Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

By FH TEORI BELAJAR & APLIKASINYA TEORI BELAJAR & APLIKASINYA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "By FH TEORI BELAJAR & APLIKASINYA TEORI BELAJAR & APLIKASINYA."— Transcript presentasi:

1 by FH TEORI BELAJAR & APLIKASINYA TEORI BELAJAR & APLIKASINYA

2 by FH Membantu guru untuk memahami bagaimana siswa belajar Membantu guru untuk memahami bagaimana siswa belajar Membantu proses belajar lebih efektif, efisien dan produktif Membantu proses belajar lebih efektif, efisien dan produktif Membimbing guru untuk merancang dan merencanakan proses pembelajarannya Membimbing guru untuk merancang dan merencanakan proses pembelajarannya Menjadi panduan guru untuk mengelola kelas Menjadi panduan guru untuk mengelola kelas Membantu guru untuk mengevaluasi proses, perilaku guru sendiri serta hasil belajar siswa yang telah dicapai Membantu guru untuk mengevaluasi proses, perilaku guru sendiri serta hasil belajar siswa yang telah dicapai Membantu guru dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada siswa sehingga dapat mencapai prestasi maksimal Membantu guru dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada siswa sehingga dapat mencapai prestasi maksimal Manfaat Teori Belajar Bagi Guru

3 by FH Hal-hal yang harus diketahui dalam teori belajar : Konsep dasar teori tersebut beserta ciri-ciri dan persyaratan yang melingkupinya Konsep dasar teori tersebut beserta ciri-ciri dan persyaratan yang melingkupinya Bagaimana sikap dan peran guru dalam proses pembelajaran jika teori tersebut diterapkan Bagaimana sikap dan peran guru dalam proses pembelajaran jika teori tersebut diterapkan Faktor-faktor lingkungan (fasilitas, alat, suasana) apa yang perlu diupayakan untuk mendorong proses pembelajaran Faktor-faktor lingkungan (fasilitas, alat, suasana) apa yang perlu diupayakan untuk mendorong proses pembelajaran Tahapan apa saja yang harus dilakukan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran Tahapan apa saja yang harus dilakukan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran Apa yang harus dilakukan siswa dalam proses belajarnya Apa yang harus dilakukan siswa dalam proses belajarnya

4 by FH Beberapa faktor yg hrs dipertimbangkan ketika mengkritisi teori belajar adalah : Mengenali tokoh, perjalanan hidup dan proses akademik yang ditempuh serta perjuangan yang ditempuh untuk menelurkan teori belajar yang dikemukakannya Mengenali tokoh, perjalanan hidup dan proses akademik yang ditempuh serta perjuangan yang ditempuh untuk menelurkan teori belajar yang dikemukakannya Memahami konteks generasi, situasi jaman atau tahun yang melatar-belakangi peristiwa kelahiran teori-teori belajar tersebut Memahami konteks generasi, situasi jaman atau tahun yang melatar-belakangi peristiwa kelahiran teori-teori belajar tersebut Proses kekinian dari teori tersebut dan perkembangannya Proses kekinian dari teori tersebut dan perkembangannya

5 EMPAT TEORI BELAJAR 1. Behavioristik 2. Kognitif 3. Kognisi Sosial dan Humanistik 4. Konsep KH Dewantara

6 by FH Teori Belajar Behavioristik a. Edward Lee Thorndike ( ) b. Ivan P. Pavlov ( ) c. Burrhus F. Skinner ( ) d. Robert Gagné ( )

7 by FH Edward Lee Thorndike ( ) Belajar : peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa : stimulus (S) dgn respon (R). Belajar : peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa : stimulus (S) dgn respon (R). Stimulus : suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat R Stimulus : suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat R Respon : sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang Respon : sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang

8 by FH Eksperimen Thorndike

9 Eksperimen Kucing lapar dimasukkan dlm sangkar (puzzle box), dan di luar kotak diletakkan sepotong daging. Kucing lapar dimasukkan dlm sangkar (puzzle box), dan di luar kotak diletakkan sepotong daging. Kucing lapar melakukan berbagai tk lk utk keluar dari sangkar. Kucing lapar melakukan berbagai tk lk utk keluar dari sangkar. Secara tdk sengaja kucing menginjak tombol, dan pintu sangkar terbuka Secara tdk sengaja kucing menginjak tombol, dan pintu sangkar terbuka Kucing keluar dan memakan daging. Kucing keluar dan memakan daging. Setelah percobaan dilakukan berkali-kali, tk lk kucing mjd makin efisien Setelah percobaan dilakukan berkali-kali, tk lk kucing mjd makin efisien Hal ini berarti kucing dapat memilih respon yang berguna dan tidak berguna Hal ini berarti kucing dapat memilih respon yang berguna dan tidak berguna

