Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia STANDAR KOMPETENSI :

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia STANDAR KOMPETENSI :"— Transcript presentasi:

1

2

3 Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia STANDAR KOMPETENSI :

4 KOMPETENSI DASAR : Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya melalui pemahaman konfigurasi elektron

5 INDIKATOR -Dapat menjelaskan perkembangan teori atom dan menggambarkan model atom - Dapat menentukan partikel dasar (proton, elektron dan netron)

6 Tujuan Pembelajaran -Siswa dapat menjelaskan perkembangan teori atom dari John Dalton sampai Niels Bohr dan menggambarkan model atomnya - Siswa dapat menentukan partikel dasar atau sub atom (proton, elektron dan netron)

7 INDIKATOR LOGAM EMAS LOGAM TEMBAGA BAGAIMANA KALAU LOGAM – LOGAM TERSEBUT DIPECAH TERUS MENERUS APA YANG AKAN TERJADI :

8 -Dapat menjelaskan perkembangan teori atom dan menggambarkan model atom - Menentukan partikel dasar (proton, elektron dan netron) Leukippos dan Demokritos John Dalton J J ThomsonRobert Milikan Eugene Golstein Rutherford James Chadwick Niels Bohr Mekanika Kuantum

9 INDIKATOR Istilah atom pertama kali dikenalkan oleh leokippos yaitu atom merupakan bagian terkecil dari suatu materi. Pendapat tersebut dikembangkan lagi oleh muridnya yaitu Demokritos Leokippos dan Demokritos

10 INDIKATOR Pada tahun 1804, John Dalton mengemukakan tentang eksitensi suatu atom. Berdasar pada pemikiran tersebut ia merumuskan teori atomnya sebagai berikut : 1. Materi tersusun dari partikel-partikel kecil yang disebut dengan atom 2. Unsur adalah materi yang tersusun dari atom-atom sejenis dengan massa dan sifat yang sama 3. Unsur yang berbeda memiliki atom-atom dengan massa dan sifat yang berbeda pula. 4. Senyawa adalah materi yang tersusun dari sekurangnya 2 jenis atom atom dari unsur-unsur yang berbeda, dalam senyawa atom-atom tersebut berikatan melalui ikatan antar atom. 5. Atom tdak dapat dimusnahkan. Reaksi kimia hanyalah terjadi penataan ulang dari atom-atom yang terlibat dalam reaksi tersebut. John Dalton

11 INDIKATOR Dalton juga memberikan gambaran tentang model atom, model atom Dalton yaitu digambarkankan sebagai berikut : Bola Pejal John Dalton Kelemahan : Tidak dapat menjelaskan sifat listrik dari materi atau atom

12 Pada Tahun 1897, Joseph John Thomson melakuan eksperimen yaitu memberikan pengaruh medan listrik atau medan magnet dalam tabung sinar katoda. Hasil eksperimennya membuktikan bahwa ada partikel bermuatan negatif dalam suatu atom karena sinar tersebut dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan magnet/listrik. Eksperimen yang dilakukan J J Thomson adalah sebagai berikut : J J Thomson

13 Sinar katoda dibelokkan oleh muatan medan magnet kearah kutub positif dan tolak menolak dengan arah kutub negative. Fakta ini dijadikan landasan bagi Thomson untuk menyimpulkan bahwa sinar katoda sebagai sebagai arus partikel yang bermuatan negative, yang disebut dengan elektron. Dengan harga e/m yaitu : -1,76 x 10 8 coulomb/gram. e = muatan m= massa elektron J J Thomson

14 J.J. Thompson memperinci model atom Dalton. Dikemukakannya bahwa “Atom berbentuk bola pejal bermuatan positif dan elektronnya tersebar merata. Elektron – elektron dalam atom diumpamakan seperi butiran kismis dalam roti J J Thomson Kelemahan dari model atom Thomson : Tidak dapat menerangkan letak atau posisi muatan positif

