Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Februari 2013 Beasiswa 13404. Dimulai tahun 2009, melibatkan 60 orang donatur tetap. Total alumni beasiswa sebanyak 4 orang Zaki (Polban), Jajang (Polban),

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Februari 2013 Beasiswa 13404. Dimulai tahun 2009, melibatkan 60 orang donatur tetap. Total alumni beasiswa sebanyak 4 orang Zaki (Polban), Jajang (Polban),"— Transcript presentasi:

1 Februari 2013 Beasiswa 13404

2 Dimulai tahun 2009, melibatkan 60 orang donatur tetap. Total alumni beasiswa sebanyak 4 orang Zaki (Polban), Jajang (Polban), Arimark (Polban), dan Yulianto (ITB). Gelombang baru akan dimulai Maret Tentang Beasiswa 13404

3 Gelombang Pertama ( ) Jajang Nurjaman Ayah sudah meninggal, Ibu bekerja sebagai pembantu rumah tangga Lulus bulan September tahun 2012 dengan predikat Cum Laude Sudah bekerja di perusahaan Manufaktur di Karawang Zaki Zakaria Muttaqin Yatim piatu, dari SD sampai SMA sekolah dibantu oleh kakak- kakaknya tetapi juga tidak bisa sepenuhnya mendaptkan dukungan finansial D3 Teknik Kimia – Politeknik Negeri Bandung angkatan Lulus bulan September Sudah bekerja di PT. Pama Persada Nusantara Yulianto Ayah bekerja sebagai buruh tani, Ibu sudah meninggal dunia S1 Matematika – Insititut Teknologi Bandung angkatan Lulus Oktober Arimark Taquila Vodkaniwati Ayah bekerja sebagai petugas kebersihan di LPOSI-ITB (Bapak Bonney Fazius), Ibu mengurus rumah tangga D3 Teknik Mesin – Politeknik Negeri Bandung. Lulus bulan September Sudah bekerja di PT Astra Honda Motor. Dengan keterlibatan 60 orang donatur tetap, donasi dari donatur insidental, empat orang penerima beasiswa telah lulus di tahun 2012.

4 Profil Penerima Beasiswa (Yulianto – Batch I) Nama saya Yulianto, lahir 22 Juli 1987 di sebuah desa bernama Bangunreja, kecamatan Kedungreja kabupaten Cilacap. Ayah saya bernama Mochammad Tohir dan Ibu saya bernama Cunong. Sejak SD kelas tiga saya sudah diajari untuk bekerja membantu orang tua memanen padi ke sawah maklum orang tua saya adalah buruh tani. Ibu saya juga berdagang di rumah, sehingga ketika tidak musim panen, saya biasa membantu ibu membeli barang dagangan di pasar. Setelah lulus dari SD saya hampir putus sekolah, maklum keadaan ekonomi orang tua kurang mampu sehingga pada awalnya saya diminta berangkat ke Jakarta untuk ikut bekerja dengan salah seorang kerabat dekat yang memiliki usaha konveksi tas ransel. Bimbang sekali rasanya, pada dasarnya saya masih ingin sekolah, guru-guru SD serta kerabat juga menyayangkan kalau saya tidak melanjutkan ke SMP. Akhirnya orang tua mendaftarkan saya sekolah ke SMP Negeri 2 Sidareja, salah satu sekolah terbaik di desa saya. Sebagai konsekuensinya, orang tua saya harus bekerja lebih keras untuk membiayai sekolah saya juga adik saya yang masih sekolah di SD. Waktu itu saya bertekad bahwa saya harus bisa mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tua dan alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa kurang mampu, walaupun prestasi saya pada awalnya hanya juara tiga di kelas. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar sampai saya kelas tiga dan mendapat peringkat pertama. Sebelum ujian akhir, ibu saya sakit keras dan harus dioperasi sehingga saya sangat sedih dan sempat mengganggu konsentrasi belajar. Kami tidak mampu membiayai operasi penyakit ibu, sampai akhirnya pada saat saya baru lulus dari SMP ibu meninggal dunia karena penyakitnya sudah terlampau parah. Saya sangat sedih karena beliau adalah orang yang paling dekat dengan saya dan paling saya cintai. Dalam kesedihan saya tidak sempat berpikir untuk melanjutkan sekolah ke SMA, bahkan ayah pun sudah menyatakan bahwa beliau tidak sanggup membiayai sekolah saya di SMA, beliau hanya sanggup membiayai sekolah adik ke SMP. Walau begitu saya sadar bahwa saya harus berusaha untuk sekolah lagi agar suatu saat saya bisa bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Alhamdulillah dengan bantuan guru-guru SMP, saya bisa mendaftar di SMA Negeri 1 Sidareja, SMA terbaik di desa saya, dengan harapan nantinya saya berprestasi dan mendapatkan beasiswa. Alhamdulillah saya mendapat peringkat pertama dan menjadi juara 3 Olimpiade Astronomi tingkat kabupaten Cilacap. Selain diringankan oleh beasiswa tersebut, kepala sekolah dan beberapa orang guru yang mengetahui keadaan saya juga memberi bantuan lebih sampai saat saya berhasil lulus. Setelah lulus saya mengalami kebingungan, meneruskan kuliah atau bekerja. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari pekerjan ke Jakarta, tetapi kemudian gagal. Singkat cerita saya ke Bandung dan mendapat pekerjaan menjadi pengurus di sebuah masjid Komplek Batuwangi daerah Kopo dengan harapan suatu saat saya bisa kuliah. Alhamdulillah setelah 1,5 tahun bekerja di masjid, dengan susah payah dan dengan bantuan banyak pihak, akhirnya saya bisa kuliah di ITB, sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam benak saya sebelumnya, dengan konsekuensinya saya harus mampu memenuhi segala kebutuhan saya sendiri. Ayah saya di desa sudah tidak bekerja lagi, beliau terkena penyakit katarak sehingga tidak mampu untuk melihat, selain itu beliau memang sudah cukup tua. Untuk memenuhi kebutuhan, saya mengajar privat di Kopo, menjadi asisten LFD dan diamanahi mengelola kosan di jalan Gagak 80. Dari kegiatan tersebut saya mendapatkan bayaran sekitar 250 ribu/bulan yang dapat dicukupkan untuk makan sehari-hari walau terkadang kesulitan untuk kebutuhan tidak terduga.

