Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dr Flora Eka Sari,SpP. Penderita: Pelaku, korban langsung, efek spiral Pelaku : Heteroseksual,LSL, PSK,Narkoba dsb Korban : Istri, anak, orang tak berdosa.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dr Flora Eka Sari,SpP. Penderita: Pelaku, korban langsung, efek spiral Pelaku : Heteroseksual,LSL, PSK,Narkoba dsb Korban : Istri, anak, orang tak berdosa."— Transcript presentasi:

1 Dr Flora Eka Sari,SpP

2 Penderita: Pelaku, korban langsung, efek spiral Pelaku : Heteroseksual,LSL, PSK,Narkoba dsb Korban : Istri, anak, orang tak berdosa Efek spiral : akibat transfusi, cuci darah yang tercemar darah HIV, paramedis tertular dsb Hukum, perlakuan dan perlindungan?  Kehidupan, sosial kemasyarakatan Preventif, Promotif, Edukasi  Islam

3 HIV/AIDS a. Informasi Umum Pengertian HIV Pengertian AIDS Asal HIV / AIDS&AIDS di Indonesia Singkatan: Human Immunodeficiency Virus Virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh

4 HIV/AIDS a. Informasi Umum ngertian HIV Pengertian AIDS sal HIV / AIDS IV&AIDS di Indonesia Singkatan: Acquired Immuno Deficiency Syndrome Kumpulan berbagai gejala penyakit akibat turunnya kekebalan tubuh yang didapat

5 HIV/AIDS a. Informasi Umum ngertian HIV engertian AIDS Asal HIV / AIDS HIV&AIDS di Indonesia 1.Asal HIV&AIDS -belum diketahui dari mana dan kapan HIV&AIDS muncul/ Kasus Gay? 2.Penemu HIV&AIDS -Dr. Luc Montaigner, dkk -Dr. Robert Gallo -J. Levy -Komisi Taksonomi International

6 HIV/AIDS a. Informasi Umum HIV AIDS Asal HIV / AIDS HIV&AIDS di Indonesia -Kapan kasus pertama kali ditemukan -Perkembangan hingga saat ini ( lihat grafik di bawah ) -Fenomena gunung es

7 FASE HIV/AIDS Sekali terinfeksi akan terinfeksi seumur hidup Fase 1 Fase 2 Fase 3 Fase 4 Hidup lebih lama dengan HIV menimbulkan serangkaian masalah baru  Ribuan terinfeksi hepatitis  Risiko kronis n kerusakan hati

8 b. TAaAahap Perubahan HIV  AIDS Fase 1 Fase 2 Fase 3 Fase 4 Umur infeksi: 1 – 6 bulan Belum terdeteksi tes darah Belum terlihat gejala fisik Sudah dapat menularkan

9 HIV/AIDS b. Tahap Perubahan HIV  AIDS Fase 1 Fase 2 Fase 3 Fase 4 Umur infeksi: 2 – 8 tahun Sudah terdeteksi tes darah Belum terlihat gejala fisik

10 HIV/AIDS b. Tahap Perubahan HIV  AIDS Fase 1 Fase 2 Fase 3 Fase 4 Umur infeksi: variatif (1-3BLN) Sudah terlihat gejala (sakit) Belum disebut AIDS

11 HIV/AIDS b. Tahap Perubahan HIV  AIDS Fase 1 Fase 2 Fase 3 Fase 4 Umur infeksi variatif Muncul infeksi oportunistik Sudah disebut AIDS

12 HIV/AIDS c. Penularan Media Cara HUS Transfusi Darah Penggunaan Jarum Suntik Ibu Hamil kepada bayinya

13 HIV/AIDS c. Penularan Media Cara HUS Transfusi Darah Penggunaan Jarum Suntik Ibu Hamil kepada bayinya Cairan darah Cairan sperma Cairan vagina

14 HIV/AIDS c. Penularan Media Cara HUS Transfusi Darah Penggunaan Jarum Suntik Ibu Hamil kepada bayinya Hubungan seks tidak aman : Berganti-ganti pasangan Tidak menggunakan kondom

15 HIV/AIDS c. Penularan Media Cara HUS Transfusi Darah Penggunaan Jarum Suntik Ibu Hamil kepada bayinya Menggunakan darah yang tercemar virus HIV