15 INDIKATOR Pada tahun 1909, Robert Andrews Millikan melakukan eksperimennya yaitu Eksperimen Tetes Millikan.Eksperimen tersebut : Robert Milikan 1. Dengan menggunakan alat penyemprot, minyak disemprotkan sehingga membentuk tetesan-tetesan kecil. Sebagian tetes minyak akan melewati lubang pada pelat dan jatuh karena gaya gravitasi

16 INDIKATOR 2. Dengan menggunakan teropong, diameter tetes minyak dapat ditentukan, sehingga massa minyak dapat diketahui 3. Radiasi sinar X akan mengionkan gas di dalam silinder. Ionisasi tersebut akan menghasilkan elektron, selanjutnya elektron akan melekat pada tetes minyak, sehingga tetes minyak menjadi bermuatan listrik negatif. Padatetes minyak ada yang menyerap satu,dua, atau lebih elektron. Jika pelat logam tidak diberi beda potansial, tetes-tetes minyak tetap jatuh karena pengaruh gaya gravitasi. 2. Dengan menggunakan teropong, diameter tetes minyak dapat ditentukan, sehingga massa minyak dapat diketahui 3. Radiasi sinar X akan mengionkan gas di dalam silinder. Ionisasi tersebut akan menghasilkan elektron, selanjutnya elektron akan melekat pada tetes minyak, sehingga tetes minyak menjadi bermuatan listrik negatif. Padatetes minyak ada yang menyerap satu,dua, atau lebih elektron. Jika pelat logam tidak diberi beda potansial, tetes-tetes minyak tetap jatuh karena pengaruh gaya gravitasi. Robert Milikan

17 INDIKATOR 4.Jika pelat logam diberi beda potensial dengan pelat bawah sebagai kutub negatif, maka tetes minyak yang bermuatan negatif akan mengalami gaya tolak listrik. Sesuai dengan hukum coloumb, tetes minyak yang mengikat lebih banyak elektron akan tertolak lebih kuat. Pergerakan tetes minyak dapat diamati menggunakan teropong. 5.Melalui eksperimen tersebut, Milikan menemukan bahwa muatan dari tetes-tetes minyak selalu merupakan kelipatan bulat dari suatu muatan tertentu, yaitu -1,602 x coloumb. e/m = -1,76 x 10 8 coulomb/gram dari Eksperimen Thomson Sehingga : massa eletron : 9,10 x gram 4.Jika pelat logam diberi beda potensial dengan pelat bawah sebagai kutub negatif, maka tetes minyak yang bermuatan negatif akan mengalami gaya tolak listrik. Sesuai dengan hukum coloumb, tetes minyak yang mengikat lebih banyak elektron akan tertolak lebih kuat. Pergerakan tetes minyak dapat diamati menggunakan teropong. 5.Melalui eksperimen tersebut, Milikan menemukan bahwa muatan dari tetes-tetes minyak selalu merupakan kelipatan bulat dari suatu muatan tertentu, yaitu -1,602 x coloumb. e/m = -1,76 x 10 8 coulomb/gram dari Eksperimen Thomson Sehingga : massa eletron : 9,10 x gram Robert Milikan

18 INDIKATOR Goldstein Pada tahun 1886, sebelum hakikat sinar katoda ditemukan, Goldstein melakukan suatu eksperimen dengan tabung sinar katoda dan ia menemukan fakta : Apabila katoda tidak berlubang ternyata gas di belakang katoda tetap gelap. Namun, apabila pada katoda berlubang ternyata gas di belakang katoda menjadi berpijar. Hal ini menunjukkan bahwa adanya radiasi yang berasal dari anoda, yang menerobos ke lubang dan menuju ke katoda. Radiasi itu disebut dengan sinar anoda atau sinar positif atau sinar terusan.

