Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAGIAN I PENELITIAN PASAR PRODUK DAN KUESIONER. A. Penelitian pasar dalam bisnis Masalah dapat di tinjau dari beberapa segi: 1. Pemecahan masalah 2. Mencari/

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAGIAN I PENELITIAN PASAR PRODUK DAN KUESIONER. A. Penelitian pasar dalam bisnis Masalah dapat di tinjau dari beberapa segi: 1. Pemecahan masalah 2. Mencari/"— Transcript presentasi:

1 BAGIAN I PENELITIAN PASAR PRODUK DAN KUESIONER

2 A. Penelitian pasar dalam bisnis Masalah dapat di tinjau dari beberapa segi: 1. Pemecahan masalah 2. Mencari/ untuk mendapatkan peluang 3. Mengetahui Batas efektifitas kegiatan promosi

3 Pembagian penelitian: Penelitian pasar /pelanggan Penelitian promosi Penelitian produk Penelitian distribusi Penelitian penjualan

4 PENELITIAN PASAR Penelitian pasar termasuk jenis penelitian deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kondisi pasar untuk jenis produk barang atau layanan tertentu. Untuk mengambil keputusan tentang strategi dan taktik yang digunakan untuk memasarkan produk tertentu.

5 MANFAAT Memberikan informasi tentang konsumen (memahami kebutuhan dan daya beli pelanggan) serta mengidentifikasi pesaing dalam pasar, melacak kemajuan produk terkait dgn kecenderungan pasar dan kemajuan pesaing. Membantu pengukuran sukses atau tidaknya kampanye berkaitan dengan tujuannya. Untuk memilih metode promosi yang tepat.

6 dari sini kita bisa ambil data program tv apa yang disukai majalah apa yang disukai,sehingga kita bisa menitipkan iklan yang paling menarik bagi mereka Digunakan sebabagai bahan penguji dalam skala kecil setelah strategi kampanye di putuskan. Prosedur pengujian dapat mengungkapkan masalah apa saja dalam rancangan kampanye dan bahan yang berhubungan. Sehingga dapat menghemat biaya.Disini dapat kita lihat kampanye dapat mencapai hasil yg kita inginkan atau tidak penelitian juga dapat mengukur opini atau penjualan dalam jalanya kampanye

7 Penelitian pasar didasarkan pada teknik statistik yang rumit, tetapi dapat juga hanya dengan mengadakan wawancara dan pengamatan secara informal. Hasil penelitian pasar berupa informasi yg obyektif dan analitis utk digunakan sebagai dsr pengambilan keputusan pasar.

8 Tujuan Penelitian Pasar 1. Mengetahui keadaan pasar yang sebenarnya 2. Mengetahui keinginan konsumen. 3. Melihat segmentasi pasar yang ingin kita tuju. Misal : pangsa pasar kita mahasiswa, setelah disurvei, ternyata macam2 jenis mahasiswa yang kita ketahui. Ada yang kelas atas/bawah, rajin/malas, senang berbelanja/tidak, mahasiswa baru, atau tingkat akhir. Semua jenis atau karakter setiap pangsa pasar memiliki keinginannya masing2, dan kita tidak bisa menebak hanya dari 1 atau 2 orang saja. 4. Mengetahui kebiasaan konsumen 5. Meminta pendapat konsumen 6. Mengambil keputusan untuk melakukan promosi. 7. Menambah referensi bisnis ataupun relasi. 8. Bisa menerapkan strategi pemasaran yang cocok

9 Fungsi Penelitian Pasar Menghitung kuantitas ukuran pasar secara keseluruhan Mengidentifikasi ukuran sektor sektor pasar kunci Menunjukkan kecenderungan dalam waktu yang berjalan dan memberikan perkiraan Menunjukkan pangsa pasar dan pangsa merk Mengidentifikasi pelanggan kita dan motivasi pembelian mereka Memberikan informasi tentang pasar

10 KETERBATASAN PENELITIAN PASAR penelitian pasar bisa membantu kita menangani keputusan bisnis yang luas ruang lingkupnya, walaupun demikian penelitian pasar hanya mengurangi resiko, bukan menyingkirkanya sama sekali.

