Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Selamat Pagi PENDAHULUAN PERAN PENTING BIOLOGI TANAH KESUBURAN TANAH PERTUMBUHAN TANAMAN KELESTARIAN LINGKUNGAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Selamat Pagi PENDAHULUAN PERAN PENTING BIOLOGI TANAH KESUBURAN TANAH PERTUMBUHAN TANAMAN KELESTARIAN LINGKUNGAN."— Transcript presentasi:

1

2 Selamat Pagi

3 PENDAHULUAN PERAN PENTING BIOLOGI TANAH KESUBURAN TANAH PERTUMBUHAN TANAMAN KELESTARIAN LINGKUNGAN

4 RUANG LINGKUP Susunan Komponen Struktural dan Fungsional Jasad Hidup Tanah Fungsi Metabolik dalam Daur Unsur Hara dan karbon Aspek Terapan Lingkungan

5 EKOSISTEM TANAH POPULASI KOMUNITAS ABIOTIK EKOSISTEM

6 JASAD HIDUP TANAH DALAM STRUKTUR EKOSISTEM PRODUSEN (TANAMAN) KONSUMEN (HEWAN, MANUSIA) PEROMBAK (JASAD HIDUP TANAH)

7 CIRI STRUKTUR EKOSISTEM JUMLAH DAN JENIS KOMUNITAS HUBUNGAN ANTAR KOMUNITAS SUBSTANSI ANORGANIK DAN DISTRIBUSINYA

8 FUNGSI EKOSISTEM ALIRAN ENERGI (PANAS) DAUR HARA

9 JASAD HIDUP TANAH DALAM FUNGSI EKOSISTEM PENGENDALI ALIRAN ENERGI AGEN ALIRAN NUTRISI/DAUR HARA

10 TANAH SEBAGAI EKOSISTEM BIOTIK FAUNA TANAH FLORA TANAH ABIOTIK PARTIKEL TANAH UDARA TANAH AIR TANAH HABITAT BAGI JASAD HIDUP TANAH DAN TANAMAN

11 JASAD HIDUP TANAH PENYUSUN JASAD HIDUP TANAH INTERAKSI ANTAR BIOTA TANAH INTERAKSI JASAD HIDUP TANAH DAN TANAMAN PERAN PENTING JASAD HIDUP TANAH

12 JASAD HIDUP TANAH MIKRO METAZOA ARTROPODA MAKRO SEMUT RAYAP CACING TANAH FAUNA MESO PROTOZOA AMOEBA NEMATODA COLLEMBOLA

13 FLORA TANAH STRUKTUR SEL PROKARIOT EUKARIOT KEBERADAAN autochtonous zymogen SUMBER KARBON OTOTROF HETEROTROF SUMBER ENERGI FOTOTROF KEMOTROF

14 INTERAKSI ANTAR JASAD HIDUP TANAH TANAH HUBUNGAN YANG MENGUNTUNGKAN - ASOSIASI (Azotobacter sp, MPF) - SIMBIOSIS (Mikorhiza, Rhizobium) HUBUNGAN YANG MERUGIKAN - PATOGENESIS (Patogen) - PARASITISME (Virus)

15 INTERAKSI JASAD MIKRO TANAH DENGAN TANAMAN Lingkungan Rhizosfer Senyawa Eksudat Tanaman Populasi Jasad Mikro Rhizosfer Pergerakan Mikroflora dalam Rhizosfer Tipe Asosiasi Jasad Hidup Tanah - Akar Tanaman

16 PERAN PENTING JASAD HIDUP TANAH DAUR UNSUR HARA PEMBENTUKAN BAHAN ORGANIK PENAMBATAN N 2 BIOKONTROL BIOTEKNOLOGI

17 TUGAS MANDIRI Membuat rangkuman salah satu peranan jamur, bakteri, dan cacing tanah dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Membuat ringkasan mengenai proses penting yang dikendalikan oleh jasad hidup tanah dalam mendukung status kesuburan tanah serta memilah jasad hidup yang terlibat dalam setiap proses tersebut

18 DAUR KARBON PERANAN JASAD HIDUP TANAH DALAM DAUR KARBON KARAKTERISTIK BAHAN ORGANIK TANAH SENYAWA HIDROKARBON DALAM TANAH JASAD HIDUP TANAH DALAM TRANSFORMASI SENYAWA HIDROKARBON PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN DALAM DAUR KARBON

