Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LANDASAN PENGETAHUAN, NILAI DAN KETERAMPILAN PEKSOS DALAM INTERVENSI MAKRO (Body of Knowledge, Values and Skills) by Jim Ife OLEH DIDIET WIDIOWATI LANDASAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LANDASAN PENGETAHUAN, NILAI DAN KETERAMPILAN PEKSOS DALAM INTERVENSI MAKRO (Body of Knowledge, Values and Skills) by Jim Ife OLEH DIDIET WIDIOWATI LANDASAN."— Transcript presentasi:

1 LANDASAN PENGETAHUAN, NILAI DAN KETERAMPILAN PEKSOS DALAM INTERVENSI MAKRO (Body of Knowledge, Values and Skills) by Jim Ife OLEH DIDIET WIDIOWATI LANDASAN PENGETAHUAN, NILAI DAN KETERAMPILAN PEKSOS DALAM INTERVENSI MAKRO (Body of Knowledge, Values and Skills) by Jim Ife OLEH DIDIET WIDIOWATI

2 PENGETAHUAN PEKERJAAN SOSIAL DALAM INTERVENSI MAKRO ( Community Work Knowledge)

3 1. Pengetahuan tentang klien atau kelompok sasaran (target group), yaitu individu, keluarga kelompok, organisasi, masyarakat, serta kebijakan (IPOLEKSOSBUD). 2. Pengetahuan tentang lingkungan sosial, yaitu pengetahuan yang berkaitan dengan individu, keluarga, kelompok, organisasi, masyarakat, kebudayaan, serta kebijakan idiologi, politik, ekonomi, sosial, budaya. 3. Pengetahuan tentang profesi pekerja sosial profesional yang meliputi pengetahuan tentang diri sebagai seorang pekerja sosial, profesi dan intervensi pekerjaan sosial. Mary Richmond (1917) secara umum pengetahuan Pekerjaan Sosial dikelompokan 3 (tiga) golongan :

4 COMMUNITY Community (Warren) adalah Kombinasi dari unit-unit sistem sosial yang melaksanakan fungsi sosial secara luas, relevan dan saling tergantung dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat. Fungsi-fungsi Community ( Warren,1978 ). a) Produksi,Distribusi, Konsumsi Bentuk kegiatan masyarakat dalam rangka menemukan, mendistribusikan dan memenuhi kebutuhan masyarakat baik kebutuhan pokok, benda maupun jasa. Bentuk kegiatan masyarakat dalam rangka menemukan, mendistribusikan dan memenuhi kebutuhan masyarakat baik kebutuhan pokok, benda maupun jasa. b) Socialization (Sosialisasi) Sosialisasi dapat dilakukan melalui pemberian pemahaman terhadap norma- norma, tradisi-tradisi serta nilai yang ada dalam komunitas atau melalui pembentukan sikap. Sosialisasi dapat dilakukan melalui pemberian pemahaman terhadap norma- norma, tradisi-tradisi serta nilai yang ada dalam komunitas atau melalui pembentukan sikap.

5 c) Social Control (Kontrol Sosial) Fungsi ini menunjukan suatu proses dimana anggota masyarakat hrs memastikan pelaksanaan norma, nilai-nilai dan peraturan-peraturan. Fungsi ini dilaksanakan oleh lembaga yang memiliki Tj berbagai sektor seperti pemerintah, pendidikan, keagamaan dan pelayanan sosial. Fungsi ini menunjukan suatu proses dimana anggota masyarakat hrs memastikan pelaksanaan norma, nilai-nilai dan peraturan-peraturan. Fungsi ini dilaksanakan oleh lembaga yang memiliki Tj berbagai sektor seperti pemerintah, pendidikan, keagamaan dan pelayanan sosial. Kaitan fungsi ini dengan pekerjaan sosial adalah bahwa pekerjaan sosial memberikan pertolongan sekaligus merujuk klien dari atau ke lembaga pengawasan sosial. Pekerjaan Sosial dalam memberikan pelayanan dapat melalui sekolah- sekolah, LSM, Kantor-kantor pengawasan dll. d) Social Participation. (Partisipasi Sosial) Fungsi ini memberikan kesempatan pada masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan. Dalam fungsi ini termasuk interaksi orang dalam kelompok masyarakat, perkumpulan, serta Ormas dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial Fungsi ini memberikan kesempatan pada masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan. Dalam fungsi ini termasuk interaksi orang dalam kelompok masyarakat, perkumpulan, serta Ormas dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial e) Mutual Support.( Dukungan sosial ) Fungsi berikut ini adalah pemberian dukungan yang berasal dari keluarga, teman-teman, tetangga, sukarelawan maupun orang-orang yang ahli dalam masyarakat. Fungsi berikut ini adalah pemberian dukungan yang berasal dari keluarga, teman-teman, tetangga, sukarelawan maupun orang-orang yang ahli dalam masyarakat.

