Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SHARING Pendekatan Pembelajaran Tematik Pada Siswa TK (4-6 thn)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SHARING Pendekatan Pembelajaran Tematik Pada Siswa TK (4-6 thn)"— Transcript presentasi:

1 SHARING Pendekatan Pembelajaran Tematik Pada Siswa TK (4-6 thn)

2 Pembelajaran Harus Aktual (Objek konkret) Dekat dengan dunia Anak Dekat dengan lingkungan almiah yang dialami anak Dekat dengan lingkungan almiah yang dialami anak DUNIA ANAK adalah Dunia Nyata Anak usia dini melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik), baru mampu memahami hubungan antar konsep secara sederhana DUNIA ANAK adalah Dunia Nyata Anak usia dini melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik), baru mampu memahami hubungan antar konsep secara sederhana Dilakukan dengan suasana Menyenangkan (Pendekatan Bermain) Dilakukan dengan suasana Menyenangkan (Pendekatan Bermain) Harus lewat pengalaman langsung Di alami Langsung Harus lewat pengalaman langsung Di alami Langsung Latar Belakang

3 LATAR BELAKANG HOLISTIK dan TERPADU BERMAIN NYATA (KONKRET)

4 ….BERMAIN… Bermain adalah kegiatan yang dilakukan anak-anak sepanjang hari karena bagi anak BERMAIN ADALAH HIDUP DAN HIDUP ADALAH PERMAINAN. (Mayesty, 1990) Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang dan menimbulkan kesenangan/kepuasan (Piaget, 1990) Bermain merupakan kebutuhan anak, karena melalui bermain anak akan memperoleh pengetahuan yang dapat menyembangkan kemampuan dirinya. (Dockeet and Fleer, 1990)

5 Bermain dalam konteks belajar anak usia dini adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa untuk memenuhi kebutuhan perkembangan mereka dengan karakteristik; 1.Harus muncul dalam diri anak 2.Berfokus pada proses bukan hasil 3.Harus didominasi oleh anak bukan guru 4.Bebas dari aturan yang mengikat 5.Melibatkan siswa secara aktif 6.Aktivitas nyata atau sesungguhnya Bermain dalam konteks belajar anak usia dini adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa untuk memenuhi kebutuhan perkembangan mereka dengan karakteristik; 1.Harus muncul dalam diri anak 2.Berfokus pada proses bukan hasil 3.Harus didominasi oleh anak bukan guru 4.Bebas dari aturan yang mengikat 5.Melibatkan siswa secara aktif 6.Aktivitas nyata atau sesungguhnya

6 Permainan Kreatif (Lopes 2005)  Kreasi terhadap Objek  Cerita Bersambung  Permainan drama kreatif  Gerakan Kreatif  Pertanyaan Kreatif Permainan Kreatif (Lopes 2005)  Kreasi terhadap Objek  Cerita Bersambung  Permainan drama kreatif  Gerakan Kreatif  Pertanyaan Kreatif 6 Tahapan bermain (Dockett)  Tidak menetap  Penonton/pengamat  Bermain sendiri  Kegiatan Paralel  Bermain dengan teman  Bermain dengan aturan dan bekerja sama 6 Tahapan bermain (Dockett)  Tidak menetap  Penonton/pengamat  Bermain sendiri  Kegiatan Paralel  Bermain dengan teman  Bermain dengan aturan dan bekerja sama

7 BERMAIN Permen 58 Thn 2009 Lingkup pengembangan Standar Isi PAUD 1.Nilai-nilai Agama Dan Moral 2.Fisik, 3.Kognitif, 4.Bahasa, dan 5.Sosial-emosional. Permen 58 Thn 2009 Lingkup pengembangan Standar Isi PAUD 1.Nilai-nilai Agama Dan Moral 2.Fisik, 3.Kognitif, 4.Bahasa, dan 5.Sosial-emosional. Aspek Perkembangan Anak Usia Dini (Catron dan Allen 1999:23-26) Kesadaran Personal Pengembangan Emosi Membangun Sosialisasi Pengembangan Komunikasi Pengembangan Kognitif Pengembangan Kemampuan Motorik

