Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Laporan Laba Rugi 1 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Laporan Laba Rugi 1 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF."— Transcript presentasi:

1 Laporan Laba Rugi 1 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

2 Laporan Laba Rugi 2 1.Kegunaan dan Keterbatasan Income Statement 2.Manajemen Laba 3.Laporan Laba Rugi menurut PSAK 1 4.Operasi dalam Penghentian PSAK 58 5.Laporan Laba Rugi menurut US-GAAP TopikTopik

3 Laporan Laba Rugi 3 Evaluate past performance. Income Statement Help assess the risk or uncertainty of achieving future cash flows. Predicting future performance. Usefulness Ref: Kieso Weygant ed 13

4 Laporan Laba Rugi 4 Companies omit items that cannot be measured reliably. Income Statement Limitations Income measurement involves judgment. Income is affected by the accounting methods employed. Ref: Kieso Weygant ed 13

5 Laporan Laba Rugi 5 Companies have incentives to manage income to meet or beat Wall Street expectations, so that market price of stock increases and value of stock options increase. Income Statement Quality of earnings is reduced if earnings management results in information that is less useful for predicting future earnings and cash flows. Quality of Earnings Ref: Kieso Weygant ed 13

6 Laporan Laba Rugi 6 Earning Management – Manajemen Laba Earnings management sering disebut creative accounting practices, income smoothing, income manipulation, agresive accounting, financial numbers game dan lain-lain.Earnings management sering disebut creative accounting practices, income smoothing, income manipulation, agresive accounting, financial numbers game dan lain-lain. Istilah terakhir yang banyak digunakan di kalangan pasar modal di Amerika (US SEC) adalah financial shenanigansIstilah terakhir yang banyak digunakan di kalangan pasar modal di Amerika (US SEC) adalah financial shenanigans Earnings management dapat dilakukan dari tingkatan sopan dan tidak berbahaya (benign) sampai dengan tingkatan kotor (penipuan) dan membahayakan publik atau lebih dikenal dengan istilah fraudulent financial statement (Howart Schilit, 2002).Earnings management dapat dilakukan dari tingkatan sopan dan tidak berbahaya (benign) sampai dengan tingkatan kotor (penipuan) dan membahayakan publik atau lebih dikenal dengan istilah fraudulent financial statement (Howart Schilit, 2002).

7 Laporan Laba Rugi 7 DefinisiDefinisi   Menurut Scott (2000): Earnings management is the choice by a manager of accounting policies so as to achieve some specific objectives. Karena manajemen dapat memilih kebijakan akuntansi dari berbagai pilihan kebijakan maka wajar jika manajemen akan memilih kebijakan akuntansi untuk memaksimalkan utility- nya dan/atau untuk memaksimalkan nilai perusahaan (value of the firm).   Menurut C Mulford and E Commiskey (2002) : Earnings management is the active manipulation of accounting results for the purpose of creating an altered impression of business performance

8 Laporan Laba Rugi 8 TujuanTujuan Tujuan dilakukannya earnings management adalah untuk memberikan fleksibilitas kepada manajemen untuk melindungi diri dan perusahaannya dalam menghadapi keadaan yang tidak diinginkan seperti kerugian bagi pihak- pihak yang terlibat dalam kontrak dengan perusahaan Tujuan dilakukannya earnings management adalah untuk memberikan fleksibilitas kepada manajemen untuk melindungi diri dan perusahaannya dalam menghadapi keadaan yang tidak diinginkan seperti kerugian bagi pihak- pihak yang terlibat dalam kontrak dengan perusahaan Jensen dan Meckling dalam tahun 1976 mengeluarkan agency theory dan contracting theory yang menyebutkan bahwa perusahaan adalah kumpulan kontrak atau nexus of contract, sehingga manajemen cenderung melakukan tindakan yang menguntungkan kepentingannya Jensen dan Meckling dalam tahun 1976 mengeluarkan agency theory dan contracting theory yang menyebutkan bahwa perusahaan adalah kumpulan kontrak atau nexus of contract, sehingga manajemen cenderung melakukan tindakan yang menguntungkan kepentingannya

