Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

OLEH NAMA : DRS. SUPARNO NIP : 131405606 UNIT KERJA : SMAN 59 JAKARTA D K 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "OLEH NAMA : DRS. SUPARNO NIP : 131405606 UNIT KERJA : SMAN 59 JAKARTA D K 1."— Transcript presentasi:

1

2 OLEH NAMA : DRS. SUPARNO NIP : UNIT KERJA : SMAN 59 JAKARTA D K 1

3 Indikator * Mendeskripsikan karakteristik inti atom * Mendeskripsikan karakteristik radioaktivitas * Mendeskripsikan prinsip kesetaraan massa dan energi pada konsep energi ikat inti Standar Kompetensi: Menunjukkan penerapan konsep fisika inti dan radioaktivitas dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari Materi Pembelajaran Inti atom dan Radioaktivitas Konsep nuklida dan energi ikat inti Kestabilan inti dan peluruhan Aktifitas radiasi Waktu paro Energi reaksi fusi dan fisi Kompetensi Dasar Mengidentifikasi karakteristik inti atom dan radioaktivitas

4 I n t i A t o m

5 A = Z = X = Dalam model atom Rutherford telah dijelaskan bahwa massa suatu atom terpusat pada inti atom. Dengan diketemukannya neutron oleh Chadwick pada tahun 1932, maka ia berpendapat bahwa inti atom terbentuk dari proton dan neutron yang massanya hampir sama. Massa proton= 1, sma = 1,67252 x kg Massa netron= 1, sma = 1,67483 x kg 1 sma ( satuan massa atom ) = 1,66048 x kg Partikel-partikel penyusun inti, yaitu proton dan netron disebut juga nukleon. Proton bermuatan positif dan netron tidak bermuatan ( netral ), sehingga secara keseluruhan inti atom bermuatan positif. Pada atom yang netral jumlah proton sama dengan jumlah elektron yang mengelilingi inti, sehingga jumlah netron (N) didalam inti atom adalah Inti atom suatu unsur dinyatakan dengan lambang sebagai berikut : 1. Partikel Penyususn IntiZ XA jenis unsur nomor massa nomor atom Nomor atom Z menunjukkan jumlah proton didalam inti, Nomor massa A menunjukkan jumlah proton dan netron didalam ini.

6 Tabel 1. Contoh Inti Inti Nomor massa A ( jumlah proton dan netron ) Nomor atom Z ( jumlah proton ) Jumlah netron N = A - Z 1 H 1 2 He 4 3 Li 6 3 Li 7 4 Be 9 5 B 10 5 B 11 6 C 12 6 C Isotop adalah inti yang mempunyai nomor atom Z yang sama, tetapi nomor massa A yang berbeda, misalnya : 2 He 4 dan 3 Li 6, 4 Be 9 dan 5 B 10 Isotop dari suatu unsur yang sama memeliki sifat kimia yang sama, tetapi memiliki sifat fisika yang berbeda. Isobar adalah inti yang mempunyai nomor masa A yang sama, tetapi memiliki nomor atom Z yang berbeda, misalnya : 14 Si 31 dan 15 P 31 Isoton adalah inti yang mempunyai jumlah netron ( N ) yang sama, misalnya : 4 Be 9 dan 5 B 10, 5 B 11 dan 6 C 12, 6 C 13 dan 7 N 14

7 Sifat-sifat gaya inti. 1. Gaya inti mempunyai sifat yang berbeda dengan gaya elektrostatik Coulomb dan gaya gravitasi 2. Gaya inti tidak tergantung pada muatan listrik, sehingga besarnya gaya antara proton-proton atau netron-netron sama besar. 3. Gaya inti bekerja pada jarak yang sangan dekat, ± m atau 1 fermi 4. Besarnya gaya inti adalah sangat besar. Didalam inti atom selain terdapat gaya tolak elektrostatik antara proton dan proton, juga terjadi gaya tarik menarik antara netron-netron itu sendiri untuk mengimbangi gaya tolak elektrostatik tersebut. Gaya yang mempersatukan antara proton-proton atau netron-netron disebut gaya inti. Dengan adanya gaya inti yang sangat besar antara nukleon di dalam inti menimbulakan adanya energi per nukleon yang besar pula di dalam ini. Hal ini memungkinkan diperoleh energi yang sangat besar dari suatu inti atom, yaitu dengan cara pembelahan inti ( fisi) dan penggabungan (fusi). Gaya Inti

