Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sistem Ekskresi Dwi rini ambarwati Didalam tubuh, terdapat berbagai zat sisa. Namun jika zat sisa yang berlebihan ada didalam tubuh, itu akan membahayakan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sistem Ekskresi Dwi rini ambarwati Didalam tubuh, terdapat berbagai zat sisa. Namun jika zat sisa yang berlebihan ada didalam tubuh, itu akan membahayakan."— Transcript presentasi:

1

2 Sistem Ekskresi Dwi rini ambarwati

3 Didalam tubuh, terdapat berbagai zat sisa. Namun jika zat sisa yang berlebihan ada didalam tubuh, itu akan membahayakan bagi tubuh kita sendiri. Maka, ada proses pengeluaran zat sisa yang, disebut pengeluaran.

4 Pengeluaran Zat Sisa Defekasi adalah pengeluaran zat sisa melalui anus dalam wujud feses. Bukan merupakan zat sisa metabolisme. Terdiri atas : bahan makanan yg tidak diserap oleh usus, sel epitel usus yg rusak dan mikroba usus. Ekskresi adalah pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak dipakai lagi oleh sel darah. Zat dikeluaran bersama urine, pernapasan, dan keringat. Sekresi adalah pengeluaran getah oleh sel dan kelenjar. Masih berguna untuk tubuh. Biasanya mengandung enzim.

5 Proses Pengeluaran

6 Zat pokok Makanan Manusia Karbohidrat, protein dan lemak mengalami metabolisme dalam tubuh. Sebagian menghasilkan zat sisa dan sebagian lagi menjadi energi. a) Metabolisme Karbohidrat CO 2 & H 2 O b) Metabolisme Protein CO 2, H 2 O, NH 4 OH, dan NH 3. c) Metabolisme Lemak CO 2 & H 2 O

7 Alat-alat Ekskresi - Paru-paru - Hati - Kulit - Ginjal

8 PARU-PARU

9 Paru-paru memiliki peranan dalam sistem ekskresi sisa-sisa hasil metabolisme berupa karbon dioksida dan uap air. Terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara difusi di alveolus dan sel jaringan tubuh. PARU-PARU

10 Hati (hepar) Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar di dalam tubuh manusia, tetapi juga berfungsi sebagai alat ekskresi. Hati terletak di rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Warnanya merah kecokelatan. Hati juga disebut Hepar. Berat hati orang dewasa kurang lebih 2 kilogram.

11 Fungsi Hati : Mengekskresikan empedu. Mengubah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi sel pembangun. Menyimpan gula dalam bentuk glikogen. Menetralkan racun (detoksifikasi) yang ada dan ikut dalam pembentuk dan perombakan sel darah merah. Mengubah pro vitamin A yang ada di dalam sayur dan buah-buahan yang berwarna kuning kemerah-merahan. Tempat pembongkaran dan pembentukan protein dan sel darah merah.

12 - Hati menerima darah dari dua pembuluh darah, yaitu dari nadi hati dan vena porta hepatis. - Hati dibungkus oleh selaput hati atau kapsula hepatis. - Di dalam hati ada 2 macam pembuluh : pembuluh darah dan pembuluh empedu. Keduanya dipersatukan oleh selaput glison. - Sel-sel yang bertugas merombak sel-sel darah merah yang telah tua : histiosit

13

14 Perombakan Sel Darah Merah Hemoglobin dilepaskan dari sel darah merah dan dipecah menjadi 3 senyawa : Zat besi, yang akan disimpan di dalam hati dan selanjutnya dikirimkan ke sumsum tulang belakang. Globin, digunakan lagi untuk metabolisme protein, maupun dalam pembentukan hemoglobin yang baru. Hemin, diubah menjadi zat warna empedu bilirubin dan biliverdin, dan disimpan didalam kantong empedu.

15 Penyakit Kuning Karena terjadi penyumbatan di saluran empedu. Gangguan aliran bilus ke usus. Bilus akan masuk ke peredaran darah, sehingga darah menjadi kekuning- kuningan, dan fesesnya berwarna abu- abu atau kehitaman.