10 by FH Ivan Petrovich Pavlov ( ) Classical Conditioning (pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, Classical Conditioning (pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, Perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan Perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan

11 by FH Eksperimen Pavlov

12 by FH

13 Burrhus Frederic Skinner ( ) Operant Conditioning: proses penguatan perilaku operan (+/-) yg dpt berakibat perilaku berulang kbl / hilang Operant Conditioning: proses penguatan perilaku operan (+/-) yg dpt berakibat perilaku berulang kbl / hilang Gaya mengajar guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan (drill) dan latihan (exercise). Gaya mengajar guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan (drill) dan latihan (exercise). Manajemen kelas berupa usaha untuk memodifikasi perilaku (behavior modification) Manajemen kelas berupa usaha untuk memodifikasi perilaku (behavior modification)

14 by FH Eksperimen Skinner

15 by FH Robert Gagné ( ) 9 Kondisi Instruksional 1. Gaining attention = Mendapatkan perhatian 2. Inform learner of objectives = Menginformasikan siswa mengenai tujuan yang akan dicapai 3. Stimulate recall of prerequisite learning = Stimulasi kemampuan dasar siswa untuk persiapan belajar 4. Present new material = Penyajian materi baru 5. Provide guidance = Menyediakan pembimbingan 6. Elicit performance = Memunculkan tindakan 7. Provide feedback about correctness = Siap memberikan umpan balik langsung terhadap hasil yang baik 8. Assess performance = Menilai hasil belajar yang ditunjukkan 9. Enhance retention and recall = meningkatkan proses penyimpanan dan mengingat 9. Enhance retention and recall = meningkatkan proses penyimpanan dan mengingat

16 by FH APLIKASI TEORI BEHAVIORISTIK DLM PEMBELAJARAN Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teori behavioristik adalah ciri-ciri kuat yang mendasarinya yaitu : Mementingkan pengaruh lingkungan Mementingkan pengaruh lingkungan Mementingkan bagian-bagian ( elementalistik ) Mementingkan bagian-bagian ( elementalistik ) Mementingkan peranan reaksi. Mementingkan peranan reaksi. Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon. Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon. Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya, Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya, Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan

17 by FH Peran Guru Menyusun bahan pelajaran dlm bentuk yg sudah siap (modul, instruksi dll) Menyusun bahan pelajaran dlm bentuk yg sudah siap (modul, instruksi dll) Guru tidak banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat diikuti contoh-contoh dilakukan sendiri / simulasi) Guru tidak banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat diikuti contoh-contoh dilakukan sendiri / simulasi) Bahan pelajaran disusun sederhana menuju kompleks. Bahan pelajaran disusun sederhana menuju kompleks. Tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu keterampilan tertentu. Tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu keterampilan tertentu. Pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. Pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. Kesalahan harus segera diperbaiki. Kesalahan harus segera diperbaiki. Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak.

18 by FH Peran siswa Berlaku (doing) sesuai instruksi Berlaku (doing) sesuai instruksi Meniru perilaku yang dicontohkan Meniru perilaku yang dicontohkan Mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan (positif–diulangi, negatif-dihilangkan) Mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan (positif–diulangi, negatif-dihilangkan) Berlatih melalui pengulangan dan pembiasaan Berlatih melalui pengulangan dan pembiasaan Menguasai ketrampilan dasar sebagai persyaratan penguasaan ketrampilan selanjutnya Menguasai ketrampilan dasar sebagai persyaratan penguasaan ketrampilan selanjutnya

19 by FH Albert Bandura (1925 – saat ini msh hidup) Teori belajar sosial / kognitif sosial Teori belajar sosial / kognitif sosial Teori bandura : pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku, sikap, dan emosi orang lain. Teori bandura : pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku, sikap, dan emosi orang lain. Perilaku manusia dlm konteks interaksi timbal balik berkesinambungan (kognitif, perilaku, pengaruh lingkungan) Perilaku manusia dlm konteks interaksi timbal balik berkesinambungan (kognitif, perilaku, pengaruh lingkungan)

