Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FRUSTASI DALAM PEKERJAAN Pertemuan 11 Frustasi? Keadaan dimana suatu masalah hidup atau kesulitan tidak bisa terpecahkan, dan suatu kebutuhan tidak terpenuhi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FRUSTASI DALAM PEKERJAAN Pertemuan 11 Frustasi? Keadaan dimana suatu masalah hidup atau kesulitan tidak bisa terpecahkan, dan suatu kebutuhan tidak terpenuhi."— Transcript presentasi:

1

2 FRUSTASI DALAM PEKERJAAN Pertemuan 11

3 Frustasi? Keadaan dimana suatu masalah hidup atau kesulitan tidak bisa terpecahkan, dan suatu kebutuhan tidak terpenuhi atau terpuaskan; dan orang gagal mencapai tujuan yang ingin dicapai. Bila permasalahan tidak terpecahkan dan orang tidak bisa mencapai obyek tujuannya, dia mengalami frustasi.

4 ORANG MENGHAYATI FRUSTASI DG PENGALAMAN YANG SUBYEKTIF, SESUAI DG AFEKSI, SIKAP, DAN HARAPAN2NYA Tingkat frustasi bergantung pada beberapa faktor : -Temperamen & toleransi individu dlm menghadapi kesulitan hidupnya. -Trauma atau luka jiwa dan pengalaman hidup yang pahit serta mengejutkan pada masa kanak2. -Kehidupan/perasaan dan tekanan2 sosial yang sangat berat dan menghimpit perasaan seseorang.

5 Reaksi-Frustasi Positif  Mobilisasi dan Penambahan Kegiatan Frustasi dapat memobilisir seluruh kemampuan pribadi, dan mengaktualisasikan segenap potensi cadangan untuk mengatasi hambatan. Rintangan menggugah rangsangan/tantangan untuk memperbesar energi, akal, keuletan, kapasitas, dan menggali semua cadangan tenaga untuk menghadapi rintangan.  Besinnung (Mawas dengan Kebeningan Hati) Yaitu menggugah ikhtiar, dan memaksa orang untuk berfikir lebih jernih mengenai masalah sulit yang dihadapi. Melihat realitas dan mau mengadakan reorganisasi mencari perspektif hidup baru.

6  Resignasi (Tawakkal dan Pasrah Diri) Resignasi (Resignation) yaitu tawakkal dan pasrah diri pd Ilahi. Pasrah artinya menyerahkan diri pada belas kasih Tuhan Yang Maha Kuasa dn menerima dg rasa syukur dlm menghadapi ujian Tuhan dengan sikap rasional. Jika demikian orang tdk akan putus asa, tetapi terus berusaha dan bekerja lebih tekun.  Kompensasi atau Substitusi dari tujuan Kegagalan karyawan di satu bidang dialihkan pada pencapaian sukses di bidang lain. Perasaan minder/kurang disatu bidang, harus ditebus/dikompensasikan dibidang lain. Misal : seorang karyawati yg tidak cantik, akan menebus kekurang- annya dg prestasi yg tinggi.

7 Reaksi-Frustasi Negatif  Reaksi frustasi yang negatif dengan jalan menghindari atau masalahnya, untuk sementara bisa meredusir ketegangan. Tetapi persoalannya sendiri belum terpecahkan (hanya penundaan atau penguluran waktu). Bentuk penyelesaian yg tidak riil dan tdk menguntungkan dikenal dg istilah Escape Mechanism (mekanisme pelarian diri) atau Defence Mechanism (mekanisme pembelaan diri).  Berbagai Bentuk Reaksi Negatif Frustasi : Agreasi, Regresi, Fiksasi, Pendesakan, Rasionalisasi, Proyeksi dan Pembenahan diri, Teknik Jeruk Manis, Teknik anggur asam, dll.

8 Agresi Kedalam Agresi adalah ledakan2 emosi dan kemarahan hebat meluap-luap dlm bentuk tindak sewenang-wenang, penyerangan, serbuan, kekejaman, pengrusakan, permusuhan thd orang lain, dll. Iklim frustasi dalam kaitan dg agreasi keluar antara lain : a.Kritisme yg berlebihan thd pimpinan b.Produktivitas rendah c.Banyak fitnah/gunjingan thd atasan d.Pelontaran kata2 tidak puas & byk ekspresi kedongkolan hati e.Pengrusakan alat2 dan mesin2 perusahaan f.Sikap2 politis yang militan dan agresif di pihak karyawan g.Absensiisme yang tinggi.