16 Deaminasi Berlebihnya asam amino didalam tubuh akan menyebabkan Deaminasi. Deaminasi merupakan pemindahan gugus amin (-NH) dari asam amino. Mengakibatkan terkumpulnya amonia yang bersifat racun. Arginin Ornitin + Urea Urea akan dibuang melalui ginjal. Dan Ornitin akan mengikat amonia yang bersifat racun dan dikeluarkan kedalam empedu dan urin. Enzim arginase

17 DEAMINASE NH3 + ORNITRIN (aa1)  sitrulin (aa2) NH3 + sitrulin (aa2)  arginin (aa3) Arginin + arginase  ornitrin (aa1) + urea (co(NH2)2

18 KULIT

19

20 Kulit / Integumen Fungsi kulit: 1. Pelindung tubuh 2. Mengatur suhu tubuh 3. Tempat pembuatan vitamin D 4. Menerima rangsangan dari luar 5. Alat ekskresi 6. Mengurangi kehilangan air

21 LAPISAN KULIT - epidermis / kulit ari - dermis / kulit jangat - jaringan ikat bawah kulit

22 Diperbaharui setiap 28 hari. Terdiri dari: 1. Lapisan tanduk (Stratum korneum) isi: sel-sel mati yang selalu mengelupas (deskuamasi) - sel-sel ini mengalami pembaruan selama proses keratinisasi (pembentukan zat tanduk/keratin) 2. Lapisan lusidum -berwarna bening Epidermis / Kulit Ari

23 3. Lapisan Malphigi (Stratum granulosum) isi: - lapisan yang ada butir-butir melanin (dihasilkan oleh melanosit) 4. Stratum germinativum - terbagi menjadi spinosum dan basale. - di Basale terjadi: a) proliferasi(perbanyakan) sel b) awal terjadi keratinisasi Epidermis / Kulit Ari

24 Dermis / Kulit Jangat - Terdiri dari: kolagen, retikuler, elastin - Terdapat: 1. Pembuluh kapiler darah 2. Kelenjar keringat(Glandula sudorifera) - tersebar di seluruh tubuh. yg paling sedikit: telapak tangan, ujung jari, kulit muka - pangkal menggulung & berhubungan dengan kapiler darah dan saraf simpatis

25 Dermis / Kulit Jangat 3. Kelenjar Minyak (Glandula sebasea) - menghasilkan minyak untuk mencegah kekeringan kulit & rambut 4. Kantong rambut isi: akar rambut & batang rambut 5. Serabut-serabut saraf

26 Aktivitas Kelenjar Keringat - Pengeluaran keringat berada di bawah pusat pengatur suhu: hipotalamus 1. Panas - kelenjar keringat menjadi aktif, pembuluh darah melebar, aliran darah lebih banyak. Keringat keluar dengan cara penguapan. 2. Dingin - pembuluh darah menyempit, aliran darah lebih sedikit. Otot polos penggerak rambut berkontraksi, rambut-rambut tegak, kita akan merasa kedinginan

27 Jaringan Ikat Bawah Kulit Mengandung cadangan lemak yang berfungsi: - Melindungi bagian dalam tubuh terhadap benturan - Melindungi tubuh dari kehilangan panas

28 Faktor Pengeluaran Keringat Manusia mengeluarkan keringat ± 50cc/jam 1. Aktivitas tubuh yang meningkat (+) 2. Suhu lingkungan yang tinggi (+) 3. Guncangan emosi (+) 4. Rangsangan saraf simpatis akibat emosi (-)

29 Ginjal

30 Struktur Ginjal Jumlah ginjal: 2 buah Terletak di rongga perut di sebelah kanan dan kiri ruas pinggang Bentuk: seperti kacang ercis Berwarna: merah keunguan Berat: ±200gr Panjang: ±10cm

31 Fungsi Ginjal 1. Ekskresi zat sisa yang berbahaya untuk tubuh: - asam urat, urea, garam, kreatinin, kreatin 2. Ekskresi zat yang jumlahnya berlebih: - gula darah 3. Osmoregulator = mengatur kandungan air tubuh melalui pengaturan penyerapan air pada ginjal