20 Teori Kognitif dan Konstruktivisme Kognitif Kognitif - Wertheimer - Wertheimer - Kurt Koffka - Kurt Koffka - Kohler ( ) - Kohler ( ) Konstruktivisme Konstruktivisme - John Dewey ( ) - John Dewey ( ) - Jean Piaget ( ) - Jean Piaget ( ) - Jerome Brunner (1915- ) - Jerome Brunner (1915- )

21 OTAK MANUSIA

22 by FH Wolfgang Kohler ( ) Insight :pengamatan atau pemahaman mendadak thd hubungan antar bagian di dlm suatu situasi permasalahan. Insight :pengamatan atau pemahaman mendadak thd hubungan antar bagian di dlm suatu situasi permasalahan. Insight ini sering dihubungkan dgn pernyataan aha. Insight ini sering dihubungkan dgn pernyataan aha.

23 Kohler (1925) suggested that problem solving involves mentally combining and recombining various elements of a problem until a structure that solves the problem is achieved.

24 EKSPERIMEN KOHLER

25 (a) layang-layang (diamond), (b) segiempat, (c) segitiga, (d) segidelapan

26 by FH John Dewey ( ) Belajar harus bersifat aktif, langsung terlibat, berpusat pada siswa (SCL = Student- Centered Learning) dalam konteks pengalaman sosial Belajar harus bersifat aktif, langsung terlibat, berpusat pada siswa (SCL = Student- Centered Learning) dalam konteks pengalaman sosial Kesadaran sosial menjadi tujuan dari semua pendidikan Kesadaran sosial menjadi tujuan dari semua pendidikan Guru bertindak sebagai fasilitator Guru bertindak sebagai fasilitator

27 by FH Jean Piaget ( ) Jean Piaget ( ) Belajar mendasari pd pengamatan yg melibatkan seluruh indra, menyimpan kesan lebih lama dan menimbulkan sensasi yang membekas pada siswa Belajar mendasari pd pengamatan yg melibatkan seluruh indra, menyimpan kesan lebih lama dan menimbulkan sensasi yang membekas pada siswa Proses belajar terdiri dari 3 tahapan, yaitu asimilasi, akomodasi, dan equilibrasi (penyeimbangan) Proses belajar terdiri dari 3 tahapan, yaitu asimilasi, akomodasi, dan equilibrasi (penyeimbangan) Guru memfasilitasi proses terjadinya ketidakseimbangan (disequilibrium) Guru memfasilitasi proses terjadinya ketidakseimbangan (disequilibrium)

28 by FH Jerome Brunner (1915- ) Tiga tahap perkembangan kognitif anak - Enaktif (0 – 3 tahun), - Ikonik (3-8 tahun), - Simbolik (>8 tahun) Belajar : upaya membebaskan siswa untuk belajar sendiri : discovery (belajar dengan cara menemukan) Kurikulum spiral pemberian materi dari yang sederhana sampai yang kompleks

29 by FH Konsep Teori Kognitif Siswa : pembelajar yang aktif Siswa : pembelajar yang aktif Belajar : proses menemukan (insight – aha) dan memperoleh penyelesaian masalah (problem solving) Belajar : proses menemukan (insight – aha) dan memperoleh penyelesaian masalah (problem solving) Guru : pendamping, teman diskusi serta fasilitator, yang memberikan alat belajar, memanipulasi situasi dan kondisi belajar shg siswa bisa belajar sendiri Guru : pendamping, teman diskusi serta fasilitator, yang memberikan alat belajar, memanipulasi situasi dan kondisi belajar shg siswa bisa belajar sendiri Kegiatan belajar : to explore, to manipulate, to experiment, to question, and to search out answers for themselves - activity is essential Kegiatan belajar : to explore, to manipulate, to experiment, to question, and to search out answers for themselves - activity is essential Fasilitas : Laboratories, workshops and technologies that encourage interactivity such as multimedia, hypermedia and virtual reality. Fasilitas : Laboratories, workshops and technologies that encourage interactivity such as multimedia, hypermedia and virtual reality. Tapi Computer software that is strictly drill and practice does not fit in with an active discovery environment. Drill and memorization practice, often used in language schools, do not encourage creativity or discovery Tapi Computer software that is strictly drill and practice does not fit in with an active discovery environment. Drill and memorization practice, often used in language schools, do not encourage creativity or discovery

