Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Deskripsi Matakuliah Matakuliah ini mengajarkan tentang konsep dan logika berpikir komputer, cara perancangan dan analisis masalah, yang kemudian dipecahkan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Deskripsi Matakuliah Matakuliah ini mengajarkan tentang konsep dan logika berpikir komputer, cara perancangan dan analisis masalah, yang kemudian dipecahkan."— Transcript presentasi:

1 Deskripsi Matakuliah Matakuliah ini mengajarkan tentang konsep dan logika berpikir komputer, cara perancangan dan analisis masalah, yang kemudian dipecahkan dengan menggunakan komputer menggunakan algoritma dan pemrograman terstruktur.Matakuliah ini mengajarkan tentang konsep dan logika berpikir komputer, cara perancangan dan analisis masalah, yang kemudian dipecahkan dengan menggunakan komputer menggunakan algoritma dan pemrograman terstruktur.

2 Kompetensi Matakuliah Mahasiswa mampu memahami logika berpikir komputer, memahami prinsip kerja program, memahami alasan-alasan komputer dapat mengerjakan perintah- perintah yang diberikan, dengan diagram alir (flow chart) menggunakan suatu bahasa pemrograman tertentu dan mampu menggambarkan logika jalannya program secara tertulis dengan algoritma (pseudo code)Mahasiswa mampu memahami logika berpikir komputer, memahami prinsip kerja program, memahami alasan-alasan komputer dapat mengerjakan perintah- perintah yang diberikan, dengan diagram alir (flow chart) menggunakan suatu bahasa pemrograman tertentu dan mampu menggambarkan logika jalannya program secara tertulis dengan algoritma (pseudo code)

3 Materi-Materi Pengantar AlgoritmaPengantar Algoritma Konsep Bahasa PemrogramanKonsep Bahasa Pemrograman FlowchartFlowchart Tipe Data, Keywords, Konstanta, VariabelTipe Data, Keywords, Konstanta, Variabel Struktur Input/OutputStruktur Input/Output PercabanganPercabangan PerulanganPerulangan Pemrograman ModularPemrograman Modular Fungsi: parameter, kembalian fungsi by valueFungsi: parameter, kembalian fungsi by value Array 1 dimensiArray 1 dimensi Array 2 dimensiArray 2 dimensi Manipulasi StringManipulasi String

4 Referensi Rijanto Tosin, Flowchart untuk Siswa dan Mahasiswa, Diastindo 1997Rijanto Tosin, Flowchart untuk Siswa dan Mahasiswa, Diastindo 1997 Budi Sutedjo Skom,., MM dan Michael AN, SKOM, Algoritma & Teknik Pemrograman, Penerbit Andi YogyakartaBudi Sutedjo Skom,., MM dan Michael AN, SKOM, Algoritma & Teknik Pemrograman, Penerbit Andi Yogyakarta Rinaldi Munir, Algoritma dan Teknik Pemrograman, Jilid 1 dan 2, Andi Yogyakarta.Rinaldi Munir, Algoritma dan Teknik Pemrograman, Jilid 1 dan 2, Andi Yogyakarta. B.J. Posen, Programming Flowcharting for Business Data Processing, John Willey & Sons, New York, 1978B.J. Posen, Programming Flowcharting for Business Data Processing, John Willey & Sons, New York, 1978 Seri Dikat Kuliah : Pengantar Algoritma dan Pemrograman : Teknik Diagram Alur dan Bahasa Basic Dasar, Penerbit Gunadarma, Jakarta, 1991Seri Dikat Kuliah : Pengantar Algoritma dan Pemrograman : Teknik Diagram Alur dan Bahasa Basic Dasar, Penerbit Gunadarma, Jakarta, 1991 Yay Singleman, Business Programming Logic 2 nd -ed, Prentice Hall Engelwood Cliffs, New Jersey,1982Yay Singleman, Business Programming Logic 2 nd -ed, Prentice Hall Engelwood Cliffs, New Jersey,1982 Gottfried, Programming in BASIC, MC Graw Hill, New York, 1981Gottfried, Programming in BASIC, MC Graw Hill, New York, 1981 Jogiyanto, Teori dan Aplikasi dan Program Komputer Bahasa Basic, Andi Yogyakarta.Jogiyanto, Teori dan Aplikasi dan Program Komputer Bahasa Basic, Andi Yogyakarta.

