Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SIFAT TOTIPOTENSI PADA JARINGAN TUMBUHAN SEBAGAI DASAR KULTUR JARINGAN Oleh : ANGGIH DWI PRIYANTO Jurdik Biologi, FMIPA, UNY 2008 Oleh : ANGGIH DWI PRIYANTO.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SIFAT TOTIPOTENSI PADA JARINGAN TUMBUHAN SEBAGAI DASAR KULTUR JARINGAN Oleh : ANGGIH DWI PRIYANTO Jurdik Biologi, FMIPA, UNY 2008 Oleh : ANGGIH DWI PRIYANTO."— Transcript presentasi:

1 SIFAT TOTIPOTENSI PADA JARINGAN TUMBUHAN SEBAGAI DASAR KULTUR JARINGAN Oleh : ANGGIH DWI PRIYANTO Jurdik Biologi, FMIPA, UNY 2008 Oleh : ANGGIH DWI PRIYANTO Jurdik Biologi, FMIPA, UNY 2008

2 11/20/2014Free Template from 2 Standar Kompetensi : 2. Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya dalam konteks Salingtemas. Kompetensi Dasar : 2.1 Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengaitkannya dengan fungsinya, menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan.

3 11/20/2014Free Template from 3 Maping concept (Peta konsep) Plant tissue (jaringan tumbuhan) MeristemPermanen M. Apikal M. Interkalar M. lateral Epidermis Parenkim Penyokong Pengangkut Gabus Kolenkim Skerenkim Floem Xilem M. primer M. Skunder mencakup tempatnya asalnya mencakup

4 11/20/2014Free Template from 4 Perkembangan Jaringan Meristem merupakan jaringan yang sel- selnya mempunyai kemampuan untuk membelah. Proses tumbuh dan terjadinya perbedaan dalam morfologi serta fisiologi sel jaringan disebut diferensiasi Meristem merupakan jaringan yang sel- selnya mempunyai kemampuan untuk membelah. Proses tumbuh dan terjadinya perbedaan dalam morfologi serta fisiologi sel jaringan disebut diferensiasi

5 11/20/2014Free Template from 5 Menurut teori, jaringan yang mengalami diferensiasi akan kehilagan sifat meristematiknya secara bertahap dan akhirnya mencapai taraf dewasa (disebut jaringan DEWASA) Hingga taraf tertentu semua sel yang memiliki inti mampu tumbuh, membelah, serta berdiferensiasi kembali jika menerima rangsang yang tepat. Menurut teori, jaringan yang mengalami diferensiasi akan kehilagan sifat meristematiknya secara bertahap dan akhirnya mencapai taraf dewasa (disebut jaringan DEWASA) Hingga taraf tertentu semua sel yang memiliki inti mampu tumbuh, membelah, serta berdiferensiasi kembali jika menerima rangsang yang tepat.

6 11/20/2014Free Template from 6 Keistimewaan Sel Jaringan Tumbuhan Sel-sel jaringan tumbuhan baik dari akar, batang dan daun dapat ditumbuhkan menjadi individu yang utuh. Kemampuan sel/ Jaringan untuk tumbuh menjadi individu baru disebut TOTIPOTENSI Sel-sel jaringan tumbuhan baik dari akar, batang dan daun dapat ditumbuhkan menjadi individu yang utuh. Kemampuan sel/ Jaringan untuk tumbuh menjadi individu baru disebut TOTIPOTENSI

7 11/20/2014Free Template from 7 Kemampuan sel/ jaringan tumbuhan untuk tumbuh menjadi individu baru (TOTIPOTENSI) inilah yang menjadi dasar untuk melakukan teknik KULTUR JARINGAN