5 Coordi nator LO 1LO 2 Finance Market ing Auditor Rully Blog updates Monthly report to shareholders Audit income outcome Independent – reporting directly to shareholders via mailing list Adik Asuh Kakak Asuh Monthly report via SMS/ to all his/her kakak asuh half year report via face to face meeting LO 3LO 4 Pay the committed ammount on time/advanced Attend meeting with Adik Asuh if possible Money income and outcome Make monthly financial report Struktur Organisasi

6 Calon 1Calon 2 NamaMemey Meida SariHani Aprianti Solihah StudiDIII Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung DIII Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung Tempat TinggalKopo BandungPadalarang BackgroundAyah bekerja sebagai buruh tani lepas, ibu sebagai ibu rumah tangga. Estimasi pendapatan IDR per bulan. Anak kedua dari lima bersaudara diterima masuk Teknik Mesin ITB namun tidak dapat di follow up karena masalah biaya masuk. Memiliki tunggakan SPP sebesar IDR 1 mio. Ayah pensiun dini PT. DI, ibu bekerja sebagai pembuat kue. Rumah berstatus kontrak di Padalarang. Aktif dalam organisasi aksi sosial di Polban. Memiliki tunggakan SPP sebesar IDR 4 mio. Calon Penerima 2013

7 MemeyHani BulananTahunanBulananTahunan SPP Tunggakan SPP Tingkat Akhir Uang Makan Uang Kos Tugas Akhir Total Proyeksi Biaya Alokasi beasiswa untuk cover kebutuhan dasar, SPP, dan tugas akhir per bulannya 1.6 juta rupiah untuk masing-masing anak asuh. Semua income dan outcome akan di audit – laporan akan dikirimkan via kepada stakeholders.

8 Prosedur Standar Interaksi Report kegiatan dan financial akan dikirim bulanan Pertemuan dengan adik asuh akan dilaksanakan setiap 6 bulanan Regular update di s.com Transfer Beasiswa di transfer bulanan (atau batch beberapa bulan) ke rekening Bank Mandiri no a/n Rully Tri Cahyono. Mohon konfirmasinya jika nama rekening beda dengan nama pemberi beasiswa. Daftar Donatur mendaftarkan diri melalui SMS ke dengan format BEASISWA [NAMA] [ ] [Nominal Sumbangan Bulanan]


Download ppt "Februari 2013 Beasiswa 13404. Dimulai tahun 2009, melibatkan 60 orang donatur tetap. Total alumni beasiswa sebanyak 4 orang Zaki (Polban), Jajang (Polban),"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google