11 PERANAN PENELITIAN PASAR Penelitian pasar mempunyai peranan yang sangat besar dalam perumusan kebijakan pemasaran dan pengembangan suatu produk. Alasan utama kenapa penelitian pasar sangat dibutuhkan manajemen: karena dalam merumuskan kebijakan perusahaan dalam memasarkan produk (jasa) sangat ditentukan oleh profil konsumen sebagai pihak yang akan menggunakannya. Pihak konsumen mempunyai keputusan yang mandiri yang tidak akan dengan mudah dapat dipengaruhi produsen dalam keputusannya membeli suatu produk. Oleh karena itu para pengambil keputusan harus memahami terlebih dahulu karakteristik masyarakat konsumen sebagai pengguna produk/jasa.

12 Tujuan perusahaan melakukan penelitian pasar untuk melakukan identifikasi karakter masyarakat sehingga dapat mengetahui potensi dalam memasarkan suatu produk. Sebagai contoh: dalam suatu industri jasa karoseri mobil perlu diidentifikasi siapa sajakah pelanggan potensial yang lebih suka menggunakan karoseri yang spesifik dan berapa banyak yang menggunakan kendaraan jadi. Apabila potensinya rendah, perlu diketahui jenis-jenis kendaraan apa sajakah yang membutuhkan jasa karoseri, dan seberapa banyakkah potensi yang terkandung dalam industri semacam ini. Lebih jauh lagi, untuk mengetahui seberapakah kemampuan konsumen dalam membayar jasa yang diberikan perusahaan. Kemampuan membayar ini sangat menentukan dalam perumusan strategi harga dan strategi produknya.

13 Yang dapat Dirumuskan dalam penelitian Pasar: a. Penetapan strategi produk, artinya manajemen dapat memutuskan kualitas produk yang akan dibuat, hal ini mengingat selera setiap strata masyarakat terhadap suatu produk selalu tidak sama. b. Penetapan strategi pembungkusan, artinya manajemen dapat memutuskan bagaimana sebaiknya produk yang dihasilkan harus dikemas. Kemasan seringkah menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Misalnya, dalam industri biskuit yang mempunyai konsumen golongan menengah bawah, mereka ingin mendapatkan kaleng yang bagus

14 agar setelah bikuitnya habis masih dapat dimanfaatkan untuk menyimpan kerupuk, karak dan makanan produksi lokal lainnya. Informasi mengenai pasar juga sangat menentukan bagaimana design kemasan, warna, serta layoutnya. Contoh; Industri jamu cenderung menggunakan warna yang mencolok, karena konsumennya terdiri dari masyarakat lapisan bawah.

15 c. Penetapan strategi harga, artinya manajemen membutuhkan informasi yang valid mengenai kapasitas konsumen untuk membeli suatu produk. Produk dengan kemasan besar tentu akan dijual dengan harga tinggi, ini akan berakibat tidak terjangkau oleh masyarakat konsumen. Dengan demikian produsen harus membuat suatu produk yang sesuai dengan daya belinya.

16 d. Penentuan strategi distribusi, artinya manajemen membutuhkan informasi untuk memutuskan cara yang dipandang terbaik untuk melemparkan produk ke pasar. Produk untuk golongan menengah ke atas (pasta gigi.sabun, dll) akan lebih tepat melalui saluran departemen store, sedangkan produk untuk masyarakat bawah akan lebih tepat dijual melalui pedagang kaki lima. Produk seperti rokok kretek, permen, teh kotak, dan lain-lain akan lebih tepat melalui pedagang kaki lima. Koran seperti Pos Kota akan lebih Tepat dipasarkan melalui pedagang acung, sedangkan Kompas akan lebih tepat melalui sistem pelanggan tetap. Hal-hal seperti tersebut di atas menunjukkan manajemen ingin mengetahui bagaimana profil konsumennya masing-masing.

17 e. Penentuan strategi Promosi, artinya manajemen menginginkan informasi bagaimana cara-cara menyampaikan informasi mengenai produk yang dihasilkan kepada konsumen. Bagaimana bentuk promosi yang menarik konsumen, perlu dipikirkan dengan masak, apakah melalui media cetak, media elektronik, dan lam- íain. Dari uraian di atas dapat dilihat, bahwa penelitian pasar dalam berbagai perusahaan digunakan untuk: membantu perancangan produk, perumusan bagaimana bentuk layanan yang akan diberikan pada masyarakat konsumen, dan lain-lain.

