Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP MANUSIA Pertanian dan Kebutuhan Manusia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP MANUSIA Pertanian dan Kebutuhan Manusia."— Transcript presentasi:

1 PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP MANUSIA Pertanian dan Kebutuhan Manusia

2 Skala prioritas manusia dalam memenuhi kebutuhannya: PRIORITAS PERTAMA 1. Kebutuhan primer 2. Kebutuhan sekarang 3. Kebutuhan individu PRIORITAS KEDUA 1. Kebutuhan sekunder 2. Kebutuhan yang akan datang 3. Kebutuhan kelompok Terpenuhi Terpenuhi dengan baik PRIORITAS KETIGA Kebutuhan tersier

3 Setiap makhluk hidup memiliki kebutuhan dasar yang dipenuhi oleh ketersediaan SUMBER DAYA dalam lingkungan. SUMBER DAYA EKONOMIS : segala sesuatu yang diperoleh dari lingkungan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Contoh: makanan, air, udara, perlindungan, barang-barang hasil produksi, transportasi, komunikasi, rekreasi. SUMBER DAYA EKOLOGIS : segala sesuatu dalam lingkungan (ekosistem) yang dibutuhkan oleh suatu organisme untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang biak secara normal. Contoh: makanan, air, udara, perlindungan.

4 Kebutuhan primer manusia (pangan, sandang, papan) terutama dipenuhi oleh sumber daya hayati. PANGAN sebagai contoh kebutuhan primer manusia: Manusia membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dalam makanannya. Di Indonesia, sebagian besar (90%) kebutuhan pangan berasal dari tumbuhan, sisanya dari hewan darat (3 %) dan ikan (7 %). Kekurangan makan dan/atau gizi merupakan masalah serius bagi sebagian populasi dunia. ilustrasi: Art Explosion 1998

5 Masalah ketersediaan pangan di dunia berhubungan erat dengan tekanan penduduk, namun hubungan ini sangat rumit karena adanya berbagai faktor yang berinteraksi, a.l: Perkembangan ekonomi Tingkat kemiskinan Penyebaran sumber daya (makanan) yang tidak merata Iklim (mis. kekeringan) Gejolak politis (Masalah pangan tidak selalu disebabkan oleh kurangnya pangan, tetapi dapat juga karena akses kepada persediaan).

6

7 Berbagai jenis pertanian* Pertanian modern (industrial): menggunakan peralatan mesin; membutuhkan masukan yang tinggi dalam hal energi, pupuk, pestisida, bahan bakar, irigasi. Di negara berkembang : perkebunan (plantation) Pertanian tradisional pertanian tradisional subsisten: cukup untuk kebutuhan sendiri; termasuk ladang berpindah & penggembalaan berpindah. pertanian tradisional intensif: peningkatan produksi dengan meningkatkan masukan tenaga, pupuk dsb. * ”pertanian” dapat mencakup pertanian, peternakan & perikanan

8 Peningkatan produksi pangan yang dilakukan dengan meningkatkan produksi per satuan luas (bukan dengan memperluas lahan pertanian), terutama dengan cara: 1.Mengembangkan varietas unggul yang ciri biologisnya telah diperbaiki, terutama untuk tanaman pokok seperti beras dan gandum yang ditanam secara monokultur. 2.Meningkatkan penggunaan pupuk, pestisida & air. Antara , produksi pangan dari grain (biji-bijian seperti padi, gandum) meningkat tiga kali lipat, dan pangan yang diperjualkan-belikan di pasaran dunia meningkat empat kali lipat. Revolusi Hijau

9 Tetapi laju produksi kini cenderung konstan, sementara laju produksi per kapita (per orang) mulai menurun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh:  Pertumbuhan populasi manusia (+ 1.5% per tahun)  Peningkatan standar hidup  peningkatan keinginan & kebutuhan  Perusakan lahan pertanian akibat erosi dan pengembangan untuk industri dan urbanisasi  Permasalahan dalam penyediaan pupuk dan air Revolusi Hijau

