Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

POTENSI DAERAH 1 Pertanian di Kabupaten Banyuwangi, meliputi tanaman pangan, holtikultura, perkebunan. Termasuk didalamnya lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "POTENSI DAERAH 1 Pertanian di Kabupaten Banyuwangi, meliputi tanaman pangan, holtikultura, perkebunan. Termasuk didalamnya lahan pertanian pangan berkelanjutan."— Transcript presentasi:

1 POTENSI DAERAH 1 Pertanian di Kabupaten Banyuwangi, meliputi tanaman pangan, holtikultura, perkebunan. Termasuk didalamnya lahan pertanian pangan berkelanjutan seluas 63.049 Ha, dengan didukung 75% prasarana Irigasi Teknis sedangkan sarana yaitu pengairan yang melimpah dari mata air pegunungan Pertanian index

2 KAWASAN INDUSTRI TERPADU 2 Pada tahun 2010 produksi Padi sawah dan ladang sebesar 852.536 ton (dalam bentuk gabah kering giling) telah mengalami kenaikan sebesar 10,95 persen dibanding tahun 2009. Kalau diperhatikan trend dari produksi padi pada tiga tahun terakhir indikasinya menunjukkan pola yang meningkat, yaitu tahun 2008 sebesar 752.526 ton, tahun 2009 sebesar 768.339 ton (naik 2,1 %), tahun 2010 sebesar 852.536 ton (naik 10,95%). Untuk tanaman palawija yang didominasi Jagung mencapai 233.698 ton, Kedelai sebanyak 64.857 ton, diikuti Ubi Kayu Jalar sebanyak 35.929 ton dan 17.637 ton. Adapun untuk produksi Kacang hijau dan Kacang tanah masing-masing sebanyak 5.365 ton dan 1.969 ton Pada tahun 2010 produksi Padi sawah dan ladang sebesar 852.536 ton (dalam bentuk gabah kering giling) telah mengalami kenaikan sebesar 10,95 persen dibanding tahun 2009. Kalau diperhatikan trend dari produksi padi pada tiga tahun terakhir indikasinya menunjukkan pola yang meningkat, yaitu tahun 2008 sebesar 752.526 ton, tahun 2009 sebesar 768.339 ton (naik 2,1 %), tahun 2010 sebesar 852.536 ton (naik 10,95%). Untuk tanaman palawija yang didominasi Jagung mencapai 233.698 ton, Kedelai sebanyak 64.857 ton, diikuti Ubi Kayu Jalar sebanyak 35.929 ton dan 17.637 ton. Adapun untuk produksi Kacang hijau dan Kacang tanah masing-masing sebanyak 5.365 ton dan 1.969 ton

3 KAWASAN INDUSTRI TERPADU 3 Pengembangan tanaman pangan, yang dikembangkan adalah komoditas padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ibu jalar. oltikultura yang dikembangkan adalah tanaman sayuran (cabe besar, cabe kecil, tomat, kubis, kembang kol, buncis, kacang panjang, terung, ketimun, kangkung, sawi, petai, bawang merah dan bayam), buah-buahan (manggis, durian, jeruk siam, jeruk besar, buah naga, semangka, melon, blimbing, jambu biji, alpukat, duku/langsat, salak, pisang, rambutan, sukun sirsak, pepaya, jambu air dan sawo Pengembangan tanaman pangan, yang dikembangkan adalah komoditas padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ibu jalar. oltikultura yang dikembangkan adalah tanaman sayuran (cabe besar, cabe kecil, tomat, kubis, kembang kol, buncis, kacang panjang, terung, ketimun, kangkung, sawi, petai, bawang merah dan bayam), buah-buahan (manggis, durian, jeruk siam, jeruk besar, buah naga, semangka, melon, blimbing, jambu biji, alpukat, duku/langsat, salak, pisang, rambutan, sukun sirsak, pepaya, jambu air dan sawo

4 KAWASAN INDUSTRI TERPADU 4 Khusus untuk komoditas buah-buahan yang menjadi unggulan jika dilihat dari luas lahan dan produksinya adalah pisang, jeruk, manggis dan semangka. Keberadaan komoditas tersebut tersebar di enam kecamatan yaitu: Songgon, Kalipuro, Glagah, Bangorejo, Pesanggaran dan Purwoharjo. Adapun pemasaran komoditas buah- buahan tersebut hingga saat ini tidak menemui hambatan yang berarti. Selain buah-buahan tersebut di atas masih ada beberapa buah- buahan yang memungkinkan untuk dikembangkan di masa mendatang, diantaranya lengkeng, durian dan melon Khusus untuk komoditas buah-buahan yang menjadi unggulan jika dilihat dari luas lahan dan produksinya adalah pisang, jeruk, manggis dan semangka. Keberadaan komoditas tersebut tersebar di enam kecamatan yaitu: Songgon, Kalipuro, Glagah, Bangorejo, Pesanggaran dan Purwoharjo. Adapun pemasaran komoditas buah- buahan tersebut hingga saat ini tidak menemui hambatan yang berarti. Selain buah-buahan tersebut di atas masih ada beberapa buah- buahan yang memungkinkan untuk dikembangkan di masa mendatang, diantaranya lengkeng, durian dan melon

5 KAWASAN INDUSTRI TERPADU 5 Untuk tanaman sayuran di Kabupaten Banyuwangi, pemasaran komoditas sayuran tersebut sudah ada yang dipasarkan di luar daerah Kabupaten Banyuwangi seperti tanaman cabe besar dan kacang panjang. Produksi Sayuran Kabupaten Banyuwangi Jenis Sayura n Luas Panen (Ha)Produksi (Ton) 2010201120102011 Cabe Besar 1.0031.8545.92616.551 Cabe Kecil2.2982.6634.7046.274 Kedelai36.91236.06864.85766.094

6 KAWASAN INDUSTRI TERPADU 6 Produksi Buah Kabupaten Banyuwangi NoJenis Buah Luas Panen (Ha)Produksi (Ton) 2010201120102011 1Semangka1.0701.62141.34864.610 2Melon49351716.24418.524 3Manggis401.98691.5422.84829.480 4Durian399.90591.4917.97319.815 5Jeruk3.6004.20052.27672.269 6Pisang4.190,5293.810,30

7 KAWASAN INDUSTRI TERPADU 7 Tanggapan Positif dari masyarakat Kecamatan Wongsorejo Khususnya serta Kabupaten Banyuwangi umumnya dengan harapan apabila kawasan tersebut menjadi kawasan insdustri diharapkan dapat menggairahkan gerak roda perekonomian masyarakat (multiple effect) yang akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. End


Download ppt "POTENSI DAERAH 1 Pertanian di Kabupaten Banyuwangi, meliputi tanaman pangan, holtikultura, perkebunan. Termasuk didalamnya lahan pertanian pangan berkelanjutan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google