Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Statistik Harga Konsumen. Latar Belakang Inflasi merupakan salah satu indikator penting yg dpt memberikan informa si ttg dinamika perkem bangan harga.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Statistik Harga Konsumen. Latar Belakang Inflasi merupakan salah satu indikator penting yg dpt memberikan informa si ttg dinamika perkem bangan harga."— Transcript presentasi:

1 Statistik Harga Konsumen

2 Latar Belakang

3 Inflasi merupakan salah satu indikator penting yg dpt memberikan informa si ttg dinamika perkem bangan harga brg dan jasa yg dikonsumsi masy Inflasi yg merupakan indikator pergerakan antara Demand dan Supply di pasar riil juga terkait erat dgn perubahan tkt suku bunga, produktivitas ekonomi, nilai tukar rupiah dgn valuta asing, indeksasi anggaran dan parameter ekonomi makro lain

4 Inflasi menggambarkan kecenderungan umum ttg perkembangan harga dan perubahan nilai shg dpt dipakai sebagai informasi dasar utk pengambilan keputusan pada tingkat mikro spt rt/masy dpt memanfaatkan angka inflasi utk dasar penyesuaian pengeluaran kebutuhan sehari-hari dgn pendapatan mereka yg relatif tetap pada tkt korporat angka inflasi dpt di pakai utk perencanaan pembelanjaan dan kontrak bisnis. dlm lingkup yg lebih luas (makro) angka inflasi menggambarkan kondisi/stabilitas moneter dan perekonomian

5 Kegunaan Data Inflasi

6  Indeksasi upah dan tunjangan gaji pegawai (Wage- Indexation).  Penyesuaian Nilai Kontrak (Contractual Payment).  Eskalasi Nilai Proyek (Project Escalation).  Penentuan Target Inflasi (Inflation Targeting).  Indeksasi APBN (Budget - Indexation).  Sebagai pembagi PDB, PDRB (GDP Deflator).  Sebagai proksi perubahan biaya hidup (proxy of cost of living).  Indikator dini tingkat bunga, valas, dan indeks harga saham.

7 Referensi Penghitungan Inflasi

8 Paket Komoditas & Jasa beserta diagram timbang diperoleh atas dasar Survei Biaya Hidup di 66 kota utk IHK 2007=100 Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yg tertuang dlm Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yg diadaptasi utk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Rumus yg digunakan utk menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah Laspeyres yg dimodifikasi (Modified Laspeyres). Rumus tsb mengacu pada CPI Manual yg diterbitkan oleh Inter national Labour Organisation (ILO).

9 Konsep & Definisi

10  Inflasi IHK atau inflasi umum (head line inflation) adalah inflasi seluruh barang/jasa yg dimonitor harganya secara periodik.  Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti, inflasi administered prices, dan inflasi volatile goods.

11  Inflasi inti (core inflation) adalah inflasi brg/jasa yg per kembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum, spt ekspektasi inflasi, nilai tukar, dan keseimbangan permintaan dan penawaran, yg sifatnya cenderung permanen, persistent, dan bersifat umum.  Inflasi administered prices adalah inflasi brg/jasa yg perkembangan harganya secara umum dpt diatur pemerintah.  Inflasi volatile goods adalah inflasi brg/jasa yg perkem bangan harganya sangat bergejolak. Berdasarkan tahun dasar 2002, inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan, sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods.

12 Contoh Inflasi Umum  IHK Umum bln Maret 2010 sebesar 118,19  IHK Umum bulan Feb 2010 sebesar 118,36  maka besarnya angka inflasi/deflasi IHK Umum bulan Maret 2010 adalah [(118,19-118,36)/118,36] x 100 % = - 0,14 % (deflasi).

13 Contoh Inflasi Inti (Core Inflation) Jumlah komoditasnya 694 (89,66%) antara lain kontrak rumah, upah buruh, tepung terigu, daging babi, mobil, sepeda motor, dsb, dgn bobot se besar 65,99%.  IHK Komponen inti (core) bulan Maret 2010 sebesar 116,36  IHK Komponen inti (core) bulan Februari 2010 sebesar 116,18,  maka besarnya angka inflasi IHK Komponen inti (core) bulan Maret 2008 adalah [(116, ,18)/116,18] x 100 % = 0,15 % (Inflasi).

14 Contoh Inflasi Administered Prices  Jumlah komoditasnya sebanyak 19 (2,45%) antara lain bensin, tarif listrik, rokok, dsb, dengan bobot 17,95%  IHK Komponen administered prices bulan Maret 2010 sebesar 114,03  IHK Komponen administered prices bulan Februari 2010 sebesar 113,94  maka besarnya angka inflasi IHK Komponen administered prices bulan Maret 2010 adalah [(114,03-113,94)/113,94] x 100 % = 0,08 % (Inflasi).