19 INDIKATOR Goldstein Partikel sinar terusan ternyata bergantung pada jenis gas dalam tabung. Artinya, jika gas dalam tabung diganti, ternyata dihasilkan partikel sinar terusan dengan ukuran yang berbeda. Partikel sinar terusan terkecil diperoleh dari gas hidrogen. Selanjutnya pada tahun 1919, partikel positif dari atom H diberi nama yaitu proton yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “proteis” yang artinya yang terpenting. Massa proton sekitar 1,672 x gram.

20 INDIKATOR Dari ekperimen tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1. Sebagian besar partikel sinar alfa diteruskan, menunjukkan bahwa pada dasarnya atom merupakan ruang kosong 2. Partikel sinar alfa yang mendekati inti atom dibelokkan, menunjukkan adanya gaya tolak inti terhadap lempeng tipis emas Rutheford Pada tahun 1910, Rutherford melakukan eksperimennya dengan melakukan penembakan sinar alfa terhadap sasaran sebuah lempeng emas tipis. Sinar alfa merupakan sinar yang berasal dari partikel yang dipancarkan oleh zat radioaktif.

21 INDIKATOR Rutheford 3. Adanya sinar yang dipantulkan, menunjukkan bahwa dalam atom-atom emas terdapat bagian yang padat yang mampu memantulkan partikel alfa dan bagian atom yang padat tersebut mempunyai muatan positif (partikel alfa yang bermuatan positif akan ditolak oleh bagian atom yang bermuatan sama) Model Atomny a: Atom tersusun atas inti atom yang memiliki muatan positif dan dikelilingi oleh elektron - elektron yang bermuatan negatif, hal ini dapat diasumsikan dengan planet yang mengelilingi matahari. Planet sebagai elektron sedangkan matahari adalah inti atom yang bermuatan positif. Rutheford

22 INDIKATOR Kelemahan Model atom Rutherford : Tidak bisa menerangkan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron. Menurut hukum fisika kalsik, gerakan elektron mengelilingi inti akan disertai pemancaran energi yang berupa radiasi elektromagnet. Jika demikian maka energi elektron akan melambat. Sementara jika elektron gerakannya melambat, maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akhirnya akan jatuh ke inti atom. Kelemahan Model atom Rutherford : Tidak bisa menerangkan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron. Menurut hukum fisika kalsik, gerakan elektron mengelilingi inti akan disertai pemancaran energi yang berupa radiasi elektromagnet. Jika demikian maka energi elektron akan melambat. Sementara jika elektron gerakannya melambat, maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akhirnya akan jatuh ke inti atom. Rutheford

23 INDIKATOR Dari penembakan sinar α ke dalam pelat berilium akan menghasilkan suatu radiasi atau partikel yang tidak bermuatan. Partikel yang tidak bermuatan tersebut selanjutnya disebut dengan neutron, dengan massa yaitu 1,675 x kg Chadwick

24 Niels Bohr Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan percobaannya menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis. Hipotesis Bohr adalah : 1. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang. 2. Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika berpindah ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi. Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan percobaannya menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis. Hipotesis Bohr adalah : 1. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang. 2. Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika berpindah ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi. Niels Bohr

25 INDIKATOR Niels Bohr Model atom yang diajukan Bohr dapat diterangkan sebagai berikut: Niels Bohr Elektron-elektron dalam atom hanya dapat melintasi lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit-kulit atau tingkat – tingkat energi, yaitu lintasan di mana elektron berada pada keadaan stationer, artinya tidak memancarkan energi.