5 Referensi Gottfried, Programming in BASIC, MC Graw Hill, New York, 1981Gottfried, Programming in BASIC, MC Graw Hill, New York, 1981 Insap Santosa, Program-program Terapan Menggunakan Quick Basic, Andi Yogyakarta.Insap Santosa, Program-program Terapan Menggunakan Quick Basic, Andi Yogyakarta. R. Sedgewick, Algorithms, Addison-Wsley, 2002.R. Sedgewick, Algorithms, Addison-Wsley, Yay Singlemann, Business Programming Logic 2/e, Prentice Hall Engelwood Cliffs, New Jersey, 1982.Yay Singlemann, Business Programming Logic 2/e, Prentice Hall Engelwood Cliffs, New Jersey, Clark, R, Comparative Programming Languages 3/e, Addison Wesley, 2001.Clark, R, Comparative Programming Languages 3/e, Addison Wesley, Bel, H. dan Grune, D., Programming Languages Essentials, Addison Wesley, 1994.Bel, H. dan Grune, D., Programming Languages Essentials, Addison Wesley, Sebest, R.W., Concepts of Programming Languages 5/e, Addison Wesley, 2002.Sebest, R.W., Concepts of Programming Languages 5/e, Addison Wesley, 2002.

6 Bahasa Pemrograman Adalah alat untuk membuat programAdalah alat untuk membuat program Contoh: C, C++, C#, Pascal, Basic, Perl, PHP, ASP, JHP, Java, dll.Contoh: C, C++, C#, Pascal, Basic, Perl, PHP, ASP, JHP, Java, dll. Perbedaan: cara memberikan instruksiPerbedaan: cara memberikan instruksi Persamaan: bertujuan menghasilkan output yang samaPersamaan: bertujuan menghasilkan output yang sama

7 Paradigma Pemrograman Pemrograman ProseduralPemrograman Prosedural Berdasarkan urutan-urutan, sekuensialBerdasarkan urutan-urutan, sekuensial Program adalah suatu rangkaian prosedur untuk memanipulasi data. Prosedur merupakan kumpulan instruksi yang dikerjakan secara berurutan.Program adalah suatu rangkaian prosedur untuk memanipulasi data. Prosedur merupakan kumpulan instruksi yang dikerjakan secara berurutan. Harus mengingat prosedur mana yang sudah dipanggil dan apa yang sudah diubah.Harus mengingat prosedur mana yang sudah dipanggil dan apa yang sudah diubah. Pemrograman FungsionalPemrograman Fungsional Berdasarkan teori fungsi matematikaBerdasarkan teori fungsi matematika Fungsi merupakan dasar utama program.Fungsi merupakan dasar utama program. Pemrograman TerstrukturPemrograman Terstruktur Secara berurutan dan terstrukrtur.Secara berurutan dan terstrukrtur. Program dapat dibagai-bagi menjadi prosedur dan fungsi.Program dapat dibagai-bagi menjadi prosedur dan fungsi. Contoh: PASCAL dan CContoh: PASCAL dan C Pemrograman ModularPemrograman Modular Pemrograman ini membentuk banyak modul.Pemrograman ini membentuk banyak modul. Modul merupakan kumpulan dari prosedur dan fungsi yang berdiri sendiriModul merupakan kumpulan dari prosedur dan fungsi yang berdiri sendiri Sebuah program dapat merupakan kumpulan modul-modul.Sebuah program dapat merupakan kumpulan modul-modul. Contoh: MODULA-2 atau ADAContoh: MODULA-2 atau ADA