19 A. Fotosintesis B. Respirasi tanaman C. Respirasi hewan D. Jazad mikro ototrofik E. Respirasi jazad mikro Gambar 4.1 Skema Daur Karbon Tanah C- hewan C-tumbuhan Bahan organik tanah sel jazad mikro, residu pembusukan Karbon dioksida AB DE C

20 PERANAN JASAD HIDUP TANAH DALAM DAUR KARBON PRODUSEN KARBON PRIMER KONSUMEN DEKOMPOSER ada 3 proses utama : DEKOMPOSISI MINERALISASI RESPIRASI

21 KARAKTERISTIK BAHAN ORGANIK JENIS (RESIDU TANAMAN, LIMBAH TERNAK, SEL-SEL JASAD MIKRO) JUMLAH (TGT PENGGUNAAN LAHAN) KOMPOSISI (TGT JENIS TANAMAN)

22 SENYAWA HIDROKARBON DALAM TANAH SUMBER : EKSKRESI BINATANG TANAH EKSUDASI TUMBUHAN SISA-SISA TUMBUHAN DAN BINATANG YANG TELAH MATI PESTISIDA

23 JASAD HIDUP TANAH DALAM TRANSFORMASI SENYAWA HIDROKARBON HIDROKARBON DALAM TANAH PERUBAHAN DIPECAH DISINTESIS SENYAWAKOMPLEKS SENYAWAKOMPLEKS JASAD HIDUP TANAH FAKTOR LINGKUNGAN

24 TRANSFORMASI HIDROKARBON MELIBATKAN JASAD MAKRO DAN MIKRO TRANSFORMASI ADA 2 : 1. NON BIOLOGI 2. BIOLOGI : a. Senyawa hk diubah menjadi suatu metabolit intermedier yang normal dan digunakan sbg penyusun selnya b. Senyawa hk diubah menjadi senyawa yang tidak dapat digunakan/sedikit digunakan sebagai substrat Ini dikenal sebagai Kometabolisme (Kooksidasi)

25 PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN DALAM DAUR KARBON TANAH JASAD HIDUP LINGKUNGAN

26 ASPEK LINGKUNGAN DAUR KARBON PEMANASAN GLOBAL

27 DAUR SULFUR TINJAUAN UMUM TRANSFORMASI BIOLOGI SULFUR OKSIDASI DAN REDUKSI SENYAWA SULFUR OLEH JASAD MIKRO PENGUAPAN SENYAWA SULFUR DARI DALAM TANAH ASPEK LINGKUNGAN POLUTAN SULFUR

28 TINJAUAN UMUM FUNGSI : BAGIAN DARI ASAM AMINO, SUMBER ENERGI METABOLIK SUMBER : KERAK BUMI BENTUK : ORGANIK (90 %) TANAH : INORGANIK, 25%

29 TRANSFORMASI BIOLOGI SULFUR reduksi dan oksidasi mineralisasi dan imobilisasi reaksi volatilisasi

30 OKSIDASI DAN REDUKSI SENYAWA SULFUR OLEH JASAD MIKRO Oksidasi senyawa sulfur PROSES : sulfur elemental (So) dioksidasi menjadi sulfit dan sulfat JASAD MIKRO : kemotrof (Thiobacillus), fototrof (bakteri sulfur hijau dan ungu), dan kemoheterotrof (beberapa bakteri dan jamur) Reduksi sulfat PROSES : sulfat menjadi hidrogen sulfide JASAD MIKRO : bakteri pereduksi sulfat dalam suasana anaerob (bakteri Desulfovibrio spp, Desulfomonas spp, Desulfotomaculum spp ) Akibat : korosi pipa-pipa di dalam tanah, polusi ferosulfat dan hidrogen sulfat.