18 TAHAPAN PENELITIAN PASAR 1. Memformulasikan permasalahan 2. Penentuan informasi yang dibutuhkan dan sumbernya 3. Pemilihan teknik penelitian 4. Penentuan design sample 5. Proses dan analisis data

19 1. Memformulasikan permasalahan: 1. Mendifinisikan persoalan. Suatu permasalahan yanng timbul dalam pemasaran suatu produk harus didefinisikan dengan jelas, dengan maksud hasil penelitian dapat menjawab permasalahan yang dihadapi oleh manajemen. Difinisi persoalan penelitian pasar sangat penting mengingat visi pengambil keputasan (manajer pemasaran) dengan para peneliti berbeda.

20 Sisi manajer pemasaran memandang, kebijaksanaan yang strategis baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek guna memenangkan persaingan dengan produk lain. Sisi para peneliti berusaha melihat permasalahan dari analisis permasalahan pasar suatu produk tanpa mempertimbangkan aspek strategi menghadapi pesaing.

21 Apabila kedua sisi pandang ini tidak sinkron, maka diantara keduanya tidak akan tercipta kerjasama yang saling mendukung. Oleh karena itu masalah yang dihadapi dalam pemasaran tersebut harus didiskusikan antara manajer pemasaran dengan manajer riset.

22 2. Penenetuan tujuan khusus. Pada saat proyek penelitian disusun, persoalan apa yang menjadi tujuan dari penelitian tersebut, mengingat tujuan penelitian harus dirumuskan dengan tepat. Persoalan ini akan muncul apabila ada hal-hal yang besifat spesifik. Contoh: dalam studi tentang Taman Hiburan Jaya Ancol, ada beberapa tujuan yang dapat ditetapkan, antara lain: a. Untuk mengetahui perbedaan tipe antara pengunjung di akhir minggu dan di hari kerja. b. Untuk mengetahui hal-hal apa sajakah yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk mengunjungi Taman Hiburan Jaya Ancol. c. Untuk mengetahui apakah antara pengunjung dari musim ke musim memang selalu berbeda. d. Untuk mengetahui berapakah pengunjung yang berasal dari DKI Jakarta dan sekitarnya ataukah dari luar Jakarta. Berbagai tujuan khusus tersebut dapat dianalisis.

23 a. Untuk mengetahui perbedaan tipe antara pengunjung di akhir minggu dan di hari kerja. b. Untuk mengetahui hal-hal apa sajakah yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk mengunjungi Taman Hiburan Jaya Ancol. c. Untuk mengetahui apakah antara pengunjung dari musim ke musim memang selalu berbeda. d. Untuk mengetahui berapakah pengunjung yang berasal dari DKI Jakarta dan sekitarnya ataukah dari luar Jakarta. Berbagai tujuan khusus tersebut dapat dianalisis.

24 2. Penentuan informasi yang dibutuhkan dan sumbernya Dalam tahap kedua peneleiti harus memutuskan informasi macam apa sajakah yang akan dibutuhkan sebagai dasar untuk mengambil keputusan dalam pemasaran. Contoh, informasi apa sajakah yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan berapa besar potensi pengunjung Taman Hiburan Ancol pada hari-hari biasa dengan akhir pekan Peneliti mencoba untuk mengetahui siapakah pengambil keputusan dalam keluarga untuk memilih tempat-tempat rekreasi. Pola rekreasi yang ditentukan oleh ibu, atau bapak, atau keduanya akan jauh berbeda dengan pilihan yang ditetapkan oleh anak-anak sendiri.

25 Rekreasi yang idenya datang dari ayah, akan cenderung lebih konsumtip dibandingkan dengan ide ibu, atau anak- anak sendiri. Inisiatip anak-anak harus memberikan vasilitas bermain yang lebih banyak dibandingkan pilihan orang tua yang cenderung mgin memperoleh suasana yang berbeda dari kondisi rutin. Berbagai kemungkinan dalam merumuskan bagaimana perilaku membeli, sangat menentukan jenis informasi macam apa sajakah yang harus diperoleh. Dengan demikian design pertanyaan yang diajukan juga harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan informasi tersebut.

