Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NILAI GUNA (Utility) Presented by: GROUP 7 6A. Members  Debby Prima (100810421)  Lukman Hakim (101011037)  Okky Risma (101011040)  Astin Rochdya (101011060)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NILAI GUNA (Utility) Presented by: GROUP 7 6A. Members  Debby Prima (100810421)  Lukman Hakim (101011037)  Okky Risma (101011040)  Astin Rochdya (101011060)"— Transcript presentasi:

1 NILAI GUNA (Utility) Presented by: GROUP 7 6A

2 Members  Debby Prima ( )  Lukman Hakim ( )  Okky Risma ( )  Astin Rochdya ( )  Ghatmee Kresna ( )  Chaerul Reza( )  Galuh Kurniawati ( )  Diah Pramudiya ( )  Tika Noor ( )  Aida Rahmatari ( )  Samir Husein ( )  Efa Yuliwati ( )  Rizka A. ( )

3 Guideline Nilai GunaPengertianJenisKardinalOrdinalFaktor2 Hk. Nilai Guna Marginal Kensekuensi Hk. NGM Cara Pengukuran Nilai Guna Kardinal

4 PENGERTIAN Bentham (1789) dalam Hunt (2002) menyatakan “that property in any object, whereby it tend to produce benefit, advantage, pleasure, good, or happiness or to prevent the happening of mischief, pain, evil, or unhappiness”. Gossen (1854) dalam Hunt (2002) menganggap bahwa tinggi rendahnya nilai suatu barang atau jasa tergantung pada subjek yang menilai barang atau jasa tersebut. Suatu barang atau jasa mempunyai arti apabila barang atau jasa tesebut mempunyai nilai guna (utility) untuk memenuhi kebutuhan bagi konsumen.

5 Pengertian cont’ Ramaa Lessandro (2001) dalam Iskandar (2003)menyatakan bahwa “teori nilai guna (utilitas) yaitu teori ekonomi yang mempelajari kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dari mengkonsumsikan barang-barang. Jadi, nilai guna (utility) adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk memberikan kepuasan pada manusia dalam mencukupi kebutuhan manusia.

6 JENIS NILAI GUNA Nilai Guna KardinalMarginalTotalOrdinal

7 NILAI GUNA KARDINAL Tinggi rendahnya nilai guna suatu barang tergantung pada subjek yang memberikan penilaian  Contoh: Penggunaan Dayung Asumsi nilai guna kardinal: – Daya guna diukur dalam satuan uang – Daya guna marginal dari uang tetap – Addivitas – Daya guna bersifat independen – Periode

8 Nilai Guna Kardinal cont’ Pada dasarnya teori nilai guna kardinal mengambil pengalaman sehari- hari dari kegiatan konsumsi. Contoh : konsumsi air putih

9 Nilai Guna Kardinal cont’ A.Nilai Guna Marginal pertambahan atau pengurangan kepuasan yang diperoleh seseorang sebagai akibat dari pertambahan atau pengurangan mengkonsumsi satu unit barang tertentu untuk memenuhi kepuasannya. A.Nilai Guna Total Nilai guna total adalah jumlah seluruh nilai guna (kepuasan) yang di peroleh seseorang dari mengkonsumsi sejumlah barang tertentu.

10 NILAI GUNA ORDINAL Terdapat 2 pendapat yang berbeda ttg nilai guna ordinal. Merupkan nilai guna yang tidak dapat diukur atau dihitung besarnya tetapi dapat diurutkan menggunakan pendekatan nilai relatif yaitu melalui order atau rangking Dalam menganalisis tingkat kepuasan masing- masing individu sehubungan dengan mengkonsumsi 2 macam barang dalam rangka memaksimalkan kepuasannya, dapat digunakan suatu kurva tak beda (indifference curve).

11 Gambar 2.3 Kurva Indiffference (Sadono Sukirno, 2010)

12 Nilai Guna Ordinal Cont’ Beberapa asumsi nilai guna ordinal: a.Rasionalitas b.Konveksitas c.Nilai guna tergantung pada jumlah barang yang dikonsumsi d.Transitivitas e.Berdasarkan asumsi ke-4, maka kurva beda (indifference curve) tidak boleh bersinggungan atau saling berpotongan.