26 INDIKATOR Niels Bohr Kegagalan mekanika klasik yang terutama adalah tidak mampu menjelaskan fakta-fakta yang diperoleh pada beberapa eksperimen antara lain eksperimen radiasi benda hitam, efek fotolistrik. Sehingga untuk menjelaskan spekta yang dihasilkan dari partikel subatom diperlukan mekanika yang lain. Mekanika ini mempelajari tentang gerakan partikel subatom yang dinamis. Selanjutnya mekanika tersebut disebut dengan mekanika gelombang atau kuantum. Model atom menurut Mekanika Kuantum : Mekanika Kuantum

27 Niels Bohr LATIHAN SOAL : 1. Partikel penyusun inti atom adalah.... A. proton D. proton dan neutron B. neutron E. proton, elektron, dan neutron C. neutron dan elektron 2. Di antara pernyataan berikut ini, yang benar untuk neutron adalah.... A. jumlahnya selalu sama dengan jumlah proton B. jumlahnya sama dengan jumlah elektron C. merupakan partikel atom bermuatan netral D. merupakan partikel atom bermuatan positif E. merupakan partikel atom bermuatan negatif 3. Partikel dasar penyusun atom terdiri atas proton, neutron, dan elektron. Muatan listrik partikel dasar tersebut berturut-turut adalah.... A. –1; +1; 0 D. –1; 0; +1 B. +1; –1; 0 E. 0; –1; +1 C. +1; 0; –1

28 Niels Bohr Kegagalan mekanika klasik yang terutama adalah tidak mampu menjelaskan fakta-fakta yang diperoleh pada beberapa eksperimen antara lain eksperimen radiasi benda hitam, efek fotolistrik. Sehingga untuk menjelaskan spekta yang dihasilkan dari partikel subatom diperlukan mekanika yang lain. Mekanika ini mempelajari tentang gerakan partikel subatom yang dinamis. Selanjutnya mekanika tersebut disebut dengan mekanika gelombang atau kuantum. Awan (daerah) di sekitar inti yang kemungkinan ditemukan elektron disebut dengan orbital 4. Kelemahan model atom Thomson tidakdapat menerangkan.... a. atom berelektron banyak b. hubungan larutan senyawadengan daya hantar listrik c. elektron tidak jatuh ke inti d. susunan muatan positif dalam atom e. adanya lintasan elektron. 5. Partikel alfa yang ditembakkan pada lempeng logam tipis sebagian besar diteruskan, tetapi sebagian kecil dibelokkan atau dipantulkan. Partikel alfa yang lintasannya mengalami pembelokan adalah.... A. partikel alfa yang menabrak inti atom B. partikel alfa yang menabrak elektron C. partikel alfa yang melewati ruang kosong jauh dari inti atom D. partikel alfa yang melewati ruang kosong mendekati inti atom E. partikel alfa yang berenergi rendah 6. Di antara pernyataan berikut ini, yang benar adalah.... A. elektron ditemukan oleh Milikan melalui percobaan tetes minyak B. neutron ditemukan oleh J. Chadwick pada tahun 1932 C. inti atom ditemukan oleh Niels Bohr melalui percobaan spektrum atom Hidrogen D. proton ditemukan oleh Henry Bacquerel pada tahun 1896 E. muatan elektron ditemukan oleh Thomson melalui percobaan tabung sinar katode 4. Kelemahan model atom Thomson tidakdapat menerangkan.... a. atom berelektron banyak b. hubungan larutan senyawadengan daya hantar listrik c. elektron tidak jatuh ke inti d. susunan muatan positif dalam atom e. adanya lintasan elektron. 5. Partikel alfa yang ditembakkan pada lempeng logam tipis sebagian besar diteruskan, tetapi sebagian kecil dibelokkan atau dipantulkan. Partikel alfa yang lintasannya mengalami pembelokan adalah.... A. partikel alfa yang menabrak inti atom B. partikel alfa yang menabrak elektron C. partikel alfa yang melewati ruang kosong jauh dari inti atom D. partikel alfa yang melewati ruang kosong mendekati inti atom E. partikel alfa yang berenergi rendah 6. Di antara pernyataan berikut ini, yang benar adalah.... A. elektron ditemukan oleh Milikan melalui percobaan tetes minyak B. neutron ditemukan oleh J. Chadwick pada tahun 1932 C. inti atom ditemukan oleh Niels Bohr melalui percobaan spektrum atom Hidrogen D. proton ditemukan oleh Henry Bacquerel pada tahun 1896 E. muatan elektron ditemukan oleh Thomson melalui percobaan tabung sinar katode