16 HIV/AIDS c. Penularan Media Cara HUS Transfusi Darah Penggunaan Jarum Suntik Ibu Hamil kepada bayinya Menggunakan jarum suntik yang tidak steril (tercemar virus HIV) Menggunakannya secara bergantian

17 HIV/AIDS c. Penularan Media Cara HUS Transfusi Darah Penggunaan Jarum Suntik Ibu Hamil kepada bayinya Antenatal (sebelum bersalin) Intranatal (ketika bersalin) Postnatal (setelah bersalin)

18 HIV/AIDS d. NAPZA-HIV&AIDS-Seksualitas NAPZA HIV&AIDSSEKS

19 HIV/AIDS d. NAPZA-HIV&AIDS-Seksualitas 1 NAPZA HIV&AIDSSEKS Penggunaan Jarum Suntik tdk steril ODHA yang menggunakan Napza mengalami percepatan memasuki fase AIDS

20 HIV/AIDS d. NAPZA-HIV&AIDS-Seksualitas NAPZA HIV&AIDSSEKS 2 Kesadaran atau Gairah seks HUS bebas + tidak aman

21 The risk of transmission of HIV through different modes Route Efficiency (%) Sexual 0.01 to 1 Transfusion of blood/blood products >90 Sharing of needles/syringes 3-5 Percutaneous exposure 0.4 Muco-cutaneous exposure 0.05 Mother to child transmission 25-30

22 Key Populations are central to the region’s HIV epidemics HIV epidemics in Asia and the Pacific remain largely concentrated among injecting drug users, men who have sex with men (MSM) and sex workers. E.g. Injecting drug use in Pakistan (>25%) In Indonesia (>35%) MSM (>15% in Vietnam; 8% in Indonesia and > 5% in Bangladesh, Philippines and Malaysia) Source: “Regional fact sheet 2012, UNAIDS”

23 Country-level progress in new HIV infections in Asia Pacific region Cambodia, India, Malaysia, Myannmar, Nepal, Papua New Guinea and Thailand, the rate of new HIV infections fell by more than 25% between 2001 and 2011 In Bangladesh, Indonesia, The Philippines and Sri Lanka, the HIV infections increased by more than 25% between 2001 and 2011

24 Adults HIV prevalence rate (15-49 years) in some selected countries in Asia. (before 2000) Cambodia 2.77 Myanmar 1.99 Thailand 1.85 India 0.75 Malaysia 0.36 Nepal 0.30 Vietnam 0.29 Pakistan 0.10 Indonesia 0.09 Sri Lanka 0.07 China 0.08 Bhutan 0.01

25 Situasi Masalah HIV-AIDS di Indonesia 25

26 Jumlah Kasus HIV dan AIDS Menurut Tahun, JUNI

27 27 10 Provinsi dengan Kumulatif Kasus AIDS Terbanyak Sampai dengan Juni 2011

28 2011: s.d. Juni Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Persentase Kematian AIDS Tahun %

29 29 Proporsi Kumulatif Kasus AIDS Menurut Faktor Risiko Sampai dengan Tahun 1995 dan Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi

30 Presentage of AIDS Cumulative Cases by Risk Factor a Periode of 5 years, , , ,

31

32 32 May 24, 2010 UNAIDS Global Fund Round 9 HIV spending in 6 Asian countries: Priority areas Source: Global Fund Round 9 budget tracking_2010 Treatment &

33 Jumlah Kumulatif AIDS Menurut Faktor Risiko 2013 Heteroseksual/Heterosexual 26,158 Homo-Biseksual 1,030 IDU 7,833 Transfusi Darah 86 Transmisi Perinatal 1,194 Tidak Diketahui 7,126 Usia terbanyak Tahun

34 Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia Sumber : Ditjen PP & PL Kemenkes sd juni 2013 Secara kumulatif HIV & AIDS 1 April 1987 s.d. 30 June 2013, adalah Jumlah HIV 108,600 Jumlah AIDS 43,667 Kematian 8,340

35 Butuh : Proporsi penyakit Laju kecepatan kejadian penyakit Risiko untuk terkena penyakit Probabilitas hidup setelah tindakan medis