13 Nilai Guna Ordinal Cont’ Tingkat kepuasan konsu­men bisa dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa mengatakan berapa lebih tinggi atau lebih rendah. Contoh : Konsumsi apel dan jeruk

14 FAKTOR YG MEMPENGARUHI NILAI GUNA Jangka waktu konsumsi barang Daya Ingat Konsumsi Kualitas Barang

15 Faktor cont’ Nilai guna erat kaitanya dengan kebiasaan konsumsi. Pengelompokan kebiasaan konsumsi : a.Kecanduan b.Kebiasaan abadi c.Kebiasaan sesaat d.Mencari kenikmatan baru

16 HUKUM NILAI GUNA MARGINAL “Tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsikan suatubarang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus menerus menambah komsumsinya keatas barang tersebut dan pada akhirnya tam-bahan nilaiguna akan menjadi negatif”

17 makin banyak barang yang dikonsumsinya makin besar daya guna total (total utility) yang diperolehnya, akan tetapi laju pertambahan daya guna (marginal utility) yang diperoleh karena mengkonsumsi satu kesatuan barang makin lama semakin rendah, bahkan jumlah pertambahannya dapat menjadi nol

18 Semakin banyak suatu barang yang dikonsumsi, maka tambahan nilai kepuasannya yang diperoleh dari setiap satuan tambahan yang dikonsumsikan akan menurun. Dan konsumen akan selalu berusaha dalam mencapai kepuasan total yang maksimum.

19 KONSEKUENSI HUKUM NILAI GUNA MARGINAL Kelebihan kepuasan  Surplus konsumen Surplus konsumen adalah perbedaan di antara kepuasan yang diperoleh seseorang di dalam mengkonsumsi sejumlah barang dengan pembayaran yang harus dibuat untuk memperoleh barang tersebut

20 contoh

21 Grafik Surplus Konsumen (Sadono Sukirno, 2010)

22 CARA MENGUKUR NILAI GUNA KARDINAL Bila Px adalah harga barang X, dan X adalah barangnya, dan U adalah utilitasnya, maka U(X) = PxX. MU (X) = Px, artinya kepuasan tertinggi yang dicapai seseorang bila ia mengkonsumsi barang X dengan harga Px adalah apabila marginal utility dari barang X sama dengan harga yang dibayarkan untuk mendapatkan barang X tersebut.

23 Misalkan uang sebanyak Rp. 500,- harga barang (X) = 50, maka Px(X) = 50 MU(X) = 50. Berarti banyak jumlah barang yang dikonsumsi agar kepuasan konsumen maksimum adalah 10 unit.

24 Bgm pada kasus 2 jenis barang ? bila konsumen tersebut dihadapkan pada dua jenis barang, maka konsumen akan memaksimumkan kepuasan pada barang yang nilai marginal utilitinya sama dengan harganya. Jadi : MU (X) / Px = MU (Y) / Py = 1

25 Contoh: Konsumen memiliki uang sejumlah Rp ,-. Harga barang X Rp. 100,- dan barang Y Rp. 25,-. Kepuasan konsumen tersebut akan maksimum bila ia mengkombinasikan barang X dan Y sesuai peruntukan. Dengan demikian, utility = X.Y, sementara barang yang dapat diperoleh adalah :

26 1000 = 100X + 25Y 25Y = 1000 – 100X  Y = 40 – 4X U = X.Y  U = X (40 – 4X) = 40X  4X 2 = 40 – 8X 40 = 8X X = = 100X + 25Y 1000 = 100 (5) + 25Y 500 = 25Y Y = 20

27 Jadi kombinasi yang dikonsumsi konsumen adalah X = 5 dan Y = 20. Apakah kombinasi ini maksimum ? Diketahui MU(X) = Y = 20 dan MU(Y) = X = 5, Px = 100 dan Py = 25. Padahal syarat maksimum adalah : MU(X) / Px = MU(Y) / Py = 1 20 / 100 = 5 / 25 = 1  Terbukti bahwa dengan mengkonsumsi X sebanyak 5 dan Y sebanyak 20 dengan uang Rp.1000,-, konsumen tersebut mencapai kepuasan maksimum

28 KESIMPULAN Nilai Guna (utility) adlh kemampuan suatu barang/jasa utk memberikan kepuasan pd manusia dalam mencukupi kebutuhan manusia. Terdapat dua jenis nilai guna yaitu Nilai Guna Kardinal (Marginal dan Total) dan Nilai Guna Ordinal. Waktu, daya ingat dan kualitas barang merupakan bbrp faktor yg mempengaruhi nilai guna. Maksud dari Hk. Nilai Guna Marginal adlh semakin banyak suatu barang yg dikonsumsi, maka tambahan nilai kepuasannya yg diperoleh dari setiap satuan tambahan yang dikonsumsikan akan menurun Surplus konsumen merupakan konsekuensi hk. Nilai guna marninal.

29 SEKIAN TERIMA KASIH


Download ppt "NILAI GUNA (Utility) Presented by: GROUP 7 6A. Members  Debby Prima (100810421)  Lukman Hakim (101011037)  Okky Risma (101011040)  Astin Rochdya (101011060)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google