Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Modul 4:Keuangan Mikro dalam Pemulihan Penghidupan Keuangan Mikro dan Manajemen Bencana.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Modul 4:Keuangan Mikro dalam Pemulihan Penghidupan Keuangan Mikro dan Manajemen Bencana."— Transcript presentasi:

1 Modul 4:Keuangan Mikro dalam Pemulihan Penghidupan Keuangan Mikro dan Manajemen Bencana

2 SLIDE 2 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Tujuan Untuk memahami: kegiatan pemulihan penghidupan paska bencana (dibahas secara lebih rinci dalam Modul 5) bagaimana sebuah LKM bisa memodifikasi produk-produk standarnya untuk menanggapi suatu situasi bencana, seperti melalui penjadwalan ulang pinjaman dan pembiayaan ulang pinjaman berbagai produk baru yang bisa dipertimbangkan untuk menanggapi keadaan darurat, seperti produk khusus dan pengaturan leasing bagaimana LKM-LKM dapat berhubungan secara positif dengan berbagai instansi penyelamatan yang menawarkan intervensi keuangan seperti bantuan tunai dan kerja-demi-uang

3 SLIDE 3 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Topik - topik 1.Perkenalan berbagai Kegiatan Perbaikan Penghidupan 2.Berbagai produk Keuangan Mikro untuk Konteks Paska Bencana 3.Berbagai Modifikasi Produk Paska Bencana 4.Berbagai Produk Keuangan Mikro Baru Paska Bencana 5.Berbagai Produk Keuangan Lainnya Paska Bencana 6.Rangkuman

4 SLIDE 4 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION 1. Perkenalan kepada berbagai Kegiatan Perbaikan Penghidupan Penghidupan terdiri dari: berbagai kecakapan, harta/aset (termasuk materi dan sumber daya sosial), dan berbagai kegiatan yang dibutuhkan sebagai alat memenuhi kehidupan. Penghidupan itu berkelanjutan bilamana bisa menangani dan memulihkan diri dari tekanan dan goncangan, memelihara atau meningkatkan harta dan kewajibannya tanpa melemahkan sumber daya alam dasar. U. of Sussex, digunakan oleh DFID dan World bank

5 SLIDE 5 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Kegiatan Promosi Penghidupan – Contoh Kredit Tabungan Leasing Kerja-demi- uang Bantuan uang KeuanganNon- Keuangan Pelatihan ketrampilan Layanan pekerjaan Layanan pemasaran Layanan pengembangan usaha Hibah sejenis Kegiatan promosi penghidupan bertujuan membantu sipenerima secara ekonomis menjadi percaya atas kemampuan diri sendiri. Kredit dan tabungan adalah produk keuangan mikro tradisional. Hibah dan kerja-demi-uang adalah umum dalam konteks bencana. LKM perlu mengelola secara hati-hati koeksistensi dari produk- produk ini.

6 SLIDE 6 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION 2. Berbagai Produk Keuangan Mikro untuk Konteks Paska Bencana Kita dapat membagi ke dalam tiga kategori: 1.Modifikasi terhadap berbagai produk keuangan mikro yang tersedia. 2.Berbagai produk baru keuangan mikro. 3.Berbagai produk keuangan yang ditawarkan para instansi penyelamatan pada umumnya yang bukan produk ‘keuangan mikro’, tetapi yang lebih memerlukan koordinasi secara hati-hati antara instansi penyelamatan dengan LKM untuk menghindari hasil yang negatif.

7 SLIDE 7 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION 3. Berbagai Modifikasi Produk Paska Bencana ProdukPenyesuaian Pinjaman  Penjadwalan ulang  Pembiayaan ulang  Pengampunan pinjaman  Fleksibilitas dalam metodologi pemberian pinjaman Tabungan  Akses mudah dan segera atas simpanan  Mempertautkan produk tabungan dengan program kerja-demi-uang Brainstorm: Apa perbedaan antara ‘penjadwalan ulang pinjaman’ dengan ‘pembiayaan ulang pinjaman’? Apa perbedaan antara ‘pengampunan pinjaman’ dengan ‘penghapusan pinjaman’? Apa pendapat anda mengenai ‘pengampunan pinjaman?

