Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM BILANGAN DAN REGISTER Minggu_1.  TUJUAN Mahasiswa mengenal sistem bilangan. Mahasiswa mengenal sistem bilangan. Mahasiswa mampu mengkonversikan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM BILANGAN DAN REGISTER Minggu_1.  TUJUAN Mahasiswa mengenal sistem bilangan. Mahasiswa mengenal sistem bilangan. Mahasiswa mampu mengkonversikan."— Transcript presentasi:

1 SISTEM BILANGAN DAN REGISTER Minggu_1

2  TUJUAN Mahasiswa mengenal sistem bilangan. Mahasiswa mengenal sistem bilangan. Mahasiswa mampu mengkonversikan sistem bilangan. Mahasiswa mampu mengkonversikan sistem bilangan. Menampilkan dan membaca isi register. Menampilkan dan membaca isi register. Mengetahui fungsi-fungsi register sebagai pengalamat data. Mengetahui fungsi-fungsi register sebagai pengalamat data.

3 JENIS BILANGAN  Didalam pemrograman dengan bahasa assembler, bisa digunakan berbagai jenis bilangan.  Jenis bilangan yang bisa digunakan, yaitu: Bilangan biner, oktal, desimal dan hexadesimal.  Pemahaman terhadap jenis-jenis bilangan ini adalah penting, karena akan sangat membantu kita dalam pemrograman yang sesungguhnya.

4 BILANGAN BINER  Bilangan biner adalah bilangan yang hanya terdiri atas 2 kemungkinan (Berbasis dua), yaitu 0 dan 1.  Karena berbasis 2, maka pengkorversian ke dalam bentuk desimal adalah dengan mengalikan suku ke-N dengan 2N.  Contohnya: bilangan biner = (0 X 23) + (1 X 22) + (1 X 21) + (1 X 20) = 710.

5 BILANGAN DESIMAL  Bilangan desimal adalah bilangan yang terdiri atas 10 buah angka (Berbasis 10), yaitu angka 0-9.  Dengan basis sepuluh ini maka suatu angka dapat dijabarkan dengan perpangkatan sepuluh.  Misalkan pada angka = (1 X 102) + (2 X 101) + (1 X 100).

6 BILANGAN OKTAL  Bilangan oktal adalah bilangan dengan basis 8, artinya angka yang dipakai hanyalah antara 0-7.  Sama halnya dengan jenis bilangan yang lain, suatu bilangan oktal dapat dikonversikan dalam bentuk desimal dengan mengalikan suku ke-N dengan 8 N.  Contohnya bilangan 128 = (1 X 81) + (2 X 80) = 1010.

7 BILANGAN HEXADESIMAL  Bilangan hexadesimal adalah bilangan yang berbasis 16.  Dengan angka yang digunakan berupa : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F.  Bilangan hexadesimal mudah dikonversi dengan bilangan yang lain, terutama dengan bilangan biner dan desimal.  Karena berbasis 16, maka 1 angka pada hexadesimal akan menggunakan 4 bit.

8 BILANGAN BERTANDA DAN TIDAK  Pada assembler bilangan-bilangan dibedakan lagi menjadi 2, yaitu bilangan bertanda dan tidak.  Bilangan bertanda adalah bilangan yang mempunyai arti plus(+) dan minus(-), misalkan angka 17 dan -17.  Pada bilangan tidak bertanda, angka negatif(yang mengandung tanda '-') tidaklah dikenal.  Jadi angka -17 tidak akan akan dikenali sebagai angka -17, tetapi sebagai angka lain.

9

10 Konversi Antar Sistem Bilangan Biner Desimal HexadesimalOktal

11 Struktur Register dan Metode Pengalamatan Memori

12 PENGERTIAN REGISTER  Register merupakan sebagian memori dari mikroprosesor yang dapat diakses dengan kecepatan yang sangat tinggi.  Register adalah sebagian kecil memory komputer yang dipakai untuk tempat penampungan data.  Data yang terdapat dalam register dapat diproses dalam berbagai operasi dengan melihat berapa besar kemampuan register tersebut (8 atau 16 bit).

13 PENGERTIAN REGISTER  Dalam melakukan pekerjaannya mikroprosesor selalu menggunakan register-register sebagai perantaranya.  Jadi register dapat diibaratkan sebagai kaki dan tangan dari mikroprosesor.

