Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Diploma Pengajian Islam Andalus (DPIA) Cawangan Yishun.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Diploma Pengajian Islam Andalus (DPIA) Cawangan Yishun."— Transcript presentasi:

1 Diploma Pengajian Islam Andalus (DPIA) Cawangan Yishun

2 PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF DAKWAH

3 Dalam sejarahnya pendidikan mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam penyiaran Islam. Pendidikan Islam merupakan mediator agar ajaran dan nilai-nilai Islam dapat difahami, dihayati dan diamalkan oleh umat disetiap aspek kehidupan. Dapat dikatakan bahwa pendidikan Islam merupakan tunggak utama dalam upaya mengajak umat untuk menjalankan perintah Allah SWT. dan menjauhi larangan-Nya.

4 Seiring dengan perkembangan zaman di dunia Islam (di Negara-negara sebagaian besar penduduknya beragama Islam) terjadi pergeseran dalam memanfaatkan pendidikan. Ada usaha pemisah objek studi dalam pendidikan, sehingga ada istilah pendidikan sekular (khusus untuk kemajuan kehidupan dunia) dan pendidikan Agama (khusus untuk urusan kehidupan akhirat). Sedangkan dalam Islam tidak mengenal pemisahan antara kemajuan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat, ertinya pendidikan apapun selama tidak merugikan umat dalam kehidupan dunia dan akhirat adalah pendidikan Islam.

5 Dalam perkembangan selanjutnya juga terjadi degradasi yang sangat tajam dalam kegiatan pendidikan Islam, pendidikan Islam seakan tidak dihargai sebagai usaha-usaha pengembangan manusia seutuhnya yang memiliki potensi spritual, intelektual dan emosional. Terjadi mengurangan makna yang menyebabkan kesempitan wilayah objek studinya. Pada akhimya tercipta pengeluaran. pendidikan yang justeru tidak Islam.

6 Konsep Pendidikan Islam Dalam persefektif sejarah, Rasulullah SAW menyebarluaskan Islam, juga memanfaatkan pendidikan, beliau bertindak sebagai guru, sebagai anugerah dari Allah SWT. Firman Allah dalam Al Qur'an Surah Ali Tmran/3 ayat 164 Berbunyi : "Sesungguhnya Allah memberi anugerah kepada orang-orang yang beriman ketika mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah. Membersihkan (jiwa) mereka, dan mengqjarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

7 Dalam waktu singkat masyarakat Islam ketika itu mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam berbagai bidang tidak hanya terbatas pada pemahaman, penghayatan, pengamalan ajaran agama yang bersifat ukhrawi saja tetapi juga implikasi pada aspek kehidupan duniawi. Kejayaan Islam di masa Dinasti Abbasiyah, juga tidak terlepas dari Pendidikan Islam yang jitu dan komprehenship. "Pada masanya pemerintahan Bani Abbas telah memiliki ilmu pengetahuan yang sangat tinggi. la tidak hanya bersangkutan persoalan ritual keagamaan, tetapi hampir seluruh faktor kehidupan". (Nourouzzaman Smddiqi : 19). Pendidikan Islam ketika itu tidak mengenal pemisahan antara wahyu dan akal bahkan keduanya saling menyempumakan.

8 Sehingga Pendidikan Islam dapat didefinisikan sebagai pendidikan akhlak. Namun pendidikan tersebut tidak mengabaikan tentang usaha dan rezeki seseorang dalam kehidupan dunia. (Muhammad Athiyah al-Abrasyi, 1975 : 157)

9 Hasan Langgulung mendefinisikan pendidikan Islam sebagai suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal didunia dan memetik hasilnya di akhirat. (Hasan Langgulung,1980 : 94).

10 Pada dasarnya pendidikan Islam adalah usaha untuk mencapai kemajuan perkembangan bagi individu peserta didik. "Dalam Islam yang disebut kemajuan itu adalah merangkumi kemajuan kebendaan (material) dan kemajuan mental (spritual) yang keduanya ditujukan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat". (Kamrani Buseri : 123).

11 Dari beberapa pendapat tentang pendidikan Islam dapat ditarik kesimpulan bahawa pendidikan Islam merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membentuk manusia muslim yang mempunyai karakter keperibadian Islam. Memiliki kemampuan dalam menghadapi tentangan zaman, dan bermakna bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Sehingga dapat wujud manusia sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan dari makhluk lain (Q.S. 17 : 70). Jika kelebihan potensi manusia tidak dikembangkan akan musnah akibatnya sebagaimana firman Allah dalam Alquran SurahAt-Tiin (95) ayat 4 dan 5 yang berbunyi : Sesungguhnya Kamitelah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik- baiknya.Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendahrendahnya (neraka).