30 by FH APLIKASI TEORI KOGNITIF DAN KONSTRUKTIVISTIK DLM PEMBELAJARAN Tujuan pendidikan menurut teori belajar kognitif adalah : Menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi, Menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi, Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Latihan memecahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari Latihan memecahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari Peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Guru hanyalah berfungsi sebagai mediator, fasilitor, dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik. Guru hanyalah berfungsi sebagai mediator, fasilitor, dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik.

31 by FH Bukan aplikasi teori kognitif

32 by FH Aplikasi teori kognif : Learner at the controls

33 Teori Kognisi Sosial dan Humanistik Kognisi Sosial Lev Vygotsky ( ) Lev Vygotsky ( ) Albert Bandura (1925 – ) Albert Bandura (1925 – )Humanistik Abraham Maslow Abraham Maslow Carl Rogers (1902- ) Carl Rogers (1902- )

34 by FH Lev Vygotsky ( ) Dampak Sosial, Peer debrieffing Dampak Sosial, Peer debrieffing Scaffolding, Scaffolding, Zone Of Proximal Development (ZPD) Zone Of Proximal Development (ZPD)

35 by FH Albert Bandura (1925 – ) Teori belajar sosial atau kognitif sosial serta efikasi diri Teori belajar sosial atau kognitif sosial serta efikasi diri Modelling = peneladanan Modelling = peneladanan Eksperimen Bobo Doll menunjukkan anak meniru secara persis perilaku agresif dari orang dewasa di sekitarnya Eksperimen Bobo Doll menunjukkan anak meniru secara persis perilaku agresif dari orang dewasa di sekitarnya

36 by FH Contoh aplikasi : - Berkunjung ke tokoh/ahli tertentu (Sbg model) - Demonstrasi - Role playing

37 Abraham Maslow ( )

38 by FH Carl Rogers (1902- ) Experiential Learning menunjuk pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa Experiential Learning menunjuk pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa Kualitas belajar mencakup : keterlibatan siswa secara personal, berinisiatif, evaluasi oleh siswa sendiri, dan adanya efek yang membekas pada siswa Kualitas belajar mencakup : keterlibatan siswa secara personal, berinisiatif, evaluasi oleh siswa sendiri, dan adanya efek yang membekas pada siswa Dua tipe belajar : Dua tipe belajar : kognitif (kebermaknaan) kognitif (kebermaknaan) experiential (pengalaman atau signifikansi) experiential (pengalaman atau signifikansi)

39 by FH APLIKASI TEORI HUMANISTIK DLM PEMBELAJARAN Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit human being selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit human being selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. Guru : memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru : memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Diharapkan siswa memahami potensi diri, mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Diharapkan siswa memahami potensi diri, mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif Proses belajar : menyenangkan dan bermakna bagi siswa Proses belajar : menyenangkan dan bermakna bagi siswa

40 by FH Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit human being yang mewarnai proses pembelajaran dlm metode-metode yang diterapkan. Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit human being yang mewarnai proses pembelajaran dlm metode-metode yang diterapkan. Guru : memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru : memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Diharapkan siswa memahami potensi diri, mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Diharapkan siswa memahami potensi diri, mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif Proses belajar : menyenangkan dan bermakna bagi siswa Proses belajar : menyenangkan dan bermakna bagi siswa APLIKASI TEORI HUMANISTIK DLM PEMBELAJARAN

41 by FH Ki Hajar Dewantara 2 Mei 1889 Ing ngarsa sung tulada : di depan memberi teladan Ing ngarsa sung tulada : di depan memberi teladan Ing madya mangun karsa : ditengah menciptakan peluang untuk berprakarsa Ing madya mangun karsa : ditengah menciptakan peluang untuk berprakarsa Tut wuri handayani : dari belakang memberikan dorongan dan arahan Tut wuri handayani : dari belakang memberikan dorongan dan arahan


Download ppt "By FH TEORI BELAJAR & APLIKASINYA TEORI BELAJAR & APLIKASINYA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google