8 Paradigma Pemrograman Pemrograman Berorientasi ObyekPemrograman Berorientasi Obyek Pemrograman berdasarkan prinsip obyek, dimana obyek memiliki data/variabel/property dan method/event/prosedur yang dapat dimanipulasiPemrograman berdasarkan prinsip obyek, dimana obyek memiliki data/variabel/property dan method/event/prosedur yang dapat dimanipulasi Contoh: C++, Object Pascal, dan Java.Contoh: C++, Object Pascal, dan Java. Pemrograman Berorientasi FungsiPemrograman Berorientasi Fungsi Pemrograman ini berfokus pada suatu fungsi tertentu saja. Sangat tergantung pada tujuan pembuatan bahasa pemrograman ini.Pemrograman ini berfokus pada suatu fungsi tertentu saja. Sangat tergantung pada tujuan pembuatan bahasa pemrograman ini. Contoh: SQL (Structured Query Language), HTML, XML dan lain- lain.Contoh: SQL (Structured Query Language), HTML, XML dan lain- lain. Pemrograman DeklaratifPemrograman Deklaratif Pemrograman ini mendeskripsikan suatu masalah dengan pernyataan daripada memecahkan masalah dengan implementasi algoritma.Pemrograman ini mendeskripsikan suatu masalah dengan pernyataan daripada memecahkan masalah dengan implementasi algoritma. Contoh: PROLOGContoh: PROLOG

9

10

11

12 MASALAH / IDEA PEMECAHANSOLUSI / HASIL Algoritma Source Code Executable Code

13 13 DEFINISI MASALAH MEMBUAT MODEL RANCANG ALGORITMA TULIS PROGRAM COMPILE Sintak Err Executable code: => Run Output Err DOKUMEN TASI Y Y T T

14 14 DEFINISI MASALAH MEMBUAT MODEL RANCANG ALGORITMA TULIS PROGRAM COMPILE Sintak Err Executable code: => Run Output Err DOKUMEN TASI Masalah: Tentukan akar-akar dari suatu persamaan kwadrat. Definisi: Persamaan kwadrat : ax^2 + bx + c = 0 Data yg diperlukan : Nilai dari a, b dan c : tipe real

15 15 DEFINISI MASALAH MEMBUAT MODEL RANCANG ALGORITMA TULIS PROGRAM COMPILE Sintak Err Executable code: => Run Output Err DOKUMEN TASI Model Matematika : Rumus ABC x1 = (-b + sqrt(b^2 - 4ac))/2a x2 = (-b – sqrt(b^2 - 4ac))/2a

16 16 Start d = b^2 – 4ac d < 0 Masukkan a,b,c Cetak Pesan “Akar imajiner” x1=(-b+sqrt(d))/2a x2 =(-b-sqrt(d))/2a Cetak : x1, x2 Stop Y T TULIS PROGRAM COMPILE Sintak Err Executable code: => Run Output Err DOKUMEN TASI DEFINISI MASALAH MEMBUAT MODEL RANCANG ALGORITMA

17 17 DEFINISI MASALAH MEMBUAT MODEL RANCANG ALGORITMA TULIS PROGRAM COMPILE Sintak Err Executable code: => Run Output Err DOKUMEN TASI

18 18 DEFINISI MASALAH MEMBUAT MODEL RANCANG ALGORITMA TULIS PROGRAM COMPILE Sintak Err Executable code: => Run Output Err DOKUMEN TASI

19 19 DEFINISI MASALAH MEMBUAT MODEL RANCANG ALGORITMA TULIS PROGRAM COMPILE Sintak Err Executable code: => Run Output Err DOKUMEN TASI

20 20 DEFINISI MASALAH MEMBUAT MODEL RANCANG ALGORITMA TULIS PROGRAM COMPILE Sintak Err Executable code: => Run Output Err DOKUMEN TASI

21 21 DEFINISI MASALAH MEMBUAT MODEL RANCANG ALGORITMA TULIS PROGRAM COMPILE Sintak Err Executable code: => Run Output Err DOKUMEN TASI

22 22 DEFINISI MASALAH MEMBUAT MODEL RANCANG ALGORITMA TULIS PROGRAM COMPILE Sintak Err Executable code: => Run Output Err DOKUMEN TASI

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32 Ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu masalah  Algoritma tiap orang berbeda-beda.Ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu masalah  Algoritma tiap orang berbeda-beda. Algoritma dilakukan secara bertahap dari langkah awal sampai akhir.Algoritma dilakukan secara bertahap dari langkah awal sampai akhir. Algoritma bisa mencari suatu penyelesaian benar maupun penyelesaian salah.Algoritma bisa mencari suatu penyelesaian benar maupun penyelesaian salah. Ciri-Ciri Algoritma