12 Pendidikan Barat dan Masalah Pendidikan di Dunia Islam -Pengaruh sistem Barat terhadap sistem pendidikan Islam tidak hanya pendidikan Islam tidak lagi berorientakan sepenuhnya pada tujuan Islam (iaitu membentuk manusia yang bertaqwa kepada Allah) tetapi juga tidak dapat mencapai tujuan pendidikan Barat yang bersifat sekuler.

13 -Pendidikan Barat yang diadaptasikan dalam pendidikan Islam, meskipun mencapai kemajuan, tetap tidak layak dijadikan sebagai sebuah model untuk menunjukan peradaban Islam yang damai, anggun dan ramah terhadap kehidupan manusia. Jika ditelusuri ke belakang Muhammad Mubarak menuturkan : "karakteristik sistem pendidikan Barat adalah sebagai refleksi dari pemikiran dan budaya abad ke-20 yang diberi kesan dengan isolasi terhadap agama, sekulerisme, negara, materialisme, penyangkalan terhadap wahyu, dan penghapusan nilai-nilai etika

14 maka corak pendidikin Barat tersebut tidak terlepas dari pandangan Barat terhadap ilmu pengetahuan. yang kemudian diganti dengan pragmatisme maka corak pendidikin Barat tersebut tidak terlepas dari pandangan Barat terhadap ilmu pengetahuan. Di Barat ilmu pengetahuan hanya berdasarkan pada akal dan indra, sehingga ilmu pengetahuan itu hanya mencakup hal-hal yang dapat diindrakan dan di nalar semata.

15 - Ammlllah Ahmad dalam Mujamil Qamar. (2005 : ) berpendapat bahawa sistem pendidikan yang dikotomik menyebabkan lahimya sistem pendidikan umat Islam yang sekuleristik, rasionalistik-emperik, intuitif dan materialistik. Keadaan ini tidak mendukung cara kehidupan umat yang mampu melahirkan peradaban Islam. Secara ringkas dikotomi pendidikan itu menyebabkan:

16 1. Kegagalan merumuskan tauhid dan bertauhid 2. Lahirya syirik yang berakibat adanya penyusunan flkrah Islam. 3. Penyusunan kurikulum 4. Terjadinya penyusunan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan.

17 5. Adanya dikotomi lulusan pendidikan dalam bentuk “split personality” ganda dalam erti kemusyrikan, kemunafikan yang mengurus dalam sistem keyakinan. sistem pemikiran, sikap, cita-cita dan perilaku yang disebut dengan sekulerisme. 6. Rosaknya sistem pengelolaan lembaga pendidikan. 7. Lembaga pendidikan melahirkan manusia yang berkeperibadian ganda, justeru menimbulkan dan memperkukuh sistem kehidupan umat yang sekuleristik, rasionalistik, empiristik, intuitif dan materialistik.

18 8. Lahimya peradaban Barat sekuler yang dikait dengan nama Islam. 9. Lahimya da'i yang berusaha merealisasikan Islam dalam bentuknya yang memisahkan kehidupan sosiopolitik- ekonomi ilmu pengetahuan-teknologi dengan ajaran Islam, agama hanya untuk urusan akhirat.

19 Pendidikan Islam dalam Perspektif Dakwah 1. Pendidikan Islam sebagai Pengembangan Fitrah Manusia dilahirkan dengan potensi kebaikan, sebagaimana Firman Allah dalam Q.S. 30 : 30 yang berbunyi : " Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah): (tetaplah atas) fitrahAllah yang telah menciptakan manusia menurut jib-ah itu. Tidak ada perubahan pada fttrah Allah (Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui"

20 Pendidikan Untuk Keselamatan - Pragmatisme dan materialisme melanda hampir semua aspek kehidupan, sebuah fahaman yang menjebak umat agar selalu berorientasi pada kehidupan dunia, hal tersebut digambarkan Allah sebagaimana firman-Nya (Q.S All 'Imran/3 : 14)

21 - Dalam beberapa masalah ada seorang muslim yang taat beribadah. tetapi juga begitu mudahnya melakukan perbuatan mungkar, hal tersebut terjadi kerana keperibadiannya tidak terbentuk sebagai peribadi seorang muslim. - Untuk itulah diperlukan kegiatan pendidikan untuk membentuk keperibadian atau manusia Islam yang seutuhnya tangguh dan teguh memegang ajaran Islam.