36 PEMBAGIAN KELOMPOK Kelompok tertular (infected people) Kelompok berisiko tertular atau rawan tertular (high- risk people) termasuk penjaja seks baik perempuan maupun laki-laki, pelanggan penjaja seks, penyalahguna napza suntik dan pasangannya, waria,LSL,narapidana Pencegahan untuk kelompok ini ditujukan untuk mengubah perilaku berisiko menjadi perilaku aman  Sebenarnya kelompok Penular /Pelaku bukan korban rawan tertular,Penanganan ternyata tidak berhasil, Harus ada aspek hukum

37 Kelompok rentan (vulnerable people) Lingkup pekerjaan, lingkungan, ketahanan dan atau kesejahteraan keluarga yang rendah dan status kesehatan yang labil, sehingga rentan terhadap penularan HIV. Pencegahan untuk kelompok ini ditujukan agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko tertular HIV  Rentan tertular,Tingkatkan kepedulian sosial, dekatkan pada keluarga

38 Masyarakat Umum (general population) Pencegahan ditujukan untuk peningkatkan kewaspadaan, kepedulian dan keterlibatan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di lingkungannya  caranya dalam Perda?

39 SECARA UMUM EDUKASI/CERDASKAN SEMUA ORANG UNTUK KESADARAN TIDAK PERCAYA KEPADA STATUS SEKSUAL ORANG LAIN, TIDAK ZINA DAN MENJAGA KESEHATAN DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN  BUKAN UTAMAKAN KONDOM  KESADARAN TES MEWAJIBKAN PASIEN HARUS MENGIKUTI REHABILITASI MENTAL DAN SOSIAL  BELUM ADA ATURAN.

40 Penanggulangan Perda HIV/AIDS (Macan Kertas?) Penanggulangan adalah serangkaian upaya menekan laju penularan HIV dan AIDS, melalui kegiatan promosi, pencegahan, konseling dan tes sukarela,bisa pula PITC, Mandatory bersifat rahasia, pengobatan serta perawatan dan dukungan terhadap orang dengan HIV dan AIDS. Masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berperanserta dalam kegiatan penanggulangan HIV dan AIDS melalui kegiatan Community Peer Initiated TC berupa pelaporan, promosi, pencegahan, tes dan kerahasiaan, pengobatan, serta perawatan dan dukungan  HARGAI KONTROL MASYARAKAT.

41 Pencegahan adalah upaya memutus mata rantai penularan HIVdan AIDS di masyarakat, terutama kelompok berisiko tinggi tertular dan menularkan HIV dan AIDS seperti pengguna narkoba jarum suntik, penjaja seks dan pelanggan atau pasangannya, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, warga binaan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan, ibu yang telah terinfeksi HIV ke bayi yang dikandungnya, penerima darah, penerima organ atau jaringan tubuh donor PERDA MASIH LUNAK UNTUK DIKATAKAN MAMPU MEMUTUS RANTAI PENULARAN

42 Kegiatan pencegahan dilakukan secara komprehensif, integratif, partisipatif, dan berkesinambungan-  Sulit jika hanya voluntary,perlu commitment Setiap orang yang telah mengetahui dirinya terinfeksi HIV wajib melindungi pasangan seksualnya dengan melakukan upaya pencegahan dengan mengemukakan secara terbuka pada tenaga kesehatan atau konselor jika ada indikasi telah terjadi penularan, dan berkomitmen memutus rantai penularan Setiap orang dilarang melakukan mandatory HIV test  hilangkan point ini, tidak harus hanya voluntary,agar mempercepat pemutusan rantai penularan

43 Pencabutan Perda Miras ? (Masalah narkoba dan miras) Perda yang dicabut, mengatur tentang pelarangan peredaran minuman beralkohol.  Meningkatkan kriminalitas? Upaya penanggulangan persoalan miras, narkoba, dan zat berbahaya lainnya tampak tidak serius. Pesimis bahwa narkoba akan berhasil kita lumpuhkan Penggunaan narkoba dan alkohol juga dapat berbahaya untuk orang yang memakai terapi antiretroviral (ART),juga masalah kepatuhan

44 Perdagangan narkoba adalah perdagangan global yang sangat lihai mengintip dan menggunakan kelemahan sistem hukum negara UNDCP menegaskan,perdagangan narkoba perlu korupsi Singapura, Malaysia dan Thailand yang sejak tahun 1970 secara konsisten dan terus menerus memerangi bahaya narkoba. UU Narkotika yang memindahkanpengelolaan pengawasan narkotika dari Kemenkes ke BPOM  SULIT