8 Mengapa Bermain … (Catron Allen dan Allen) Kesadaran Personal Bermain mendukung anak tumbuh secara mandiri dan memiliki kontrol terhadap lingkungan Kesadaran Personal Bermain mendukung anak tumbuh secara mandiri dan memiliki kontrol terhadap lingkungan Pengembangan Emosi Melalui bermain anak belajar Menerima, Berekspresi dan mengatasi masalah dengan cara yang positif Pengembangan Emosi Melalui bermain anak belajar Menerima, Berekspresi dan mengatasi masalah dengan cara yang positif Membangun Sosialisasi Bermain adalah sarana yang paling utama bagi pengembangan kemampuan bersosialisasi dan memperluas empati terhadap orang lain serta mengurangi sikap egosentris Membangun Sosialisasi Bermain adalah sarana yang paling utama bagi pengembangan kemampuan bersosialisasi dan memperluas empati terhadap orang lain serta mengurangi sikap egosentris

9 Lanjutan… Pengembangan Komunikasi Bermain merupakan alat yang paling kuat untuk membelajarkan kemampuan komunikasi (bahasa) anak: 1) Bahasa Reseptif (penerimaan), 2) bahasa Ekspresif, 3) Komunikasi Non Verbal, 4) Komunikasi Verbal Pengembangan Komunikasi Bermain merupakan alat yang paling kuat untuk membelajarkan kemampuan komunikasi (bahasa) anak: 1) Bahasa Reseptif (penerimaan), 2) bahasa Ekspresif, 3) Komunikasi Non Verbal, 4) Komunikasi Verbal Pengembangan Kognitif Bermain menyediakan kerangka kerja bagi anak untuk mengembangkan pemahaman tentang dirinya, orang lain dan lingkungannya. Selama bermain anak menerima pengalaman baru, memanipulasi bahan dan alat, berinteraksi dengan orang lain dan mulai merasakan dunia mereka. Pengembangan Kognitif Bermain menyediakan kerangka kerja bagi anak untuk mengembangkan pemahaman tentang dirinya, orang lain dan lingkungannya. Selama bermain anak menerima pengalaman baru, memanipulasi bahan dan alat, berinteraksi dengan orang lain dan mulai merasakan dunia mereka. Pengembangan Kemampuan Motorik Melalui Bermain aktivitas sensori motor yang meliputi penggunaan otot-otot besar dan kecil memungkinkan anak untuk memenuhi perkembangan perseptual motorik Pengembangan Kemampuan Motorik Melalui Bermain aktivitas sensori motor yang meliputi penggunaan otot-otot besar dan kecil memungkinkan anak untuk memenuhi perkembangan perseptual motorik

10 Implikasi dalam pengembangan Kurikulum Kurikulum Sekolah harus mengakomodir kecukupan waktu anak untuk beraktivitas secara fisik Sekolah harus menyediakan sarana bermain yang cukup baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan Kurikulum sekolah harus mengakomodir kebutuhan pembelajaran siswa dengan kegiatan bermain Kurikulum sekolah harus mengimplementasikan model pembelajaran yang PAIKEM dengan pendekatan bermain kreatif dengan objek Konkret (nyata).

11 Mengapa AKTUAL (Objek Konkret) Proses belajar Anak TK beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik, dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Tahapan pra-operasional Piaget (2-7 tahun) -Operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai -Penalaran intuitif bukan logis -Belajar dengan mengalami langsung -Dapat belajar dengan memanipulasi sebuah objek Tahapan pra-operasional Piaget (2-7 tahun) -Operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai -Penalaran intuitif bukan logis -Belajar dengan mengalami langsung -Dapat belajar dengan memanipulasi sebuah objek

12 Pertanyaan Refleksi:  Sudahkah pembelajaran kita menerapkan pendekatan bermain?  Berapa sering kita menggunakan objek konkret dalam pembelajaran?  Sudah siapkan kelas kita dengan sumber belajar yang mendukung model pembelajaran bermain kreatif dengan objek-objek yang nyata  Berapa sering anak-anak belajar menggunakan lingkungan sekitarnya (Aktual dan kontekstual)?