8 11/20/2014Free Template from 8 KULTUR JARINGAN Merupakan metode pembudidayaan suatu jaringan/sel tanaman secara vegetatif dalam medium secara in vitro (dalam tabung kaca). Prinsip dasar kultur jaringan: – Prinsip sterilisasi – Prinsip ketersediaan nutrisi – Preservasi sel Merupakan metode pembudidayaan suatu jaringan/sel tanaman secara vegetatif dalam medium secara in vitro (dalam tabung kaca). Prinsip dasar kultur jaringan: – Prinsip sterilisasi – Prinsip ketersediaan nutrisi – Preservasi sel

9 11/20/2014Free Template from 9 Tahapan Kultur Jaringan Preparasi medium kultur Penanaman dalam kultur Organogenesis Amplifikasi anakan Penanaman dalam tanah. Preparasi medium kultur Penanaman dalam kultur Organogenesis Amplifikasi anakan Penanaman dalam tanah.

10 11/20/2014Free Template from 10 Tahapan Kultur Jarinagan Sumber; tabloidgallery.wordpress.com /.../tabloidgallery.wordpress.com /.../

11 11/20/2014Free Template from 11 Teknik Kultur Jaringan Kultur embrio, yaitu eksplan berupa embrio tanaman. Contohnya perbanyakan kelapa. Kultur jaringan sel atau kultur kalus, yaitu eksplan berupa sel. Contoh pada perbanyakan tanaman anggrek, kacang hijau jagung dan gandum Kultur meristem, yaitu eksplan berupa jaringan muda. Misalnya pucuk barang atau tunas. Kultur pollen, yaitu eksplan berupa benang sari Kultur protoplas, yaitu eksplan berupa sel jaringan hidup tanpa dinding sel. Kultur embrio, yaitu eksplan berupa embrio tanaman. Contohnya perbanyakan kelapa. Kultur jaringan sel atau kultur kalus, yaitu eksplan berupa sel. Contoh pada perbanyakan tanaman anggrek, kacang hijau jagung dan gandum Kultur meristem, yaitu eksplan berupa jaringan muda. Misalnya pucuk barang atau tunas. Kultur pollen, yaitu eksplan berupa benang sari Kultur protoplas, yaitu eksplan berupa sel jaringan hidup tanpa dinding sel.

12 11/20/2014Free Template from 12 Tujuan Kultur Jaringan Menghasilkan bibit tanaman yang secara genatik sama dalam jumlah yang banyak dan waktu yang singkat. Mendapatkan bibit dengan sifat yang dikehendaki (unggul) dalam waktu relatif singkat. Memperbanyak tanaman yang sukar diperbanyak secara tradisional. Membantu memusnahkan penyakit tanaman. Mengurangi tekanan musim Melestarikan tanaman-tanaman langka. Menghasilkan bibit tanaman yang secara genatik sama dalam jumlah yang banyak dan waktu yang singkat. Mendapatkan bibit dengan sifat yang dikehendaki (unggul) dalam waktu relatif singkat. Memperbanyak tanaman yang sukar diperbanyak secara tradisional. Membantu memusnahkan penyakit tanaman. Mengurangi tekanan musim Melestarikan tanaman-tanaman langka.

13 11/20/2014Free Template from 13 Laboratorium Kultur Jaringan Sumber; Dokumentasi penelitian

14 11/20/2014Free Template from 14 Bekerja di Lab. Kultur Jaringan Sumber; Dokumentasi penelitian

15 11/20/2014Free Template from 15 Tanaman hasil kultur jaringan yang masih tumbuh secara in vitro (dalam kaca) Sumber; dokumentasi penelitian

16 11/20/2014Free Template from 16 Anggrek Varietas Unggul Hasil Kultur Jaringan Sumber, langitlangit.com


Download ppt "SIFAT TOTIPOTENSI PADA JARINGAN TUMBUHAN SEBAGAI DASAR KULTUR JARINGAN Oleh : ANGGIH DWI PRIYANTO Jurdik Biologi, FMIPA, UNY 2008 Oleh : ANGGIH DWI PRIYANTO."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google