9 Laporan Laba Rugi 9 9 Earnings Management – Motivasi  Kontrak – manajer menyesuaikan angka dalam laporan keuangan untuk memenuhi kontrak dengan pihak lain (kontrak manajemen - bonus, kreditor)  Harga Saham – menunjukkan kinerja perusahaan bagus sehingga harga saham meningkat (merger, stock option, stock offering)  Pemerintah – tujuan politik dan kepentingan pemerintah (pajak, mempertahankan subsidi, UU persaingan usahan)  Tujuan lain – perubahan manajemen, pasar tenaga kerja, dampak sosial

10 Laporan Laba Rugi 10 Strategi Earning Management  Increasing Income – manajer menyesuaikan akrual untuk meningkatkan laba  Big Bath – manajer mencatat penghapusan yang besar dalam satu periode untuk menghilangkan beban di periode lain.  Income Smoothing–manajer meratakan laba dengan menaikkan / menurunkan laba.

11 Laporan Laba Rugi 11 Strategi Earning Management  Incoming Shifting –Mempercepat atau memperlambat pengakuan pendapatan atau beban atau menggeser pendapatan dari satu periode ke periode lainnya  Klasifikasi– Melakukan klasifikasi pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi sehingga mempengaruhi persepsi analis tentang sifat pendapatan dan beban tersebut

12 Laporan Laba Rugi 12 Penyajian laporan laba rugi dengan memasukkan unsur laba komprehensif Penyajian laporan laba rugi dengan memasukkan unsur laba komprehensif Laba dialokasikan untuk pemegang saham minoritas dan mayoritas Laba dialokasikan untuk pemegang saham minoritas dan mayoritas Ketentuan minimum item dalam laporan laba rugi. Ketentuan minimum item dalam laporan laba rugi. Klasifikasi beban berdasarkan fungsi dan sifat, jika disajikan berdasarkan fungsi ada pengungkapan berdasarkan sifat Klasifikasi beban berdasarkan fungsi dan sifat, jika disajikan berdasarkan fungsi ada pengungkapan berdasarkan sifat Penyajian “pos luar biasa / extraordinary item” tidak diperkenankan lagi Penyajian “pos luar biasa / extraordinary item” tidak diperkenankan lagi Laporan laba rugi

13 Laporan Laba Rugi 13 Laba komprehensif: Perubahan aset atau laibilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode rugi Laba komprehensif: Perubahan aset atau laibilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode rugi Selisih revaluasi aset tetap Selisih revaluasi aset tetap Perubahan nilai investasi available for sales Perubahan nilai investasi available for sales Dampak translasi laporan keuangan Dampak translasi laporan keuangan Dalam dua laporan : Dalam dua laporan : Laba sebelum laba komprehensif Laba sebelum laba komprehensif Laporan laba komprehensif dimulai dari laba/rugi bersih Laporan laba komprehensif dimulai dari laba/rugi bersih Laporan laba komprehensive Ref: PSAK 1

14 Laporan Laba Rugi 14 Ilustrasi Laba Rugi Komprehensif digabung Ref: PSAK 1

15 Laporan Laba Rugi 15 Ilustrasi Laba Rugi Komprehensif digabung Ref: PSAK 1

16 Laporan Laba Rugi 16 Ilustrasi Laba Rugi Komprehensif Digabung Ref: PSAK 1

17 Laporan Laba Rugi 17 Ilustrasi Laba Rugi Komprehensif Dipisah Ref: PSAK 1

18 Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi komprehensif, sekurang-kurangnya mencakup a. pendapatan; b. biaya keuangan; c. bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; d. beban pajak; e. suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari: a. laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan b. keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan; f. laba rugi; g. setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam huruf (h)); h. bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; Informasi dalam L/R Komprehensif Ref: PSAK 1

19 Laporan Laba Rugi 19 Entitas mengungkapkan pos-pos di bawah ini dalam laporan laba rugi komprehensif : Entitas mengungkapkan pos-pos di bawah ini dalam laporan laba rugi komprehensif : 1. Laba rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: (i) kepentingan non-pengendali; dan (i) kepentingan non-pengendali; dan (ii) pemilik entitas induk (ii) pemilik entitas induk 2. Total laba rugi komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: (i) kepentingan non-pengendali; dan (i) kepentingan non-pengendali; dan (ii) pemilik entitas induk (ii) pemilik entitas induk Informasi dalam L/R Komprehensif Ref: PSAK 1

