinyu menggunakan sistem resistansi  LVDT (Linear variable differential transformator) :  Mengukur perubahan posisi menggunakan kopel magnet  Input dapat berupa AC maupun DC  Konfigurasi :  Sinking :  Saat aktif maka arus akan mengalir ke ground/tanah  Cocok untuk input dengan rating tegangan berbeda  Sourcing :  Saat aktif arus mengalir dari power supply  Cocok untuk input dengan sumber tegangan yang sama

14 I/O Module Card  PLC kecil => input sudah built in  PLC besar => input dalam bentuk modul dengan 8-32 kanal dengan tipe yang bisa berbeda ataupun sama  Rating input umumnya :  VDC  VDC  VDC  VAC  5 VDC (TTL)  VAC  48 VDC  24 VDC

15

16 Perhatian!!! 1. Semua power supply harus mengikuti sebuah loop yang tertutup 2. Common point satu card dengan yang lain belum tentu sama (Ground/tanah <> common) 3. Semua I/O card module PLC terisolasi satu dengan lainnya

17 Pertimbangan Input  Input DC biasanya lebih rendah ratingnya dan paling aman  Input DC amat cepat dibanding AC  Tegangan DC dapat dikoneksikan secara mudah dengan sistem yang lebih besar  Sinyal AC lebih kebal noise dibandingkan DC, sehingga cocok untuk transmisi jauh  AC lebih mudah dan murah untuk menyuplai daya  AC sekarang lebih banyak ditemui di berbagai peralatan otomasi dibandingkan DC

18 Isolasi I/O  Semua input dan output PLC terisolasi secara elektris dengan CPU => mengatasi fault elektris : spike, surge, short circuit

19 Output  PERINGATAN : Selalu cek rating tegangan dan arus PLC. Jangan sekali-kali melebihi batas tersebut  Tidak menyediakan power ke output, hanya sebagai saklar saja  Contoh output :  120 VAC  24VDC  12-48VDC  12-48VAC  5VDC TTL  230 VAC  Dalam bentuk modul 8-32 kanal

20  Tipe :  Dry contact :  Setiap output terpisah satu sama lain  Dapat menghandle AC dan DC  Lambat (>10ms)  Tahan terhadap spike, surge, maupun variasi tegangan  Lebih mahal, tidak tahan lama, bulky  Contoh : relay

21  Switched output :  Menggunakan solid state switch (triac, transistor, dll)  Respon cepat(<1ms)  Tidak fleksibel(AC dan DC berbeda switchnya)  Lebih murah, tahan lama  Tidak tahan surge, spike, maupun variasi tegangan

22

23

24

25 Relay  Agak jarang dipakai untuk kontak logikal, tapi dipakai untuk kontak power besar  Terminologi :  Kontaktor :  Relay khusus untuk switch beban besar  Starter Motor :  Kontaktor yang ditambahkan dengan overcurrent relay untuk mengatasi spike arus saat start motor  Arc Supression :  Kontaktor merupakan metal => terkena listrik => muncul hantaran listrik tegangan tinggi (arc)  AC => kontaktor open saat tegangan melewati nol  DC => meniupkan gas tekanan tinggi  AC Coil :  Koil relay khusus yang disupply menggunakan tegangan AC

26  Hal yang perlu diperhatikan :  Rating Tegangan :  Jangkauan tegangan yang disarankan untuk dipergunakan  Tegangan terlalu rendah maka relay tidak bekerja  Tegangan terlalu tinggi maka akan memperpendek masa hidup koil relay  Rating Arus :  Arus maksimum yang diperbolehkan sebelum kontaktor rusak/meleleh

27 Diagram Kelistrikan  Merupakan suatu metode grafis untuk merepresentasikan konektivitas kontrol sebuah sistem  Berisi label-label yang secara langsung berhubungan dengan alokasi pengalamatan pada PLC  Harus informatif dan faktual sesuai dengan kondisi sistem sebenarnya

28

29 JIC (Joint International Committee)  Merupakan sebuah organisasi yang men- standardisasi simbol-simbol yang dipakai dalam diagram kelistrikan dan kendali sistem industri

30

31

32


Download ppt "Perangkat Keras PLC. Topik  Konfigurasi perangkat keras PLC  Tipe Input dan Output (I/O)  Hubungan kelistrikan I/O  Relay  Ladder Diagram dan simbol-simbol."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google