Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PRESENTASI PRAKTIKUM SOSIOLOGI PERTANIAN DI DUSUN KRAJAN DESA SUMBER PASIR Oleh : Kelompok 7 (Kelas 0) 1.Cindiyani Pakaya105040201111005 2.Eko Rahmat Shoumi105040201111010.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PRESENTASI PRAKTIKUM SOSIOLOGI PERTANIAN DI DUSUN KRAJAN DESA SUMBER PASIR Oleh : Kelompok 7 (Kelas 0) 1.Cindiyani Pakaya105040201111005 2.Eko Rahmat Shoumi105040201111010."— Transcript presentasi:

1 PRESENTASI PRAKTIKUM SOSIOLOGI PERTANIAN DI DUSUN KRAJAN DESA SUMBER PASIR Oleh : Kelompok 7 (Kelas 0) 1.Cindiyani Pakaya105040201111005 2.Eko Rahmat Shoumi105040201111010 3.Dery Pambudi105040207111031 4.Indragus Solehudin105040207111039

2 Nama : H.Ahmad Fauzi umur : 54 tahun pekerjaan: petani tingkat pendidikan: SMA jumlah keluarga: 6 orang luas lahan: 2 ha sarana trnsportasi: 2 motor; 1 mobil kondisi rumah petani: luas 700 m 2 komoditas yang di tanam: padi Cara bercocok tanam: H.Ahmad F dalam bercocok tanam lebih menyerahkan pada buruh taninya. Satus sosial ekonomi: menengah keatas (berkecukupan), statusnya sebagai salah satu tuan tanah di desanya, Ketua gapoktan di desa Kelembagaan di desa: Gapoktan desa

3 Nama : bapak heldi umur : 30 tahun pekerjaan: petani (buruh tani) tingkat pendidikan: SD (tidak tamat) jumlah keluarga: 3 orang luas lahan: 1/4 ha sarana trnsportasi: 2 sepeda ontel kondisi rumah petani: luas 24 m 2 komoditas yang di tanam: cebe(lombok) Cara bercocok tanam: mengikuti mandor yang memperkerjakannya, sekarang cenderung ke arah yang agak organik karena dia adalah buruh dari paka alimin. Satus sosial ekonomi: menengah kebawah (kurang mamapu), statusnya sebagai buruh tani di desanya. Kelembagaan di desa: Gapoktan desa, penyuluhan PPL

4 Nama : bapak joni umur : 25 tahun pekerjaan: petani (buruh tani), pedagang kolak. tingkat pendidikan: SD (tidak tamat) jumlah keluarga: 3 orang(dia,dan 2 orang tuanya) luas lahan: 1/4 ha sarana trnsportasi: 2 sepeda ontel kondisi rumah petani: luas 70 m 2 komoditas yang di tanam: cebe(lombok) Cara bercocok tanam: mengikuti mandor yang memperkerjakannya, sekarang cenderung ke arah yang agak organik karena dia adalah buruh dari paka alimin. Satus sosial ekonomi: menengah kebawah (kurang mamapu), statusnya sebagai buruh tani di desanya. Kelembagaan di desa: Gapoktan desa, penyuluhan PPL.

5 Nama : bapak alimin umur : 44 tahun pekerjaan: petani (tuan tanah), satpam, Peternak tingkat pendidikan: SMA jumlah keluarga: 4 orang luas lahan: 3/4 ha (sewa) sarana transportasi: 2 sepeda ontel dan 1 motor kondisi rumah petani: luas 160 m 2 komoditas yang di tanam: cebe(lombok), padi Cara bercocok tanam: mencoba teknik penanaman baru hasil pemikirannya yang lebih ke organik. Satus sosial ekonomi: menengah keatas( mampua),statusnya sebagai tuan tanah di desanya. Kelembagaan di desa: Gapoktan desa, penyuluhan PPL.

6 kesimpulan Kesimpulan dari praktikum fieldtrip sosiologi pertanian kali ini adalah sebagai berikut: Dari keempat sampel petani yang kami wawancarai kami mendaptkan tuan tanah (H.Ahmad Fauzi), tuan tanah yang menyewa tanah oaring lain (pak alimin), dan 2 orang buruh tani (pak heldi dan pak joni). Tingkat pendidikan juga menentukan status social bagi petani tersebut, semakin tinggi tingkat pendidikannya, maka status sosialnya juga semakin tinggi pula

7 Tidak semua petani yang kami wawancarai menanam atau mengolah di lahannya sendiri, entah itu tanah sewa, atau hanya bekerja untuk lahan milik orang lain. Contohnya bapak Ahmad Fauzi, tuan tanah yang mempunya lahan sawah seluas 2 ha yg merupakan warisan dari orang tuanya. Beliau tahu ilmu cara bercocok tanam yang baik, namun untuk teknisnya dilapang, ia serahkan semuanya kepada spekerjanya. Namun, tentu saja segala kegiatan pertanian tersebut berada di bawah kontrol/pengawasan dari beliau, dan beliau juga yang melakukan/memenuhi segala pemenuhan yang dibutuhkan untuk menggarap lahan sawahnya. Cabe yang digunakan ialah cabe hibrida varietas Papyrus dan padi yang dibudidayakan adalah varietas ciherang.

8 Para petani membeli alat dan bahan untuk bercocok tanam di toko pertanian ataupun di industry rumahan sekitar desanya. Untuk cara bercocok tanam yang dilakukan oleh pak alimin lebih mengarah pada pertanian yang organic, namun tidak 100% organic, sedangkan untu cara bercocok tanam H. Ahmad Fauzi, dia lebih memepercayakan kepada para buruh taninya. Peran Gapoktan disana, kurang menyeluruh dalam prakteknya, dikarenakan dari pengakuan para buruh tani, mereka kurang mengetahui secara mendalam tentang Gapoktan itu sendiri.

9 Dusun tersebut juga pernah di datangi oleh PPL. Menurut petani banyak dampak setelah revolusi hijau dilakukan yaitu, tanah di daerah sana lebih keras dan kurang sehat (dalam segi kandungan hara). Menurut petani disana, untuk mencari pekerja atau buruh tani disana sangat sulit, kaerena di daerah sana masyarakatnya kurang berminat untuk menjadi buruh tani, karena upahnya terbilang kecil. Sehingga, buruh tani yang bekerja disana biasanya berasal dari luar dusun krajan.


Download ppt "PRESENTASI PRAKTIKUM SOSIOLOGI PERTANIAN DI DUSUN KRAJAN DESA SUMBER PASIR Oleh : Kelompok 7 (Kelas 0) 1.Cindiyani Pakaya105040201111005 2.Eko Rahmat Shoumi105040201111010."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google