13 Maria Montessori Learning by Plying Maria Montessori Learning by Plying Jhon Dewey Learning by doing Jhon Dewey Learning by doing Peran guru Mendorong, memfasilitasi, dan memberi kesempatan belajar Sense, Bukan perluasan tapi pendalaman (makna belajar)

14 Model Integrasi Pembelajaran (Fogarty 1991) Model yang menerpadukan antar berbagai bidang studi (model sequenced, shared, webbed, threaded, integrated) Di Indonesia dikembangkan Model Webbed Pembelajaran merepresentasikan pendekatan tematik untuk menerpadukan berbagai bidang studi. Suatu tema dikembangkan seperti jaring laba- laba, untuk menurunkan topik, konsep, dan gagasan yang selaras dalam berbagai bidang studi

15 Ciri-ciri pembelajaran tematik  Berpusat pada anak  Memberikan pengalaman langsung pada anak  Pemisahan bidang pengembangan tidak begitu jelas  Menyajikan konsep dari berbagai bidang pengembangan dalam suatu proses pembelajaran  Bersifat fleksibel atau luwes  Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak  Berpusat pada anak  Memberikan pengalaman langsung pada anak  Pemisahan bidang pengembangan tidak begitu jelas  Menyajikan konsep dari berbagai bidang pengembangan dalam suatu proses pembelajaran  Bersifat fleksibel atau luwes  Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak

16 PENGEMBANGAN TEMA  Dimulai dari hal yang paling dekat dengan kehidupan anak (diri sendiri), berkembang ke hal yang paling luas dan jauh dari kehidupan anak (alam semesta).  Memperhatikan perkembangan anak.  Menggunakan tema yang menarik bagi anak.  Tema hendaknya sederhana.  Tema disesuaikan dengan lingkungan sekolah.  Tema disesuaikan dengan kepercayaan dan budaya setempat.

17 Yang perlu diperhatikan Tidak Semua Mata Pelajaran Harus di Padukan Dimungkinkan penggabungan Tingkat Pencapaian Perkembangan (TPP) Tingkat Semester TTP yang tidak bisa dipadukan, jangan dipaksakan untuk di padukan, bisa diajarkan dengan tema/subtema lain Tema tidak kaku, dipilih sesuai dengan karakteristik, minat dan lingkungan siswa

18 Tema Terpadu Antar Mata Pelajaran Alternatif Pendekatan Tematik Setiap mata pelajaran berdiri sendiri Setiap pembelajaran dikaitkan dengan tema yang dipilih Perbedaan dengan pembelajaran di kelas tinggi adalah adanya tema pada setiap mata pelajaran Memiliki jadwal pelajaran Mata Pelajaran Terpadu Semua mata pelajaran bersatu pembelajaran didasarkan pada tema yang dipilih Mata pelajaran tidak nampak secara jelas Tidak diperlukan jadwal pelajaran (?) Semua mata pelajaran bersatu pembelajaran didasarkan pada tema yang dipilih Mata pelajaran tidak nampak secara jelas Tidak diperlukan jadwal pelajaran (?) Model “Rujak” Model “Juice”

19 Contoh-1 Pengembangan Tema

20 Tema Keluarga Keluarga B E C D A Liburan Keluarga Rumah Keluarga Hoby Anggota Keluarga Foto Keluarga Hewan peliharaan Keluarga

21 Model Pembelajaran TK Berpusat Pada Siswa Model kelompok Model Minat Area/sudut/pojok/ sentra Area/sudut/pojok/ sentra Projek

22 MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MINAT Prinsipnya, dalam model pembelajaran berdasarkan minat mengutamakan 1. Pengalaman belajar bagi setiap anak secara individual, 2. Membantu anak untuk membuat pilihan- pilihan melalui kegiatan dan pusat-pusat kegiatan, 3. Melibatkan peran serta keluarga.

23 Contoh: Rencana Kerja Mingguan (RKM) Model Pembelajaran Berdasarkan Minat

24 Contoh: Rencana Kerja Mingguan (RKM) Model Pembelajaran Kelompok

25 Contoh Pembelajaran Project “Rumahku” Tujuan: siswa dapat membuat model rumah sederhana berdasarkan imajinasinya Kepenuhan TPP Motorik Halus: Meniru bentuk. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan. Menggunting sesuai dengan pola. Konsep Bentuk, warna dan Ukuran Mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran (3 variasi) Bahasa  Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (pokok kalimat-predikat-keterangan).  Memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekpresikan ide pada orang lain

26

27

28

29 PERAN ORANG TUA PARENTING SKILLS VEDO

30


Download ppt "SHARING Pendekatan Pembelajaran Tematik Pada Siswa TK (4-6 thn)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google