6 ORGANISASI 1. Pengertian Menurut DAF’S, Organisasi adalah kesatuan Sosial, yang kegiatannya diarahkan secara langsung untuk mencapai tujuan sistem yang telah ditetapkan Menurut TALCOT PARSON, Pengembangan organisasi adalah prinsip mekanis yang didalamnya membedakan masyarakat dalam memperoleh sesuatu dan mencapai tujuan berdasarkan kemampuan individu. Menurut BRAGER dan HALLOWAY, Organisasi pelayanan kemanusiaan adalah suatu kesatuan sosial yang memiliki aturan yang lebih luas dari organisasi formal, dan memiliki status untuk meningkatkan tujuan sosial, emosional, fisik dan intelektual serta beberapa komponen populasi /kelompok sasaran

7 2. Organisasi Pelayanan Sosial dan Unsur-unsurnya. Menurut MARTIN, organisasi memfokuskan pelayanan serta kegiatannya dalam tingkatan yang berbeda dalam setiap struktur birokrasi pelayanan yang berhubungan dengan aturan yang lebih spesifik. Untuk membuat suatu keputusan dalam suatu organisasi tngkatannya adalah sebagai berikut ; a) Directors and senior Administrators. b) Middle Manager. c) Direct Services Providers. d) Support and maintenance staff. e) Individual Clients/ target population.

8 Fungsi Organisasi : Menurut Miles : 1. Melaksanakan kepemimpinan yang efektif. 2. Mengembangkan struktur Organisasi dan jaringan kerja kerja. 3. Melaksanakan seleksi, latihan, penilaian dan pengembangan SDM. 4. Melaksanakan pengawasan dan komunikasi yang memadai. 5. Memberikan motivasi dan Sistem penghargaan.

9 NILAI-NILAI PEKERJAAN SOSIAL DALAM INTERVENSI MAKRO ( Community Work Values)

10 NILAI DASAR PRAKTEK MAKRO NILAI DASAR PRAKTEK MAKRO A. Menurut GUSTAFSON ( 1983) Karakteristik Profesi ada 3 (tiga ) yaitu : 3 (tiga ) yaitu : 1. Profesi ( Manusia ) harus mempunyai tujuan untuk menemukan kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu profesi harus memiliki orientasi tujuan dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai dimasyarakat yang akan dilayani. 2. Profesi mempunyai Pengetahuan tentang tehnis,konsep dan teori profesional yang dapat dipertanggung jawabkan. Dan kemampuan menerapkan pengetahuan dan ketrampilan. 3. Pekerja Sosial harus memiliki kontrol sosial yang merupakan akreditas kegiatan yang menjaga kode etik pekerjaan sosial, dan memberikan nilai dasar sebagai petunjuk dalam praktek pekerjaan Sosial. B. Menurut NASW ada beberapa Kode ETIK Pekerja Sosial : 1. Perilaku dan Sifat-sifat utama sebagai Pekerja Sosial Kualitas Kepribadian. Kualitas Kepribadian. Kompetensi dan Kemampuan Profesional Kompetensi dan Kemampuan Profesional Pelayanan. Pelayanan. Integritas Integritas Belajar dan meneliti Belajar dan meneliti