26 3. Pemilihan teknik penelitian Dalam setiap pengambilan keputusan, seringkah para manajer dihadapkan pada langkanya informasi yang dibutuhkan. Bahkan sistem informasi yang sudah dirancang dan terstruktur dalam perusahaan belum tentu dapat menjawab permasalahan yang dihadapi para pengambil keputusan. Dalam kenyataannya ada hal-hak yang bersifat spesifik yang tidak tersedia dalam struktur informasi perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan adanya peneleitian yang secara spesifik akan muncul dalam praktik manajemen. Ada dua pendekatan yang bisa dilakukan dalam menjawab kebutuhan manajerial tersebut yaitu penelitian deskriptif dan peneltian causal. Observasi, dalam teknik penelitian ini, peneliti tidak tertarik pada si subjek penelitian, tetapi lebih menitik beratkan kenapa subyek penellitian berperilaku tertentu. Sebagai contoh,

27 dalam penelitian terhadap mainan anak-anak. Si Anak diamati kenapa dia tertarik dengan suatu permainan anak-anak, karena daya tarik mainan anak-anak tidak terbentuk pada harga, design atau hal- hal lain; tetapi disebabkan oleh value dari permainan itu sendiri. Seorang anak diberi mainan baru yang harganya mahal dengan merk yang terkenal. Kekagumaannya terhadap mainan tersebut hanya untuk sementara waktu saja, sebab si anak kembali kepada mainan lamanya karena nilai permainannya lebih menarik dibandingkan mainan barunya tesrebut. Karena penelitian ini menyangkut bagaimana seseorang anak berperilaku, maka penelitian yang disarankan adalah melakukan observasi terhadap perilaku anak baik secara berkelompok maupun mandiri. Ini berarti seorang peneliti harus mengamati perilaku manusia dengan situasi dan kondisi tertentu.

28 Eksperimen, teknik eksperimen sering digunakan dalam penelitian pasar. Penerapan teknik ini dengan melibatkan orang- orang (yang bersedia menjadi kelinci percobaan) kedalam suatu laboratorium. Alasan utama kenapa mereka harus masuk laboratorium adalah; situasi lingkungan dapat mempengaruhi perilaku seseorang terhadap produk yang sedang diteliti.

29 Teknik eksperimen ini banyak digunakan untuk menguji apakah suatu produk yang ditemukan atau produk baru dapat digunakan oleh manusia. Dengan demikian dalam industri obat-obatan akan selalu menggunakan teknik eksperimen tersebut. Survey, teknik ini paling sering digunakan dalam penelitian pasar. Pendekatan ini dilakukan dengan melalui wawancara langsung dengan responden. Alasan penggunaan teknik survey terutama apabila peneliti ingin memperoleh profil konsumen dengan populasi penyebaran yang amat luas serta stratifikasi yang sangat bervariasi.

30 Dengan teknik ini pewawancara dapat mengetahui aspirasi responden secara lebih mendalam, sehingga dapat diketahui pandangan/tanggapan baik yang terucapkan maupun nuansa perilaku verbal. Meskipun begitu teknik wawancara mengandung kelemahan pula, yaitu membutuhkan biaya yang sangat mahal, serta waktu penyelenggaraan yang cukup lama.

31 4. Penentuan design sample Bagian penting dalam suatu proses penelitian adalah seleksi responden. Hal ini mengingat ketepatan memilih sample akan mempengaruhi hasil penelitian secara keseluruhan. Peneliti tidak bisa menentukan sample secara random saja, karena teknik random mengandung kelemahan mendasar oleh sebab itu akan tepat digunakan untuk situasi dan kondisi tertentu. Penentuan pilihan responden sangat mempengaruhi tipe pertanyaan yang diajukan, dan juga berpengaruh terhadap metode bertanyanya serta siapa yang pantas mewawancarainya. Responden yang tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik juga akan mememberikan jawaban tidak sepadan dengan apa yang ditanyakan. Teknik penentuan sample dapat dibaca

32 5. Proses dan analisis data Aktivitas penting dalam setiap penelitian pasar adalah, bagaimana proses penelitian dilaksanakan serta bagaimana teknik yang selayaknya untuk melakukan analisis data yang diperoleh. Hasil-hasil analisis yang diperoleh menghasilkan simpulan penelitian tersebut, serta memberikan rekomendasi kepada manajemen mengenai hal-hal apa yang sebaiknya diputuskan.

33 Setelah kelima tahapan penelitian tersebut dilaksakan, peneliti harus menyajikan laporan penelitian. Sebagaimana halnya laporan penelitian pada umumnya, peneliti harus mengemukakan hasil-hasil serta rekomendasi dalam penelitian tersebut.

34 Bagian penting untuk mendukung hasil serta rekomendasi harus dikemukakan mengenai proses dan analisis data. Pentingnya bagian ini dikemukakan, agar para manager dapat memahami cara berpikir serta pola analisis yang dilakukan. Dengan menggunakan pendekatan yang sama, diharapkan para pembaca laporan tersebut dapat memahami simpulan serta rekomendasi yang disampaikan.