8 SLIDE 8 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Berbagai Modifikasi Produk Pinjaman Penjadwalan ulang: memperpanjang jangka waktu pinjaman atau melonggarkan jadwal pembayaran Pembiayaan ulang: melunasi pinjaman (bermasalah) dengan mengeluarkan pinjaman baru. Ini memperkenankan para pelanggan untuk mulai lagi membayar angsuran pinjaman mereka, dengan harapan, akan terus berlangsung hingga pinjaman lunas. Pengampunan pinjaman: suatu hibah de facto. Pengampunan pinjaman bermanfaat bagi orang yang berbeda pada kadar yang berbeda, hal ini dapat menyebabkan ‘keengganan membayar kembali’ pada pinjaman-pinjaman selanjutnya, dan dapat menjurus pada dekapitalisasi serius dari dana pinjaman. Metodologi pemberian pinjaman: Walaupun pemberian pinjaman kepada kelompok menghasilkan pembayaran kembali yang tinggi dalam keadaan normal, program seperti itu dapat memperbesar kerugian sewaktu terjadi tekanan ekonomi yang meluas.

9 SLIDE 9 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Berbagai Modifikasi Produk Tabungan Pelajaran yang terungkap: Tidak semua pelanggan LKM menarik dana tabungan mereka segera setelah terjadinya suatu bencana. Didaerah-daerah yang sering terkena dampak bencana, tabungan pribadi umumnya digunakan untuk persiapan menangani bencana dan selama tahap pemulihan, daripada selama tahap penyelamatan. Permintaan untuk layanan simpanan ada bahkan selama tahap penyelamatan dan pemulihan awal (terutama bila dikaitkan dengan program kerja-demi-uang). Tidak semua LKM dapat menawarkan produk-produk tabungan ‘atas permintaan’ yang fleksibel.

10 SLIDE 10 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION 4. Berbagai Produk Keuangan Mikro baru Paska Bencana (1) Brainstorm: Menurut pendapat anda ‘produk keuangan mikro baru’ apa saja yang relevan dalam konteks paska bencana?

11 SLIDE 11 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Berbagai produk baru keuangan dalam konteks paska bencana termasuk: pinjaman darurat (atau pinjaman pengganti aset) pinjaman rekonstruksi microleasing Berbagai Produk Keuangan Mikro baru Paska Bencana (2) Brainstorm: Sehubungan dengan kemampuan pelanggan untuk membayar hutang baru, LKM punya pertimbangan apa saja berkenaan dengan penawaran pinjaman pengganti aset atau pinjaman rekonstruksi?

12 SLIDE 12 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Dalam pengaturan leasing sederhana: Orang yang menyewakan (perusahaan leasing atau LKM) menyewakan aset kepada pelanggan dengan imbalan yang dibayar secara angsuran. Orang yang menyewakan menguasai hak atas aset, sehingga aset tidak dapat dijual/dipertanggungkan/digadaikan. Tidak diperlukan agunan kecuali jika diminta proyeksi arus kas untuk persetujuan perjanjian leasing. Jangka waktu leasing bisa direntangkan hingga 70% dari perkiraan sisa umur aset. Pada jatuh tempo leasing, pelanggan punya pilihan untuk membeli aset dari orang yang menyewakan dengan harga yang disesuaikan dengan nilai sisa yang sudah disepakati lebih dulu. Microleasing

13 SLIDE 13 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Pelajaran yang Terungkap pada Microleasing Leasing memudahkan penyaringan pelanggan pada masa sulit. Uang muka dapat mengurangi risiko orang yang menyewakan, karena orang yang menyewakan memikul seluruh risiko usaha pelanggan. Pilihan para pelanggan keuangan mikro yang layak memperoleh pinjaman jangka panjang membantu menurunkan risiko jika uang muka tidak memungkinkan. Leasing memberikan pilihan kepada orang miskin untuk melakukan variasi kegiatan penghidupan. Leasing dapat membantu menyediakan hibah tanpa menciptakan distorsi pasar dan membantu menciptakan aset produktif. Tidak semua LKM dapat dan harus menyediakan microleasing, terutama setelah bencana. Microleasing sesuai bila ditawarkan melalui kemitraan yang terdiri dari LKM, perusahaan leasing, pedagang dan pengusaha pabrik.