32 Fungsi Ginjal 4. Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur ekskresi garam-garam. 5. Mengatur pH plasma dan cairan tubuh dengan mengekskresikan urin yg bersifat basa&asam. 6. Menjalankan fungsi sebagai hormon, dengan menghasilkan dua macam zat: renin dan eritropoietin (fungsi endokrin) 7. Mengatur volume plasma darah

33 Bagian ginjal 1. Korteks (kulit ginjal) 2. Medula (sumsum ginjal) 3. Pelvis (rongga ginjal)

34 Korteks (kulit ginjal) Mengandung jutaan unit penyaring darah = nefron Nefron terdiri dari badan Malphigi dan tubulus Badan Malphigi terdiri dari glomerulus dan kapsul Bowman Glomerulus banyak pembuluh darah: Arteriole aferen (masuk) Arteriole eferen (keluar)

35 Korteks (kulit ginjal) Saluran Nefron / Tubulus terbagi atas: T.K proksimal, (dekat dgn badan Malphigi) T.K distal (menjauhi badan Malphigi) Tubulus kolektifus (saluran pengumpul)

36 Medula (sumsum ginjal) - Terbagi atas piramida ginjal dan piala ginjal - mengandung banyak pembuluh- pembuluh tubulus pengumpul hasil ekskresi dari nefron. pembuluh-pembuluh: berhub. dgn ureter yg bermuara pd kantung kemih (Vesica urinaria) = penampungan urin sementara

37 Medula (sumsum ginjal) tubulus: bermuara pada tonjolan/papilla di pelvis/rongga ginjal

38 Nefron Nefron ada 2 macam: 1. Nefron korteks (lengkung Henle pendek) 2. Nefron jukstamedula (lengkung Henle panjang)

39 Proses Pembentukan Urine 1. Filtrasi (penyaringan) oleh Simpai Bowman 2. Reabsorpsi (penyerapan kembali) oleh T.K prosimal – lengkung Henle 3. Augmentasi (sekresi tubular) oleh T.K distal – T. kolektifus

40 Pembentukan Urine

41 Filtrasi Perpindahan cairan dari glomerulus menuju ke ruang kapsula Bowman dengan menembus membran filtrasi. Membran filtrasi terdiri dari 3 lapisan: -sel endotelium glomerulus -membran basiler -epitel kapsula Bowman

42 Filtrasi Sel-sel endotelium glomerulus dalam badan Malphigi akan mempermudah proses filtrasi. Air, ion dan zat makanan serta zat terlarut di keluarkan dari darah ke tubulus proksimal. Sel darah dan beberapa protein tetap berada di dalam darah. Hasil: urine primer (filtrat glomerulus)

43 Reabsorpsi Proses perpindahan cairan dari tubulus renalis menuju ke pembuluh darah yang mengelilinginya, yaitu kapiler peritubuler. Sel- sel tubulus renalis secara selektif mereabsorpsi zat-zat yang terdapat dalam urin primer. Zat-zat makanan seluruhnya direabsorpsi, sedangkan reabsorpsi garam anorganik bervariasi tergantung dari kadar zat tersebut di dalam plasma.

44 Reabsorpsi Setelah reabsorpsi, kadar urea menjadi lebih tinggi. Zat-zat yang dibutuhkan tubuh tidak ditemukan lagi. Hasil: urine sekunder (filtrat tubulus)

45 Augmentasi Proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh ke dalam tubulus kontortus distal. Sel-sel tubulus mengeluarkan zat-zat tertentu yang mengandung ion hidrogen dan ion kalium kemudian menyatu dengan urin sekunder. Penambahan ion hidrogen sangat penting karena membantu menjaga kesetimbangan pH dalam darah.