8 Partikel Elementer Positron, yaitu partikel yang mempeunyai massa sama dengan massa Positron, yaitu partikel yang mempeunyai massa sama dengan massa elektron, tetapi bermuatan positif elektron, tetapi bermuatan positif Meson, yaitu partikel yamg bermassa diantara massa proton dan massa Meson, yaitu partikel yamg bermassa diantara massa proton dan massa elektron, dan dapt bermuatan positif,bermuatan negatif dan netral. elektron, dan dapt bermuatan positif,bermuatan negatif dan netral. Hyperon, yaitu partikel yang mempunyai massa diantara proton dan deutron Hyperon, yaitu partikel yang mempunyai massa diantara proton dan deutron Neutrino, yaitu partikel yang mempunyai massa kurang dari massa elektron Neutrino, yaitu partikel yang mempunyai massa kurang dari massa elektron dan bersifat netral. dan bersifat netral. Partikel elementer adalah partikel yang tidak merupakan gabungan dengan partikel lain, diantaranya adalah

9 Dari diagram N-Z tampak bahwa inti-inti stabil membentuk kurva kestabilan, sedangkan inti-inti tidak stabil terdapat di atas atau di bawah kurva kestabialan. Inti-inti tidak stabil ini secara spontan akan melakukan peluruhan untuk menuju daerah kestabilan inti dengan memancarkan partikel radioaktif. Untuk atom ringan ( Z < 20 ), inti stabil jika N = Z atau N/Z = 1 Untuk atom berat ( 20 < Z < 83 ), inti stabil jika N/Z = 1,6 Tidak ada inti stabil untuk Z > 83 Kestabilan Inti. Kestabilan inti atom ditentukan oleh jumlah proton dan netron didalam inti. Dari 1500 inti yang telah diketahui, hanya ± 400 inti yang stabil. Gambar di bawah ini menunjukkan diagram N-Z, yang menyatakan hubungan antara jumlah proton (N) dan jumlan netron (Z) untuk sejumlah inti stabil.

10 Gambar. Diagram kestabialn inti ( diagram N -Z) 2 2   1 1  N =z N Z Pada kurva kestabilan juga terdapat inti tidak stabil. Ketidak stabilan ini disebabkan inti itu dalam keadaan tereksitasi, sehingga untuk menjadi inti yang stabil cukup dengan melepaskan energi berupa sinar gama (γ) * Inti tidak stabil yang berada di bawah kurva kestabilan akan meluruh menjadi inti yang stabil dengan memancarkan partikel alpa (α). * Inti tidak stabil yang berada di atas pita kestabilan, akan meluruh menjadi inti stabil dengan memacarkan sinar beta (β)

11 E = energi ikat inti ( Joule ) c = kecepatan cahaya ( m/s ) Karena 1 sma setara dengan energi sebesar 931,5 Mev ( mega elektron volt ), maka besarnya energi ikat inti dapat dinyatakan dengan rumus Dari kesetaraan antara massa dan energi Einstein, maka besarnya energi ikaat inti dapat dihitung : Defek Massa Dan Energi Ikat Inti Berdasarkan pengukuran dengan spektrometer massa, massa suatu inti atom yang stabil selalu lebih kecil dari jumlah massa proton dan massa netron penyusun inti. Hal ini disebabkan adanya massa nukleon yang berubah menjadi energi ikat inti selama proses pembentukan inti yangstabil. Massa yang hilang pada proses pembentukan inti yang stabil disebut defek massa. Besarnya defek massa sama dengan jumlah massa proton (mp) dan netron (mn) penyusun inti dikurangi dengan massa inti (mi ).


Download ppt "OLEH NAMA : DRS. SUPARNO NIP : 131405606 UNIT KERJA : SMAN 59 JAKARTA D K 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google