33 Definisikan permasalahan (proses dan tujuan akhir).Definisikan permasalahan (proses dan tujuan akhir). Buat runtutan proses dari awal hingga akhir secara perinci.Buat runtutan proses dari awal hingga akhir secara perinci. Buat flowchart untuk menggambarkan alur proses algoritma.Buat flowchart untuk menggambarkan alur proses algoritma. Implementasi algoritma dalam program.Implementasi algoritma dalam program. Testing, cek apakah tujuan akhir sudah memenuhi/merupakan hasil akhir yang dituju atau belum.Testing, cek apakah tujuan akhir sudah memenuhi/merupakan hasil akhir yang dituju atau belum. Cara Membuat Algoritma Sebuah Program

34 Representasi algoritma berbeda-beda.Representasi algoritma berbeda-beda. Diantaranya: block code, diagram/FlowChart, dsb.Diantaranya: block code, diagram/FlowChart, dsb. Representasi Sebuah Algoritma

35 Contoh algoritma 1 Ada 2 buah gelas. Satu berisi teh dan satunya lagi berisi kopi. Bagaimana caranya menukar isi masing-masing gelas?Ada 2 buah gelas. Satu berisi teh dan satunya lagi berisi kopi. Bagaimana caranya menukar isi masing-masing gelas? next

36 Algoritma Dalam Bahasa Natural 1.Ambil bilangan pertama dan set maks sama dengan bilangan pertama 2.Ambil bilangan kedua dan bandingkan dengan maks 3.Apa bila bilangan kedua lebih besar dari maks, set maks sama dengan bilangan kedua 4.Ambil bilangan ketiga dan bandingkan dengan maks 5.Apabila bilangan ketiga lebih besar dari maks, set maks sama dengan bilangan ketiga 6.Variabel maks berisi bilangan terbesar. Tayangkan hasilnya next

37

38

39

40 3 komponen utama (saling berurutan) INPUT  PROSES  OUTPUT.3 komponen utama (saling berurutan) INPUT  PROSES  OUTPUT. Hindari proses yang tidak perlu dan berbelit-belit (Cari algoritma proses terbaik).Hindari proses yang tidak perlu dan berbelit-belit (Cari algoritma proses terbaik). Gambar flowchart dari atas ke bawah dengan penghubung anak panah yang jelas.Gambar flowchart dari atas ke bawah dengan penghubung anak panah yang jelas. Flowchart diawali dengan titik awal (start) dan titik akhir (end)Flowchart diawali dengan titik awal (start) dan titik akhir (end) Cara Membuat Sebuah FlowChart

41 Contoh FlowChart START READ A, B, C IS A>B? IS A>C? IS B>C? NO YES PRINT B YES END PRINT C PRINT A NO YES NO

42

43

44

45

46

47

48

49

50

51

52 Aspek Penting dari Algoritma 1.Finiteness Algoritma harus berhenti after a finite number of stepsAlgoritma harus berhenti after a finite number of steps 2.Definiteness Setiap langkah harus didefinisikan secara tepat, tidak boleh membingungkan (ambiguous)Setiap langkah harus didefinisikan secara tepat, tidak boleh membingungkan (ambiguous) 3.Input Sebuah algoritma memiliki nol atau lebih input yang diberikan kepada algoritma sebelum dijalankanSebuah algoritma memiliki nol atau lebih input yang diberikan kepada algoritma sebelum dijalankan 4.Output Sebuah algoritma memiliki satu atau lebih output, yang biasanya bergantung kepada inputSebuah algoritma memiliki satu atau lebih output, yang biasanya bergantung kepada input 5.Effectiveness Setiap algoritma diharapkan miliki sifat efektifSetiap algoritma diharapkan miliki sifat efektif Add