22 -Dalam perspektif dakwah, secara teori pendidikan Islam harus berpaksi kepada Al Qur'an dan Hadis.Aspek yang sangat penting dilakukan dalam dalam pendidikan Islam adalah membentuk aspek jiwa agar selalu mendapat ketenangan (Q.S 89 : 27-30), untuk mencapai ketenangan jiwa sistem pendidikan Islam harus mengandung unsur-unsur iaitu; Abdillah, berpegang pada kitab. nabi. berkah/bermakna,selalu solat, berzakat, menghormati orang tua, dan tidak sombong (lihat Q.S. 19 : 30-32).

23 1-Manusia sebagai Abid Semua yang terlibat dalam pendidikan Islam harus menanamkan dalam diri sebagai 'abid. Sebagai 'abid seorang individu dengan keyakinannya mengakui ke-Esaan Allah sehingga yang bersangkutan akan terhindar dari kesyirikan, hidupnya hanya untuk menyembah dan mengabdi kepada Allah

24 Menurut Nawawi manusia sebagai abid diwujudkan dalam tiga bentuk. iaitu kerendahan diri kepada- Nya, yang menciptakan tujuan beribadah; selalu mentaati perintah-Nya, dan menunjukkan kasih sayang terhadap makhluk-Nya. Karena manusia sebagai 'abid diberi berbagai potensi, berilmu pengetahuan, maka ia disuruh beribadah kepada- Nya.

25 2. Berpegang pada Kitab Ertinya segala kegiatan pendidikan baik itu sistem mahupun tujuannya harus didapat dari akar ajaran Islam itu sendiri melalui Alquran, hadis, tulisan- tulisan ulama pemikir Islam, tidak diambil dengan meniru budaya Barat atau Timur yang belum tentu sesuai dengan ajaran Islam

26 3. Nabi Prinsip Nabi adalah membawa berita atau informasi Ilahiah bagi orang lain. Segala sesuatu yang disampaikan adalah kebenaran yang menuntut keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

27 4. Berkah / bermakna Hidup bermakna mempunyai pengertian yang sangat luas, sebagai manusia yang diciptakan Allah yang sempurna memiliki potensi jasmani dan rohani harus punyai peranan yang strategik sebagai pemakmur kehidupan di bumi, itulah makna kehidupan manusia dalam perspektif duniawi.

28 Ketinggian darjat manusia menjadikan dirinya mempunyai tanggung-jawab lebih berat. Amanah tanggung jawab untuk menjadi khalifah yang telah ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. namun mereka menolaknya.

29 5. Solat Prinsip solat adalah mengajarkan kepada manusia secara rohani & jasmani selalu sujud dan tunduk kepada Allah. Sujud dan tunduk dimanifestasikan dalam segala kegiatan dan aktiviti manusia, tidak hanya secara formal ketika melakukan solat.

30 6. Zakat Prinsip zakat mengajarkan untuk membantu orang yang tidak mampu, menolong orang-orang yang masihberada dibawah baik ditinjau dari ekonominya, ilmu pengetahuannya, keimanan dan ketaqwaannya.

31 7. Bakti pada Orang Tua Dalam ajaran Islam, orang tua adalah harus dimuliakan, bila pun dan di mana pun. Oleh kerana itu maka bakti kepada orang tua merupakan sesuatu yang nescaya dan harus dilakukan oleh siapa pun.

32 8. Rendah hati /tidak sombong Apapun yang didapat dari kegiatan pendidikan justerumenjadikan individu rendah hati/ tidak sombong. Kerana semakin banyak dan tinggi ilmu didapat semakin banyak kekurangan yang ketara pada diri kita.

33 - Pendidikan sebagai starategi dakwah, idealnya diselenggarakan dengan kolektif dan individual. - Kolektif dalam erti pendidikan ditinjau sebagai sistem yang melibatkan berbagai komponen misalnya; pendidik, anak didik. metodologi, lingkungan, kurikulum, metodologi, pengurusan. Individual pendidikan ditinjau dari interaksi antara pendidik dan anak didik.


Download ppt "Diploma Pengajian Islam Andalus (DPIA) Cawangan Yishun."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google