35 MERANCANG KUESIONER Persyaratan Kuesioner: Relevan dengan tujuan penelitian Mudah ditanyakan Mudah dijawab Data yang diperoleh mudah diolah (diproses) dan sebagainya

36 JENIS DAFTAR PERTANYAAN Kuesioner (formulir) untuk keperluan administrasi. Di mana-mana formulir ini digunakan untuk mengumpulkan data melalui saluran-saluran administrasi. Oleh karena itu jenis formulir ini lebih dikaitkan dengan keperluan- keperluan administrasi. Pengisian formulir ini sepenuhnya oleh pihak responden tetapi biasanya ada petunjuk pengisian. Contoh: Formulir masuk, Kaitu klinik, dan sebagainya.

37 Kuesioner untuk observasi (from of observation). Agar observasi itu terarah dan dapat memperoleh data yang benar-benar diperlukan, maka sebaiknya di dalam melakukan observasi juga mempergunakan daftar pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu. Kuesioner ini mencakup hal-hal yang diselidiki/ diobservasi. Kuesioner untuk wawancara (from for quesioning).

38 Wawancara.dapat dilakukan dengan : Personal interview (door to door) Telepon interview

39 PRINSIP DASAR PERANCANGAN KUESIONER Pertanyaan hendaknya “jelas” maksudnya Menggunakan kata-kata yang tepat dan jelas Pertanyaan tidak terlalu luas atau indifinit. Pertanyaan yang sangat luas akan membingungkan responden untuk menjawab “Di manakah Ibu melahirkan?” Pertanyaan tidak terlalu panjang, atau menggabungkan bebera­pa pertanyaan Misalnya: “Apakah Ibu sudah menjadi akseptor KB dan apa sebabnya?”

40 Pertanyaan tidak boleh memimpin (leading), misalnya: “Ibu sudah mengikuti KB bukan?” Sebaiknya dihindari pertanyaan yang dobel negatif, misalnya : “Bukankah keluarga yang sudah 3 anaknya sebaiknya tidak menambah anak lagi?” Pertanyaan ini akan membingungkan si ibu tersebut dalam menjawabnya. Sebaiknya diubah, “Jumlah anak suatu keluarga itu sebaiknya cukup 3 orang saja. Bagaimana pendapat Ibu?” Pertanyaan hendaknya membantu ingatan responden Pertanyaan itu menjamin responden untuk dengan mudah mengutarakan jawabannya. Contoh : “Apa alasan Ibu mengikuti KB?”. Pertanyaan hendaknya menghindari “bias”. Menanyakan dalam bentuk “range “.

41 UNSUR-UNSUR DALAM KUESIONER Dalam penyusunan. sebuah kuesioner ada 4 aspek yang perlu diperhatikan, yaitu jenis, bentuk, isi, dan sequences (urutan-urutan) pertanyaan. Pada prinsipnya ada 2 bentuk pertanyaan, yaitu “open ended question“dan “‘closed ended question” atau “structured“.

42 Pertanyaan Terbuka (Open Ended) Free response question: Pertanyaan ini memberikan kebebasan kepada responden untuk menjawab. Pada umumnya jenis pertanyaan ini dipergunakan untuk memperoleh jawaban mengenai pendapat atau motif tertentu dari responden. Contoh : “Bagaimana pendapat Ibu mengenai alat-alat kontra-sepsi-IUD?” Dari pertanyaan ini responden diberi kebebasan untuk menjawab apa saja yang diketahuinya, apa yang dipikir tentang alat tersebut. Dengan demikian jawaban akan mempunyai banyak variasi sehingga menyulitkan tabulasi.

43 Directed response question: Seperti halnya dengan free response, jenis pertanyaan ini juga memberikan kebebasan menjawab bagi respondennya, tetapi sudah sedikit diarahkan. Apabila contoh tersebut di atas diubah menjadi penanyaan langsung, maka cukup memilih salah satu aspek dari penggunaan IUD tersebut. Misalnya: “Bagaimana perasaan Ibu selama menggunakan IUD ini?” Di sini pertanyaan sudah diarahkan kepada “perasaan” dari pemakaian IUD tersebut pada responden. Dapat juga ditanyakan aspek-aspek lainny, misalnya efektivitasnya terhadap pencegahan kehamilan, efek sampingnya, dan sebagainya. Catatan : Bentuk pertanyaan terbuka ini meskipun sulit untuk ditabulasi, tetapi mempunyai keuntungan dapat menggali semua pendapat, keinginan. dan sebagainya dari responden, sehingga kualitas data yang diperoleh dapat terjamin.