20 Laporan Laba Rugi Entitas tidak diperkenankan menyajikan pos-pos pendapatan dan beban sebagai pos luar biasa dalam laporan laba rugi komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), atau dalam catatan atas laporan keuangan. Pos Luar Biasa Ref: PSAK 1

21 Laporan Laba Rugi Entitas mengakui seluruh pos-pos pendapatan dan beban pada suatu periode dalam laba rugi kecuali suatu PSAK mensyaratkan atau memperkenankan lain. Koreksi kesalahan PSAK 25 menjelaskan pada periode mana dampak koreksi. Laba Rugi Selama Periode Ref: PSAK 1

22 Laporan Laba Rugi Entitas mengungkapkan jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain, termasuk penyesuaian reklasifikasi, baik dalam laporan pendapatan komprehensif atau catatan atas laporan keuangan. 89. Entitas dapat menyajikan komponen pendapatan komprehensif lain: (a) jumlah neto dari dampak pajak terkait, atau (b) jumlah sebelum dampak pajak terkait disertai dengan total pajak penghasilan tersebut Pendapatan Komprehensif Lain Ref: PSAK 1

23 Laporan Laba Rugi 23 Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material, maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara terpisah. Penyebab pengungkapan terpisah: penurunan nilai persediaan /aset tetap dan pemulihannya restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap laibilitas diestimasi atas biaya restrukturisasi; pelepasan aset tetap; pelepasan investasi; operasi yang dihentikan; penyelesaian litigasi; dan pembalikan laibilitas diestimasi lain.. Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat atau fungsinya dalam entitas, mana yang dapat menyediakan informasi yang lebih andal dan relevan. Informasi dalam L/R Komprehensif Ref: PSAK 1

24 Laporan Laba Rugi 24 Pemilihan klasifikasi berdasarkan faktor historis dan industri Pemilihan klasifikasi berdasarkan faktor historis dan industri Klasifikasi berdasarkan sifat lebih mudah karena tidak perlu alokasi beban menurut fungsi Klasifikasi berdasarkan sifat lebih mudah karena tidak perlu alokasi beban menurut fungsi Klasifikasi Beban - Sifat Ref: PSAK 1

25 Laporan Laba Rugi 25 Minimal biaya penjualan berdasarkan metode fungsi secara terpisah dari beban lain. Minimal biaya penjualan berdasarkan metode fungsi secara terpisah dari beban lain. Jika klasifikasi berdasarkan fungsi maka harus mengungkapkan informasi tambahan tentang sifat beban, termasuk beban penyusutadan & amortisasi dan imbalan kerja Jika klasifikasi berdasarkan fungsi maka harus mengungkapkan informasi tambahan tentang sifat beban, termasuk beban penyusutadan & amortisasi dan imbalan kerja Klasifikasi Beban - Fungsi Ref: PSAK 1

26 Laporan Laba Rugi 26 Format of the Income Statement – Inflows or other enhancements of assets or settlements of its liabilities that constitute the entity’s ongoing major or central operations. Revenues – Inflows or other enhancements of assets or settlements of its liabilities that constitute the entity’s ongoing major or central operations. Sales Fee revenue Interest revenue Dividend revenue Rent revenue Examples of Revenue Accounts Elements of the Income Statement Ref: Kieso Weygant ed 13

27 Laporan Laba Rugi 27 Format of the Income Statement – Outflows or other using-up of assets or incurrences of liabilities that constitute the entity’s ongoing major or central operations. Expenses – Outflows or other using-up of assets or incurrences of liabilities that constitute the entity’s ongoing major or central operations. Cost of goods sold Depreciation expense Interest expense Rent expense Salary expense Examples of Expense Accounts Elements of the Income Statement Ref: Kieso Weygant ed 13

28 Laporan Laba Rugi 28 Format of the Income Statement – Increases in equity (net assets) from peripheral or incidental transactions. Gains – Increases in equity (net assets) from peripheral or incidental transactions. - Decreases in equity (net assets) from peripheral or incidental transactions. Losses - Decreases in equity (net assets) from peripheral or incidental transactions. Gains and losses can result from Gains and losses can result from sale of investments or plant assets, settlement of liabilities, write-offs of assets. Elements of the Income Statement Ref: Kieso Weygant ed 13

29 Laporan Laba Rugi 29 Single-Step Format The single-step statement consists of just two groupings: RevenuesExpenses Net Income Single- Step No distinction between Operating and Non-operating categories. Ref: Kieso Weygant ed 13