14 Penggolongan Register  General Purpose Register  Segment Register  Pointer Register  Index Register  Flag Register

15 General Purpose Register  Accumulator Register AX (16 BIT) AX = AH (8 BIT) + AL (8 BIT)  Base Register BX (16 BIT) BX = BH (8 BIT) + BL (8 BIT)  Counter Register CX (16 BIT) CX = CH (8 BIT) + CL (8 BIT)  Data Register DX (16 BIT) DX = DH (8BIT) + DL (8 BIT)

16 Kelompok Register Data: Terdiri dari 4 buah register 16 bit yaitu: AX, BX, CX dan DX. Terdiri dari 4 buah register 16 bit yaitu: AX, BX, CX dan DX. AX Accumulator BX Base Register CX Counter Register DX Data Register AHAL BHBL CHCL DHDL

17  Register AX merupakan register aritmatik, karena register ini selalu dipakai dalam operasi penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.  Register BX adalah salah satu dari dua register base Addressing Mode yang dapat mengambil atau menulis langsung dari/ke memori.  Register CX merupakan suatu counter untuk meletakkan jumlah lompatan pada Loop yang anda lakukan.

18  Register DX mempunyai tiga tugas, yaitu: Membantu AX dalam proses perkalian dan pembagian, terutama perkalian dan pembagian 16 bit.Membantu AX dalam proses perkalian dan pembagian, terutama perkalian dan pembagian 16 bit. DX merupakan register offset dari DSDX merupakan register offset dari DS DX bertugas menunjukkan nomor port pada operasi portDX bertugas menunjukkan nomor port pada operasi port

19 Segment Register  Code Segment Register CS (16 bit)  Data Segment Register DS (16 bit)  Stack Segment Register SS (16 bit)  Extra Segment Register ES (16 bit)

20 Kelompok Register Segment  Terdiri dari 4 buah register 16 bit, yaitu : ES,CS,DS dan SS. Extra Segment Extra Segment Code Segment Code Segment Data Segment Data Segment Stack Segment Stack Segment ES CS DS SS

21  Tugas register CS yang penting adalah menunjukkan segment program berada. Pasangan register ini adalah register IP.  Tugas register DS dan SS adalah menunjukkan segmen dari segment data dan segment stack. Pasangan dari register DS adalah DX dan register SS adalah SP.  Register ES tidak mempunyai tugas, namun berguna untuk pemrograman pada saat melakukan operasi ke segment lain.

22 Kelompok Register Index dan Pointer  Terdiri dari 2 buah register index dan 3 buah register pointer. Stack Pointer Stack Pointer Base Pointer Base Pointer Source Index Source Index Destination Index Destination Index Instruction Pointer Instruction Pointer SP BP SI DI IP

23  Pasangan register IP adalah register CS yang merupakan register terpenting untuk menunjukkan baris perintah program.  Pasangan register SP adalah register SS yang digunakan untuk operasi stack. Pada saat program pertama dijalankan register ini akan menunjuk pada byte terakhir stack.  Register BP mempunyai fungsi yang sama dengan register BX yaitu dapat menulis dan membaca ke atau dari memori secara langsung.

24  Index Register terdiri dari dua register yaitu register DI dan SI, dimana kedua register ini merupakan register yang dipakai untuk melakukan Operasi String. Kedua register ini sering digunakan untuk menulis dan membaca ke atau dari memori seperti BX dan BP.

25 Flag Register  Register 16 bit dengan komposisi sbb : XXXXOFDFIFTFSFZFXAFXPFXCF FLAGNILAI BIT 1NILAI BIT 0 CFCARRY FLAGCARRYNOT CARRY PFPARITY FLAGEVEN PARITYODD PARITY AFAUXILIARY FLAGNOT CARRYCARRY ZFZERO FLAGZERONOT ZERO SFSIGN FLAGNEGATIFPOSITIF TFTRAP FLAGTRAPNOT TRAP IFINTERUPT FLAGENABLEDISABLE DFDIRECTION FLAGDECREMENTINCREAMENT OFOVERFLOW FLAGOVERFLOWNOT OVERFLOW Flag operasi aritmatika dan logika : CF, PF, AF, ZF, SF. Flag operasi khusus kerja mikroprosesor : IF, DF, OF, TF.

26 Model Pengalamatan  Model pengalamatan adalah cara penulisan instruksi untuk transfer data, dari atau kedalam mikroprosessor.  Ada beberapa model pengalamatan : Model Pengalamatan Immediate. Model Pengalamatan Immediate. Model Pengalamatan Register. Model Pengalamatan Register. Model Pengalamatan Direct. Model Pengalamatan Direct. Model Pengalamatan Indirect. Model Pengalamatan Indirect. Model Pengalamatan String. Model Pengalamatan String. Model Pengalamatan I/O. Model Pengalamatan I/O.

