Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

IV. FAKTOR ABIOTIK SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT HUTAN Faktor-faktor abiotik penyebab penyakit hutan antara lain: 1. Tanah 2. Aerasi/pertukaran udara di dalam.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "IV. FAKTOR ABIOTIK SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT HUTAN Faktor-faktor abiotik penyebab penyakit hutan antara lain: 1. Tanah 2. Aerasi/pertukaran udara di dalam."— Transcript presentasi:

1 IV. FAKTOR ABIOTIK SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT HUTAN Faktor-faktor abiotik penyebab penyakit hutan antara lain: 1. Tanah 2. Aerasi/pertukaran udara di dalam tanah 3. Faktor Iklim 4. Polusi Udara 1/12/2015Call

2 Perlindungan Hutan 4 1. Tanah - air tanah - Unsur-unsur kimia dalam tanah baik makro maupun mikro 2. Aerasi/pertukaran udara di dalam tanah Oksigen adalah unsur yang sangat penting bagi akar tumbuhan. Kandungan oksigen di dalam tanah yang baik adalah tidak kurang dari 20% dan CO 2 kurang dari 1%. 1/12/2015Call

3 Perlindungan Hutan 4 3. Faktor iklim a. Temperatur/suhu udara b. Cura hujan c. Angin d. Cahaya a. Temperatur/suhu udara Suhu udara yang sangat rendah sekitar 0 – 5 o C akan mengurangi penyerapan air oleh akar tumbuhan, sehingga akan berakibat: Air di dalam sel-sel tumbuhan berkurang 1/12/2015Call

4 Perlindungan Hutan 4 Konsentrasi cairan sel tinggi sehingga cairan sel keluar ke permukaan daun (plasmolisis) Sel-sel mengerut dan daun menjadi layu Batang pohon dapat retak Kerusakan sel-sel xilem Yang dimaksud dengan suhu tinggi Di sini adalah akibat sinar matahari. Suhu sekitar 60 o C dapat mematikan sel-sel yang masih muda dan tipis. Suhu tinggi akan lebih banyak merusak bila bersamaan dengan faktor lain, misalnya kekurangan air atau ada angin kencang. 1/12/2015Call

5 Perlindungan Hutan 4 Akibat yang ditimbulkan oleh suhu tinggi : Kematian pada semai Mencegah terjadinya regenerasi sel-sel dan reproduksi seperti pembentukan bunga atau buah Luka-luka pada kulit pohon muda Daun rontok sebelum waktunya (premature defoliation) Daun tertutup lapisan zat gula (sugar exudation) karena air banyak menguap dan tinggallah zat gula dipermukaan daun. 1/12/2015Call

6 Perlindungan Hutan 4 Untuk menghindari kerusakan akibat suhu tinggi dapat dilakukan dengan cara: - Dipersemaian dan di lapangan - Perlakuan sebelum di bawa ke pertanaman b. Curah hujan Curah hujan yang sangat deras (sekitar mm per jam) dapat merusak tanaman. - di persemaian - di pertanaman Pencegahan kerusakan di persemaian ? 1/12/2015Call

7 Perlindungan Hutan 4 c. Angin Angin yang dapat merusak hutan adalah yang mempunyai kecepatan 150 km/jam seperti angin cyclone, typhoon, tornado dan hurricane. Untuk mencegah kerusakan hutan akibat angin dapat dilakukan dengan cara menanam jenis-jenis pohon dengan sistem campuran, menanam pohon dengan jarak rapat pada pinggir-pinggir hutan yang berbatasan dengan tanah terbuka, melakukan penjarangan atau pemangkasan di dalam hutan (bukan pinggiran) sehingga dapat menghasilkan pohon-pohon yang kekar. 1/12/2015Call

8 Perlindungan Hutan 4 d. Cahaya Pada umumnya tanaman yang telah dewasa memerlukan cahaya penuh untuk kehidupannya. Tetapi pada waktu masih tingkat semai pemberian cahaya matahari harus benar-benar diperhatikan. Pemberian cahaya yang terlalu kuat dapat mengakibatkan semai-semai kerdil dan sulit untuk kembali normal. Intensitas cahaya yang diperlukan oleh setiap jenis tanaman berbeda-beda. Contoh. semai Dyera costulata (Jelutung) 33% 1/12/2015Call

9 Perlindungan Hutan 4 Semai mahoni dan jati tidak perlu naungan Acacia mangium lebih baik pertumbuhannya bila diberi intensitas cahaya 27% dibandingkan dengan 50% dan 100%. e. Polusi Udara Pertambahan penduduk dan industri akan menambah pengotoran terhadap lingkungan, karena sisa-sisa bahan keperluan manusia dan industri dibuang di sekitarnya dan gas yang terjadi lepas ke udara, sehingga udara yang mengandung racun (polutan) menyebabkan kerusakan pada pohon hutan. Tetapi hutan yang menderita kebanyakan yang berada di sekitar 1/12/2015Call

10 Perlindungan Hutan 4 sedangkan yang jauh tidak karena tidak terjangkau lagi oleh asap atau gas-gas pabrik atau walaupun terjangkau tetapi konsentrasinya sudah berkurang. Menurut suratmo (1978), intensitas kerusakan hutan akibat polusi udara dipengaruhi oleh: a. Macam uap, gas, sampah atau debu yang dikeluarkan pabrik b. Konsentrasinya di udara c. Jarak hutan dari pabrik d. Kecepatan angin e. Topografi f. Jenis tanaman hutan 1/12/2015Call

11 Perlindungan Hutan 4 1/12/2015Call


Download ppt "IV. FAKTOR ABIOTIK SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT HUTAN Faktor-faktor abiotik penyebab penyakit hutan antara lain: 1. Tanah 2. Aerasi/pertukaran udara di dalam."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google