Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TINJAUAN UMUM ETIKA PROFESI Oleh Nanang Suciyono,S.Kom.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TINJAUAN UMUM ETIKA PROFESI Oleh Nanang Suciyono,S.Kom."— Transcript presentasi:

1 TINJAUAN UMUM ETIKA PROFESI Oleh Nanang Suciyono,S.Kom

2 Pendahuluan Manusia adalah –Makhluk Individu Memiliki akal pikiran, perasaan, dan kehendak. –Makhluk Sosial Memiliki perilaku etis Pembahasan mengenai: –Pengertian etika –Hubungan etika dengan moral –Hubungan etika dengan filsafat / ilmu pengetahuan. –Faktor-faktor tindakan melanggar etika –Macam-macam etika

3 Pengertian Etika Berasal dari Yunani -> “ethos” artinya karakter, watak kesusilaan atau adat. Fungsi etika: –Sebagai subjek : Untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakan itu salah atau benar, buruk atau baik. –Sebagai Objek : cara melakukan sesuatu (moral). Menurut Martin (1993), “etika adalah tingkah laku sebagai standart yang mengatur pergaulan manusia dalam kelompok sosial”. Dalam Kaitannya dengan pergaulan manusia maka etika berupa bentuk aturan yang dibuat berdasarkan moral yang ada.

4 Tujuan Etika Untuk mendapatkan konsep mengenai penilaian baik buruk manusia sesuai dengan norma-norma yang berlaku. –Pengertian baik: Segala perbuatan yang baik. –Pengertian buruk: segala perbuatan yang tercela.

5 Hubungan Etika dengan Moral Moral berasal dari bahasa latin “mos” artinya adat istiadat. Moral adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya dalam bermasyarakat. Sebagai contoh: “Kepala Proyek Pengembangan TI di perusahaan ini tidak bermoral…..” -> melangar norma-norma etis yang berlaku dalam kelompok atau organisasi.

6 Menurut Frans Magnis Suseno (1987), “moral adalah nilai-nilai yang mengandung peraturan, perintah dan lain sebagainya yang terbentuk secara turun temurun melalui suatu budaya tertentu tentang bagaimana manusia harus hidup dengan baik”. Kesimpulan : Etika Moral Etika = moral adalah pegangan tingkah laku didalam bermasyarakat Perbedaan moral dan etika: - Moral menekankan pada cara menekankan sesuatu. - Etika menekankan pada mengapa melakukan sesuatu harus dengan cara tersebut. Etika-moral

7 Hubungan Etika dengan Filsafat Filsafat adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang berfungsi sebagai interpretasi tentang hidup manusia. Etika merupakan bagian dari filsafat, yaitu filsafat moral. –Filsafat moral adalah cabang dari filsafat tentang tindakan manusia. Kesimpulan : –suatu ilmu yang mempelajari perbuatan baik dan buruk manusia berdasarkan kehendak dalam mengambil keputusan yang mendasari hubungan antar sesama manusia.

8 Faktor-Faktor Tindakan Melanggar Etika Kebutuhan Individu –Merupakan faktor utama penyebab terjadinya tindakan tidak etis karena tidak tercukupinya kebutuhan pribadi dalam kehidupan. Tidak ada pedoman –Tidak punya penuntun hidup sehingga tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu. Perilaku dan kebiasaan Individu –Perilaku kebiasaan individu tanpa memperhatikan faktor lingkungan dimana individu tersebut berada.

9 Macam-Macam Etika Ada dua jenis yaitu: –Etika deskriptif Etika yang berbicara tentang suatu fakta –Yaitu tentang nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat. Etika yang menyoroti secara rasional dan kritis tentang apa yang diharapkan manusia mengenai sesuatu yang bernilai. –Etika normatif Etika yang memberikan penilaian serta himbauan kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku. Etika yang mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari.

10 Perbedaan Etika deskriptif dan normatif adalah: –Etika deskriptif : Memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku yang dilakukan. – Etika normatif : Memberikan penilaian sekaligus memberikan norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan. –Macam-macam norma: 1.Norma sopan satun Norma yang menyangkut tata cara hidup dalam pergaulan sehari-hari. 2.Norma Hukum norma yang memiliki keberlakuan lebih tegas karena diatur oleh suatu hukum dengan jaminan hukuman bagi pelanggar. 3.Norma Moral norma yang sering digunakan sebagai tolak ukur masyarakat untuk menentukan baik buruknya seorang sebagai manusia. misalnya : menampilkan diri sebagai manusia dalam profesi yang dijalani.

11 PENGERTIAN PROFESI Menurut De George :  Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengndalkan suatu keahlian.  Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi.  Atau seorang Profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sekedar sebagai hobi, untuk senang-senang atau untuk mengisi waktu luang. Profesi : -Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus -Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan/kegiatan utama -Dilaksanakan sebagai sumber nafkah hidup -Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam

12 Profesional : -Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya -Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan dan kegiatannya itu -Hidup dari situ -Bangga akan pekerjaannya Ciri-ciri Profesi -Adanya pengetahuan khusus (dimiliki dari pendidikan, pelatihan) -Adanya kaidah dan standar moral tinggi -Mengabdi pada kepentingan masyarakat -Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi -Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi Kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada diatas rata-rata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangta berat, tetapi di pihak lain ada suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat.