45 TINDAKAN PADA POPULASI PALING BERISIKO Pada populasi risiko tinggi dilakukan Continuum of Prevention to Care and Treatment (COPCT) (consistent, counseling, commitment and confidential)/4c PSK,Heteroseksual, LSL,Narkoba dll dan partnernya,termasuk keluarga Mendirikan pos/meeting point Monitoring dan reporting harus jelas Pajak tidak boleh diambil Pemda tapi untuk pemeriksaan dan pengobatan Lebih ditekankan PITC(Provider Inisiativ Test Counceling) dan Mandatory Test dan CPITC

46 PMTCT dan Pemberian ARV, monitoring mencegah resistensi Reward jika 4C dan membantu memutus rantai penularan Hukuman jika sengaja menularkan (harus dimulai) Pemberian modal tanpa bunga, ketrampilan, zakat, menikahkan pasangan jika memungkinkan  Agar lepas dari kehidupan zina

47 Mempermudah transportasi bagi buruh yang ingin kembali ke keluarga Pemberian voucher Hp untuk berdiskusi penyakit,psikoterapi dan psikoreligi yang terlatih BAGI YANG IKUT TEST Pemberian gaji untuk semua petugas yang terlibat Agar lebih terkontrol jika ada dana asing untuk kelompok ini dan kelompok penyakit, APBN untuk kelompok rentan dan masyarakat umum

48 Diagram of peer networks and service delivery centers (contoh Kamboja)

49 VCCT, PITC (TB, ANC) Community Peer Initiated TC Immediate ART (CD4≤500) PLHIV on Pre- ART MARP Prevention and Links to Health Service (Boosted COPCT) MARP and Sex Partners e-MTCT (Boosted LR) Pregnant Women and Sex Partners STI case management ART as Prevention PLHIV Partners Boosted CoC Virtual elimination of new HIV infections by 2020 CAMBODIA

50 50 May 24, 2010 UNAIDS PMTCT coverage, Source: UNGASS country progress report_2006, 2008 & data is provisional

51 Trends in the HIV Epidemic in Cambodia Source: Conceptual Framework for Elimination of New HIV Infections in Cambodia by 2020 (NCHADS, 2012)

52 Mode of HIV Transmission in Cambodia: 1991 to Total 1,210

53 PREVALENSI & INSIDEN Insidensi (kasus baru) = kejadian penyakit yang baru saja memasuki fase klinik dalam riwayat alamiah penyakit Prevalensi (kasus baru dan lama) = kejadian penyakit pada suatu saat atau suatu periode waktu (baik yang baru memasuki fase klinis atau yang beberapa waktu berkembang sepanjang fase klinis)

54 54 May 24, 2010 UNAIDS New infections in different countries..based on how effectively prevention targets new infections Indonesia setengah hati? Source: Commission on AIDS in Asia 2008

55 55 May 24, 2010 UNAIDS Mobile men can be more vulnerable to HIV infection non-mobilemobile Percentage of non-mobile / mobile men paying for sex in the past 12 months (FHI 2006) Kesejahteraan, kehidupan psikoreligi harus dipehatikan ChinaCambodiaIndonesiaViet Nam 9% 15% 4% 2% 33% 21% 32%

56 * Introduction of syphilis testing in the first quarter of 2009 /SELALU ADA PERBAIKAN DAN PROGRESI ** Percentage of pregnant women tested for HIV/ syphilis at antenatal care out of total expected pregnant women Linking Model Demonstration Results ( ) Linking Model started

57 57 May 24, 2010 UNAIDS Percent distribution of AIDS spending per key area, selected countries Source: UNGASS country progress report 2010

58 58 May 24, 2010 UNAIDS HIV prevention coverage is improving across most the region * Calculated median value Source: UNGASS country progress report_2006, 2008 & data is provisional

59 59 May 24, 2010 UNAIDS Sources of AIDS funding, selected countries Source: UNGASS country progress report 2010

60 60 Pembiayaan Pengendalian HIV-AIDS Melalui APBN Tahun (Dalam Ribuan Rupiah) Rp