46 Augmentasi Terjadi di Tubulus Distal Beberapa zat keluar dari kapiler peritubuler ke tubulus ginjal, - H+, Ka+ dan ion potassium - Creatinin - Racun dan obat-obatan Akhirnya urine sekunder dan senyawa diatas bergabung membentuk urin lalu bergerak menuju tubulus pengumpul untuk dikeluarkan melalui uretra

47 Urine Dalam keadaan normal urine mengandung: 1. air, urea, amonia 2. Garam mineral 3. Zat warna empedu (birilubin) 4. Zat yang berlebihan dalam darah

48 Urine Primer & Urine Sekunder 1. Urine Primer (filtrat glomerulus) - melalui proses filtrasi - dibentuk di glomerulus & kapsul Bowman 2. Urine Sekunder (filtrat tubulus) - melalui proses reabsorbsi - dibentuk di tubulus kontortus proksimal dan lengkung henle

49 Urine Primer & Urine Sekunder 1. Urine Primer (filtrat glomerulus) - melalui proses filtrasi - dibentuk di glomerulus & kapsul Bowman 2. Urine Sekunder (filtrat tubulus) - melalui proses reabsorbsi - dibentuk di tubulus kontortus proksimal dan lengkung henle

50 Ureter -Saluran antara ginjal dengan kandung kemih - Jumlah sepasang - Fungsi : membawa urin dari ginjal ke kandung kemih

51 Uretra - Saluran yang membawa urin keluar dari tubuh - Pada wanita hanya dilalui urin saja, sedang pada pria selain dilalui urin juga dilalui sel kelamin jantan

52 Kandung Kemih -Merupakan kantung yang berfungsi untuk menampung urin sementara -Disusun oleh lapisan otot polos - Berhubungan dengan uretra

53 Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Urine

54 1. Jumlah air yang diminum Bila seseorang banyak minum, konsentrasi protein darah akan turun, tekanan koloid protein menurun, tekanan filtrasi kurang efektif.

55 2. Saraf - Stimulus saraf renalis menyebabkan menyempitnya arteriole aferen. - Aliran darah ke glomerulus berkurang, tekanan darah berkurang, filtrasi kurang efektif

56 3. Hormon antidiuretika (ADH) - Dihasilkan oleh hipofisis posterior - Pengeluaran hormon ini ditentukan oleh reseptor khusus di dalam otak yang secara terus menerus mengendalikan tekanan osmotik darah. -.

57 - Mempengaruhi penyerapan air oleh dinding tubulus - Bila kadar ADH berlebih, penyerapan air oleh dinding tubulus meningkat, urin yg terbentuk menurun. - Bila kadar ADH berkurang, penyerapan air oleh dinding tubulus menurun, urin yg terbentuk meningkat (diabetes insipidus)

58 4. Hormon insulin - Dikeluarkan oleh pulau Langerhans dalam pankreas. - Fungsi: mengatur gula dalam darah.

59 5. Banyaknya garam yang harus dikeluarkan agar tekanan osmotiknya tetap

60 Terima Kasih

61 Soal-soal proses pengeluaran zat adalah: defekasi, ekskresi, sekkresi 2. Hasil metabolisme protein adalah:…. CO2, H2O, NH4OH, NH3 3. Mengapa paru-paru disebut alat ekskresi… mengeluarkan CO2 dan uap air (H2O) 4. Mengapa hati disebut alat ekskresi:… karena menghasilkan bilus

62 Soal-soal 2 5. Apa fungsi hati a. membentuk glikogen, pembongkaran dan pembentukan protein, menawarkan racun, pembentukan dan pembongkaran eritrocit 6. 2 pembuluh darah yang masuk ke hati:…. nadi hati dan venaporta hepatis (kaya akan zat makanan) 7. Selaput pembungkus hati… kapsula hepatis 8. Pembuluh darah dan pembuluh empedu dipersatukan oleh:… selaput glison

63 Soal-soal 3 9. Sel hati yang menangkap dan merombak darah yang sudah tua adalah histiosit 10. Hasil pemecahan haemoglobin: zat besi, globin, hemin 11. Enzim yang berfungsi menetralkan amoniak adalah arginase 12. Asam amino yang pertama kali digunakan untuk menetralkan racun amoniak adalah ornitrin