44 Bentuk pertanyaan tertutup (Closed End zd) Bentuk pertanyaan yang demikian mempunyai keuntungan mudah mengarahkan jawaban responden,. dan juga mudah diolah (ditabulasi). Tetapi kurang mencakup atau mencerminkan semua jawaban dari responden. Bentuk pertanyaan ini mempunyai beberapa variasi, antara lain:

45 Dichotomous choice Dalam pertanyaan ini hanya disediakan 2 jawaban/ alternatif, dan responden hanya memilih satu diantaranya. Biasanya pertanyaan yang menyangkut pendapat, perasaan atau sikap responden. Contoh : 1. Apakah Ibu pemah membicarakan masalah KB dengan teman-teman/ tetangga Ibu?” a. Pernah b. Tidak Pernah 2. “Apakah ibu mengetahui tentang Keluarga Berencana?” a. Ya b. Tidak Keuntungan pertanyaan jenis ini ialah mudah mengolah/ tabulasinya. Disamping itu, menjawabnya pun tidak sulit karena hanya memilih satu diantara dua jawaban. Pertanyaan ini dapat digunakan, bila kita sudah yakin dan tahu benar kemungkinan jawaban-jawabannya dari pertanyaan yang akan diajukan.

46 Multiple Choice Pertanyaan ini menyediakan beberapa jawaban/alternatif dan responden hanya memilih satu diantaranya yang sesuai dengan pendapatnya. Contoh : Ada beberapa hal/alasan yang menyebabkan orang yang menggunakan cara-cara KB/ikut Keluarga Berencana “Menurut pendapat Ibu, alasan mana yang paling mendorong Ibu untuk melaksanakan Keluarga Berencana?” Jawab: a. Penyakit/Komplikasi waktu hamil/ melahirkan b. Kesejahteraan keluarga c. Jumlah anak d. lain-lain (sebutkan) ………

47 Check List Bentuk ini sebenarnya hanya modifikasi dari multiple choice. Bedanya, responden diberikan kebebasan untuk memilih jawaban sebanyak mungkin yang sesuai dengan apa yang dikatakan. Dilihat, dipunyai, atau pendapatnya. Contoh : “Mengalah kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara-cara apa saja yang sudah Ibu Ketahui?” Pil IUD Condom Injeksi Pijat/ Urut “Douche” Sistem kalender/ pantang berkala Senggama terputus Vasektomi 99. lain-lain (Sebutkan) …. jawaban responden lebih dari satu, bahkan mungkin semua jawaban yang tersedia diketahui semua (di check). Agar diperhatikan di sini, bahwa dalam membacakan pertanyaan/ menanyakan jawaban (option) tersebut perlu di rotasi (digonti-ganti) untuk mengurangi bias.

48 Rangking Question Seperti pada check list, tetapi jawaban responden diurutkan dari jawaban-jawaban yang terswedia sesuai dengan pendapat, pengetahuan atau perasaan responden, biasanya menyangkut gradasi dari pendapat, sikap dan sebagainya. Jadi responden diminta untuk mengurutkan jawaban-jawaban yang tersedia sesuai dengan pendapatnya. Contoh : Menurut Ibu/ Bapak/ Saudara, kebutuhan apakah yang paling diutamakan?” (Sesuai dengan urutan kepentingannya.) Pendidikan Perumahan Kesehatan Pekerjaan Hiburan/ rekreasi lain-lain ( sebutkan ….. )

49 Isi Pertanyaan Model pertanyaan (questionaire) dapat dibentuk dari 4 bagian, yakni : introduksi, pertanyaan pemanasan, pertanyaan demografi dan pertanyaan pokok.

50 Introduksi (pengantar) Penelitian Tentang Jangkauan Pelayanan Kesehatan di DKI Jakarta Responden No. : …………………………………….. Alamat : …………………………………….. : …………………………………….. Tanggal di isi : …………………………………….. Dan sebagainya


Download ppt "BAGIAN I PENELITIAN PASAR PRODUK DAN KUESIONER. A. Penelitian pasar dalam bisnis Masalah dapat di tinjau dari beberapa segi: 1. Pemecahan masalah 2. Mencari/"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google