13 Prinsip-prinsip Etika Profesi : 1.Tanggung jawab, terhadap pekerjaan dan hasilnya, dan dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain/masyarakat pada umumnya. 2.Keadilan, memberikan kepada siapa saja yang menjadi haknya. 3.Otonomi, setiap kaum profesional memiliki dan diberi kebebsan dalam menjalankan profesinya. Syarat-syarat suatu profesi : -Melibatkan kegiatan intelektual -Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus -Memerlukan persiapan profesional -Memerlukan laitihan dalam jabatan yang berkesinambungan -Menjanjikan karier hidup dan keanggotaan permanen -Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi -Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat -Menentukan baku standarnya sendiri (kode etik)

14 Peranan Etika dalam Profesi  Nilai-nilai etika tidak hanya milik satu atau dua orang atau segolongan orang saja, tetapi milik setiap kelompok masyarakat bahkan sekelompok yang paling kecil (keluarga) sampai pada suatu bangsa, dengan nilai-nilai etika tersebut suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama.  Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok/masyarakat pada umumnya maupun dengan sesama anggotanya yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secar tertulis (kode etik profesi) dan menjadi pegangan pada anggota.  Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam dimana perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama, sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut.

15 KODE ETIK PROFESI  Kode yaitu tanda-tanda/simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan, benda ynag disepakati untuk maksud tertentu. Kode juga bisa diartikan sebagai kumpulan peraturan yang sistematis.  Kode Etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.  Menurut UU No. 8 (Pokok-pokok Kepegawaian) Kode Etik Profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Sanksi Pelanggaran Kode Etik : a.Sanksi moral b.Sanksi dikeluarkan dari organisasi

16 Tujuan Kode Etik Profesi : 1.Untuk menunjung tinggi martabat profesi 2.Untuk menjaga & memelihara kesejahteraan para anggota 3.Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi 4.Untuk meningkatkan mutu profesi 5.Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi 6.Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi 7.Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat 8.Menentukan baku standarnya sendiri Fungsi Kode Etik Profesi : 1.Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalisme yang digariskan. 2.Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. 3.Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

17 PROFESIONALISME KERJA Profesionalisme merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu “profesi”. Profesionalisme dapat juga diartikan menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber penghidupan. Terdapat beberapa ciri profesionalisme: Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga dituntut mencari peningkatan mutu. Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan. Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai. Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup. Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.

18  Ciri tersebut diatas menunjukkan bahwa tidaklah mudah menjadi seorang pelaksana profesi yang professional. Menurut Tjerk Hooghiemestra mengatakan bahwa seorang dikatakan profesionalisme adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensi- kompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya. Kompetensi adalah karakteristik pokok seseorang yang berhubungan dengan unjuk kerja yang efektif atau superior pada jabatan tertentu.  Karakteristik pokok mempunyai arti kompetensi yang sangat mendalam dan merupakan bagian melekat pada berbagai kondisi atau berbagai tugas pada jabatan tertentu. Ada lima karakteristik kompetensi yaitu : motiv, sikap, konsep diri (attitude, nilai-nilai atau imaginasi diri), pengetahuan dan keterampilan.  Kompetensi meliputi : Keterampilan melaksanakan tugas individu dengan efisien (Task skill). Keterampilan mengelola beberapa tugas yang berbeda dalam pekerjaannya (Task management skill). Keterampilan merespon dengan efektif hal-hal yang bukan merupakan pekerjaan rutin dan kerusakan (Contingency management skill). Keterampilan menghadapi tanggung jawab dan tuntutan lingkungan termasuk bekerja dengan orang lain dan bekerja dalam kelompok (Job environment skil).

19  Kompetensi lebih menitikberatkan pada apa yang dikerjakan oleh pekerja, dengan perkataan lain kompeten menjelaskan apa yang seharusnya dikerjakan.  Kompetensi juga harus dapat menggambarkan cara melakukan sesuatu dengan efektif bukan hanya mendata tugas. Melakukan sesuatu dengan efektif dapat dicapai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Sikap kerja (attitude) sangat mempengaruhi produktivitas.  Komponen-komponen yang diperlukan dalam Kompetensi Profesionalisme : Kompetensi Spesialis, kemampuan untuk keterampilan dan pengetahuan, menggunakan perkakas dan peralatan dengan sempurna, mengorganisasikan dan menangani masalah. Kompetensi Metodik, kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisa informasi, mengevaluasi informasi, orientasi pada tujuan dan bekerja secara sistematis. Kompetensi Individu, kemampuan untuk inisiatif, dipercaya, motivasi dan kreatif. Kompetensi Sosial, kemampuan untuk berkomunikasi, kerja kelompok dan kerjasama.

20 Terimakasih


Download ppt "TINJAUAN UMUM ETIKA PROFESI Oleh Nanang Suciyono,S.Kom."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google