Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengajar: IRDANURAPRIDA IDRIS.  A.Larangan-larangan Perkawinan  B.Terjadinya Perkawinan  C.Syahnya Perkawinan Menurut Hukum ◦ Islam  D.Syahnya Perkawinan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengajar: IRDANURAPRIDA IDRIS.  A.Larangan-larangan Perkawinan  B.Terjadinya Perkawinan  C.Syahnya Perkawinan Menurut Hukum ◦ Islam  D.Syahnya Perkawinan."— Transcript presentasi:

1 Pengajar: IRDANURAPRIDA IDRIS

2  A.Larangan-larangan Perkawinan  B.Terjadinya Perkawinan  C.Syahnya Perkawinan Menurut Hukum ◦ Islam  D.Syahnya Perkawinan Menurut UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan  E.Syahnya Perkawinan Menurut KUHPerdata  F.Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Perkawinan 

3 Larangan-larangan dalam perkawinan ini, ada beberapa larangan, yakni:  1.Disebabkan Berlainan Agama;  2.Disebabkan hubungan darah yang terlampau dekat;  3.Disebabkan hubungan persusuan;  4.Disebabkan hubungan semenda;  5.Disebabkan kepada Wanita yang di li’an;

4  6. Disebabkan adanya Polyandri;  7.Disebabkan terhadap Pria / Wanita yang  pezina;  8.Dari bekas suami terhadap bekas istri yang ditalaq tiga;  9.Larangan bagi Pria yang telah beristri 4  (empat)

5  Dasar Hukum:  -Al Qur’an Surah Al Baqarah : 221 (Q.II:221) “Dan janganlah kamu menikahi wanita- wanita musyrik, sebelum mereka beriman, sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik walaupun dia menarik hatimu”

6  Lihat Fatwa MUI tanggal 30 September 1986, tentang larangan Perkawinan antar Agama

7 “ Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.”

8  Ibnu Abi Mursid Al Chanawi memohon izin kepada Nabi Muhammad SAW, agar dia dapat diizinkan menikah dengan seorang wanita musyrik yang cantik dan amat terpandang.  Abdullah bin Rawahaih: mempunyai seorang hamba sahaya (budak) yang kulitnya teramat Hitam. Ia menikahi budak itu

9  Bahwa menikahi wanita budak (hamba sahaya atau pembantu) yang mukmin lebih baik daripada menikahi wanita non muslim (musyrik) walaupun dia canti dan menarik  Lihat juga pad Fatwa MUI DKI Jaya tanggal 30 September 1986, tentang larangan Perkawinan Antar Agama

10  Dari sudut Ilmu Kedokteran (Kesehatan keluarga), perkawinan antara keluarga yang berhubungan darah yang terlalu

11  Dasar Hukum Islam: Al-Qur’an Surah An-Nissa: - Q. II : 23 - Q. II : 34

12  Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu- ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara- saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua),

13  anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

14  Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).

15  Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahannya. Sungguh, Allah Maha tinggi, Mahabesar.

16 Meninggalkan kewajiban selaku istri, seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya

17 Dasar Hukum : Q.II : 23  Dilarang kamu menikahi perempuan pernah menyusui kamu  Dilarang kamu menikahi perempuan sesama sesusuan yakni anak dari perempuan yang pernah menyusuimu

18 Hubungan Semenda artinya ialah: Hubungan Perkawinan yang terdahulu, misalnya kakak/adik perempuan dari istri kamu (laki-laki)

19  Dasar-Dasar Hukumnya:  Q.IV:23j  Q.IV:23k  Q.IV: 23l  Q.IV: 23 m  Q.IV: 24  Q.IV : 22

20  Dilarang kamu menikahi Ibu isteri kamu (mertua Kamu yang Perempuan)

21 Dilarang kamu menikahi anak tiri kamu yang perempuan yang ada dalam pemeliharaan kamu dari isteri yang telah kamu campuri, dan apabila isteri kamu itu belum kam campuri maka tidak mengapa kamu menikahi anak tiri itu

22 Dilarang kamu menikahi isteri anak Shulbi kamu (menantu kamu yang perempuan)

23 Jangan kamu menikahi saudara Isteri kamu yang perempuan, kecuali apabila kamu ceraikan yang lain (dilarang kamu menikahi dua orang perempuan bersaudara sekaligus)

24  Dihalalkan bagi kamu selain dari yang secara limitatif yang ditegaskan pula pada Q.XXXIII: 24, 35 dan 37

25  Q.IV : 22 Jangan kamu nikahi perempuan yang telah dinikahi oleh bapak kamu, perbuatan itu adalah perbuatan jahat dan keji

26  Abu Qais bin Al Aslat seorang Anshar yang shaleh meninggal dunia. Anaknya melamar bekas isteri Abu Qais itu (melamar bekas ibu tiri)  Wanita tersebut berkata bahwa saya menganggap engkau sebagai anakku, dan engkau termasuk dari kaumku.  Kemudian, menghadaplah Pemuda tersebut kepada Rasul. Rasul berdoa maka turunlah Q.IV:22

27  Dasar Q.IV:24 “Jangan Kamu nikahi seorang wanita yang bersuami”

28  Oleh Muslim, Abu Daud Al Tirmidzi dan Al Nasai berasal dari Abi Said Al Chudri  Dalam peperangan Anthos dalam tahun ke II H yang saat itu Kaum Muslimin mendapat kemenangan dan berhasil memperoleh tawanan beberapa wanita Ahlil Kitab yang masih bersuami

29  Li’an diatur dalam Al Quran surah XXIV ayat 4,6  Q. XXIV:4  Surah An Nuur  Akibat isteri yang di li’an maka mereka bercerai untuk selama-lamanya, dan tidak dapat rujuk ataupun menikah lagi antara bekas suami-isteri itu.  Anak-anak yang dilahirkan hanya mempunyai hubungan dengan ibunya

30  Tujuan Perkawinan sifatnya adalah Suci  Harus dicegah dari segala unsur penodaan  Budaya Barat cenderung menilai Perkawinan hanya didasarkan sekuler saja (Menurut adat dan kebudayaan saja)  Harus dapat menjaga dan atau mampu menjaga kesucian (Q.XXIV:3)

31  Laki-laki yang berzina tidak dapat menikahi perempuan baik. Ia hanya dapat menikahi wanita pezina atau wanita musyrik.  Perempuan pezina tidak dapat dinikahi laki- laki baik-baik, mereka hanya dapat menikahi dengan laki-laki pezina atau laki-laki musyrik

32  Kecuali Perempuan tersebut telah dinikahi lebih dahulu oleh laki-laki lain secara sah kemudian tertalaq lagi serta telah melewati tenggang waktu iddah (menunggu)


Download ppt "Pengajar: IRDANURAPRIDA IDRIS.  A.Larangan-larangan Perkawinan  B.Terjadinya Perkawinan  C.Syahnya Perkawinan Menurut Hukum ◦ Islam  D.Syahnya Perkawinan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google