9 Agreasi Kedalam Rasa dendam-benci-marah yang tidak bisa tersalurkan ke luar, menyebabkan depresi (murung, sedih, patah semangat, pesimisme). hal ini karena tdk mampu mereaksi rangsangan dari luar. Bahkan orang akan mengalami sikap apatis, tanpa gairah kerja, kepatahan mental, dan akhirnya melakukan usaha bunuh diri. REGRESI Diartikan sebagai melangkah mundur, primitivisasi, atau kembali Pada taraf perkembangan yang kekanak-kanakan.

10 Regresi merupakan ekspresi dari rasa kalah-menyerah dan putus asa. Misalnya : berteriak-teriak, menangis meraung-raung, meng- hempaskan kaki, mengisap ibu jari, ngompol, bicara gagap, merusak barang2, dll. Gejala regresi : Tidak adanya kontrol emosional, kurang rasional, tidak kritis, sangat sugestibel, terlalu peka thd desas-desus, kekanak-kakan, destruktif thd material perusahaan, hypersensitivitas, penolakan thd delegasi wewenang, memandang masa depan dg ketakutan, dll. Fiksasi adalah pelekatan atau pembatasan tingkah laku pada pola tertentu, yaitu : bersikeras menggunakan respon kebiasaan lama & tdk mau menggunakan pola adaptasi baru yg lebih efektif. Orang cenderung menolak realitas baru dan perubahan2.

11  Pendesakan Yaitu usaha menghilangkan dan menekan beberapa kebutuhan & macam-macam emosi yang tidak menyenangkan kedalam ketdk- sadaran atau bawah sadar. Sewaktu-waktu dorongan dan emosi yang tersembunyi akan muncul dalam kesadaran dalam bentuk : impian, bayangan halu- sinansi, salah baca, salah ucap, kecemasan, dan ilusi. Semua muncul sbg pengganggu ketenangan batin dalam bekerja.  Rasionalisasi (Pembenaran Diri) Adalah usaha menolong diri dg menggunakan teknik pembenaran diri (Self Justification) dg membuat suatu masalah yg tdk rasional & tdk menyenangkan menjd rasional & menyenangkan bg dirinya. Contoh : Seorang kepala bagian korupsi, ia membenarkan tindakan nya krn pimpinannya juga korupsi.

12  Proyeksi Adalah usaha untuk melemparkan atau memproyeksikan sikap, fikiran dan harapan2 sendiri yang negatif pada orang lain. Misalnya : jika seorang pegawai sangat iri dan dengki terhadap suksesnya kawan sekerja, maka dia akan menyebarkan isu bhw kawan yang sukses itulah yang suka dengki dan iri pada dirinya.  Sweet Orange Technique Yaitu berusaha memberikan atribut bagus dan menyenangkan pada kegagalan, kesalahan, kekurangan dan kelemahan diri. Misal : Seorang manajer yg mempunyai tabiat kasar, kejam dan angkuh thd bawahannya menamakan dirinya dg mengatakan : “Inilah businessman sejati, yang faham akan arti uang-waktu- efisiensi”

13  Sour-Grapes Technique Yaitu upaya memberikan atribut buruk pada obyek2 yang tidak dapat dicapainya, tetapi justru yang sangat diinginkannya. Misalnya : Jika seseorang pegawai tdk mampu mencapai suatu obyek yang sangat diinginkannya, ia akan mendongkol, mencaci, dan men- jelek-jelekan dan menganggap obyek tersebut tdk bernilai sama sekali. APA PERBEDAAN KONFLIK dan FRUSTASI?


Download ppt "FRUSTASI DALAM PEKERJAAN Pertemuan 11 Frustasi? Keadaan dimana suatu masalah hidup atau kesulitan tidak bisa terpecahkan, dan suatu kebutuhan tidak terpenuhi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google