30 Laporan Laba Rugi 30 Separates operating transactions from nonoperating transactions. Matches costs and expenses with related revenues. Highlights certain intermediate components of income that analysts use. Multiple-Step Format Background Ref: Kieso Weygant ed 13

31 Laporan Laba Rugi 31 1.Operating section 2.Nonoperating section 3.Income tax 4.Discontinued operations 5.Extraordinary items 6.Earnings per share Multiple-Step Format Income Statement Sections Ref: Kieso Weygant ed 13

32 Laporan Laba Rugi 32 Multiple-Step Format The presentation divides information into major sections. 1. Operating Section 2. Nonoperating Section 3. Income tax Ref: Kieso Weygant ed 13

33 Laporan Laba Rugi 33 Companies are required to report irregular items in the financial statements so users can determine the long-run earning power of the company. Reporting Irregular Items Illustration 4-5 Illustration 4-5 Number of Irregular Items Reported in a Recent Year by 600 Large Companies Ref: Kieso Weygant ed 13

34 Laporan Laba Rugi 34 Irregular items fall into six categories 1.Discontinued operations. 2.Extraordinary items. 3.Unusual gains and losses. 4.Changes in accounting principle. 5.Changes in estimates. 6.Corrections of errors. Reporting Irregular Items Ref: Kieso Weygant ed 13

35 Laporan Laba Rugi 35 Discontinued Operations occurs when, (a) company eliminates the results of operations and cash flows of a component. (b) there is no significant continuing involvement in that component. Amount reported “net of tax.” Reporting Irregular Items Ref: Kieso Weygant ed 13

36 Laporan Laba Rugi 36 Extraordinary items are nonrecurring material items that differ significantly from a company’s typical business activities. Extraordinary Item must be both of an Unusual Nature and Occur Infrequently Company must consider the environment in which it operates. Amount reported “net of tax.” Reporting Irregular Items Ref: Kieso Weygant ed 13

37 Laporan Laba Rugi 37 Reporting Irregular Items Reporting when both Discontinued Operations and Extraordinary Items are present. Discontinued Operations Extraordinary Item Ref: Kieso Weygant ed 13

38 Laporan Laba Rugi 38 Unusual Gains and Losses Material items that are unusual or infrequent, but not both, should be reported in a separate section just above “Income from continuing operations before income taxes.” Examples can include: Write-downs of inventories Foreign exchange transaction gains and losses The Board prohibits net-of-tax treatment for these items. Reporting Irregular Items Ref: Kieso Weygant ed 13

39 Laporan Laba Rugi 39 Unusual Gains and Losses Reporting Irregular Items Illustration 4-9 Income Statement Presentation of Unusual Charges Ref: Kieso Weygant ed 13

40 Laporan Laba Rugi 40 Changes in Accounting Principles Retrospective adjustment Cumulative effect adjustment to beginning retained earnings Approach preserves comparability Examples include:  change from FIFO to average cost  change from the percentage-of-completion to the completed-contract method Reporting Irregular Items Ref: Kieso Weygant ed 13

41 Laporan Laba Rugi 41 Changes in Estimate Accounted for in the period of change and future periods Not handled retrospectively Not considered errors or extraordinary items Examples include:  Useful lives and salvage values of depreciable assets  Allowance for uncollectible receivables  Inventory obsolescence Reporting Irregular Items Ref: Kieso Weygant ed 13

42 Laporan Laba Rugi 42 Corrections of Errors Result from:  mathematical mistakes  mistakes in application of accounting principles  oversight or misuse of facts Corrections treated as prior period adjustments Adjustment to the beginning balance of retained earnings Reporting Irregular Items Ref: Kieso Weygant ed 13

43 Laporan Laba Rugi 43 Relates the income tax expense to the specific items that give rise to the amount of the tax expense. Income tax is allocated to the following items: (1)Income from continuing operations before tax (2) Discontinued operations (3) Extraordinary items (4) Changes in accounting principle (5) Correction of errors Special Reporting Issues Intraperiod Tax Allocation Ref: Kieso Weygant ed 13

44 Laporan Laba Rugi 44 Calculation of Total Tax Example of Intraperiod Tax Allocation $24,000 (135) (61) (231) $23,573 Note: losses reduce the total tax Ref: Kieso Weygant ed 13