29 Niels Bohr Kegagalan mekanika klasik yang terutama adalah tidak mampu menjelaskan fakta-fakta yang diperoleh pada beberapa eksperimen antara lain eksperimen radiasi benda hitam, efek fotolistrik. Sehingga untuk menjelaskan spekta yang dihasilkan dari partikel subatom diperlukan mekanika yang lain. Mekanika ini mempelajari tentang gerakan partikel subatom yang dinamis. Selanjutnya mekanika tersebut disebut dengan mekanika gelombang atau kuantum. Awan (daerah) di sekitar inti yang kemungkinan ditemukan elektron disebut dengan orbital 7. Teori atom Niels Bohr mengandung gagasan tentang.... A. partikel dasar D. isotop B. inti atom E. orbital C. tingkat energi dalam atom 8. Zat yang memancarkan radiasi secara spontan dan bermuatan positif disebut.... A. elektron D. sinar alfa B. sinar gama E. sinar radioaktif C. sinar beta 9 Sentyawa terbebtuk dari dua unnsur atau lebih, pernyatan ini merupakan teori atom dari A. Dalton D. Bohr B. Thomson E. Milikan C. Rutherford 10. Atom merupaan bola pejal bermuatan positif dan elektron tersebar merata merupakan model atom dari A. Bohr D. Dalton B. Rutherford E. Thomson C. Milikan JAWABAN

30 Niels Bohr Kegagalan mekanika klasik yang terutama adalah tidak mampu menjelaskan fakta-fakta yang diperoleh pada beberapa eksperimen antara lain eksperimen radiasi benda hitam, efek fotolistrik. Sehingga untuk menjelaskan spekta yang dihasilkan dari partikel subatom diperlukan mekanika yang lain. Mekanika ini mempelajari tentang gerakan partikel subatom yang dinamis. Selanjutnya mekanika tersebut disebut dengan mekanika gelombang atau kuantum. Awan (daerah) di sekitar inti yang kemungkinan ditemukan elektron disebut dengan orbital 1.E 2.C 3.C 4.D 5.D 6.A 7.C 8.D 9.A 10.E JAWABAN

31 Niels Bohr DAFTAR PUSTAKA - Suyatno, dkk, 2007, Kimia untuk SMA/Ma kelas X, Grasindo, Jakarta - Johari, J.M.C dan Rachmawati, 2004, Kimia SMA jilid 1 untuk klas x, Esis, Jakarta -Justiana S and Muchtaridi, 2009, Chemistry for sSenior High School Year X, Yudhistira, Jakarta -www.intute.ac.uk -www.pkc.ac.th -www.kimia.upi.edu -www. chem-is-try.org -www.ucl.ac.uk DAFTAR PUSTAKA - Suyatno, dkk, 2007, Kimia untuk SMA/Ma kelas X, Grasindo, Jakarta - Johari, J.M.C dan Rachmawati, 2004, Kimia SMA jilid 1 untuk klas x, Esis, Jakarta -Justiana S and Muchtaridi, 2009, Chemistry for sSenior High School Year X, Yudhistira, Jakarta -www.intute.ac.uk -www.pkc.ac.th -www.kimia.upi.edu -www. chem-is-try.org -www.ucl.ac.uk

32 Niels Bohr Nama : Susilo Tri Atmojo, S.Si Agama : Islam Status : Menikah No Telp: No HP: Tempat, Tgl Lahir: Tegal, 28 Mei 1977 Alamat : Kompleks SMA Taruna Nusantara P.35 Jl Purworejo Km 5 Magelang Pekerjaan : Pamong Kimia SMA Taruna Nusantara Alamat Blog : Kimia 35 (susilochem04.blogspot.com)

33


Download ppt "Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia STANDAR KOMPETENSI :"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google