53 Algoritma dan Pseudocode Algoritma: urutan langkah-langkah yang dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalahAlgoritma: urutan langkah-langkah yang dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah Pseudocode:Pseudocode: Bahasa buatan yang bersifat informal yang dapat membantu untuk mengembangkan algoritmaBahasa buatan yang bersifat informal yang dapat membantu untuk mengembangkan algoritma Serupa dengan bahasa sehari-hariSerupa dengan bahasa sehari-hari Membantu mempermudah penulisan program; dengan menggunakan statement-statement yang dapat dieksekusi, mempermudah konversi ke bahasa pemrogramanMembantu mempermudah penulisan program; dengan menggunakan statement-statement yang dapat dieksekusi, mempermudah konversi ke bahasa pemrograman

54 Struktur Kontrol Semua program ditulis dalam 3 macam bentuk struktur kontrol:Semua program ditulis dalam 3 macam bentuk struktur kontrol: Sequence atau berturutan: struktur ini tersedia secara built-in. Secara default program dieksekusi secara berturutan sesuai urutan perintahSequence atau berturutan: struktur ini tersedia secara built-in. Secara default program dieksekusi secara berturutan sesuai urutan perintah Selection atau pilihan: ada 3 macam dalam bahasa C: if, if…else, dan switchSelection atau pilihan: ada 3 macam dalam bahasa C: if, if…else, dan switch Repetition atau pengulangan: ada 3 macam dalam bahasa C: while, do…while, dan forRepetition atau pengulangan: ada 3 macam dalam bahasa C: while, do…while, dan for FlowchartFlowchart Representasi grafis dari algoritmaRepresentasi grafis dari algoritma Menggunakan simbol-simbol khusus yang dihubungkan dengan garis beranak panahMenggunakan simbol-simbol khusus yang dihubungkan dengan garis beranak panah Simbol kotak melambangkan aksiSimbol kotak melambangkan aksi Simbol oval melambangkan awal dan akhir suatu program atau blok programSimbol oval melambangkan awal dan akhir suatu program atau blok program Simbol berlian melambangkan keputusan/pilihanSimbol berlian melambangkan keputusan/pilihan

55 Selection Control [1] ( if ) Statement if :Statement if : Digunakan untuk seleksi suatu kondisiDigunakan untuk seleksi suatu kondisi Contoh pseudocode:Contoh pseudocode: If student’s grade is greater than or equal to 60 Print “Passed” Contoh Flowchart:Contoh Flowchart: true false grade >= 60 print “Passed”

56 Selection Control [2] ( if ) Jika kondisi trueJika kondisi true Statement Print dieksekusi dan program dilanjutkan ke statement berikutnyaStatement Print dieksekusi dan program dilanjutkan ke statement berikutnya Jika kondisi falseJika kondisi false Statement Print diabaikan dan program dilanjutkan ke statement berikutnyaStatement Print diabaikan dan program dilanjutkan ke statement berikutnya Dalam bahasa C:Dalam bahasa C: if ( grade >= 60 ) printf( "Passed\n" );

57 Selection Control [3] ( if…else ) Statement if…else :Statement if…else : Menspesifikasikan aksi baik untuk kondisi true maupun untuk kondisi falseMenspesifikasikan aksi baik untuk kondisi true maupun untuk kondisi false Contoh pseudocode:Contoh pseudocode: If student’s grade is greater than or equal to 60 Print “Passed” else Print “Failed” Print “Failed” Contoh Flowchart:Contoh Flowchart: truefalse print “Failed”print “Passed” grade >= 60

58 Selection Control [4] ( if…else ) Dalam C :Dalam C : if ( grade >= 60 ) printf( "Passed\n"); printf( "Passed\n");else printf( "Failed\n"); printf( "Failed\n"); Ternary conditional operator ( ?: )Ternary conditional operator ( ?: ) Memerlukan tiga argumen (kondisi, nilai jika true, nilai jika false )Memerlukan tiga argumen (kondisi, nilai jika true, nilai jika false ) Contoh di atas dapat ditulis sbb:Contoh di atas dapat ditulis sbb: printf( "%s\n", grade >= 60 ? "Passed" : "Failed" ); Atau dapat ditulis sbb:Atau dapat ditulis sbb: grade >= 60 ? printf( “Passed\n” ) : printf( “Failed\n” );