10 Dampak lingkungan utama dari produksi pangan UDARA  Emisi gas rumah kaca & pencemar lain akibat penggunaan bahan bakar fosil  Pencemaran akibat penyemprotan pestisida TANAH  Erosi  Penurunan kesuburan  Penggaraman  Penggenangan  Penggurunan KEANEKARAGAMAN HAYATI  Degradasi habitat akibat pembukaan lahan  Kematian ikan karena larian pestisida  Pembunuhan predator utk melindungi ternak  Penurunan keaneka-ragaman genetis akibat pengutamaan monokultur KESEHATAN MANUSIA  Nitrat dalam air minum  Residu pestisida dalam air minum, makanan dan udara  Kontaminasi air minum & air berenang oleh organisme pembawa penyakit dari kotoran ternak  Kontaminasi bakteri pada daging ternak AIR  Pengosongan akifer  Peningkatan air larian dan banjir  Pencemaran sedimen akibat erosi  Kematian ikan karena larian pestisida  Pencemaran air tanah & permukaan oleh pestisida  Kelebihan nutrien (eutrofikasi) akibat larian yang mengandung nitrat & fosfat dari pupuk, kotoran ternak & limbah pengolahan makanan

11 Untuk mengurangi dampak negatif dari kegiatan pertanian, telah dikembangkan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Sistem ini mengintegrasikan kepentingan ekonomi pertanian dengan pertimbangan lingkungan. Ciri atau tujuannya a.l. adalah (Reeve 1990) : menguntungkan petani. memproduksi makanan yang cukup bagi penduduk. memproduksi makanan berkualitas yang sesuai dengan selera penduduk. melestarikan basis sumber daya pertanian. meminimalkan penggunaan sumber daya yang tidak terbarui. meminimalkan dampak terhadap lingkungan di luar usaha tani. Pertanian Berkelanjutan

12 Perbaikan mengarah kepada pengelolaan yang ‘kembali ke alam’ dengan menggunakan prinsip-prinsip ekologis: mengurangi ketergantungan terhadap masukan dari luar (mis. senyawa kimia) & memperhatikan daya dukung lingkungan. Beberapa cara: pengaturan pola tanam & rotasi tanaman pengendalian hama terpadu pengaturan irigasi pemanfaatan pupuk organik

13 Pangan dari laut Diperkirakan sekitar 200 milyar ton bahan organik dihasilkan tumbuhan hijau di laut per tahun, kira-kira sama dengan produksi tumbuhan di daratan. FAO memperkirakan maximum sustainable yield dari laut adalah 100 juta ton per tahun; pengambilan hasil laut yang melebihi kapasitas tersebut akan mengancam kelestarian biota laut. Secara umum, pemanfaatan sumberdaya laut belum memperhatikan tujuan berkelanjutan untuk jangka panjang (mis. karena penangkapan yang berlebihan (overfishing). Juga terdapat ancaman terhadap keanekaragaman spesies (mis. karena penggunaan pukat harimau). ‘Revolusi Biru’: pengembangan akuakultur, mis. budidaya dalam kandang atau tambak. Keuntungan : efisien; produksi tinggi; masukan energi kecil. Masalah : kebutuhan pakan tinggi, produksi limbah tinggi, rentan terhadap penyakit, merusak ekosistem pantai.

14 Pangan dari laut

15 Melalui kegiatan pertanian/perikanan/kehutanan, manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan sumber daya hayati yang beranekaragam. Selain memenuhi kebutuhan primer, keanekaragaman hayati juga memenuhi kebutuhan lainnya bagi manusia. Keanekaragaman makhluk hidup berikut kesatuan ekologis dimana mereka berada. Jumlah jenis yang berbeda dalam suatu kawasan (mis: di Pulau Jawa, di Indonesia, di seluruh Bumi). Meliputi keanekaragaman pada tingkatan: ekosistem, spesies (jenis) dan genetis. Apa itu keanekaragaman hayati ?

16 Memberikan ‘pelayanan’ ekologis seperti menjalankan daur mineral, menyerap energi matahari, memurnikan air dan udara, menstabilkan iklim dll. Merupakan sumber daya yang memenuhi kebutuhan manusia akan pangan, sandang, papan, obat-obatan, bahan baku industri dll. Merupakan sumber daya genetis. Memenuhi kebutuhan manusia yang lain melalui nilai etika & estetikanya; berhubungan dengan kepentingan psikologis, filosofis & budaya manusia. Mengapa keanekaragaman hayati penting?