31 PENGUAPAN SENYAWA SULFUR DARI DALAM TANAH CONTOH : H 2 S ASAL : AKTIVITAS JASAD MIKRO (PEROMBAKAN BO, SUMBER SULFUR ANORGANIK) DAN AKTIVITAS MANUSIA (ENERGI FOSSIL)

32 ASPEK LINGKUNGAN DAUR SULFUR TERBENTUK TANAH SULFAT MASAM DEPOSISI SENYAWA SULFUR ATMOSFER DI DALAM TANAH HUJAN ASAM

33 DAUR NITROGEN TINJAUAN UMUM PENAMBATAN NITROGEN MINERALISASI/IMOBILISASI N NITRIFIKASI DENITRIFIKASI

34 DIPERLUKAN PALING BANYAK OLEH TANAMAN BAGIAN DARI ASAM AMINO MEMPENGARUHI KUALITAS AIR DAN ATMOSFER

35 Daur nitrogen Tanaman Herbivora Organik N NH 4 + NO 3 - Fiksasi Nonsimbiotik Dekomposisi Ammonifikasi Immobilisasi Nitrifikasi Assimilasi/ disimilasi Reduksi N0 3 - Fiksasi Simbiotik N 2 Atmosfer Tanah

36 PENAMBATAN NITROGEN ENZIMATIK (NITROGENASE) SENSITIF TERHADAP OKSIGEN PROSES : N 2 → NH 3 65 % KEB. N PERTANIAN DUNIA Reaksi : N 2 + 8H + + 8e _ + 16 Mg ATP → 2NH 3 + H Mg ADP + 16 Pi

37 SISTEM FREE LIVING (Azotobacter sp) ASOSIASI (Azospirillum sp) SIMBIOSIS (Rhizobium sp)

38 FREE LIVING KONDISI : aerob, mikroaerofilik & anaerob LOKASI : tanah di luar rhizosfer FAKTOR : sumber energi, kombinasi nitrogen (amonium dan nitrat), pengaruh oksigen terhadap enzim nitrogenase, dan pengaruh lingkungan lainnya JASAD MIKRO : Azotobacter, Azospirillum, dan Methanosarcina. JUMLAH : SANGAT RENDAH

39 ASOSIASI LOKASI : rhizosfer, korteks, jaringan vaskular akar, musigel JASAD MIKRO :Acetobacter diazotrophicus Jumlah : 5 – 25 kg N/ha/th.

40 SIMBIOSIS LEGUMINOSE DAN RHIZOBIUM FRANKIA DAN AKTINOMISETES AZOLLA DAN CYANOBACTERIUM

41 RHIZOBIUM DAN LEGUMINOSE CIRI : TERBENTUK BINTIL AKAR JUMLAH : 57 – 169 Kg N/Ha/Th PROSES : INFEKSI, PENETRASI, PEMBENTUKAN BENANG INFEKSI, PEMBENTUKAN BAKTEROID, PEMBENTUKAN BINTIL AKAR

42 CATATAN PENTING INFEKTIVITAS STRAIN SELEKTIVITAS EFEKTIVITAS

43 CATATAN Bintil akar efektif : bagian dalam berwarna merah Faktor pembentukan bintil dan penambatan N 2 : pH, suhu, unsur hara, salinitas dan alkalinitas.

44 Frankia dan aktinorhizal Simbiosis anta Frankia & tanaman angiosperma Ciri : terbentuknya bintil Manfaat : tanaman kehutanan dan reklamasi tambang Jumlah N : 57 – 169 kg N 2 /ha/th.

45 Anabaena azollae Manfaat : pupuk hijau lahan sawah Sifat : mudah dekomposisi karena rasio C/N rendah Organela : heterosit cyanobacterium Aplikasi : meningkatkan produksi padi sawah sebesar 1 ton/ha.

46 Mineralisasi dan Imobilisasi Nitrogen Definisi : pembentukan nitrogen Anorganik dari nitrogen organik Proses : amonifikasi dan nitrifikasi Kondisi : aerob

47 Mineralisasi nitrogen Amonifikasi Enzim : ekstraseluler (proteinase, protease, peptidase, kitinase, kitobiase, lisozim, endonuklease, eksonuklease, urease) intraseluler (deaminase) mikroba Jasad mikro : heterotrof Nitrifikasi Jasad mikro : nitrosomonas, nitrosococcus, nitrosospira (pengoksidasi NH 3 ) nitrobacter, nitrospina, nitrococcus, dan nitrospira (pengoksidasi N0 2 ). Reaksi yang terjadi dalam proses nitrifikasi adalah : NH3 + 1,5 O2 → NO2- + H+ + H2O NO2- + ½ O2 → NO3-