64 Soal-soal Yang akan diubah menjadi bilirubin dan biliverdin adalah hemin lapisan epidermis kulit adalah:…. stratum korneum, s. lusidum, s. granulosum, s. germinatifum 15. Stratum germinatifum di bagi 2… spinosom dan membran basal 16. Membran basal dibagi 2:… poliferasi(perbanyakan sel) dan awal keratinasi

65 Soal-soal Bagian dermis kulit adalah glandula sebacea, glandula sudorifera, pembuluh darah dan saraf, akar rambut 18. Faktor keluarnya keringat rangsangan saraf simpatis (pembuluh darah sempit), guncangan emosi (keringat banyak), suhu lingkungan, aktivitas tubuh. 19. Bagian dari kulit yang mengandung melanosit … granulosum 20 bagian dari kulit yang dapat tumbuh adalah germinativum

66 Soal-soal Bila urin masih mengandung glukosa maka bagian ginjal yang rusak adalah tubulus kontortus proksimal 22. Bila urine seseorang diuji dengan biuret dan berwarna ungu maka terjadi kerusakan ginjal bagian: glomerulus 23. Bila urin badu di tes dengan benedict dan berwarna merah bata maka ia menderita … diabetes melitus 24. Urutan saluran ginjal ginjal – ureter – vesica urinaria -- uretra

67 Soal-soal Urine primer adalah hasil dari.. Mengandung…terdapat di saringan glomerulus, aa, glukosa, air ( sama dengan cairan darah) di tubulus kontortus proksimal 26. Urine sekunder dalah hasil dari.. Mengandung… ada di… reabsorbsi tk. Proksimal, air, NaCl, tk distal 27. Augmentasi terjadi di … tubulus kontortus distal 28. Hormon ADH dari hipofisis posterior ditujukan ke tubulus kontortus distal

68 Soal-soal Infeksi kuman nefritis menyebabkan uremia adalah urin dan asam urat kembali kedarah 30. Diabetes insipidus disebabkan oleh kurangnya hormon ADH 31. Poliuria disebabkan karena… kegagalan reabsorbsi tubulus 32.Diabetes melitus disebabkan karena Kegagalan pankreas memproduksi insulin 33. Nefritis adalah kerusakan glomerulus karena infeksi

69 Soal-soal Kudis atau skabeis disebabkan oleh caplak / tungau (sarcoptes scabei) laba-laba 35. Purvitus kutanea adalah rasa gatal yang di pacu oleh iritasi saraf perifer disebabkan oleh diabetes, gangguan tiroid, penyakit hati 36. Yang berfungsi sebagai osmoregulator pada protozoa adalah… vakuola kontraktil 37. Alat ekskresi caing pipih planaria adalah flame cell / sel api

70 Soal-soal Alat ekskresi cacing tanah adalah nefridium 39. Corong nefridium yang selalu terbuka adalah… nefrostoma 40. Lubang nefridium adalah… nefridiofora 41. Alat ekskresi capung atau insekta adalah… pembuluh malpighi 42. Saluran urin dan kelamin pada ikan bersatu disebut urogenitalia

71 Soal-soal Cara adaptasi ikan air laut adalah glomerulus kecil tubulus aktif mensekresi / membuang MgSO4 banyak minum sedikit urine insang aktif mensekresi NaCl 44. Adaptasi ikan air tawar glomerulus besar sedikit minum banyak urine tubulus mereabsorbsi aktif NaCl

72 Soal-soal Alat ekskresi katak adalah ginjal yang menghasilkan urin disimpan di fesica urinaria yang merupakan tonjolan kloaka 46. Kulit pada aves tidak memiliki kelenjar keringat 47. Pada aves bagian akhir usus yang sekaligus bermuara saluran ekskresi dan saluran kelamin disebut kloaka 48. Jika urine seseorang terdapat glukosa sedangan ia tidak menderita diabetes melitus maka diduga terjadi kerusakan tubulus proksimal

73 Soal-soal Yang mewarnai urin adalah urobilin 50.

74 Soal-soal 7


Download ppt "Sistem Ekskresi Dwi rini ambarwati Didalam tubuh, terdapat berbagai zat sisa. Namun jika zat sisa yang berlebihan ada didalam tubuh, itu akan membahayakan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google