Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Academic Writing Cleoputri Yusainy, PhD. Academic writing is so bad on so many levels for so many reasons.  Menulis bukan merupakan perilaku alamiah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Academic Writing Cleoputri Yusainy, PhD. Academic writing is so bad on so many levels for so many reasons.  Menulis bukan merupakan perilaku alamiah."— Transcript presentasi:

1 Academic Writing Cleoputri Yusainy, PhD

2 Academic writing is so bad on so many levels for so many reasons.  Menulis bukan merupakan perilaku alamiah.  Langkah awal untuk menjadi penulis yang baik adalah dengan menjadi pembaca yang baik. sense-style-thinking-persons-guide- writing-21st-century

3 Referensi American Psychological Association. (2010). Publication Manual of the American Psychological Association (6 th ed.). Washington: American Psychological Association. Pinker, S. (2014). The sense of style: The thinking person's guide to writing in the 21 st century. New York: Viking Adult. Stenberg R.J., & Stenberg, K. (2010). The psychologist’s companion: A guide to writing scientific papers for students and researchers (5 th ed.). New York: Cambridge University Press.

4 Misconceptions about psychology papers  Menulis adalah pekerjaan rutin yang butuh banyak waktu tetapi sedikit kreativitas.  Hal terpenting adalah apa yang kita tuliskan, bukan cara penulisan.  Semakin panjang tulisan, semakin baik.  Tujuan utama tulisan ilmiah psikologi adalah mempresentasikan fakta dan informasi.  Negative results (hasil yang tidak mendukung hipotesis) tidak akan memiliki nilai.

5 Academic writing: Apa yang dicari oleh penguji?

6  Kajian pustaka (studi literatur).  Metodologi.  Presentasi hasil.  Diskusi dan simpulan. Kamus besar Bahasa Indonesia dalam jaringan

7 Periksa apakah Anda?  Tidak memberikan konteks?  Memakai contoh yang tidak relevan?  Memberi penekanan berlebihan pada informasi yang tidak penting?  Memakai jargon, istilah, singkatan, dll. yang tidak dijelaskan artinya?  Menyembunyikan fakta tertentu?  Memanipulasi fakta tertentu?  Memiliki bukti yang cukup?  Mengajukan bukti yang berlebihan?

8 Kajian pustaka  Sejauh mana pustaka yang dikaji relevan dengan penelitian yang dilakukan penulis?  Penulis terjebak pada sindrom, “Inilah segala yang saya ketahui tentang x”?  Adakah link yang dibuat secara eksplisit antara pustaka dengan metodologi yang dipilih penulis?  Adakah rangkuman aspek esensial dari studi sebelumnya yang dikaitkan dengan penelitian yang dilakukan penulis?  Adakah kajian kritis dari pustaka sebelumnya, ataukah penulis sekadar mendeskripsikan pustaka tersebut?

9 Kajian pustaka yang baik  Punya struktur yang logis.  Punya fokus dan arah yang jelas.  Argumentasi berimbang.  Atensi pada detil  Reflektif. Bersifat kritis, bukan sekadar deskriptif.  Akurat dalam pemakaian referensi dan kutipan.  Akurat dalam pemakaian istilah, tata bahasa (S- P-O-K), dan tanda baca.  Daftar pustaka yang lengkap (APA, 2010).

10 Kritisi studi terdahulu “Kondisikan” pembaca dengan tanyaan, masalah, dan keterbatasan studi terdahulu.  Akan tetapi, satu hal yang hingga kini masih menjadi persoalan, adalah apakah…  Kelemahan mendasar dari penelitian sebelumnya adalah …  Masalah utama yang muncul dari hasil studi sebelum ini adalah…  Meskipun demikian, ada inkonsistensi dalam argumen yang diajukan oleh peneliti sebelumnya.

11 Metodologi  Apakah penulis seperti memindahkan materi dari buku metodologi penelitian?  Apakah metode pengumpulan data sesuai dengan permasalahan yang ingin dijawab?  Sadarkah penulis akan keterbatasan dari metode yang digunakan?  Sesuaikah teknik analisis yang digunakan?  Sudahkah penulis memilih metode yang terbaik?  Apakah penulis memberikan justifikasi yang adekuat untuk metode yang ia pilih?

12 Presentasi hasil  Apakah hipotesis sudah benar-benar diuji?  Apakah hasil yang diperoleh relevan dengan tanyaan yang diajukan?  Apakah level dan bentuk analisis yang digunakan sesuai dengan data?  Bisakah hasil dipresentasikan secara lebih jelas?  Sudahkah penulis mengidentifikasi dan merangkum pola dan kecenderungan hasil yang ia peroleh?

13 Kesalahan umum dalam presentasi tabel dan gambar  Teks merupakan duplikasi dari hasil yang disajikan dalam tabel dan gambar.  Tabel dan gambar “mendadak muncul” tanpa diberi referensi pada teks.  Presentasi tabel dan gambar tanpa diskusi lebih lanjut.  Ingat: JUDUL tabel dan gambar harus bisa berdiri sendiri, terpisah dari teks.

14 Diskusi dan simpulan  Sadarkah penulis akan keterbatasan penelitian yang ia lakukan?  Sudahkah penulis mendiskusikan temuan utama dari hasil penelitiannya? Temuan tambahan?  Adakah kaitan yang dibuat dengan pustaka?  Adakah bukti upaya penulis untuk membangun teori atau mengkonseptualisasikan ulang masalah yang ia uji?  Adakah spekulasi yang dibuat penulis? Apakah spekulasi ini memiliki dasar?


Download ppt "Academic Writing Cleoputri Yusainy, PhD. Academic writing is so bad on so many levels for so many reasons.  Menulis bukan merupakan perilaku alamiah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google