48 Mineralisasi Reaksi : NH 3 + 1,5 O 2 → NO H + + H 2 O NO ½ O 2 → NO 3 - Faktor : populasi bakteri nitrifikasi, aerasi tanah, ketersediaan substrat, pH tanah, faktor lingkungan, penghambat alelokimia

49 Imobilisasi Konversi N-anorganik menjadi N-organik Prediksi berdasarkan rasio C/N : < 20/1 : mineralisasi > 20/1 : imobilisasi Rasio C/N : Bakteri : Jamur : 15

50 Denitrifikasi Nitrogen Definisi : reduksi nitrat menjadi gas nitrogen (N0, N 2 0 dan N 2 ) Kondisi : anaerob Bakteri : organotrof (Alcaligenes, Agrobacterium, Azospirillum) fototrof ( Rhodopseudomonas) dan Litotrof (Bradyrhizobium, Nitrosomonas, Thiobacillus)

51 DENITRIFIKASI TERJADI MELALUI 4 LINTASAN, DIATUR OLEH 4 ENZIM ENZIM YANG TERLIBAT : NITRAT REDUKTASE/NAR (MEREDUKSI NITRAT MJD NITRIT) NITRIT REDUKTASE/NIR (MEREDUKSI NITRIT MJD OKSIDA NITRIT) OKSIDA NITRIT REDUKTASE/NOR (MEREDUKSI OKSIDA NITRIT MJD NITROUS OKSIDA) OKSIDA NITROUS REDUKTASE/NOS, YANG BERFUNGSI UNTUK MEREDUKSI NITROUS OKSIDA MENJADI N 2 ). ENZIM

52 Faktor aerasi tanah ketersediaan nitrat ketersediaan karbon faktor lingkungan

53 ASPEK LINGKUNGAN DAUR NITROGEN kadar nitrat yang tinggi di dalam air tanah dan air permukaan kontribusi gas-gas nitrogen yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam, rusaknya lapisan ozon, pemanasan global eutrofikasi.

54 DAUR FOSFOR MINERALISASI DAN IMOBILISASI P PELARUTAN P-ANORGANIK KETERSEDIAAN P-ORGANIK KELARUTAN P-ANORGANIK

55 PROSES  MINERALISASI  IMOBILISASI  TERJERAP  DISERAP TANAMAN DAUR FOSFOR

56 MINERALISASI P-ORGANIK Enzim : fosfatase (ekstraseluler) Jenis : fosfomonoesterase, fosfodiesterase, phytase Mineralisasi vs rasio C/P < 200/1 : mineralisasi > 300/1 : imobilisasi P 200 – 300/1 : sedikit perubahan ketersediaan P.

57 Pelarutan P-anorganik Mekanisme : Melepaskan karbondioksida & bahan organik Asam karbonat : Ca-P dan Mg-P Asam organik : pengkhelat, Al-P, Fe-P, Ca-P, Mg-P Hasil : orthofosfat Jasad mikro : bakteri (Bacillus, Pseudomonas, sp, Nitrosomnas sp,) jamur (Aspergillus sp, Penicillium sp dan Fusarium sp).

58 KONDISI REDUKSI & KETERSEDIAAN P PENGARUH : Fe-P dan Al-P FAKTOR : PENGGENANGAN DAN BO AKIBAT : reduksi ferro-P menjadi ferri-P

59 DAUR KALIUM TRANSFORMASI KALIUM IMOBILISASI KALIUM

60 SKEMA DAUR KALIUM K-hewanK-tumbuhan Humus K-mikroba K-tersedia K-tertambat Laut

61 PROSES DAN JASAD MIKRO Proses : perombakan bahan organik & pelarutan K-mineral Pelarutan K mineral : melalui dekomposisi lapisan silikat mineral liat dan pelarutan asam Jasad mikro pendekomposisi mineral liat : bakteri (Bacillus dan Pseudomonas) jamur (Aspergillus, Mucor dan Penicillium) Asam untuk melarutkan kalium : asam karbonat (heterotrof) asam organik (Clostridium pasteurianum & Aspergillus niger) asam nitrat dan sulfat (jasad mikro autotrof).

