Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Andri Wijaya, S.Pd., S.Psi., M.T.I. Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika Multi Data.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Andri Wijaya, S.Pd., S.Psi., M.T.I. Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika Multi Data."— Transcript presentasi:

1 Oleh : Andri Wijaya, S.Pd., S.Psi., M.T.I. Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika Multi Data Palembang

2 DEFINISI FRUSTASI  Seseorang akan mengalami frustasi jika ia ingin sekali memecahkan satu kesulitan hidup dan mencapai satu tujuan, namun dalam pelaksanaannya terhalang-halangi.  Menurut C.P Chaplin, 1975, frustasi adalah:  Rintangan/ penggagalan tingkah laku untuk mencapai sasaran.  Satu keadaaan ketegangan yang tidak mengenakkan/ menyenangkan, dipenuhi dengan kecemasan dan aktivitas simpatetis yang semakin meninggi disebabkan oleh perintangan dan penghambatan. 2

3 DEFINISI FRUSTASI  Frustasi adalah suatu keadaan dimana satu masalah hidup atau kesulitan tidak bisa terpecahkan, dan satu kebutuhan tidak terpenuhi atau terpuaskan, dan orang gagal mencapai tujuan yang ingin dicapai. 3

4 PENYEBAB FRUSTASI KERJA  Hidup tanpa variasi  Perfeksionis yang merugikan  Kerja berlebihan, kerja tanpa penghargaan  Kondisi pekerjaan  Konflik peran  Pengembangan karir  Struktur organisasi 4

5 AKIBAT FRUSTASI  Frustasi bisa mengakibatkan bermacam- macam bentuk tingkah laku, yaitu: Pertama: Menimbulkan reaksi yang negatif, seperti:  Menyerang dan menghancurkan seseorang.  Merusak dan menyebabkan disorganisasi struktur kepribadian.  Mengakibatkan destruksi diri (bunuh diri) disebabkan timbulnya rasa putus asa. 5

6 AKIBAT FRUSTASI Kedua: Menimbulkan akibat atau reaksi yang positif, seperti:  Titik tolak baru bagi usaha baru.  Menciptakan bentuk-bentuk adaptasi baru.  Menemukan cara baru dalam pemuasan kebutuhan.  Terjadi perkembangan hidup baru dengan perspektif baru. 6

7 TINGKAT FRUSTASI  Tingkat frustasi tergantung pada faktor-faktor berikut ini:  Temperamen dan toleransi individu dalam menghadapi kesulitan hidupnya.  Trauma atau “luka jiwa” dan pengalaman hidup yang pahit serta mengejutkan pada masa kanak-kanak.  Penghayatan yang baru saja berlangsung yang sangat penting bagi pribadi yang bersangkutan.  Kehidupan perasaan/ afektif dan tekanan-tekanan sosial yang sangat berat dan menghimpit perasaan seseorang. 7

8 REAKSI FRUSTASI POSITIF  Reaksi frustasi yang positif, antara lain: 1. Mobilisasi dan penambahan kegiatan. 2. Bessinung (Mawas dengan Kebeningan Hati). 3. Resignasi (Tawakal dan Pasrah Diri). 4. Kompensasi atau Substitusi dari Tujuan. 5. Sublimasi. 8

9 REAKSI FRUSTASI POSITIF  Mobilisasi dan penambahan kegiatan.  Frustasi bisa memobilisasi seluruh kemampuan pribadi dan mengaktualisasikan segenap potansi cadangan untuk mengatasi hambatan. 9

10 REAKSI FRUSTASI POSITIF  Bessinung (Mawas dengan Kebeningan Hati).  Bessinung: Menggugah ikhtiar dan memaksa orang untuk berpikir lebih jernih mengenai masalah sulit yang tengah dihadapi.  Frustasi memberikan tantangan bagi seseorang untuk diatasi dengan pikiran yang jernih dan ketabahan hati. 10

11 REAKSI FRUSTASI POSITIF  Resignasi (Tawakal dan Pasrah Diri).  Melalui resignasi, orang belajar memahami makna dari frustasi dengan sikap positif, yaitu lebih berani menghadapi tantangan hidup, disertai tekad dan kemauan yang lebih membaja untuk menghadapi segala rintangan. 11

12 REAKSI FRUSTASI POSITIF  Kompensasi atau Substitusi dari Tujuan.  Koampensasi (C.P Chaplin, 1975): Proses penggunaan perilaku substitutif/ penggantian untuk mengatasi frustasi fisik/ sosial atau kekurangmampuan dalam satu bidang kepribadian.  Kegagalan karyawan di satu bidang dialihkan/ dikompensasikan pada pencapaian sukses di bidang lain. 12

13 REAKSI FRUSTASI POSITIF  Sublimasi.  Sublimasi: Usaha untuk mensubstitusikan/ menggantikan kecenderungan- kecenderungan yang egoistis, nafsu-nafsu seks yang animalistis, dorongan-dorongan biologis yang primitif, dan aspirasi sosial yang tidak sehat kepada tingkah laku yang lebih berbudaya dan bisa diterima oleh masyarakat. 13

14 REAKSI FRUSTASI NEGATIF  Reaksi fustasi negatif antara lain: agresi, regresi, fiksasi, pendesakan, rasionalisasi, proyeksi dan pembenaran diri, teknik jeruk manis, teknik anggur asam. 14