11 2. Tanggung Jawab Etik Pekerja Sosial terhadap klien : Hak-hak prerogasi klien. Hak-hak prerogasi klien. Konfidensialitas dan pendirian Konfidensialitas dan pendirian Imbalan. Imbalan. Mengutamakan kepentingan klien. Mengutamakan kepentingan klien. 3. Tanggung Jawab Etik Pekerja Sosial terhadap sejawat : Menghargai, jujur dan menghormati. Menghargai, jujur dan menghormati. Tanggung jawab terhadap klien temannya. Tanggung jawab terhadap klien temannya. 4. Tanggung Jawab Etik Pekerja Sosial terhadap Badan Sosial yang mempekerjakan 5.Tanggung Jawab Etik Pekerja Sosial terhadap Profesi. Memelihara integritas profesi. Memelihara integritas profesi. Pelayanan Masyarakat. Pelayanan Masyarakat. Pengembangan Pengetahuan Pengembangan Pengetahuan 6.Tanggung Jawab Etik Pekerja Sosial terhadap masyarakat Pekerja sosial harus mempromosikan kesejahteraan umum Pekerja sosial harus mempromosikan kesejahteraan umum masyarakat masyarakat

12 CIRI-CIRI PROFESIONAL Menurut Gustafson ( 1982) Menurut Gustafson ( 1982) Ciri-ciri profesional dikembangkan atas pemahaman akan 1. Panggilan moral sebagai pekerja sosial dalam praktek profesional. 1. Panggilan moral sebagai pekerja sosial dalam praktek profesional. suatu profesi tanpa keterpanggilan moral, akan kehilangan suatu profesi tanpa keterpanggilan moral, akan kehilangan sensitifitas kemanusiaan sehingga usahanya akan sia-sia. sensitifitas kemanusiaan sehingga usahanya akan sia-sia. 2. Kualitas Motivasi merupakan indikasi bahwa peksosi menjadi 2. Kualitas Motivasi merupakan indikasi bahwa peksosi menjadi bagian dari profesi, yg memiliki komitmen yg tinggi. bagian dari profesi, yg memiliki komitmen yg tinggi. 3. Adanya Visi, Sebagai organisasi profesional yang telah tumbuh 3. Adanya Visi, Sebagai organisasi profesional yang telah tumbuh dan berkembang, merupakan tempat bagi pekerja sosial untuk dan berkembang, merupakan tempat bagi pekerja sosial untuk mengembangkan program dan berbagai tujuan.. mengembangkan program dan berbagai tujuan..

13 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN PEKERJAAN SOSIAL DALAM INTERVENSI MAKRO (Community Work Skills)

14 KETERAMPILAN-KETERAMPILAN POKOK DALAM COMMUNITY WORK Komunikasi personal Komunikasi personal Berkelompok dan Pertemuan Berkelompok dan Pertemuan Pendidikan masyarakat Pendidikan masyarakat Menyusun struktur dan proses penggalian sumber masyarakat Menyusun struktur dan proses penggalian sumber masyarakat Menulis Menulis Memotivasi, memberi semangat dan melakukan aktivitas Memotivasi, memberi semangat dan melakukan aktivitas Memecahkan konflik,negosiasi dan mediasi Memecahkan konflik,negosiasi dan mediasi Representasi dan advokasi Representasi dan advokasi Presentasi masyarakat Presentasi masyarakat Bekerja dengan media Bekerja dengan media Managemen dan organisasi Managemen dan organisasi Riset atau Penelitian Riset atau Penelitian

15 TERIMA KASIH


Download ppt "LANDASAN PENGETAHUAN, NILAI DAN KETERAMPILAN PEKSOS DALAM INTERVENSI MAKRO (Body of Knowledge, Values and Skills) by Jim Ife OLEH DIDIET WIDIOWATI LANDASAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google