62 Keseimbangan Ion K K (protoplasma) K-terlarut ↔ K-mineral

63 Bahan Diskusi Kelompok Jelaskan berdasarkan Gambar 8.1., pada bagian mana terjadi proses : - Mineralisasi - Imobilisasi

64 DAUR KALSIUM DAN MAGNESIUM REAKSI KALSIUM DAN MAGNESIUM DALAM TANAH JASAD HIDUP TANAH DALAM DAUR KALSIUM DAN MAGNESIUM FAKTOR LINGKUNGAN DALAM DAUR KALSIUM DAN MAGNESIUM ASPEK PERTANIAN KALSIUM DAN MAGNESIUM

65 REAKSI Ca DAN Mg DALAM TANAH Sumber kalsium mineral Ca (feldspar, amphibol, apatit atau Ca-fosfat, Ca-karbonat yaitu kalsit dan dolomit) Sumber magnesium mineral ferromagnesium (biotit, serpentin, hornblende, olivin, MgSO 4, khlorit, illit, vermikulit dan montmorillonit).

66 Ca dan Mg-organik Tanaman Binatang Bahan mati/ biomassa jasad hidup tanah Ca dan Mg- anorganik Batuan dan mineral Ca dan Mg- tersedia Kompleks Larutan tanah Jerapan tanah Manusia

67 Daur kalsium dan magnesium terjadi secara biologis dan non biologis Transformasi biologi kalsium dapat terjadi dengan bantuan enzim atau tanpa enzim. Jasad hidup tanah : jasad makro (cacing tanah) jasad mikro (bakteri, jamur, aktinomisetes, algae dan protozoa)

68 Faktor Lingkungan suhu Cahaya kelembaban dan aerasi pH kejenuhan basa senyawa organik.

69 TRANSFORMASI BESI Sumber besi : kerak bumi Jenis sumber : mineral primer (olivin, augit, hornblende dan biotit) Oksida besi primer yang terdapat di dalam tanah antara lain adalah hematit dan magnetit

70 Proses pengkhelatan (pelarutan asam) Pengendapan Mineralisasi Serapan reduksi oksidasi.

71 Daur Besi Tanama n Mikroba Fe 3+ Mineral Residu Organik Fe 2+ Mineral Reduks i Oksidasi Lingkungan Anaerob Fe 2+ Fe 3+ Serapa n Pelarutan Pengendapan Khelat, pelarutan asam Mineralisasi

72 Pelarutan Besi Pelaku : jasad mikro Mekanisme : metabolit dgn afinitas tinggi terhadap Fe 3+ Contoh : asam dan senyawa organik. Pelarutan terjadi pada kondisi reduksi : Eh 200 mV (Fe 2+ dominan) EH > 300 mV (Fe 3+ dominan)

73 Oksidasi Besi Contoh reaksi ( Thiobacillus thioxidans) : FeSO O 2 + 2H 2 O → 2FeSO 4 + 2H 2 SO 4 (1) 4FeSO 4 + O 2 + 2H 2 SO 4 → 2Fe(SO 4 ) 3 + 2H 2 O (2) 14Fe 3+ + FeS 2 + 8H 2 O → 15 Fe SO H + (3) Fe 2 (SO 4 ) 3 + 6H 2 O → 2Fe(OH) 3 + 3H 2 SO 4 (4) Reaksi (1) dapat terjadi secara biologi maupun kimia. Reaksi (2) bersifat enzimatik Reaksi (3) bersifat spontan Reaksi (4) terjadi secara non biologi terbentuk Fe(OH) 3 yang dapat menyelubungi jasad mikro.

74 Dekomposisi dan Pembentukan Senyawa Besi Organik Dekomposisi senyawa organik besi Produk : CO 2 dan garam-garam besi Kondisi : aerob maupun anaerob Reaksi : Senyawa Fe-org → CO 2 + ∆H + garam Fe 3+

75 JASAD MIKRO Bakteri (Pseudomonas, Bacillus, Serratia, Acinetobacter, Klebsiella, Myzcobacterium, dan Corynebacterium) Jamur (jamur berfilamen) Aktinomisetes (Nocardia dan Streptomyces). Pembentukan coating senyawa besi humus : Pedomicrobium, Metallogenium, dan Seliberia

76 Pembentukan Biomassa besi kompleks besi dengan molekul organik (mudah dimineralisasi) berikatan dengan polisakarida jasad mikro dan tanaman (sukar disekomposisi) kompleks besi organik menyebabkan besi dapat bergerak turun di dalam profil tanah.