15 REAKSI FRUSTASI NEGATIF  Agresi:  Ledakan-edakan emosi dan kemarahan hebat meluap-luap dalam bentuk bertindak sewenang-wenang, penyerangan, penyergapan, penyerbuan, kekejaman, perbuatan-perbuatan yang menimbulkan penderitaan dan kesakitan, pengerusakan, serta tindakan permusuhan pada seseorang atau suatu benda. 15

16 REAKSI FRUSTASI NEGATIF  Regresi:  Melangkah mundur, primitivisasi, atau kembali pada taraf perkembangan yang kekanak- kanakan, misalnya menjerit-jerit, manangis meraung-raung, membanting-banting kaki, mengisap ibu jari, ngompol, bicara gagap, merusak barang-barang, atau tingkah laku histeris lainnya. 16

17 REAKSI FRUSTASI NEGATIF  Fiksasi:  Pelekatan atau pembatasan tingkah laku pada pola tertentu. Sifat khas dari fiksasi ialah kekakuan yang cenderung selalu diulang-ulang.  Contoh: Seorang karyawan yang terlalu sering mendapat hukuman keras mungkin akan mengembangkan kompulsi (dorongan) untuk melakukan hal-hal yang justru dilarang dengan membabi buta. 17

18 REAKSI FRUSTASI NEGATIF  Pendesakan  Usaha menghilangkan dan menekan beberapa kebutuhan dan macam-macam emosi yang tidak menyenangkan ke bawah alam sadar. 18

19 REAKSI FRUSTASI NEGATIF  ARasionalisasi:  Proses menjelaskan atau menafsirkan alasan- alasan bagi satu gejala.  Proses pembenaran kelakuan sendiri dengan memberikan alasan yang masuk akal atau bisa diterima secara sosial untuk menggantikan alasan yang sesungguhnya.  Usaha menolong diri dengan menggunakan teknik pembenaran diri dengan membuat suatu perkara yang tidak rasional dan tidak menyenangkan menjadi halyang rasional dan benar serta menyenangkan bagi diri sendiri. 19

20 REAKSI FRUSTASI NEGATIF  Proyeksi:  Usaha untuk melemparkan atau memproyeksikan sikap, pikiran, dan harapan- harapan sendiri yang negatif pada orang lain.  Proses melemparkan kesalahan sendiri pada orang lain. 20

21 REAKSI FRUSTASI NEGATIF  Teknik Jeruk Manis:  Teknik ini berupa usaha memberikan atribut bagus dan menyenangkan pada kegagalan, kesalahan, kekurangan, dan kelemahan sendiri. 21

22 REAKSI FRUSTASI NEGATIF  Mekanisme Anggur Asam:  Upaya untuk memberikan atribut buruk pada obyek-obyek yang tidak dapat dicapainya, tetapi justru yang sangat diinginkannya. 22

23 GEJALA FRUSTASI Iklim frustasi di perusahaan mudah diketahui dengan adanya gejala-gejala sebagai berikut:  Kritisisme yang berlebih-lebihan terhadap majikan dan para manajer.  Produktivitas rendah.  Fitnahan terhadap atasan dan banyak pergunjingan.  Pelontaran kata-kata tidak puas dan banyak ekspresi kedongkolan hati.  Pengerusakan alat-alat dan mesin-mesin perusahaan.  Sikap-sikap politis yang agresif di pihak karyawan.  Absensiisme yang tinggi.  Banyaknya kasus neurotis dan psikosomatis di kalangan buruh dan pegawai, juga para manajer.  Bayak terjadi kecelakaan kerja dan terjangkit penyakit industri.  Sering terjadi pemogokan. 23

24 DAMPAK FRUSTASI KERJA  Frustasi dapat menimbulkan situasi yang sifatnya menguntungkan (positif), akan tetapi ada pula yang mengakibatkan situasi yang merusak (negatif) bagi individu yang mengalaminya. 24

25 DAMPAK FRUSTASI KERJA  Dampak frustasi kerja bagi individu adalah munculnya masalah-masalah yang berhubungan dengan : Kesehatan Psikologis Interaksi interpersonal 25

26 PENANGGULANGAN FRUSTASI KERJA  Penanggulangan frustasi kerja dapat ditinjau dari dua pihak, yaitu : Pihak Pekerja Pihak Perusahaan 26

27 PENANGGULANGAN PIHAK PEKERJA  Pertahankan kesehatan tubuh  Terima diri apa adanya  Tetap memelihara hubungan sosial yang baik dengan rekan kerja dan atasan  Melibatkan diri dalam aktivitas- aktivitas yang bermanfaat  Mengikuti pelayanan konseling  Carilah psikiater jika frustasi Anda semakin parah 27

28 PENANGGULANGAN PIHAK PERUSAHAAN  Biarkan para pekerja berbicara bebas dan terbuka satu sama lain  Mengurangi konflik-konflik pribadi pada pekerjaan  Beri pekerja kendali yang cukup besar dalam melaksanakan pekerjaannya  Pastikan pengadaan staf dan anggaran yang cukup 28

29 PENANGGULANGAN PIHAK PERUSAHAAN  Dukung upaya para pekerja  Berbicara secara terbuka dengan para pekerja  Menyediakan tunjangan-tunjangan cuti dan liburan  Kurangi jalur birokrasi yang ada  Akui dan beri imbalan kepada para pekerja karena prestasi dan kontribusi mereka 29


Download ppt "Oleh : Andri Wijaya, S.Pd., S.Psi., M.T.I. Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika Multi Data."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google