15 Contoh Inflasi Volatile Goods  Jumlah komoditasnya sebanyak 61 (7,88%) antara lain beras, minyak goreng, cabe, daging ayam ras, dan sebagainya,dgn bobot sebesar 16,06%.  IHK Komponen volatile goods bulan Maret 2010 sebesar 130,33  IHK Komponen volatile goods bulan Februari 2010 sebesar 131,83,  maka besarnya angka inflasi/deflasi IHK Komponen volatile goods bulan Maret 2010 adalah [(130,33-131,83)/131,83] x 100 % = - 1,14 % (deflasi).

16 Konsep dan Definisi (2) 1. Menurut faktor penyebab inflasi a. Inflasi Tarikan Permintaan (Demand-Pull Inflation) terjadi akibat ketidakseimbangan antara jumlah permintaan dan penawaran b. Inflasi Desakan Biaya (Cost-Push- Inflation) terjadi akibat kenaikan biaya produksi

17 Konsep dan Definisi (3) 2. Menurut sifat inflasi a. Creeping Inflation (inflasi merayap) ditandai dengan laju inflasi rendah (< dari 10% per tahun). b. Galloping Inflation ditandai dengan kenaikan harga yg cukup besar (double digit atau triple digit), waktu relatif pendek. c. Hyper Inflation (inflasi tinggi) yang paling parah sampai lima atau enam kali. Perputaran uang semakin cepat, harga naik secara akselerasi.

18 Konsep dan Definisi (4) 3. Menurut asal inflasi a. Inflasi berasal dari dalam negeri (Domestic Inflation) disebabkan kebijakan menambah jumlah uang beredar, gagal panen dan sebagainya. b. Inflasi berasal dari luar negeri (Imported - Inflation) disebabkan kenaikan harga-harga (inflasi) di luar negeri atau negara-negara partner dagang.

19 Konsep dan Definisi (5) 4. Menurut struktur inflasi a. Bersifat tetap (persisten) yaitu inflasi inti, merupakan komponen inflasi yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter dan merupakan trend inflasi jangka panjang.

20 Konsep dan Definisi (6) b. Bersifat sesaat (noise) merupakan komponen inflasi yang dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dibidang harga (administered price) dan dan kelompok bahan makanan (volatile food)

21 Konsep dan Definisi (10)  Paket komoditas adalah sekeranjang/sejumlah barang dan jasa yang secara umum dominan dikonsumsi oleh masyarakat di suatu kota.  Diagram timbang adalah diagram yang menunjukkan distribusi persentase nilai konsumsi tiap jenis barang/jasa terhadap total rata-rata pengeluaran rumah tangga di suatu kota.

22 SKEMA PENGHITUNGAN IHK (2007 = 100)

23 Sumber Data Data Dasar Sensus Ekonomi (SE’06) Kerangka Sample Pasar/Toko/ Outlet Daftar Pasar /Outlet Sampel (P 0 ) Relative Harga (P n /P 0 ) Survei Biaya Hidup (SBH’07 ) Nilai Konsumsi P 0. Q 0 (NK 0 ) SP 2000 SUPAS’05/ Susenas Pola Konsumsi Masy (Paket Komoditas/Jasa ) Diagram Timbang (Komoditas/ Jasa) (Q 0 ) Jumlah RT Ekonomi di Blok Sensus Elit/Non Elit Bobot Kota IHK (W i ) Hasil SBH’07 Inflasi Nasional / IHK Kota =  P n /P 0.NK 0  NK 0 Listing RT PoP Survey COICOP Inflasi Kota/ IHK Monitoring Harga IHK Nasional =  66 i = 1 W i. IHK i

24 Rumus IHK (modifikasi Laspeyres): In = Indeks periode ke-n Pni = Harga jenis barang i, periode ke-n P(n-1)i = Harga jenis barang i, periode ke-(n-1) P(n-1)i Qoi= Nilai konsumsi jenis barang i, periode ke-(n-1) Poi Qoi= Nilai konsumsi jenis barang i pada tahun dasar k = Jumlah jenis barang paket komoditas Metode Penghitungan IHK (1)

25 Penghitungan Relatif Harga (RH) Kualitas/Merk : Metode Penghitungan IHK (2) Penghitungan Relatif Harga (RH) Komoditas :

26 Menghitung Nilai Konsumsi (NK) Jenis Barang : Metode Penghitungan IHK (3)

27 Menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) : Metode Penghitungan IHK (4)

28 Rumus Inflasi : a. Untuk bulanan: IHK bulan (n) – IHK bulan (n-1) x 100 % IHK bulan (n-1) b. Untuk Tahunan: IHK bulan n tahun (A) – IHK bulan n tahun (A-1) x 100 % IHK bulan n tahun (A-1) Metode Penghitungan IHK (5)

29 Diseminasi Data (1) Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Maret 2010, Tahun Kalender 2010 dan Maret 2010 terhadap Maret 2009 menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) *) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan Desember 2009 ***) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan Maret 2009

30 Diseminasi Data (2)

31 Mencerdaskan Bangsa

32 Arigatou gozaimasu


Download ppt "Statistik Harga Konsumen. Latar Belakang Inflasi merupakan salah satu indikator penting yg dpt memberikan informa si ttg dinamika perkem bangan harga."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google