45 Laporan Laba Rugi 45 An important business indicator. Measures the dollars earned by each share of common stock. Must be disclosed on the the income statement. Special Reporting Issues Net income - Preferred dividends Weighted average number of shares outstanding Earnings Per Share Ref: Kieso Weygant ed 13

46 Laporan Laba Rugi 46 Special Reporting Issues LO 6 EPS Divide by weighted- average shares outstanding Ref: Kieso Weygant ed 13

47 Laporan Laba Rugi 47 Increase Net income Change in accounting principle Error corrections Decrease Net loss Dividends Change in accounting principles Error corrections Retained Earnings Statement Special Reporting Issues Ref: Kieso Weygant ed 13

48 Laporan Laba Rugi 48 Restricted Retained Earnings Disclosed In notes to the financial statements As Appropriated Retained Earnings Special Reporting Issues Ref: Kieso Weygant ed 13

49 Laporan Laba Rugi 49 Comprehensive Income All changes in equity during a period except those resulting from investments by owners and All changes in equity during a period except those resulting from investments by owners and distributions to owners. Includes: all revenues and gains, expenses and losses reported in net income, and all gains and losses that bypass net income but affect stockholders’ equity. Special Reporting Issues Ref: Kieso Weygant ed 13

50 Laporan Laba Rugi 50 Special Reporting Issues Other Comprehensive Income Unrealized gains and losses on available- for-sale securities. Translation gains and losses on foreign currency. Plus others + Reported in Stockholders’ Equity Comprehensive Income Ref: Kieso Weygant ed 13

51 Laporan Laba Rugi 51 Three approaches to reporting Comprehensive Income (SFAS No. 130, June 1997): 1. 1.A second separate income statement; 2. 2.A combined income statement of comprehensive income; or 3. 3.As part of the statement of stockholders’ equity Special Reporting Issues Ref: Kieso Weygant ed 13

52 Laporan Laba Rugi 52 Special Reporting Issues Illustration 4-19 Comprehensive Income Second income statement Ref: Kieso Weygant ed 13

53 Laporan Laba Rugi 53 Special Reporting Issues Comprehensive Income Combined income statement Ref: Kieso Weygant ed 13

54 Laporan Laba Rugi 54 Special Reporting Issues Comprehensive Income - Statement of Stockholder’s Equity Illustration 4-20 Ref: Kieso Weygant ed 13

55 Laporan Laba Rugi 55 Special Reporting Issues Comprehensive Income - Balance Sheet Presentation Illustration 4-21 Regardless of the display format used, the accumulated other comprehensive income of $90,000 is reported in the stockholders’ equity section of the balance sheet. Ref: Kieso Weygant ed 13

56 Laporan Laba Rugi 56  Under iGAAP, companies must classify expenses by either nature or function. If a company uses the functional expense method on the income statement, disclosure by nature is required in the notes to the financial statements.  Presentation of the income statement under U.S. GAAP follows either a single-step or multiple-step format. iGAAP does not mention a single-step or multiple-step approach. In addition, under U.S. GAAP, companies must report an item as extraordinary if it is unusual in nature and infrequent in occurrence. Extraordinary items are prohibited under iGAAP. Ref: Kieso Weygant ed 13

57 Laporan Laba Rugi 57  Under iGAAP, companies are required to prepare as a primary financial statement either a statement of stockholders’ equity similar to the one prepared under U.S. GAAP or a statement of recognized income and expense (called a SoRIE ).  Both iGAAP and U.S. GAAP have items that are recognized in equity as part of comprehensive income but do not affect net income. U.S. GAAP provides three possible formats for presenting this information. iGAAP allows either the statement of stockholders’ equity approach or the SoRIE format.  Under iGAAP revaluation of land, buildings, and intangible assets is permitted. Ref: Kieso Weygant ed 13

58 Laporan Laba Rugi 58 Main References Intermediate Accounting Intermediate Accounting Kieso, Weygandt, Walfield, 13th edition, John Wiley Standar Akuntansi Keuangan Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI, Penerbit Salemba 4 Standar Akuntansi Keuangan Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI, Penerbit Salemba 4 International Financial Reporting Standards – Certificate Learning Material International Financial Reporting Standards – Certificate Learning Material The Institute of Chartered Accountants, England and Wales


Download ppt "Laporan Laba Rugi 1 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google