27 Model Pengalamatan Immediate  Instruksi untuk trasnfer data ke memory atau register. Contoh : Contoh : MovAL,80H MovAL,80H MovBL,72H MovBL,72H Mov[1234H],25H Mov[1234H],25H MovAX,1234H MovAX,1234H MovDX,0300H MovDX,0300H

28 Model Pengalamatan Register  Instruksi untuk trasnfer data antar register. Contoh : Contoh : MovAL,BL MovAL,BL MovBH,AL MovBH,AL MovCH,CL MovCH,CL MovAX,BX MovAX,BX MovDX,CX MovDX,CX

29 Model Pengalamatan Direct  Instruksi untuk trasnfer data dari atau ke memory dimana alamat memory dituliskan langsung. Contoh : Contoh : Mov[1234H],80H Mov[1234H],80H MovBL,[3472H] MovBL,[3472H] Mov[1234H],AX Mov[1234H],AX MovAX,[1234H] MovAX,[1234H]

30 Model Pengalamatan Indirect  Instruksi untuk trasnfer data dari atau ke memory dimana alamat memory ditunjukkan oleh isi dari sebuah register. Contoh : Contoh : Mov[DI],80H Mov[DI],80H MovBL,[BP] MovBL,[BP] Mov[DI+1],AX Mov[DI+1],AX MovAX,[SI+BX] MovAX,[SI+BX]

31 Model Pengalamatan String  Dalam sistem komputer string adalah sebuah urutan penyimpanan dari byte atau word dalam memory.  Prosessor menyimpan text sepanjang string dari karakter ASCII. Contoh : Contoh : MOVSB MOVSB

32 Model Pengalamatan I/O  Ada 2 model pengalamatan I/O, yaitu model pengalamatan I/O direct dan indirect.  Model Pengalamatan I/O direct digunakan pada I/O yang mempunyai alamat mulai 00H s/d FFH.  Model Pengalamatan I/O indirect digunakan pada I/O yang mempunyai alamat mulai 0000H s/d FFFFH. Sebagai tempat untuk menyimpan alamat port adalah register DX.

33  Contoh : Out7FH,AL;Out data ke 7FH Out7FH,AL;Out data ke 7FH InAL,8FH;In data dari 8FH InAL,8FH;In data dari 8FH MovDX,0303H MovDX,0303H MovAL,80H MovAL,80H Out DX,AL Out DX,AL MovDX,0302H MovDX,0302H In AL,DX In AL,DX

34 Arsitektur Processor 8086/8088  Kapasitas memori = 1 MB. Terdapat 1 MB (2 20 ) = 1024 sel memori 8 bit, dengan alamat 0 s/d atau H s/d FFFFF H  Register-register 16 bit hanya mampu mengalamati memori dari 0 s/d (2 16 – 1).

35 Metode Pengalamatan Memori  Metode Pengalamatan dengan Dua Register / Pengalamatan Relatif (untuk mendapatkan pengalamatan 2 20 ): Segment Register Segment Register Offset Register Offset Register

36 Contoh Pengalamatan Relatif Segment Offset A123 : 009A H Komposisi Bit : = A1BCA H + Alamat Mutlak (physical address)

37  Pada arsitektur 8086/88 terdapat peta memori sebagai berikut : Alamat FisikKeterangan – 0007FBIOS INTERUPT VEKTOR – 003FFDOS INTERUPT VEKTOR – 004FFBIOS DATA AREA – 005FFDOS & BASIC DATA AREA – 9CFFFRAM WORKING SPACE A0000 – A3FFFCADANGAN A4000 – AFFFFMONOCHROME ADAPTER B0000 – B1000VIDEO BUFFER B1001 – B7FFFCOLOR/GRAPHICS ADAPTER B8000 – BBFFF BC000 – BFFFF C0000 – C7FFFEKSPANSI MEMORY C8000 – F3FFFHARDDISK CC000 – F3FFFCADANGAN F4000 – F5FFFUSER ROM (8 K) F6000 – FDFFFROM BASIC (32 K) FE000 – FFFFFROM BIOS (8 K) Organisasi Memori

38 Pengarang by : RIDWAN M


Download ppt "SISTEM BILANGAN DAN REGISTER Minggu_1.  TUJUAN Mahasiswa mengenal sistem bilangan. Mahasiswa mengenal sistem bilangan. Mahasiswa mampu mengkonversikan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google