61 Jumlah yang Memenuhi syarat Pengobatan ARV dan Yang Diobati di Indonesia Tahun *s.d. Juni 2011 Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Tahun

62 62 *Pemodelan Matematik HIV di Indonesia, 2009 Prevalensi HIV, 2010 Pengetahuan Komprehensif pada Penduduk ≥15 Tahun, 2010 Penggunaan Kondom pada Kelompok Hubungan Seks Berisiko Tinggi MDGs dan Inpres No. 3/2010 *Riskesdas, 2010*STBP, 2009

63 Statistik AIDS (3/7-2013) - Ditjen PP & PL, Kemenkes, melaporkan kasus kumulatif HIV/AIDS pada priode 1 April 1987 sd 31 Maret 2013 tertanggal 17 Mei Beberapa provinsi tinggal menunggu ‘ledakan AIDS’ karena banyak kasus HIV yang terdeteksi Pada triwulan I Tahun 2013 dilaporkan kasus HIV baru yang terdeteksi pada priode Januari-Maret 2013 mencapai Pada priode bulan Januari-Maret 2013 jumlah kasus AIDS yang baru terdeteksi sebanyak 460.

64 JENIS PELAYANAN HIV DAN AIDS Konseling dan testing secara sukarela adalah tes individu dengan sukarela dan rahasia untuk mengetahui status HIV seseorang. Tes ini merupakan pengambilan darah dan pemeriksaan laboratorium secara sukarela yang harus disertai konseling Prevention of Parent to Child Transmission (PPTCT) merupakan pelayanan yang dikhususkan terhadap orangtua yang terinfeksi HIV. Setiap orangtua, terutama ibu hamil, yang berstatus HIV positif, menjadi perhatian dari pelayanan ini

65 JENIS PELAYANAN HIV DAN AIDS Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) merupakan layanan pemeriksaan darah untuk mengetahui status HIV seseorang berdasarkan pada inisiatif atau rekomendasi dari petugas kesehatan dan pasien menerima saran tersebut. Hal ini biasanya terjadi dalam setting medis.  BELUM ADA DALAM PERDA Care Support and Treatment (CST) merupakan layanan terkait dengan pemberian dukungan kepada orang yang telah berstatus HIV. Pelayanan ini akan terjadi setelah seseorang melalui proses tes darah atau ketika seseorang yang telah menerima status HIV. Harus diikuti Commitment untuk memutus penularan

66 Permasalahan dan Upaya yang Dilakukan 66

67 1. Masih rendahnya pengetahuan tentang HIV/AIDS di masyarakat. 2.Rendahnya penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi. 3.Stigma dan diskriminasi 4.Pelaksanaan Program Pengurangan Dampak Buruk Napza Permasalahan Utama ( KEMENKES )

68 5. Masih rendahnya cakupan PMTCT 6. Pelaksanaan Program HIV-AIDS dan IMS di Lapas, daerah perbatasan, daerah sulit dan terpencil lainnya 7. Partisipasi masyarakat, LSM, lembaga keagamaan, kemasyarakatan lainnya, dan orang terdampak 8.Kesinambungan pelaksanaan program, pendanaan dan ketergantungan pada lembaga donor 9.(Dianggap tidak ada kemajuan sama sekali oleh internasional) Permasalahan Utama

69 MASALAH FAKTA: kasus yang tercatat di Indonesia, sampai Maret 2013 Penularan dari sub-populasi berperilaku berisiko kepada isteri atau pasangannya akan terus berlanjut. Diperkirakan pada akhir tahun 2015 akan terjadi penularan HIV lebih besar Meningkatnya jumlah sub-populasi berperilaku berisiko terutama penasun dan karena masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.(Benarkah?)

70 Proporsi kelompok umur yang lebih muda terkena penyakit yang membahayakan ini Tingginya tingkat penyebaran HIV dan AIDS pada kelompok manapun berarti bahwa semakin banyak orang menjadi sakit, dan membutuhkan jasa pelayanan kesehatan

71 Perkembangan penyakit yang lamban dari infeksi HIV berarti bahwa pasien sedikit demi sedikit menjadi lebih sakit dalam jangka lama (kualitas hidup, penularan fase akut, fase kronik, reinfeksi,peranan kondom) Waktu yang dihabiskan oleh anggota keluarga untuk merawat pasien, dan tidak dapat melakukan aktivitas yang produktif Rusaknya sistem kekebalan tubuh telah memperparah masalah kesehatan masyarakat yang sebelumnya telah ada yaitu tuberkulosis, Hepatitis.