77 Perombakan Besi dalam Batuan dan Mineral Pelaku Lichenes (batuan) jamur (mineral) → eksudat → pH turun Bakteri (mineral) → asam 2-ketoglutarat.

78 Reduksi Besi Terjadi pada Eh < -200 mV Terbentuk lapisan gley pada tanah Reduksi Fe 3+ → Fe 2+ terjadi secara enzimatik Enzim : nitrat reduktase (Nar) dan enzim lain yang tidak terlibat dalam metabolisme nitrat.

79 Aspek Penting Daur Fe pedogenesis deposit geologi bumi korosi pada pipa-pipa besi yang ditanam di dalam tanah efek penyumbatan (clogging of drains) siderofor pada bakteri pemacu tumbuh tanaman (BPGP).

80 Transformasi Mangan Mn 3+ Mn 4+ Mn 2+ MnO 3.nH 2 O Mn 2.nH 2 O

81 Proses Oksidasi Jasad mikro : Bakteri : Aerobacter, Bacillus, Corynebacterium, Pseudomonas jamur : Cladosporium, Curvularia, Helminthosporum, Chepalosporium Reduksi Jasad mikro : bakteri Kondisi : tanah tergenang, distimulasi dengan penambahan bahan organik, respirasi sel melalui metabolisme non enzimatik dan pembentukan asam organik.

82 Aplikasi Biologi Tanah dalam Bidang Pertanian dan Lingkungan Bioremidiasi Tanah – Tanah Terkontaminasi Gas Global

83 BIOREMIDIASI TANAH TERKONTAMINASI jenis polutan : PCE, TCE, TNT, logam, radionuklida, pestisida, BTEX, PAH, dan PCB Definisi bioremidiasi : strategi atau proses menggunakan jasad mikro, tanaman atau enzim jasad mikro dan tanaman untuk mendetoksifikasi kontaminan di dalam tanah dan lingkungan lainnya.

84 Proses Bioremidiasi Biodegradasi Mineralisasi Kometabolisme.

85 Kriteria Bioremidiasi Jasad mikro harus berkualitas kontaminan target harus menjadi bioavailable tempat bioremidiasi harus memiliki kondisi yang kondusif untuk pertumbuhan jasad mikro dan tanaman atau aktivitas enzim biaya bioremidiasi tidak boleh lebih tinggi dibandingkan teknologi lain yang dapat mengurangi kontaminan.

86 Strategi Bioremidiasi Bioremidiasi pasif Biostimulasi Bioventing Bioaugmentasi Landfarming Komposting Fitoremidiasi

87 Keuntungan dan Tantangan Memerlukan biaya yang lebih murah kondisi kontaminan yang heterogen sulit memilih sistem yang paling sesuai untuk seluruh kontaminan

88 Gas Global Gas terbanyak di atmosfer : nitrogen (78 %) oksigen (21 %) sisanya adalah gas-gas mikro (Trace Gas).

89 Komposisi Gas Mikro Atmosfer Gas Konsentrasi (ppb) 1992 Peningkatan Tahunan (%) Waktu Aktif Potensial pemanasan Global relatifTerhadap CO an CO ,4000,1450–200 th 1 CH ,8000, th 21 N2ON2O 3110,2500,15120 th 206 CFC-12 0,54,0000, th NO x 0,005 – hari CO bulan

90 Trace Gas sangat penting keseimbangan radiasi bumi, iklim global mengatur kemampuan atmosfer untuk membersihkan polutan di atmosfer sumber unsur hara bagi biosfer terutama gas nitrogen.

91 Sumber Gas dalam Tanah karbon dioksida (25 %) methan (50 %) nitrous oksida (65 %) oksida nitrat (30 %) dll.

92 KONTROL UMUM PRODUKSI GAS suhu Kelembaban potensial redoks ketersediaan substrat

93 Terimakasih


Download ppt "Selamat Pagi PENDAHULUAN PERAN PENTING BIOLOGI TANAH KESUBURAN TANAH PERTUMBUHAN TANAMAN KELESTARIAN LINGKUNGAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google