59 Selection Control [5] ( if…else ) Statement if…else bertingkat/bersarang:Statement if…else bertingkat/bersarang: Digunakan untuk menguji banyak kondisi dimana menempatkan statement seleksi if … else di dalam statement if … elseDigunakan untuk menguji banyak kondisi dimana menempatkan statement seleksi if … else di dalam statement if … else Sekali kondisi terpenuhi, sisa statement lainnya dilewatkan/diabaikanSekali kondisi terpenuhi, sisa statement lainnya dilewatkan/diabaikan Contoh pseudocode:Contoh pseudocode: I f student’s grade is greater than or equal to 90 Print “A” else If student’s grade is greater than or equal to 80 Print “B” else If student’s grade is greater than or equal to 70 Print “C” else If student’s grade is greater than or equal to 60 Print “D” else Print “F”

60 Selection Control [6] ( if…else ) Compound statementCompound statement Ada lebih dari satu statement/aksi yang harus dieksekusi setelah suatu kondisi dipenuhiAda lebih dari satu statement/aksi yang harus dieksekusi setelah suatu kondisi dipenuhi Sering disebut juga blok karena ditandai dengan pasangan { dan }Sering disebut juga blok karena ditandai dengan pasangan { dan } Contoh:Contoh: if ( grade >= 60 ) printf( "Passed.\n" ); printf( "Passed.\n" ); else { printf( "Failed.\n" ); printf( "Failed.\n" ); printf( "You must take this course again.\n" ); } printf( "You must take this course again.\n" ); } Tanpa tanda kurung kurawal, statementTanpa tanda kurung kurawal, statement printf( "You must take this course again.\n" ); Akan dieksekusi secara otomatis.

61 Selection Control [7] ( switch ) Multiple-Selection Statement switch:Multiple-Selection Statement switch: Berguna pada waktu sebuah variabel atau ekspresi diuji terhadap semua nilai yang mungkin dan masing-masing mengambil aksi yang berbedaBerguna pada waktu sebuah variabel atau ekspresi diuji terhadap semua nilai yang mungkin dan masing-masing mengambil aksi yang berbeda Format penulisan:Format penulisan: Sederetan label case dan opsional default caseSederetan label case dan opsional default case switch ( value ){ case '1': actions case '2': actions default : actions} break ; keluar dari statementbreak ; keluar dari statement

62 Selection Control [8] ( switch ) Flowchart statement switch :Flowchart statement switch : true false case a case a action(s)break case b case b action(s)break false case z case z action(s)break true default action(s)

63 Repetition Control [1] ( while ) Struktur pengulangan structureStruktur pengulangan structure Programmer menentukan aksi yang akan diulang selama kondisi tetap trueProgrammer menentukan aksi yang akan diulang selama kondisi tetap true Psuedocode:Psuedocode: While there are more items on my shopping list Purchase next item and cross it off my list while loop diulang hingga kondisi menjadi falsewhile loop diulang hingga kondisi menjadi false Contoh:Contoh: int product = 2; while ( product <= 1000 ) product = 2 * product;

64 Repetition Control [2] ( while ) product <= 1000 product = 2 * product true false Flowchart:

65 Repetition Control [3] ( while ) Pengulangan yang dikontrol sebuah counterPengulangan yang dikontrol sebuah counter Loop diulang hingga counter mencapai angka tertentuLoop diulang hingga counter mencapai angka tertentu Disebut juga definite repetition karena jumlah pengulangan dapat kita ketahuiDisebut juga definite repetition karena jumlah pengulangan dapat kita ketahui Contoh: Sebuah kelas dengan 10 orang mahasiswa mengikuti kuis. Nilai kuis adalah bilangan bulat dari 0 hingga 100. Tentukan nilai rata-rata kuis tersebut.Contoh: Sebuah kelas dengan 10 orang mahasiswa mengikuti kuis. Nilai kuis adalah bilangan bulat dari 0 hingga 100. Tentukan nilai rata-rata kuis tersebut. Pseudocode:Pseudocode: Set total to zero Set grade counter to one While grade counter is less than or equal to ten Input the next grade Add the grade into the total Add one to the grade counter Set the class average to the total divided by ten Print the class average