72 Daerah industri termasuk industri pariwisata yang padat dan mobilitas populasi yang tinggi adalah berkembangnya hubungan seks berisiko Lelaki PS semakin meningkat jumlahnya di kota besar Pertumbuhan ekonomi di daerah perkotaan dan pelemahan ekonomi pedesaan dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah WPS lebih pesat.

73 Pria homoseksual yang menjalani kehidupan biseksual dimana kehidupan homoseksual yang terselubung ditutupi oleh kehidupan heteroseksual yang sesuai nilai-nilai komunitas, sehingga menyulitkan untuk dapat menjangkau kelompok yang rentan ini

74 PERLU PERHATIAN BERSAMA Kebijakan Penanggulangan HIV dan AIDS melalui Pengurangan Dampak Buruk Penggunaan Jarum Suntik Menurut estimasi Departemen Kesehatan pada tahun 2006 terdapat antara sampai penasun di Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjuk kepada angka pada tahun yang sama.

75 Tahun 2006 Lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia sebesar orang, ternyata diantaranya adalah narapidana dalam pelanggaran narkotika. Para narapidana positif HIV yang sudah selesai menjalani hukuman akan kembali kemasyarakat dan bila tidak didampingi dengan benar

76 TANTANGAN (Versi Global Fund?) Banyak kalangan masih menyebarkan pesan ketidaksukaannya terhadap kampanye penggunaan kondom untuk hubungan seks yang aman.  Tidak sesuai akidah Komunikasi yang buruk diantara pasangan dalam kebutuhan dan kecemasan seksual mereka ditambah dengan rasa ketergantungan perempuan terhadap laki-laki baik secara emosi maupun sosial-ekonomi, telah mengurangi kemampuan perempuan untuk meminta hubungan seks yang aman  Tidak dipikirkan kemandirian perempuan terhadap kesehatan diri  Test Mandatory?

77 Sulitnya mengajarkan atau mendiskusikan seks dengan kaum remaja serta menghalangi dimasukannya pendidikan seks ke dalam kurikulum sekolah Banyak LSL juga melakukan hubungan seks dengan perempuan, sehingga meningkatkan resiko penularan kepada perempuan dan anak-anak. (Legalitas?)

78 Konsumsi alkohol yang luas dan berlebihan serta zat- zat lainnya, terutama di kalangan anak muda, seringkali berperan sebagai faktor yang melepas kendali diri dan menjadi penyalur kekerasan seksual (Pengaruh alkohol thdp VCT?, UU Miras?) Kenyataan bahwa 57,8% kasus AIDS (2006) berasal dari kelompok umur 15 – 29 tahun mengindikasikan bahwa mereka tertular HIV pada umur yang masih sangat muda

79 Upaya pencegahan HIV dan AIDS pada anak sekolah, remaja dan masyarakat umum diselenggarakan melalui kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi guna mendorong kehidupan yang lebih sehat (peranan Islam?) Upaya pencegahan yang efektif termasuk penggunaan kondom 100% pada setiap hubungan seks berisiko, semata-mata hanya untuk memutus rantai penularan HIV (kenyataan dilapangan?, memutus rantai penularan menurut versi?)

80 Upaya mengurangi infeksi HIV pada pengguna napza suntik melalui kegiatan pengurangan dampak buruk (harm reduction) dilaksanakan secara komprehensif dengan juga mengupayakan penyembuhan dari ketergantungan pada napza (Sadd Addzariah?) Penggunaan ARV yang semakin meluas dengan pengawasan yang tidak selalu dapat dilakukan berpotensi untuk menimbulkan resistensi obat ARV. (Sekali lagi masalah pengawasan)

81 Program UNAIDS (Harus hati-hati) Program peningkatan pelayan konseling dan testing sukarela /VCT(Tambahkan kewajiban konsistensi dan Komitmen penderita) Program peningkatan penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko Program pengurangan dampak buruk penyalahgunaan napza suntik

82 Kelemahan VCT Sukarela  Tidak ada tanggung jawab Sulit menjangkau dengan pendidikan rendah Pengaruh alkohol seperti Papua  Tanggung jawab kurang Lebih baik PITC dan Mandatory  Negara lain selangkah lebih maju  Malaysia Survailance  Sulit Perda HIV/AIDS melarang Mandatory  HAM?