17 Pusat keanekaragaman hayati  Luas Indonesia hanya meliputi 1.3% permukaan Bumi, tetapi di dalamnya a.l. terdapat: 10% jenis tumbuhan berbunga di dunia, 12% jenis mamalia di dunia, 16% jenis reptil dan amfibia di dunia, 17% jenis unggas di dunia, >25% jenis ikan di dunia.  Keanekaragaman spesies tertinggi terdapat di hutan tropis di sepanjang khatulistiwa, umumnya di negara berkembang.  Luas hutan tropis di Indonesia (+ 112 juta ha) adalah kedua setelah Brazil.

18  Namun kini sedang terjadi perusakan ekosistem dan kepunahan spesies di Indonesia dan di Bumi secara umum dengan laju sangat tinggi akibat kegiatan manusia. Pusat keanekaragaman hayati

19 Kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati a. FRAGMENTASI (PEMECAHAN) HABITAT  terjadi karena pembukaan lahan untuk berbagai keperluan manusia. Sebagai akibat, populasi hewan/tumbuhan terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih rentan terhadap gangguan.  Dalam populasi yang kecil, kemungkinan tidak terdapat cukup organisme dalam usia reproduktif.

20 b. PENCEMARAN LINGKUNGAN  Perubahan iklim global akibat pencemaran udara diperkirakan akan mempengaruhi penyebaran dan ketahanan makhluk hidup.  Akumulasi pencemar seperti DDT, dioxin dll. Dalam perairan telah mengakibatkan kematian berbagai populasi mamalia laut. Kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati c. PERBURUAN HEWAN LIAR  Perburuan hewan yang berlebihan telah mengakibatkan kepunahan banyak spesies.  Kini banyak hewan yang populasinya terancam karena diburu untuk dimakan, diperjual-belikan hidup-hidup, atau diambil bagian tertentu dari tubuhnya. Mis. paus untuk lemaknya, gajah untuk gadingnya.

21  Spesies lokal dapat mengalami perubahan genetis apabila berbiak-silang dengan spesies berkerabat dekat yang berjumlah lebih banyak atau lebih kuat. Mis. jenis ikan yang sudah dibudidayakan dapat lepas ke sungai atau danau dan memindahkan variasi genetisnya ke spesies yang masih liar. d. PENGENDALIAN PREDATOR ATAU HAMA e. INTRODUKSI SPESIES EKSOTIK (secara sengaja atau tidak sengaja) f. INTROGRESI GENETIS  Predator diburu oleh manusia karena dianggap merugikan (mis. karena menyerang ternak).  Penggunaan pestisida, herbisida dll. Seringkali menurunkan populasi spesies yang bukan merupakan sasaran utama.  Spesies yang masuk ke dalam suatu habitat yang bukan habitat asalnya dapat menjadi ‘pencemar biologis’, apabila tumbuh dan berkembang- biak dengan pesat dan mengganggu populasi spesies endemik (asli). Contoh: ikan seribu, eceng gondok. Kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati

22 Apa yang perlu dilakukan? Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya telah mempengaruhi kondisi ekosistem alami* dan sumber daya hayati yang terkandung didalamnya. * Contoh ekosistem yang terancam : hutan tropis, terumbu karang, lahan basah. Contoh spesies yang terancam punah : mamalia besar seperti orangutan, harimau, badak. Ilustrasi: Art Explosion® 1998

23 Untuk menjaga keberlanjutan sumber daya yang ada, maka antara lain perlu diupayakan :  Realisasi konsep pembangunan berkelanjutan, seperti dalam hal pertanian berkelanjutan.  Perlindungan terhadap ekosistem dan spesies. Pelestarian spesies langka dapat dilakukan secara in situ (di dalam habitat alami, mis. cagar alam) atau ex situ (di luar habitat alami, mis. kebun binatang).  Penegakan hukum dan kebijakan nasional dan internasional (*Indonesia sudah memiliki undang-undang untuk melindungi keanekaragaman hayati).  Peningkatan kesadaran masyarakat (a.l. melalui pendidikan di sekolah & peran serta LSM).  Pengembangan cara yang lebih efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia (mis. tidak membuka lahan hutan untuk pertanian).  Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan.  Pengembangan teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan/konservasi. Apa yang perlu dilakukan?


Download ppt "PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP MANUSIA Pertanian dan Kebutuhan Manusia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google