66 Latihan 1 Buat diagram alur untuk mencetak nama-nama pelamar yang lolos saringan tahap pertama. Dalam tes terdapat 2 materi. Bila jumlah nilai kedua materi tersebut lebih besar dari 70 pelamar dinyatakan lolos saringan tahap pertama. Bentuk laporan yang diinginkan terdiri dari nama pelamar, nilai tes dan keterangan. Buat diagram alur untuk mencetak nama-nama pelamar yang lolos saringan tahap pertama. Dalam tes terdapat 2 materi. Bila jumlah nilai kedua materi tersebut lebih besar dari 70 pelamar dinyatakan lolos saringan tahap pertama. Bentuk laporan yang diinginkan terdiri dari nama pelamar, nilai tes dan keterangan. Add

67 Latihan 2 Suatu perusahaan akan membuat laporan gaji pegawainya berdasarkan golongannya. Data yang dibaca terdiri dari nomor pegawai, nama pegawai, golongan dan gaji bersih. Data yang dibaca sudah urut per golongan yang terdiri dari : golongan 1, 2, 3,4. Jika golongan berubah maka cetak TOTAL GAJI per golongan dan ganti halaman baru serta NOMOR dimulai dari 1. Suatu perusahaan akan membuat laporan gaji pegawainya berdasarkan golongannya. Data yang dibaca terdiri dari nomor pegawai, nama pegawai, golongan dan gaji bersih. Data yang dibaca sudah urut per golongan yang terdiri dari : golongan 1, 2, 3,4. Jika golongan berubah maka cetak TOTAL GAJI per golongan dan ganti halaman baru serta NOMOR dimulai dari 1. Add

68 Latihan

69 Contoh algoritma Siapkan gelas cadangan XSiapkan gelas cadangan X Tuangkan gelas yang berisi teh ke gelas XTuangkan gelas yang berisi teh ke gelas X Tuangkan gelas yang berisi kopi ke gelas tehTuangkan gelas yang berisi kopi ke gelas teh Tuangkan gelas X yang berisi teh ke gelas kopiTuangkan gelas X yang berisi teh ke gelas kopi

70 Algoritma TUKAR_ISI_BEJANA Diberikan dua buah bejana, A dan B; bejana A berisi larutan merah, bejana B berisi larutan biru. Pertukarkan isi kedua bejana itu sehingga bejana A berisi larutan biru dan bejana B berisi larutan merahDiberikan dua buah bejana, A dan B; bejana A berisi larutan merah, bejana B berisi larutan biru. Pertukarkan isi kedua bejana itu sehingga bejana A berisi larutan biru dan bejana B berisi larutan merah DESKRIPSIDESKRIPSI 1.Tuangkan larutan dari bejana A ke bejana X 2.Tuangkan larutan dari bejana B ke bejana A 3.Tuangkan larutan dari bejana C ke bejana B Hasil akhirHasil akhir Bejana A berisi larutan dari bejana B semulaBejana A berisi larutan dari bejana B semula Bejana B berisi larutan dari bejana A semulaBejana B berisi larutan dari bejana A semula

71 Algoritma TUKAR_ISI_BEJANA Misal urutan diubah menjadiMisal urutan diubah menjadi 1.Tuangkan larutan dari bejana B ke bejana A 2.Tuangkan larutan dari bejana A ke bejana X 3.Tuangkan larutan dari bejana C ke bejana B Hasil akhir menjadiHasil akhir menjadi Bejana A kosongBejana A kosong Bejana B berisi campuran larutan dari bejana A dan bejana semula BBejana B berisi campuran larutan dari bejana A dan bejana semula B back

72 Algoritma dengan Flowchart

73 Algoritma dengan pseudo-code maks ← bilangan pertama if (maks < bilangan kedua) maks ← bilangan kedua if (maks < bilangan ketiga) maks ← bilangan ketiga back


Download ppt "Deskripsi Matakuliah Matakuliah ini mengajarkan tentang konsep dan logika berpikir komputer, cara perancangan dan analisis masalah, yang kemudian dipecahkan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google