83 Kelemahan CST Tidak disertai tanggung jawab penderita VCT harus memuat komitmen memutus rantai penularan Sebelum Terapi harus dimulai komitmen penderita Komitmen  tegak diagnostik dini, terapi, menelusuri jalur dan stop penularan CCST

84 Berhasilkah kondomisasi ? Meningkatkan frekuensi perzinahan Kondom terbuat dari lateks berpori Sensitif terhadap suhu dan gesekan atau alergi Belum jelas keberhasilan kondom dilapangan  Konsisten dan benar  Faktor tingkah laku  Bukan preventif sosial  Sadd addzariah Malaysia angka norma kondom  terbentur budaya, melebihi Indonesia Malaysia  potensi berganti pasangan tampak lebih rendah  berhasil menurunkan insiden Hiv

85 Jarum Suntik Steril dan substitusi metadon bagi penasun tidak efektif mencegah HIV/AIDS Metadon yang tinggal diminum itu lebih’murni’ jika dibandingkan dengan putau atau narkoba sejenis. Metadon ini bukanlah ‘pengobatan’ tapi zat cair ‘pengganti’ kebutuhan pencandu  sulit membuat sembuh Melemahkan fungsi kontrol diri (dorongan seksual tidak terkendali) Tidak ada jaminan jarum suntik dipakai sendiri HIV dapat bertahan hidup selama sedikitnya empat minggu dalam semprit bekas pakai  Kehati2an orang Indonesia? Memfasilitasi orang untuk menggunakan NAZA Pengguna Naza Malaysia amat sangat sering terkena kasus hukum karena memiliki, menyimpan, menjual n membeli  Penegakkan hukum harus ada

86 Sulit menyesuaikan dosis metadon Tidak menjamin hanya gunakan metadon tanpa campur alkohol Pengontrolan sulit

87 Tantangan ISLAM Komitmen akad nikah dan keluarga sakinah beradasarkan nilai Qur’an dan Sunnah Pendidikan seks dalam keluarga dan sekolah? Sehat fisik,emosional,sosial,ekonomi,spiritual Menguatkan ketahanan keluarga, masyarakat berdasarkan prinsip keadilan, martabat, beradab Preventif Sadd addzariah Memahami program dan bantuan asing

88 Membendung pengaruh media,pornografi,pornoaksi Penegakan hukum Pemerataan zakat,infaq.shodaqoh Kualitas pelayanan kesehatan dan Kemandirian, Tidak diskriminatif Kualitas ARV, Pengobatan herbal Pembatasan kelahiran ODHA VCT  Ganti Mandatory Counseling and Testing (kaidah Islam untuk penyakit menular?)

89 Pemutusan Rantai Penularan  Kehati-hatian,tegas Penanganan pada populasi risiko tinggi Belive System(akidah)  Thinking System  Behavior system  Distorsi pada pengambil kebijakan Reprograming Beliefe and Thinking System

90 Kampanye Hapuskan larangan mandatory  PerdaHIV/AIDS Perda MIRAS Putus tuntas rantai penularan dan masalah sosial Putus rantai penularan  Perda tidak disertai komitmen yang jelas “No Kondom, Kenali dengan baik pasangan kita dan tidak zina” Atasi kelompok risiko tinggi Preventif Sadd addzariah Commitment,Care,Support,Treatment Penegakkan hukum: Pelaku, penular, bandar,pengedar,becking Hapus pornoaksi pornografi Mandiri

91 TERIMAKASIH

92 A Church that listens fosters healthy communities HIV and AIDS are not just medical issues but have social and communal repercussions “The Church has to listen It is only through listening that the Church can follow the example of Jesus, who did not exclude the sick, but embraced them, heard them and healed them,” Erlinda Senturias, former WCC health and healing programme staff


Download ppt "Dr Flora Eka Sari,SpP. Penderita: Pelaku, korban langsung, efek spiral Pelaku : Heteroseksual,LSL, PSK,Narkoba dsb Korban : Istri, anak, orang tak berdosa."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google