14 SLIDE 14 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Produk keuangan lainnya dalam konteks paska bencana termasuk: Bantuan uang tunai Kerja-demi-uang 5. Berbagai Produk Keuangan lainnya Paska Bencana

15 SLIDE 15 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Hibah dan Pinjaman dalam Perbaikan Penghidupan Walaupun ada keprihatinan dari masyarakat keuangan mikro, hibah sering diberikan kepada para pengusaha mikro setelah bencana alam. Rekomendasi yang menyeluruh adalah harus adanya koordinasi yang terencana dan erat antara para instansi penyelamatan dengan LKM untuk memastikan adanya interaksi efektif antara hibah dengan produk pinjaman. Studi kasus : Bacalah studi kasus pada Handout Buatlah daftar apa saja yang menurut anda adalah alasan kunci bagi keberhasilan program hibah/pinjaman, dan jelaskan pendapat anda kepada kelompok.

16 SLIDE 16 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Hibah tidak cocok untuk semua situasi bencana. Jangan campuradukkan pinjaman dan hibah dalam satu perjanjian. Bila dimungkinkan, tawarkan hibah melalui mitra penyelamatan dan pinjaman melalui LKM. Bersikaplah transparan dalam menentukan kriteria pemilihan penerima hibah. Pemberian hibah hanya untuk jangka waktu yang sangat pendek. Pemberian hibah seharusnya sekali saja, dan harus ada proses ‘peningkatan’ ke arah mekanisme pasar seperti kredit mikro. Ajaklah para penerima berpartisipasi dalam penggantian aset. Lihat FDC Brief 3, ‘Hibah dan pinjaman untuk perbaikan mata pencaharian setelah bencana alam’ Pedoman untuk Hibah dan Pinjaman

17 SLIDE 17 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Kerja-demi-uang Program ini memfokuskan pada kegiatan pembersihan, perbaikan atau rekonstruksi setelah bencana. Program ini mempekerjakan buruh harian untuk jangka waktu tertentu dan upah harian yang sudah ditetapkan. Seringkali proyek ini merupakan kegiatan yang sudah dikenal di masyarakat.

18 SLIDE 18 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Kerja-demi-uang (CFW): Pedoman bagi LKM LKM seharusnya tidak terlibat langsung dengan CFW karena: akan melibatkan berbagai kegiatan diluar spesialisasi mereka; transfer dana melalui kegiatan CFW dapat dianggap sebagai hibah, hal tersebut akan memicu keraguan pelanggan atas keseriusan LKM sebagai penyedia jasa keuangan yang memiliki reputasi yang baik. Namun demikian, ada cara dimana LKM bisa terlibat secara tidak langsung dengan kegiatan CFW: membangun konsensus dengan para penyedia CFW untuk menghindari distorsi pasar. menghubungkan para penyedia CFW dan para penerima untuk memasok jasa keuangan yang dibutuhkan, termasuk layanan pembayaran dan layanan simpanan.

19 SLIDE 19 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION Kemitraan LKM dalam Kerja-demi-uang Ada peluang bagi LKM untuk bermitra dengan para penyedia CFW, yaitu dengan menyediakan layanan pembayaran pelanggan CFW dan juga layanan simpanan. LKM perlu merundingkan hal-hal sebagai berikut dengan para instansi penyelamatan untuk menyediakan layanan pembayaran secara efisien: biaya komisi untuk layanan pembayaran; pengaturan keamanan dalam pengiriman uang; jadwal waktu pembayaran uang tunai; mekanisme pengambilan uang tunai; biaya pelayanan untuk pengambilan uang tunai.

20 SLIDE 20 of 20 – MODULE 4: MICROFINANCE IN LIVELIHOOD RESTORATION 6. Rangkuman Dalam konteks paska bencana, maka memperbaiki penghidupan adalah kegiatan yang sangat serius, dalam hal ini LKM memainkan peranan yang penting. Menyusul penilaian terperinci dari situasi pelanggannya, LKM bisa menawarkan berbagai modifikasi produk keuangan mikro yang sudah ada. LKM juga dapat menawarkan berbagai produk baru untuk menanggapi situasi bencana. Koordinasi erat diperlukan antara para instansi penyelamatan dengan LKM-LKM untuk memastikan bahwa hibah, kerja-demi-uang dan berbagai intervensi lain seperti itu dapat berinteraksi positif dengan berbagai produk berjangka lebih panjang yang ditawarkan oleh LKM.


Download ppt "Modul 4:Keuangan Mikro dalam Pemulihan Penghidupan Keuangan Mikro dan Manajemen Bencana."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google